Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Sidang Perdana


__ADS_3

Bagas tidak bisa mengelak apa yang dikatakan oleh Deni tadi karena memang semua sesuai dengan kenyataan jika dirinya yang menggugat cerai Safira, maka otomatis istrinya saat ini yaitu Aulia yang bakalan kena imbasnya Karena Wanita itu pasti mengira bahwa Aulia yang sudah memprovokasi dirinya agar mereka bisa bercerai.


Namun semua sudah terlanjur terjadi mau menyesalinya juga rasa-rasanya sangat tidak mungkin, lebih baik dinikmati saja prosesnya Nanti juga bakalan baik sendiri yang penting intinya yang ia harapkan sekarang yaitu Aulia selalu berada di sampingnya.


Aulia sebenarnya tidak terpengaruh sedikitpun jika Safira Dan juga batas bercerai karena tidak ada keuntungan baginya, sebab sampai sekarang Bagas pun tidak pernah memberikan nafkah kepadanya mungkin karena pria itu lupa atau karena terlalu sibuk dengan urusan pribadinya.


"iya Abah, Pokoknya saya bakalan memastikan kalau Aulia tidak akan kena pengaruh dari semua yang terjadi saat ini! Saya harap semuanya mendukung keputusan yang terjadi dan juga langkah yang sedang saya ambil, mungkin dengan begitu saya bisa punya kekuatan untuk melangkah dan juga melawan jika nanti Safira bakalan menggugat balik tentang apapun itu! "jelas Bagas yang menoleh ke arah Aulia berharap agar istrinya itu memahami apa yang ia katakan dan juga bisa menyadari kalau sebenarnya dukungan dari wanita itu sedang diperlukan oleh Bagas saat ini.


"bisa tidak jangan membahas hal itu di sini soalnya aku benar-benar lagi tidak ada ingin untuk mendengarkan sesuatu hal yang tidak penting, karena itu merupakan masalahnya kamu dan aku datang ke rumah itu juga setelah kamu menikah dengan dia Jadi otomatis apa yang terjadi antara kamu dan dia selama ini aku tidak tahu sama sekali dong!" jelas Aulia karena memang seperti itu kenyataan yang ada saat ini.


Bagas menghela nafasnya secara perlahan karena dirinya tahu pasti Aulia bakalan membahas hal itu, namun satu yang ia inginkan agar wanita itu paham bahwa sekarang Aulia itu merupakan prioritas utama dalam kehidupan Bagas.


"Abizar kamu ada niatan untuk kembali ke kafe atau tidak, kalau memang ada niatan Ya sudah kamu pergi saja soalnya Sepertinya aku tidak akan pernah bisa pulang dengan kamu karena mau menginap di sini dulu? "tawar Aulia membuat Abizar tertunduk lesu karena niat hatinya ingin seharian bersama dengan sahabatnya itu rasanya sangat tidak mungkin karena ternyata banyak sekali gangguan yang datang secara tiba-tiba tanpa bisa ia kendalikan sebelumnya.


"Aku itu sebenarnya ingin seharian loh bareng sama kamu dan juga bercerita ngalor ngidul kemana-mana yang penting intinya tidak membuat bosan, tetapi sepertinya ada orang-orang banyak yang tidak menyukai kalau kita itu selalu kemana-mana berdua padahal kita kan besti dari dulu sampai sekarang tidak pernah terpisahkan? "ujar Abizar sambil menatap sini ke arah Bagas yang ingin sekali menonjok Wajah pria itu saat ini juga.

__ADS_1


Aulia ingin sekali tertawa ketika melihat Bagas yang sangat emosi melihat wajahnya Abizar yang terlihat begitu songong dan juga mencoba untuk memancing kemarahan dari pria itu, namun dirinya begitu bahagia berdekatan dengan Abizar karena pria itu selalu apa adanya dan juga pengertian sama sekali dengan apa yang dia inginkan selama ini bahkan bisa dibilang bisa lebih bisa diandalkan dibandingkan Bagas.


"Ya sudah kalau begitu kamu sana cepetan pulang tidak usah kembali lagi bila perlu, dan juga besok lusa kalau Aulia mau minta tolong lebih baik Jangan pernah kamu mengabulkannya sama sekali!"usir Bagas sambil mengkibaskan tangannya membuat Abizar Mendengus kesal.


