
Sebenarnya Bagas sengaja menghindari Arsen bukan karena takut tetapi untuk sekarang ia sedang tidak ingin mempermalukan diri sendiri, maka dari itu mencari aman adalah sesuatu yang paling terbaik terpaksa dirinya melakukan hal itu sebab Biar bagaimanapun kenyamanan pribadi itu adalah hal yang utama.
Apalagi kalau bisa dibilang di sini itu bukan tempatnya anak-anak kecil berkumpul jadi mau saling Serang seperti apapun tidak jadi sebuah permasalahan, sebab Biar bagaimanapun kenyamanan seperti itu sebenarnya jarang sekali terjadi tergantung orang-orang sekitar mau berbuat seperti apa.
Bagas bukan tipe seseorang yang terlalu temperamental sampai-sampai tidak sadar dengan situasi kondisi di sekitarnya, karena ia sudah terlalu banyak mengenal semua pengusaha di dunia ini ya Otomatis segala macam pola pikir Mereka kemudian sikap yang selalu mereka ambil sudah ia ketahui dari awal.
"Halo Tuan Bagas Sanjaya selamat pagi menjelang siang, Wah kita jarang sekali ya berkumpul di siang hari seperti ini soalnya kebanyakan kalau mau bertemu pasti malam hari? "sapa seorang pria yang sebenarnya tidak asing lagi yaitu Perdana kusuma yang merupakan Papa dari Nina dan mungkin anaknya itu pasti tidak sadar kalau sebenarnya ada papanya juga di tempat ini saat ini.
Bagas tersenyum tetapi sekaligus merasa kurang enak hati dengan pria yang tidak mudah lagi itu, karena dulu dirinya bertemu dengan Aulia dan berdebat dengan istrinya itu di kediaman pria tersebut padahal seharusnya sesama pengusaha dan juga klien ya tidak mungkin Bagas menunjukkan masalah pribadinya kehadapan orang lain.
"Wah Selamat siang Tuan Perdana, Iya jarang sekali ya kita berkumpul di siang hari seperti ini Tetapi menurut saya lebih bagus soalnya sepertinya orang-orang tidak ada yang berkeinginan buat mabuk di siang hari buktinya tidak ada alkohol kan di sini? "jelas Bagas sambil tersenyum karena memang seperti itu kenyataannya orang-orang itu cenderung kalau ingin mabuk pasti di malam hari entah apa yang ada dalam pikiran mereka tetapi itu semua menjadi kebiasaan di seantero bumi.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini karena istri saya juga ada ikut katanya ingin sekali berbicara dengan Aulia dan melihat keadaannya sebab sudah berapa bulan ini tidak bertemu, Kalau boleh apakah kami bisa mampir ke sana Setelah dari sini kalau memang tidak boleh Ya tidak masalah nanti biar lewat telepon saja? "Perdana merasa Ini sebuah keberuntungan karena dirinya bisa bertemu dengan Bagas dan membahas tentang keinginan istrinya itu yang benar-benar ingin sekali bertemu dengan Aulia.
Rahayu memang sangat menyayangi Aulia seperti dirinya menyayangi Nina, apalagi tentang keadaan wanita itu sebelum dan sesudahnya bertemu dengan Bagas pun sudah ia ketahui dengan jelas maka dari itu rasa sayangnya itu semakin bertambah.
"Oh jelas aja karena saya juga tidak keberatan soalnya istri saya juga sepertinya sih untuk di rumah kalau tidak ngapa-ngapain, mungkin dengan kehadiran istri anda dia bisa sedikit nyaman dan punya teman ngobrol Soalnya di rumah kan Mama sibuk terus ya Otomatis istriku tidak punya teman ngobrol! "jelas Bagas karena memang ia sangat tahu Nila itu sibuk mengurus bisnisnya kemudian dengan dunia sosialitanya itu sampai-sampai jarang di rumah tapi mau bagaimana lagi daripada Mamanya itu merasa bosan ya dibiarkan saja menikmati hari tuanya soalnya kan dari kecil sudah mengurusnya ya Kenapa tidak ada salahnya kan kalau sekarang ia menikmati harinya.
