
Keesokan paginya semua orang sudah mulai sibuk dengan aktivitasnya masing-masing tetapi tampak Safira tidak melakukan apapun, soalnya ia harus melakukan apa hanya menikmati hutan belantara tanpa ada manusia satupun atau menangis meratapi nasibnya yang jelas-jelas sepertinya tidak ada orang yang peduli.
Mau menghubungi pria asing yang semalam menghubunginya pun rasanya sepertinya tidak mungkin karena nomor ponsel pria itu entah bagaimana caranya tiba-tiba tidak aktif, Padahal jelas-jelas kemarin malam pria itu yang menghubunginya lebih dahulu masa iya sekarang dihubungi balik Malah seperti begini jadinya?
padahal Apa susahnya sih hanya tinggal Mengaktifkan nomor ponsel doang Lalu setelah itu biarkan Safira yang menghubunginya terlebih dahulu, Bukankah berada di tempat ini bukan atas kemauan dirinya jadi otomatis Savero sampai lebih peka dan juga sadar bahwa ada kehidupan yang lain yang harus segera ia urus sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
"Ya Tuhan kalau seperti begini aku lama-lama bisa mati kelaparan kemudian mati pun sia-sia tidak ada yang peduli sama sekali, kalau memang tidak ingin aku dekat dengan majikan mereka ya tinggal ngomong saja masa iya harus menculik ku dan membuangku di tempat Antah Berantah seperti ini?"omel Safira tetapi Percayalah tidak ada satu orang pun yang mendengar perkataan wanita itu.
sedangkan Savero pagi-pagi sekali sudah memberikan tugas kepada para anak buahnya agar bisa membawa Safira kembali ke rumahnya tanpa kekurangan apapun, bukan karena ia memiliki perasaan kepada wanita itu hanya saja dirinya sedang tidak ingin berurusan panjang lebar dan juga tidak ingin ada pembahasan selanjutnya yang nantinya akan membuat pekerjaan yang lainnya terkena imbas.
"kalian Tolong bawa wanita yang semalam aku suruh Kalian bawa ke gubuk itu untuk dibawa kembali ke ibukota, nanti kalau urusan ke rumahnya itu biarkan perkara dia sendiri Kalian tidak perlu melakukan sampai segitunya ya kecuali kalian memang kalau ada maunya! "perintah Savero lalu segera mematikan panggilan tersebut dan untuk nomor yang ia pakai untuk menghubungi Safira itu sebenarnya hanya nomor yang sekali pakai saja jadi setelah menelpon langsung dibuang orang kaya mah bebas.
__ADS_1
anak buahnya melakukan seperti yang diperintahkan oleh Savero tadi yaitu menjemput Safira agar bisa kembali pulang, untuk masalah selanjutnya mereka tidak tahu menahu karena itu bukanlah urusan mereka untuk ikut campur dalam urusan yang dilakukan oleh pemimpin mereka itu.
Arsen hari ini sebenarnya ada jadwal bertemu dengan para pengusaha muda yang lain karena ada sebuah acara untuk mempertemukan para pengusaha-pengusaha yang mudah dan berbakat, dan otomatis di situ pastinya ada Bagas dan hal ini yang sangat dinantikan oleh arsen yaitu ingin melihat kira-kira Bagaimana reaksi dari pria itu ketika kemarin ia sempat melecehkan istrinya.
"Maaf Tuan tapi di depan sepertinya ada Budi Sanjaya katanya ingin bertemu dengan Anda, apa saya menyuruhnya pulang saja soalnya kan Anda ada urusan di luar yang tidak bisa ditinggalkan dan sepertinya waktunya sudah mepet? "tanya Savero sebab keputusan di dalam rumah itu tidak bisa Ia yang mengambil alih itu semua harus melalui persetujuan dari Arsen.
Arsen tertawa ketika mendengar ada paman dari Bagas Sanjaya yang datang ke rumahnya, Padahal di pikirannya waktu dulu sempat menyuruh anak buahnya untuk memberi efek Jera kepada Budi sehingga pria itu menjadi kapok untuk menemuinya eh tak tahu sekarang kembali lagi seolah-olah apa yang dia lakukan itu tidak ada apa-apanya.
Budi langsung berdiri ketika melihat Savero muncul ia ingin memastikan kira-kira Apakah Arsen mau bertemu dengannya atau tidak, Soalnya percuma saja ya sudah berjalan jauh-jauh sudah menjadi gembel tidak dikenali oleh semua orang tetapi datang ke situ malah tidak dihargai.
"Bagaimana, apakah Tuan Arsen mau bertemu dengan saya tanda tanya soalnya Ada hal penting yang ingin saya bahas berdua dengannya, maka dari itu saya rela datang ke sini menepis rasa takut saya hanya karena ingin menuntaskan rasa penasaran! "jelas Budi tetapi Savero mengangkat tangannya sebelah memberi kode kepada pria itu untuk tidak berbicara panjang lebar soalnya dirinya bukan orang yang bersangkutan.
__ADS_1
Tap tap tap
Arsen kini sudah muncul di hadapan budi dengan memasang tatapan datarnya kemudian sedang merapikan penampilannya karena ia harus tampil perfeksionis di hadapan Bagas, sedangkan Budi merasa begitu bahagia karena pikirannya bahwa Arsen menjumpainya karena ingin membahas sesuatu yang penting seperti dirinya.
"Wah Tuan Arsen Terima kasih karena sudah mau bertemu dengan saya di sini meskipun kalau bisa dibilang waktu anda itu sebenarnya sangat berharga, tetapi saya benar-benar sangat membutuhkan bantuan anda maka dari itu saya nekat datang ke sini dan Mengabaikan semua larangan yang sudah anda sampaikan kepada saya tempo hari. "jelas Budi tetapi arsen Memilih Untuk santai saja tidak ada niatan untuk menimpali apa yang dikatakan oleh pria itu.
"katakan apa maksud dan tujuan datang ke sini karena saya masih punya kesibukan di luar yang tidak bisa ditinggalkan, dan bisa dibilang lebih penting dari apapun yang ada di dunia ini kecuali calon istri masa depan saya yaitu Aulia permata! "ujar Arsen datar sedangkan Budi sepertinya Oh gagal fokus dengan nama yang diucapkan oleh Arsen tadi.
Arsen melihat dengan jelas perubahan mimik wajah dari Budi itu seperti Tengah penasaran dengan apa yang ia ucapkan tadi, ya Meskipun memang benar itulah kenyataannya dirinya bahkan tidak berbohong sama sekali.
"Tidak usah memikirkan apapun dan cukup saja pikirkan diri anda sendiri bagaimana nantinya ke depan untuk bisa hidup dengan layak tanpa harus menjadi pengemis seperti ini, kalau untuk urusan saya biarlah itu menjadi urusan saya tidak perlu ada satupun yang berani ikut campur tanpa sepengetahuan saya!"Sindir Arsen karena dirinya sebenarnya tidak suka dengan wajah penasaran dari tamu yang tidak Diundang yang sekarang ada di hadapannya itu sebab menurutnya segala sesuatu tentang kehidupannya ya dirinya lah yang mengaturnya maka dari itu ketika ada orang lain yang ingin ikut campur rasa-rasanya sudah sangat terlalu jauh dan juga tidak pantas.
__ADS_1