"Tanpa kamu suruh pun aku pasti bakalan tetap pulang, hanya saja dari tadi itu aku menunggu soal Aulia Yang sepertinya masih ingin memandang wajahku Makanya sekarang dia belum menyuruhku pulang! "Abizar sengaja mengatakan hal itu agar ingin melihat Bagas marah itu merupakan sebuah kesenangan tersendiri baginya.


Aulia sebenarnya masih merasa nyaman kalau ada sahabatnya itu karena Abizar selalu bisa menghibur dirinya, hanya saja sekarang ini ada Bagas Jadi tidak mungkin dirinya membiarkan sahabatnya itu sendiri yang di sini dengan setiap saat harus berdebat dengan Bagas tanpa sesuatu yang jelas untuk dibahas.


"kamu pulang saja deh tapi ingat ya hati-hati nyetir mobilnya jangan ugal-ugalan soalnya nyawa kamu itu sisanya setengah saja bukan masih utuh, Kasihan juga ibu bapak kamu di rumah yang lagi nungguin calon menantunya datang tetapi tidak pernah dibawa pulang!" ledek Aulia membuat Abizar mengerucutkan bibirnya sok imut.


"kamu mah gitu selalu saja membahas soal istri, padahal kamu tahu sendiri kan kalau istri yang aku mau sudah diambil oleh orang lain. hanya saja aku sekarang sedang berusaha menjadi orang yang sabar untuk bisa menunggu jandanya, kalau nanti jandanya itu tidak bisa kutunggu ya sudah bakalan kubunuh saja suaminya biar istrinya jadi janda dadakan dan setelah itu aku kawin deh sama dia! "Aulia tidak tahu lagi harus berbuat apa karena menurutnya saat ini abiser selalu saja mencari masalah kepada Bagas dan terlihat pria itu sedang berusaha Tetap santai meskipun Percayalah raut wajahnya sudah sangat berubah dan mungkin sewaktu-waktu bisa melakukan hal yang tidak tidak kepada Abizar.


"hehe Umi tadi itu kan hanya bercanda saja soalnya kalau duduk bengong tidak punya kata-kata yang dikeluarkan lama-lama bisa jadi bosan, tapi sudahlah aku pulang dulu soalnya tadi Aulia sudah menyuruh ke hati-hati di jalan ya begitulah calon Bidadari masa depan selalu saja Perhatian Kepada calon imamnya! "semua orang di situ tertawa karena Abizar sangat konyol sedangkan Bagas sudah memasang tatapan tajamnya dan juga menyiratkan agar pria itu segera pergi dari hadapannya jika tidak ingin mendapatkan hadiah yang tidak terduga darinya.


Dimas sebenarnya tidak menyukai candaan yang dilontarkan oleh Abizar itu, karena menurutnya mengganggu seorang wanita tepat di hadapan suaminya itu bukan merupakan pria sejati melainkan seorang pria yang tidak berguna sama sekali.

__ADS_1


"maaf tuan Sepertinya saya harus berbicara sedikit dengan temannya Nyonya Aulia, soalnya kemarin Tadi sempat bertemu dan ingin membahas sesuatu tetapi lupa!" bohong Dimas lalu segera masuk ke dalam mobilnya habis sar yang sepenuhnya belum dinyalakan oleh pria itu.


Abizar menatap heran ke arah Dimas karena menurutnya dirinya dan juga pria itu Kemarin tidak bertemu sama sekali bahkan melihat bayangan saja tidak, Tetapi kalau memang ada yang ingin dibahas oleh Dimas ya Tidak ada salahnya sama sekali dong karena Biar bagaimanapun dirinya juga tahu pria itu siapanya Bagas.


"Maaf sebelumnya kita pernah saling ngomong? Soalnya Setahu saya kita bertemu itu baru dua kali dulu waktu masalah Aulia dengan suaminya pertama kali dan saat ini, jadi kalau kamu ngomong kita pernah ingin membahas sesuatu aku rasanya terlalu berlebihan dan juga sepertinya orang lain bakalan merasa bingung? "jelas Abizar yang tidak paham Sebenarnya apa yang diinginkan oleh Dimas darinya.