"Oke Baik terima kasih saya bakalan memberi kabar kepada istri saya setelah ini karena saya yakin dia pasti antusias sekali mendengar kalau suaminya Aulia memberikan izin, karena percayalah Dia itu tidak ingin hanya menelepon tanpa melihat wajah Aulia secara langsung Terus katanya kan Nina juga ada di sini tuh kira-kira dia ada di mana sekarang anak kepala batu satu itu? "tanya Perdana Karena memang anak gadisnya itu tidak ada niatan untuk mengurus perusahaan atau mungkin niatan untuk bekerja ya Meskipun di tempat orang lain yang penting intinya sudah mau mencoba untuk menjadi orang yang mandiri.
__ADS_1
Bagas sengaja tidak menjawab pertanyaan Perdana itu tetapi dirinya kini menoleh ke arah Dimas yang dari tadi sepertinya Salah Tingkah bertemu dengan orang tuanya Nina itu, maka dari itu dirinya berpikir untuk mengerjai pria itu Ya siapa tahu bisa belajar-belajar mendekati calon mertua itu seperti bagaimana caranya.
"sepertinya Asisten saya lebih tahu apa kegiatan Nina selama ini, nanti bisa tanyakan saja kepadanya soalnya kan saya sibuk mengurus istri dan juga bisnis jadinya tidak sibuk memperhatikan segala macam gerak-geriknya? Tetapi kalau Asisten saya jelas-jelas dia tahu karena selama ini kan dia yang selalu menemani mereka kemana-mana, ya mungkin Tuan Perdana ada niatan buat mengangkat Asisten saya menjadi calon menantu soalnya kan dia orangnya sangat profesionalitas di bidangnya?"Bagas benar-benar memojokkan Dimas kali ini sampai pria itu rasanya ingin kabur karena benar-benar merasa malu dan juga tidak percaya kalau majikannya itu langsung melelang dirinya secara langsung tanpa ada berbasa-basi lebih dahulu.
"Wah Benarkah itu? Apakah Anda berminat menjadi menantu saya Tuan Dimas, soalnya saya juga memang benar-benar sudah kewalahan mencarikan menantu untuk anak saya itu tetapi tidak ada satupun yang disukainya? "tanya perdana yang mengira bahwa Bagas sedang bercanda tetapi Percayalah Dimas itu benar-benar malu karena tidak menyangka jika langsung berhadapan dengan orang tua dari wanita yang ia taksir itu dirinya sampai terlihat sebodoh ini.
Bagas menaik turunkan alisnya menggoda Dimas yang terlihat sedang menahan kekesalan kepadanya, padahal seharusnya pria itu berterima kasih karena secara tidak langsung Bagas sudah membantu mencarikan jodoh untuknya.
"ah Anda Lihatlah Tuan kalau sekarang Asisten saya itu terlihatnya seperti sedang malu-malu mungkin karena tidak menyangka kalau saya langsung meminta anak Anda secara mendadak seperti ini, tetapi Bukankah lebih bagus sebelum Nina diambil orang lain saya harus bergerak cepat soalnya kasihan dia tidak pernah ditemani tidurnya Padahal selama ini selalu kesepian sendirian! "nah tuh kan Bagas memang benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan asistennya itu atau bisa dibilang ingin membuat Dimas cepat laku Siapa tahu dengan begitu wajah aku dari asistennya bisa segera berubah menjadi sedikit ceria.
"Tuan saya rasa Anda terlalu berlebihan padahal masih ada pembahasan pekerjaan yang lebih penting daripada ini, kalau memang Anda lupa pembahasannya Seperti apa biar saya yang mengatakan secara langsung mungkin dengan begitu ingatan Anda bakalan Langsung kembali? "tanya Dimas mengalihkan pembicaraan sedangkan Perdana dan juga Bagas tertawa.
