Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Aura Berulah


__ADS_3

Davina sedang tidak karuan di dalam kamarnya ketika mendapat laporan dari mata-matanya Bahwa saat ini Bagas dan juga Aulia Tengah menikmati waktu berdua, membuat dirinya otomatis tidak terima sebab saat ini ya Tengah kebingungan tetapi Bagas malah sedang asyik kan berduaan dengan istrinya.


wanita mana yang tidak sakit hati ketika pria yang sudah bersamanya puluhan tahun malah kini seolah-olah melupakannya begitu saja, Padahal mereka berdua baru bercerai beberapa waktu lamanya tetapi yang ada malah sekarang suaminya itu seolah melupakannya.


Aura yang melihat perubahan sikap anaknya itu mendadak menjadi heran Karena ia merasa yakin pasti ini semua pada sangkut pautnya dengan Bagas, maka dari itu ia mendekati Davina guna menanyakan kira-kira Sebenarnya apa yang terjadi sampai anaknya bersikap seperti itu.


"kamu baik-baik saja kan? atau Sekarang kamu sedang meratapi nasib kamu yang bakalan sedikit lagi menjadi janda, sebenarnya yang membuat Mama heran itu kenapa kamu tidak mempertahankan rumah tangga kamu dan mengusir pelakor itu agar segera menjauh? Bukankah kamu itu merupakan wanita yang sudah bertahun-tahun menemaninya jadi tidak ada salahnya dong kalau kamu lebih keras kali ini, tetapi kalau kamu lembek dan mengalah ya jangan menyesal saja kalau memang jelas-jelas kamu bakalan langsung di Depak keluar dan tidak akan pernah dipungut lagi !" Ujar Aura sinis bahkan tidak ada rasa simpatinya sedikitpun terhadap anaknya itu.


Davina menghembuskan nafasnya secara perlahan karena tidak menyangka Mamanya itu tidak sedikitpun merasa kasihan kepada anaknya sendiri, bahkan sekarang terlihat seperti memojokkannya dan juga menghina status yang baru saja ia dapatkan itu.


"Mama itu sebenarnya orang tuaku atau bukan sih, sampai-sampai seperti ini dan juga mengejek keadaanku? padahal seharusnya sebagai orang tua Mama Kasihan dong kepada anak sendiri, bukan malah bersikap seperti itu seolah-olah status yang aku dapatkan ini merupakan sebuah aib yang pantas untuk ditertawakan ! "Davina Sudah habis kesabarannya Jika setiap kali berbincang dengan Aura pembahasannya pasti tentang statusnya saat ini yang merupakan seorang calon janda Tetapi lebih tepatnya sudah menjadi janda sih karena Bagas sudah menjatuhkan talak kepadanya.


"loh kok kamu marah kepada Mama sih yang sudah mengingatkan tentang status kamu saat ini, itu kan kenyataan yang benar-benar terjadi jadi seharusnya tanggapan kamu biasa saja jangan terlalu berlebihan seperti itu kan? kecuali kalau memang tidak terjadi terus Mama menciptakan sebuah statement yang membuat kamu tersinggung karena merasa terlalu berlebihan, ya itu mungkin Mama bakalan terima apa yang kamu katakan barusan Tetapi kalau memang kenyataan Seharusnya kamu diam saja dong!"Aura tetap pada pendiriannya kalau Apapun yang terjadi Davina itu tidak pantas membantah apa yang dirinya katakan Karena sekarang itu Devina sudah tidak memiliki kekuatan apapun dan juga aurat tidak ingin menyembah ataupun menjunjung tinggi anaknya seperti ketika masih menjadi istri sah dari Bagas.

__ADS_1


"Kalau Mama saja sikapnya seperti begini sekarang pertanyaannya Bagaimana sikap orang di luaran sana Ketika nanti menghadapiku, karena orang tuaku saja Bukannya ingin membela anaknya malah menjatuhkan harga diri Anda anaknya sendiri sampai di bawah tanah Terinjak oleh kaki? "tanya Devina dengan wajahnya yang terlihat benar-benar frustasi dan juga kecewa dengan semua yang ia hadapi dalam waktu yang bersamaan.