Dimas menghela nafasnya secara perlahan karena sebenarnya Ia juga tidak ada niatan untuk ikut campur antara masalahnya Aulia dan juga sahabatnya itu, tetapi kalau tidak diminimalisir dari sekarang ya Otomatis dirinya juga bakalan kesusahan soalnya Bagas itu kan orangnya sangat repot sekali kalau apa yang menjadi miliknya diganggu oleh orang lain .


"Saya minta kamu stop untuk mendekati Nyonya Aulia! Asal kamu tahu saja kalau Tuan Bagas itu merupakan seseorang yang sangat tidak mempunyai banyak stok Batas kesabaran, Takutnya nanti kamu yang bakalan dirugikan dengan apa yang kamu lakukan saat ini dan juga apa yang tidak pernah kamu duga sebelumnya!"tegas Dimas yang benar-benar berharap agar Abizar paham kalau dirinya memang tidak boleh menyukai istri orang meskipun dulu dirinya dan Aulia terlebih dahulu saling kenal namun sekarang pria itu harus sadar kalau Aulia sudah mempunyai suami dan suaminya merupakan seseorang yang posesif.


"Jadi maksud kamu sekarang ini kamu memberi peringatan kepada saya secara langsung agar menjaga jarak dengan Aulia, apa ada masalah ketika kami berdua yang dulunya selalu bersama-sama berdekatan seperti itu tetapi tidak pernah melakukan hal-hal yang di luar batas dan juga persahabatan kami awet muda sampai saat ini tidak pernah terjadi perselisihan? "Abizar benar-benar merasa heran dengan pola pikirnya Dimas yang lebih mengedepankan kebahagiaan Bagas daripada kenyamanan yang dirasakan oleh Aulia nantinya.


"yah kurang lebih seperti itu! karena seorang wanita tidak selamanya bakalan bersahabatan terus dengan seorang pria ada di mana masanya wanita tersebut bakalan diambil oleh orang lain, dan kalau kamu dan juga dia nyaman sebagai sahabat dan seharusnya kalian saling memberikan privasi dan juga tidak mengganggu ketenangan dan juga ketidaknyamanan pasangan tersebut. "jelas Dimas berharap agar Abizar paham dengan apa yang ia inginkan dan juga tidak menyalah Artikan jika kata-katanya saat ini adalah sebagai bentuk pemaksaan agar pria itu segera pergi dari kehidupan Aulia.


"aku tidak berjanji jika itu menyangkut soal Aulia dan juga saat ini aku belum bisa mempercayakan dia 100% kepada suaminya, karena sedikit-sedikit main emosi dan juga hobinya marah serta tidak bisa menjadikan Aulia satu-satunya ratu di dalam hatinya! "jelas Abizar yang sudah memasang wajah datarnya karena benar-benar merasa tidak terima ketika apa yang ia dan Aulia lakukan selalu salah di mata orang lain Padahal mereka semata hanya ingin menjalin silaturahmi yang selama ini sudah terjaga mulai dari masih memakai seragam putih biru.

__ADS_1


Dimas sebenarnya merasa bersalah sekali tetapi karena ya ini semua ia lakukan demi Bagas maka dari itu memilih untuk mengikuti semua kemauan pria itu meskipun aneh sekalipun, sebab biar bagaimanapun Pekerjaannya ya membuat Bagas tetap nyaman maka dari itu ketika ada gangguan yang tidak begitu disukai ia harus dengan Sigap melenyapkan semua gangguan itu bagaimanapun caranya.


"Terserah mau kamu katakan apapun itu karena itu semua merupakan tanggung jawab kamu, yang penting intinya tolong diingat pesanku tadi jika kamu tidak ingin dirugikan suatu saat nanti dan juga jika tidak ingin apa yang kamu punya bakalan lenyap dalam waktu 1 jam saja! "tegas Dimas sembari mengancam dan kalau memang Abizar itu bukan anak kecil ya Otomatis pria itu bakalan paham dengan maksud tersirat di dalam perkataan Dimas tadi.


__ADS_2