
Bagas yang merasa moodnya untuk bekerja hari ini benar-benar payah memilih untuk pergi memeriksa hotel miliknya yang tidak jauh dari kantor dan juga kediamannya orang tuanya Aulia, Karena itu memang benar-benar sedang diuji kesabaran sebab bukan hanya satu istri yang ia miliki melainkan sampai tiga Tetapi istrinya yang kedua tidak pernah melakukan hal aneh-aneh seperti yang dilakukan oleh Aulia.
Kalau sampai bertemu dengan wanita itu ingin Ia tegaskan bahwa dirinya bukan pria yang bisa menerima wanita pembangkang, sepertinya Aulia sedang menguji kesabarannya maka itu ia bakalan membuat wanita itu bertekuk lutut dan tidak berani lagi menjadi wanita pembangkang.
"Dimas hentikan kegiatan kamu semuanya antarkan saya ke hotel, tidak usah sudah mencari wanita itu biarkan saja kalau dia masih ingat rumah dia bakalan pulang tetapi kalau tidak ya sudah!"perintah Bagas ketika melihat Dimas ada di parkiran perusahaannya mungkin pria itu sedang bersiap-siap pergi mencari Aulia ke mana saja.
Dimas Berada di posisi Serba Salah tadi ketika dirinya datang dengan tidak membawa kabar Baik Apapun terlihat Bagas begitu emosi, Nah sekarang ketika dirinya sedang semangat-semangatnya untuk mencari tahu semuanya Eh malah disuruh Tidak usah saja melakukan semua itu Sultan mah auto bebas Terserah mau ngomong apa pasti semua bakalan dituruti.
"Baiklah Tuan! Apakah anda ke sana ingin bertemu dengan klien, kalau begitu Biarkan saya saya siapkan berkas-berkas yang dibutuhkan?"tanya Dimas memastikan sebab selama ini tidak pernah Bagas pergi ke hotel secara mendadak seperti Begini.
"Tidak perlu kamu kasih kabar apapun dan juga tidak perlu kamu siap berkas apapun karena saya rasa kamu sebagai asisten saya sudah lupa dengan jadwal saya, karena bukti yang kepentingan untuk pertama dengan klien kamu malah salah paham seperti begitu!"perintah Bagas yang benar-benar jenuh dengan sikap anak buahnya itu karena sudah tahu bahwa dirinya tidak ada temu janji dengan klien tetapi Dimas malah menanggapi hal itu dengan lainnya.
"Oh maafkan saya Tuan mungkin karena hari ini saya tidak konsen Kerja makanya tidak bisa melihat Jadwal anda dengan baik, baiklah kalau begitu kita pergi ke hotel yang terdekat di sini karena saya rasa sudah lama ya kita tidak berkunjung ke tempat itu?"Dimas dari tadi berusaha membuat suasana hati majikannya itu kembali nyaman tetapi sepertinya apapun yang ia lakukan selalu saja dalam posisi Serba Salah.
"kamu hari ini sangat cerewet sekali sampai-sampai membuat aku merasa Jengah berdekatan dengan kamu, kembalilah seperti sikapmu dari awal yaitu seolah-olah masa bodoh dengan semua kejadian dan tidak perlu tahu menahu sedikitpun!"perintah Bagas karena ia sangat tidak menyukai sikap Dimas yang sok tahu dan juga cerewet seperti begitu Padahal selama ini pria itu kan tidak pernah peduli dengan suasana di sekitarnya.
Dimas tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebab menurutnya ketika dirinya diam serba salah terus dirinya banyak ngomong mencari tahu isi hati tuannya tetap sebesar masalah, kalau sudah seperti begini ya mendingan memilih untuk cuek saja terserah pria di belakangnya itu mau stress model apapun dirinya tidak ikut campur karena katanya masalah pribadi ya tetap urusan pribadi.
