Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Episode 42


__ADS_3

Aulia memaksakan untuk menarik tangan Nina tanpa membuat Dimas curiga, sebab menurutnya kalau terlalu lama-lama di situ Bisa bahaya urusannya jika Bagas yang mengetahui keberadaannya.


Aulia Bukannya ingin tidak sopan ataupun ingin membuktikan diri sebagai wanita yang kurang ajar dan tidak punya Attitude yang baik, hanya saja dirinya lagi ingin menenangkan diri kemudian berusaha untuk mengatur strategi yang terbaik agar bisa mengetahui kelemahan Bagas.


"kamu kok malah menarik untuk pergi dari sini, padahal aku belum bertanya tentang kamu kepada mereka? Jangan kamu melakukan hal ini agar bisa lari daripada kenyataan yang ingin aku ketahui, karena aku tidak akan pernah tinggal diam jika kamu sudah menyembunyikan hal yang begitu besar! "tegas Nina yang merasa yakin jika sebenarnya ke Aulia itu sedang berusaha menyembunyikan hal penting darinya karena tingkah wanita itu dari tadi sangat aneh.


"kamu itu bicara apa sih? Suara kamu bisa dipelankan sedikit tidak, Nanti orang bakalan berpikir macam-macam loh?"Aulia masih berusaha meredam suaranya agar tidak terdengar oleh Dimas tetapi sepertinya usaha dari wanita itu tidak akan pernah membuahkan hasil karena Dimas kini sudah menyadari jika wanita yang tengah mengendap di hadapannya itu adalah nyonya ketiga yang sedang ia cari.


"Nyonya Aulia, itukah anda? Wah saya bersyukur sekali karena Akhirnya saya tidak perlu harus jalan jauh lagi sebab sudah menemukan Anda di sini, karena mumpung anda sudah berada di sini lebih baik langsung menuju ke kamarnya Tuan Bagas saja soalnya dia juga sudah berada di kamar yang biasa ia tempati!"jelas Dimas membuat Aulia menghembuskan nafasnya kasar karena sepertinya memang dunia sekarang sedang tidak mendukung keadaannya.


"Nah tuh kan satu orang lagi memanggil kamu dengan sebutan Nyonya, dan lebih parahnya lagi tadi itu sebutannya Nyonya ketiga! kamu sekarang harus jujur kepadaku sebenarnya kamu itu sedang menyembunyikan apa sih, dan Katanya tadi Siapa tuan Apa namanya tadi itu sedang menunggu kamu di kamarnya? "Nina merupakan seorang calon reporter yang bakatnya sedang Terpendam karena dirinya cepat tanggap dengan apa yang dikatakan oleh Dimas padahal Aulia sedang berdoa dalam hati agar sahabatnya itu tidak menyadari semua perkataan yang dikeluarkan oleh Dimas barusan.


"Mereka itu semuanya kayaknya orang stres deh! Biarkan saja mereka mau ngomong apa, yang penting Ayo kita jalan-jalan! Nanti setelah itu kita pulang langsung ke rumahnya Abah sama Umi saja, soalnya kalau kelamaan di sini kamu sudah jadi seperti seorang detektif yang lagi bekerja! "jelas Aulia yang benar-benar tidak ingin kalau sampai Rahasianya terbongkar di hadapan Nina untuk saat ini.


Nina tersenyum mengejek ke arah sahabatnya sebab menurutnya kalau Aulia mau membohongi orang lain tidak masalah yang penting Intinya jangan membohonginya, karena dirinya juga sudah lama tinggal di bumi Jadi segala macam karakter orang sudah ia pahami termasuk dengan apa yang sedang ditunjukkan oleh Aulia saat ini.


"Big no my darling! Pokoknya kamu harus menjelaskan semuanya kepadaku, dan kamu Hai cowok yang setengah ganteng tolong ya Jelaskan dengan secara detail siapa dia sebenarnya!"perintah Nina yang tidak peduli apapun status pria yang ada di hadapannya saat ini karena menurutnya kalau Dimas tidak ngomong aneh-aneh Ya tidak mungkin juga kan ia memberikan perintah yang lebih aneh lagi.


"Astaga Nina, bisa tidak jangan selebay itu? Dia itu punya pekerjaan loh masa iya harus mengurusi urusan yang tidak jelas seperti begini, kamu jangan bikin malu kita kalau kamu mau malu ya sudah sendirian saja jangan ajak-ajak aku mah ogah!"Ketus Aulia yang merasa bahwa posisinya benar-benar sedang terancam.