"Ayolah ini bukan kantor Jadi segala sesuatu harus secara normal untuk dibahas, Bukankah ini pertemuan santai ya Otomatis tidak ada yang namanya tentang pekerjaan karena hari ini itu pikiran kita memikirkan hal lain bukan setumpuk berkas yang tidak pernah ada habisnya itu? "tanya Perdana membuat Dimas hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena tidak mungkin dong dirinya harus berdebat dengan calon besannya itu eh maksudnya calon mertua.
"Ya jelas sangat banyak perkataan Anda yang membuat saya tidak nyaman karena buktinya anda seolah-olah sedang Melamar Anak orang di hadapan orang tuanya langsung tanpa memberitahukan dulu kepada saya, seolah-olah Saya tidak bisa berjuang sendiri dan juga saya bukanlah seorang pria sejati sampai tidak bisa berjuang untuk membangun rumah tangga yang baik dengan anak orang! "kata-kata itu hanya bisa dikeluarkan Dimas di dalam hati tidak bisa dikeluarkan secara langsung karena itu sama saja mau cari mati namanya.
"Anda tidak pernah salah Tuan karena yang salah di sini itu hanyalah saya dan selamanya akan seperti begitu dan sampai kiamat pun tetap akan begini, Jadi kalau Anda mau minum Biarkan saya mengambilnya mungkin karena terlalu banyak berbicara dari tadi tenggorokan anda merasa tidak nyaman? "Bagas hanya tersenyum ketika Lagi Dan Lagi Dimas selalu mengalihkan pembicaraan.
"Wah sepertinya pembahasan kali ini terlalu serius ya sampai-sampai tidak ada yang tersenyum sedikitpun, Apa saya boleh bisa gabung di sini soalnya saya merasa lebih cocok di tempat ini dibandingkan di tempat lain? "nah tuh kan pengganggu datang lagi padahal Bagas dari tadi sudah sedikit bernafas lega karena terlihat Bambang yang mengajak Arsen untuk berbicara.
__ADS_1
Bagas dan Dimas menghembuskan nafas mereka secara kasar pertanda ingin menyiratkan kepada pria itu kalau sebenarnya kehadirannya sangat tidak diharapkan sama sekali, tetapi sepertinya Arsen itu awalnya memang selalu ingin mencari masalah karena terbukti apapun Respon yang diberikan Sepertinya Dia tidak punya urat malu sama sekali.
"Sepertinya kita pernah bertemu, tapi kapan ya soalnya wajah anda tidak asing?"tanya Perdana yang mencoba mengingat sesuatu membuat Bagas hanya memutar bola matanya malas karena kalau sampai Perdana mengajak Arsen berbicara ya Otomatis pria itu tidak akan pernah lagi pergi dari situ.
"Waduh ini pengganggu Kenapa sih datang tidak tepat waktu, nanti sebentar kalau Tuan Perdana mengajaknya berbicara Oh tentu saja dia punya banyak alasan untuk tetap tinggal?"gumam Bagas dalam hati tetapi tidak mungkin kan mengusir Arsen begitu saja ketika terlihat Perdana sepertinya mengenali orang itu dan juga setiap kata-katanya tidak mengundang masalah maka lebih baik dibiarkan saja entah sampai kapan dirinya bakalan betah berada di sini.
"Oh kebetulan Perkenalkan nama saya Arsen Valland dan dulu kita pernah bertemu di seminar pengusaha sukses di Bandung waktu itu, dan Kebetulan saya sebagai pembicara di sana dan anda adalah salah satu mentor yang paling disegani dan juga hari itu kita pernah duduk semeja!"jelas Arsen membuat Perdana tersenyum karena Akhirnya bisa mengingat dengan jelas pengusaha muda itu.