"kita kan tidak bisa menutupi semua mulut orang lain yang ingin bergosip tentang kamu kan, karena memang itu benar-benar menjadi kenyataan mereka bukan hanya menyampaikan sesuatu hal yang tidak terjadi? "Aura bukannya menjawab perkataan dari Davina ia malah memojokkan anaknya itu berharap agar Devina sekarang tidak terlalu nyolot dan juga merasa bahwa status jandanya itu merupakan sebuah hal yang biasa saja padahal menurut Aura menjadi seorang janda itu sebenarnya sangat tidak etis dan juga tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan serta ladang uang miliknya bakalan pergi begitu saja yaitu Bagas yang selama ini mau saja membantu keuangan keluarga mereka.


Andara yang dari tadi mendengar perdebatan antara Mamanya dan juga sang Oma memilih untuk mendekati mereka untuk memastikan, kira-kira apa yang terjadi sehingga membuat kedua wanita beda generasi itu terlihat saling serang dengan perkataan mereka masing-masing.


"Mama sama Oma kenapa dari tadi aku dengar sepertinya ribut terus tidak berhenti-berhenti loh buat ngomong, kalau ada masalah mungkin aku bisa membantu soalnya kan aku sudah besar Sekolah Menengah Atas itu merupakan anak yang memang sudah mengerti dengan keadaan sekitar kan? "tanya Andara memastikan pola pikir orang tua zaman sekarang itu kira-kira sesuai dengan yang ia harapkan atau tidak.


Devina terlihat menghela nafasnya secara perlahan Lalu setelah itu menatap ke arah Andara yang selama ini lebih betah tinggal dengan kedua orang tuanya dibandingkan bersama dengan Bagas, anak itu mulai memberontak ketika tahu bahwa Papanya menikah lagi untuk kedua kalinya bersama dengan Safira waktu itu membuat Andara memilih pergi dari rumah dan tinggal bersama kedua orang tuanya Davina.


"kamu tidak ada kegiatan hari ini, jadi ikut nimbrung Apa yang dibicarakan oleh Oma dan juga Mama kamu? Ingat sekolah itu yang benar sekarang itu Mama kamu sudah miskin jadi otomatis uangnya sudah tidak sebanyak dulu lagi, kalau kamu mau bebas dan berkeliaran ke manapun usahakan memikirkan ongkos Soalnya kalau minta di nenek Jangan harap bakalan dikasih dan juga kalau mau minta di Oma kamu ini itu juga tidak akan pernah terjadi!"perkataan yang dilontarkan oleh Aura itu membuat Andara menatap ke arah Mamanya dan ingin mendengarkan kira-kira jawaban apa yang akan diberikan oleh wanita yang melahirkannya itu kepadanya.


"kamu ingin mendengarkan apa dari mama sampai-sampai wajah kamu itu sepenasaran itu, kalau memang kamu ingin mendengarkan jawaban yang terbaik dari apa yang kamu dengar ya sudah nanti kita bakalan ngomong tetapi tidak sekarang soalnya Mama belum selesai dengan Oma kamu ini. "jelas Davina berharap agar anaknya itu paham kalau selamanya sebuah masalah itu tidak bisa dibiarkan hari itu langsung dibahas dan hari itu akan selesai sebab Biar bagaimanapun mengambil waktu yang tepat dan juga memikirkannya secara baik itu merupakan sebuah hal yang paling utama untuk saat ini.