"Aku setuju dengan perkataan kamu bahwa dia itu merupakan pria setengah ganteng atau bisa dibilang tidak ada gantengnya sama sekali, dan kalau mau tanya langsung tanyakan saja kepada dia soalnya saya lagi ada urusan di meja resepsionis saat ini juga!"Anggi terlihat memeletkan lidahnya ke arah Dimas sebab menurutnya pria yang songong Sepertinya itu memang harus bertemu dengan wanita yang tidak kalah songong.

__ADS_1


"Kamu memberikan perintah kepada saya? Yang bisa memberikan perintah kepada saya itu hanya nyonya yang ketiga bukan kamu ataupun orang lain, Jadi kalau kamu ingin mendengar jawaban yang pasti silakan tanyakan kepada Nyonya Aulia sendiri karena saya tidak berhak memberikan jawaban kalau dia tidak mengizinkan!" Jelas Dimas membuat Aulia merasakan seperti mendapatkan es doger di tengah padang pasir .


Aulia begitu bahagia sampai-sampai ingin memuji Dimas dengan berbagai perkataan yang membuat hidung pria itu semakin mengembang, sebab tanpa ia minta ternyata Dimas sudah mengerti maksud hatinya maka dari itu sekarang dirinya bisa lebih rileks.


"Loh kok gitu? Baiklah saya bakalan membayar kamu berapa saja yang penting Intinya kamu harus jujur kepada saya, soalnya kalau saya harus bertanya kepada ini manusia satunya jangan harap dia bakalan ngaku soalnya mulutnya itu bakalan dikunci rapet kayak jamu sari rapet!"Ketus Nina karena sangat paham dengan kebiasaan Aulia.


"Kamu pergi saja, dan jangan ngomong kepada tuan kamu kalau saya ada di hotel ini juga! Kamu ingat kan apa yang ia lakukan kepada saya tadi pagi, sampai-sampai membuat saya kesusahan mencari angkutan gara-gara sikapnya yang tidak masuk akal itu?"Aulia sengaja mengatakan hal itu mungkin dengan begitu Dimas bisa paham dengan suasana hatinya saat ini.


"Tapi nyonya jika anda menyuruh saya menyembunyikan keberadaan Anda saat ini, percayalah kalau tuan bakalan menyuruh saya untuk berkeliling kota ini hanya untuk bisa menemukan anda!"bujuk Dimas karena jika sampai dirinya ikut kegilaan yang dilakukan oleh Aulia maka bisa dipastikan Bagas tidak akan pernah menyuruhnya tenang sedih satu tempat karena pria itu pasti bakalan menyuruhnya berkeliling ke manapun angin membawanya pergi hanya untuk bisa menemukan istrinya dan membawanya pulang kembali ke hadapan dirinya.


Aulia menghela nafasnya kasar belum lagi tatapannya ketika bertemu dengan Nina wajah wanita itu terlihat sangat cemberut, mungkin karena merasa emosi akibat dirinya yang tidak ingin berkata Jujur dari tadi tetapi mau bagaimana semua sudah terjadi.


"Bisa tidak sekali-sekali kalian membangkang kepada Tuan kalian yang terkenal Arogan itu? Aku mohon Tolong jangan menolak permintaanku untuk kali ini saja, setelah itu terserah kalian mau berbuat apa tapi untuk sekarang tolong!"lirih Aulia yang berharap mungkin dengan aktingnya itu bisa meluluhkan keras kepalanya Dimas dan dengan begitu ya bisa selamat dan bersenang-senang dengan sahabatnya yang datang dari jauh.


"Menurut aku Nyonya ketiga itu sangat sangat keren loh, karena di saat istri-istrinya lain dengan bangga mengatakan status dan juga nama besar suaminya tetapi Nyonya ketiga malah memilih untuk ngumpet tidak ingin ketahuan sedikitpun! "ujar Anggi yang memang sangat menyukai dan merasa nyaman dengan kepribadian Aulia.


"Iya benar apa yang kamu katakan itu aku juga sangat suka dengan sikapnya yang terlihat biasa saja, bahkan lebih parahnya lagi tidak mencerminkan kalau dia merupakan seorang istri dari bos besar karena tidak ada perhiasan sedikitpun yang melekat di tubuhnya! "sahut Silvia menimpali perkataan Anggit barusan.