Nina dan Aulia dari tadi tidak berhenti berbicara mohon nostalgia kenangan mereka waktu masih sekolah dari putih biru sampai putih abu-abu, nanti setelah kuliah baru keduanya berpisah dan juga sama-sama sudah tamat saat ini tetapi Nina yang notabene orang kaya tidak terlalu memikirkan soal pekerjaan.
"Gimana kehidupan kamu selama di Bandung? Apa kamu masih sama saja dari kemarin-kemarin yaitu tidak ada satupun pria yang menoleh ke arah kamu, dan alhasil sampai setua ini kamu belum merasakan yang namanya pacaran?"tanya Aulia sambil tersenyum mengejek karena dirinya sangat tahu sikap sahabatnya itu.
"Aku mah memilih untuk tidak pacaran dulu soalnya Pengen ya cari orang yang serius biar langsung nikah, Soalnya kalau sudah pacaran terus pengen coba yang begituan kan jadinya dosa lebih baik ditunggu halalkan dulu saja!"jelas Nina yang terlihat begitu santai.
"Aku sepertinya kurang percaya dengan kata-kata kamu barusan, Soalnya aku yakin pasti tidak ada satupun yang bakalan mau sama wanita cerewet seperti kamu! Jadi lebih baik kamu ngaku saja deh jangan sok menjaga image di hadapanku soalnya aku lebih tahu, kalau aku jadi cowok juga pasti tidak bakalan nafsu anda wanita seperti kamu yang hobinya marah-marah saja Kemudian Jangan coba melakukan kesalahan kecil pasti bakalan salah!"ledek Aulia.
Nina menatap lengkap ke arah sahabatnya itu karena menurutnya semua yang dikatakan Aulia kalau padanya itu sebenarnya terbalik, namun berbeda posisinya yaitu sahabatnya itu banyak sekali digilain para cowok Waktu mereka sekolah dulu tetapi Aulia hanya terpaut pada satu nama saja.
"Kamu masih berhubungan sama si Kevin, terus kamu tahu kabar terbaru dari dia? "tanya Nina pelan tetapi sukses membuat Aulia Bung kamu padahal wanita tadi itu begitu semangatnya tertawa mengejek Nina yang katanya tidak beruntung itu.
Aulia memaksakan senyuman di wajahnya ketika mendengar nama yang sangat tidak ingin Ia dengar itu, dirinya berusaha itu kedua orang tuanya pindah dari Bandung hanya karena ingin melupakan orang tersebut tetapi sekarang Nina malah memberikan nostalgia yang tidak ingin diingat olehnya.
__ADS_1
"Kamu ini apaan sih ngomongin orang yang tidak ada di sini?"tanya Aulia balik yang ekspresi wajahnya sudah sangat berbeda dari tadi.
"Iya Justru karena dia tidak ada di sini jadi kalau kita ngomongin dia tidak masalah dong, Lagian kamu kok jadi seperti sensitif begitu padahal kan aku hanya tanya saja? "tanya Nina balik dengan tatapan menyelidik.
Aulia menghela nafasnya kasar kemudian memilih untuk menengguk air mineral yang dibawakan oleh Nina barusan tadi, setelah itu pandangannya menawarkan ke atas langit-langit kamar tersebut berusaha mengingat masa lalu yang sangat menyakiti hatinya itu.
POV Aulia
Aku waktu itu bersekolah di salah satu sekolah favorit di kota Bandung pada zaman SMA, Percayalah waktu zaman SMA itu aku merupakan salah satu Primadona di sekolah alhasil begitu banyak pria mengatakan cinta kepadaku tetapi aku menolak.
Sebab menurut ku aku ingin menjadi orang sukses dan tidak ingin mengenal sesuatu yang belum waktunya untuk aku kenal , karena kalau memang sudah waktunya aku mengenal Yang Namanya Cinta biarpun bagaimana Aku menolaknya tetap pasti bakalan datang kembali.