__ADS_1


"Ya terserah Mama saja mau Bagaimana baiknya yang penting intinya aku tidak ingin dibohongi sama sekali, soalnya aku bukan anak kecil seperti yang aku katakan tadi dan juga jika kalian Kena masalah otomatis Aku juga bakalan ikutan maka dari itu aku harus tahu juga dong! "setelah mengatakan hal itu Andara pun memilih untuk kembali ke kamarnya untuk kembali melanjutkan panggilan video dengan beberapa geng motor tempat dirinya bergabung dan menjadi seorang gadis yang liar di sirkuit.


Andara mengerutkan keningnya ketika melihat caption yang ditulis oleh salah satu teman nongkrongnya, seolah-olah itu mengarah kepadanya dan membuat dirinya ya Otomatis kepo dan juga tidak terima dengan segala macam sindiran secara tidak langsung itu.


#Papanya_Hobi_Ka#in_Anaknya_ikutan🤣🤣


"ini Abel kok bisa-bisanya menulis caption seperti itu, memangnya siapa lagi yang punya Papa hobi ka*in kalau Bukan Diriku? Ih pokoknya aku tidak terima sama sekali kalau seperti ini aku harus membahas sesuatu yang penting kepadanya supaya dia kapok, enak saja seorang Andara Sanjaya diperlakukan seperti ini! "Andara terlihat memasang tatapan tajamnya yang entah disadari atau tidak kalau saat ini Abel itu tidak ada di hadapannya namun gadis tersebut eh salah maksudnya wanita tersebut rasa-rasanya ingin menerkam apapun yang ada di hadapannya.


Aura memasang tatapan tidak sukanya kepada Davina karena memilih untuk berbohong kepada Andara, seharusnya wanita itu Jujur saja tentang keadaannya saat ini Supaya Anda tidak meminta lebih dan juga tidak macam-macam terhadap keluarga mereka.


"Kamu kenapa tidak ngomong jujur kepada anak kamu tadi supaya dia bisa merubah pergaulannya di luar sana agar kita tidak sembarangan mendenda orang seperti kemarin-kemarin, kamu tahu sendiri kan kegilaan anak kamu itu kalau di lapangan Bagaimana dan juga kamu sebagai ibu Harusnya bisa membuat anak itu tidak keliaran supaya keuangan kamu itu tidak boros dan juga tidak dibuang-buang untuk hal yang tidak penting! "omel Aura membuat Davina mengerutkan keningnya karena entah angin apa membuat Mamanya itu malah sibuk dengan keuangannya.


"Mama, meskipun kami tinggal di sini tetapi Semua pengeluaran rumah ini Bukankah aku yang tanggung sampai sejauh ini? Apa pernah Mama mengeluarkan uang sepeser saja untuk membayar kenakalan yang dilakukan oleh Andara, Bukankah yang bisa Mama lakukan hanya marah-marah tidak jelas dan juga menghukum anakku itu sampai kalian puas? Bisa tidak menjadi seorang tua Mama tidak seperti begitu kelakuannya terhadap anakku sendiri, karena Biar bagaimanapun dia itu cucunya kalian cucu kandung lagi bukan tempelan saja akan tetapi kenapa kalian malah memperlakukannya begitu? "sudah habis kesabaran yang dirasakan oleh Davina.

__ADS_1


"Ya jelas dong pengeluaran yang mengatasnamakan keluarga kamu Bukannya kamu yang harus menanggungnya, dan juga kamu di sini itu hanya numpang masa iya kamu tidak mengeluarkan apapun untuk membeli makanan mengganjal perut? Jangan melebihkan suara kamu dari Mama karena kamu itu anak dan harusnya lebih menghormati orang tua, masih syukur Mama mau menerima kalian dan juga mau menampung kamu serta anak kamu selama tidak ada pekerjaan dan juga rumah Coba kalau Mama membuang kalian di jalanan ya Otomatis entah bagaimana hidup kalian sekarang?"tanya Aura kesal membuat Davina mengepalkan tangannya menahan emosi sebab sepertinya wanita yang ada di hadapannya itu tidak pernah menyadari apa yang pernah Davina kasih untuk mereka.


__ADS_2