"Wah apakah Anda datang ke sini sendirian? karena Bukankah pengusaha itu pasti selalu memiliki wanita cantik yang berada di sekelilingnya atau mungkin istri yang bakal selalu menemani anda, karena buktinya Tuan Bagas sekarang saja sudah menikah dengan wanita cantik yang merupakan sahabat dekat anak saya!"Jelas Perdana membuat Arsen langsung merasa tidak nyaman karena kalau misalnya menyebut wanita yang menjadi sahabat dekatnya Aulia ya Otomatis pasti wanita yang waktu itu sempat diancam oleh Arsen.
"Waduh dia kan wanita yang pernah saya ancam bakalan menghabisi nyawanya waktu itu saat sedang berhasil menggoda Aulia, Waduh ini kalau misalnya anaknya mengadu kepada Papanya bisa gawat urusannya dan juga Aku yakin dia pasti tidak akan berbicara baik seperti saat ini? "ujar Arsen dalam hati karena benar-benar tidak menyangka jika pengusaha sukses yang bernama Perdana Kusuma itu memang benar-benar adalah Papa dari Nina.
"oh jadi ceritanya Tuan mengenal orang ini? wah padahal waktu itu dia sempat mengganggu Nyonya Aulia dan juga sempat mengancam Nina untuk menghabisinya hanya karena Nina menghalangi dia membuat sesuatu yang tidak nyaman terhadap istri dari tuan Bagas itu, Saya bahkan waktu itu tidak percaya sama sekali Kalau dia begitu kurang ajar dan tega ingin menyakiti Nyonya Aulia serta ingin menyakiti Nina! "jelas Dimas yang sengaja memprovokasi membuat Bagas tersenyum karena sepertinya asistennya itu memang bisa diandalkan di segala macam cuaca karena terbukti sekarang terlihat Perdana mengerutkan keningnya mendengar penjelasan dari asistennya itu.
"Jadi maksudnya kamu, dia kemarin sudah membuat sesuatu yang tidak baik terhadap Aulia? Dia juga sudah berani mengancam putri saya karena membela Aulia, dan itu terjadi baru-baru ini saya tidak tahu sama sekali? "tanya Perdana dengan Tatapan yang tidak percaya bahkan sekarang wajahnya yang tadi begitu santai terlihat mulai ada sedikit merasa emosi.
"ah sepertinya tuan Bagas dan juga asistennya ini sedang berbohong soalnya saya adalah seorang pengusaha sukses mana mungkin mengejar istri orang, dan juga mana mungkin saya berani mengancam anak-anak anda karena yang ada saya selalu menghormati para wanita di manapun saya berada! "Arsen sengaja berkilah hanya untuk membela dirinya Soalnya kalau melawan Perdana Kusuma dan juga Bagas sekalipun rasa-rasanya dirinya tidak sanggup soalnya kedua orang itu merupakan raksasa pengusaha di tempat asal mereka masing-masing.
"Oh jadi ceritanya Anda berkata bahwa saya sedang mengada-ada begitu, ya sudah Silakan telepon Nina dan pastikan kira-kira apa yang saya katakan ini benar atau hanya berbohong! "sahut Dimas tidak mau kalah.
__ADS_1
Perdana menatap nyawang ke arah Arsen dan benar-benar tersinggung ketika anaknya yang ia punya hanya satu-satunya di dunia ini harus diperlakukan seperti itu, padahal selama ini Nina mau bertingkah seperti apapun tidak pernah IA memarahi anaknya itu sampai mengancamnya segala tetapi kenapa Arsen dengan beraninya melakukan hal itu kepada keturunan Perdana Kusuma?
"Sebelum saya marah dan juga emosi saya meledak-ledak lebih baik kamu pergi dari hadapan saya sekarang juga, karena Percayalah saya sekali marah Ini gedung juga bisa saya runtuhkan saat ini juga dan akan saya bangun dalam waktu 1 jam! "usir Perdana membuat Arsen langsung Segera menjauh meskipun dengan Tatapan yang menahan emosi ke arah Dimas dan juga Bagas.