Fokusku waktu itu mengembalikan kebahagiaan orang tuaku ketika mereka harus kehilangan segalanya akibat dari fitnah orang yang tidak bertanggung jawab, sampai-sampainya biar masa muda pun jadi aku pedulikan karena kerjaanku hanya dari pulang sekolah kemudian di rumah belajar tidur makan Lalu setelah itu ber estafet setiap saat.
Namun semuanya itu berubah ketika sekolahku kedatangan murid pindahan, anak pindahan itu bahkan dijadikan Primadona satu sekolah karena katanya wajahnya itu yang mirip Oppa-oppa Korea.
Terlihat mereka begitu menggilainnya sampai-sampai rela memberikan hadiah untuk pria itu menggunakan uang saku mereka, dan menurutku itu sangat berlebihan karena belum tentu pria itu mau dengan mereka. Jadi untuk apa bersusah payah dengan sesuatu yang tidak pasti, mendingan melakukan suatu hal yang bermanfaat bagi diri sendiri misalnya mengikuti ekstrakurikuler ataupun mempersiapkan diri saat ujian.
"Eh Aulia kamu tahu tidak kalau selama sebulan ini Kevin itu selalu memperhatikan kamu loh, bahkan sampai-sampai setiap kamu makan di kantin Dia itu bakalan duduk di sudut ruangan hanya untuk melihat kamu makan!"jelas Nina membuat Aulia mengerutkan keningnya sebab selama ini ia tidak merasa diri ketika ada yang memperhatikan.
"Hus Kamu itu ngomong suka sembarangan, nanti kalau para fansnya dengar terus aku dikeroyok kamu bisa tanggung jawab? "tanya Aulia kesal sebab menurut nya tidak nyaman kalau membahas orang yang tidak sedikit menarik perhatiannya.
"Astaga selama ini Indra kepekaan kamu itu kamu taruh di mana sih sampai-sampai tidak tahu sama sekali soal ini padahal satu sekolah sudah sadar loh dan mereka juga inginnya kalian berdua itu pacaran soalnya sangat serasi sekali?"Nina begitu gemas dengan sikap cuek sahabatnya yang satu ini.
"Ah jangan bahas hal-hal yang tidak perlu dibahas soalnya aku benar-benar lagi sedang tidak ingin diganggu, kalau kamu mau ya ambil saja soalnya aku tidak berminat karena jodohku tuh masih jauh sekali!"tolak Aulia sambil naik turunkan alisnya.
"Kalau dia mau Ya tentu saja sudah aku lakukan dari awal dia masuk ke sini tetapi kalau perhatiannya hanya untuk kamu ya Aku mah bisa apa, soalnya saingan sama kamu itu berat loh dan aku yakin tidak bakalan menang setiap kali hal apapun itu yang menyangkut kamu!"Nina terlihat begitu pasrah membuat Aulia ingin sekali tertawa masa iya gara-gara cowok saja sahabatnya itu sampai-sampai sangat Terlena dan juga frustasi tingkat galau.
"Nanti aku bujuk dia deh biar mau sama kamu soal menurutku kamu itu cocok loh dapat pria yang lebih keren, bisa merubah keturunan kamu lebih bagus lagi soalnya kalau dapat pria yang sesama Parah Kayak kamu lebih parah nanti jadinya!"ledek Aulia membuat Nina mendengus kesal.
"Kamu itu jangan buat malu aku dong nanti dipikirnya aku tidak bisa cari jodoh sendiri dan alhasil harus mengandalkan kamu, sudah lebih baik sana kamu tuh berpesona kepada dia daripada sayang loh jangan sampai Rini CS yang bakalan dapetin itu cowok ganteng!"perintah Nina sambil mendorong kasar tubuh Aulia agar bisa mendekat sedikit ke arah Kevin yang sedang duduk di tempat biasanya yaitu di pojokan kantin.
__ADS_1
Bughh
"Awww, Aduh Nina kamu ini keterlaluan banget sih!"Ketus Aulia ketika kepalanya kejedot sempurna di ujung meja tempat Kevin duduk membuat pria itu yang tadi sedang sibuk dengan ponselnya langsung menatap ke arah wanita cantik itu dengan Tatapan yang tidak biasa.
"Maaf ya tadi itu teman saya iseng jadinya kepala saya kebentur sama meja kamu, kalau begitu saya permisi dulu maaf jika mengganggu!"ujar Aulia dengan Tatapan yang tidak enak hati sebab menurutnya takutnya Kevin bakalan berpikir bahwa ia itu merupakan wanita gampangan.
"Boleh aku lihat luka di kepala kamu itu?"tanya Kevin tiba-tiba membuat tubuh Aulia seketika langsung menegang sempurna karena tidak percaya.
" Ah aku rasa tidak perlu karena aku saja tidak merasa sakit,jadi lebih baik aku permisi saja ya!" Ujar Aulia yang entah mengapa merasa ada perasaan lain ketika mendengar pertanyaan dari Kevin barusan.
Grep
"Duduk,dan jangan membantah atau aku bakalan memaksa!" Perintah Kevin membuta Aulia seperti kerbau yang di cucuk hidungnya.
Aulia hanya bisa menunduk tidak berani menatap kearah Semuanya sebab ia yakin pasti saat ini namanya bakal tiba tiba akan menjadi viral,lebih baik mencari aman dari pada nanti bakalan kesusahan untuk bertahan disini nantinya.
"Ya Tuhan,tolong kirimkan Doraemon saat ini untuk menolong ku,karena aku benar benar membutuhkan bantuan dari robot itu!" Lirih Aulia sambil terus menyembunyikan wajahnya tanpa ingin menatap kearah siapapun.
Nina di seberang sana sudah tidak mampu lagi duduk dengan tenang bahkan Gadis itu terlihat seperti rasa-rasanya ingin merobohkan kursi yang tengah ia duduki, saking merasa gemasnya bukan iri sih sebenarnya karena memang dirinya mendukung kalau sampai Aulia dekat dengan Kevin.
"Omo, ini namanya sebuah keberuntungan yang tidak pernah terduga sebelumnya!"ujar Nina begitu semangat sampai-sampai dirinya mengabadikan momen tersebut.
Aulia rasa-rasanya ingin menenggelamkan dirinya saat ini juga di lautan yang paling dalam , soalnya dirinya dan Kevin saat ini menjadi bahan tontonan sudah begitu malunya minta ampun guys.
"Kayaknya aku tidak papa deh jadi Biarkan saja nanti Saat pulang baru obati sendiri, terima kasih atas perhatiannya kalau begitu aku permisi dulu!"Aulia benar-benar tidak kuat lagi kalau harus berlama-lama di sisi pria itu sebab rasa-rasanya jantungnya mengajak dirinya berspot ria.
"Aku belum selesai jadi, Bisakah kamu bertahan sebentar lagi?" Tanya Kevin yang menarik tangan Aulia kembali agar duduk di sampingnya sampai dirinya selesai urusannya baru wanita itu bisa diizinkan untuk pergi.
Aulia memilih untuk pasrah soalnya tidak mungkin juga kan harus menolak sebab pria seperti Kevin itu tidak akan pernah mendengarkan perkataan orang lain, karena keputusan mereka itu mutlak harus didengar tidak akan pernah berubah walaupun orang tersebut menolaknya.
"Cieee, kayaknya roman-romannya sebentar lagi kupu-kupu Bakalan berterbangan nih?" Goda teman-teman satu angkatan dengan Kevin.
__ADS_1
Kevin memasang tatapan datarnya soalnya pria itu tidak pernah terpengaruh berbeda dengan Aulia yang hanya bisa menundukkan kepalanya menahan rasa malu karena memang semua anak-anak di situ mulutnya pada julid semua jadi ketika melihat sesuatu hal yang aneh jangan menyesal bahkan dijadikan trending topik saat itu juga.