"Tapi yang aku heran kan Nyonya ketiga rasa-rasanya Kok sepertinya enggan bertemu dengan Tuan Bagas, apa jangan-jangan pernikahan mereka itu merupakan sesuatu yang tidak beres dan alhasil jadilah seperti begini? "ujar Silvia lagi karena memang sebenarnya wanita itu tingkat kepekaannya paling tinggi di antara Anggi dan juga dirinya Karena Anggi itu merupakan pecicilan sedangkan Silvia orangnya kalem tetapi selalu saja jeli melihat sekelilingnya.


"Yang aku dengar rumor yang beredar itu kalau sekarang keluarga Sanjaya sedang mencari anak laki-laki, mungkin Nyonya ketiga itu dibeli rahimnya untuk bisa melahirkan anak laki-laki kali?"jelas Anggi membuat mereka berdua akhirnya paham kenapa sampai Aulia enggan sekali bertemu dengan Bagas Padahal mereka berdua itu pasangan pengantin baru yang sedang hot-hotnya yang kemanapun selalu saja nempel tidak ingin lepas.

__ADS_1


"sepertinya aku sedikit ragu juga sih soalnya kan wanita Mana yang mau hamil anak Lalu setelah itu meninggalkannya dibesarkan oleh mantan suaminya, seorang ibu meskipun awalnya tidak ingin mempunyai anak tetapi suatu saat pasti bakalan luluh juga akibat terbiasa bersama! "Silvia memang selalu optimis kalau Aulia itu merupakan Wanita Yang pasti bakalan akan luluh juga dengan kerja keras yang ditampilkan oleh Bagas untuk bisa mendapatkan hatinya.


"maka dari itu ayo kita jadi penonton saja kira-kira itu kutu kupret bakalan mau tidak ikut menyembunyikan Nyonya Aulia seperti yang kita lakukan, soalnya aku yakin manusia itu kan mulutnya ember dan selama ini tidak ada yang pernah bisa mengkhianati Tuan Bagas apalagi asisten setianya seperti dia. "Anggi sebenarnya ingin agar Dimas paham dengan keinginan Aulia yang untuk saat ini belum ingin bertemu dengan suaminya hanya saja kesetiaan Dimas kepada Bagas itu memang tidak bisa diragukan lagi.


"sepertinya pria itu memang susah sekali untuk lepas dari Tuan Bagas, karena buktinya sampai sekarang setelah pegawai-pegawai Yang lain sudah mengundurkan diri dia masih tetap setia loh. "Silvia dan Anggi sudah tidak ada niatan lagi untuk melanjutkan pekerjaan mereka karena menurut mereka itu tontonan yang sekarang itu lebih mantap daripada box office movie platinum.


"Kamu itu kenapa sih melawan sekali dengan permintaan yang katanya Nyonya ketiga kamu ini, kalau memang kamu komentar terus ya sudah pergi Panggil Tuan kamu bawa ke sini karena aku mau lihat kira-kira model tampangnya itu seperti apa!"kali ini Nina sudah bosan berdiam diri memilih untuk memarahi Dimas habis-habisan karena pria itu rasa-rasanya sangat menarik ulur waktu padahal dirinya dan Aulia sedang Berencana untuk hangout tetapi sepertinya bakalan tertunda.


"Anda dari tadi ngomong Saya hanya diam jangan pikir Karena saya takut atau jangan pikir juga karena anda merupakan teman dari Nyonya ketiga makanya saya menghormati Anda, jadi Untuk sekarang saya minta dengan sopan santun jaga nada bicara Anda Dan juga jaga setiap bahasa yang anda keluarkan karena itu bisa menjadi bumerang yang balik menyerang Anda saat ini juga. "Dimas Jengah karena dari tadi dirinya itu selalu dipermainkan oleh para wanita yang ada di situ padahal seharusnya sebagai satu-satunya pria di situ mereka harusnya menghargai dirinya..


Aulia tahu bahwa suasana sahabatnya itu sedang tidak kondusif karena dari tadi hanya menatap kesal ke arahnya begitu pula dengan Dimas Yang sepertinya sudah tersulut emosinya, maka dari itu ia memilih untuk pamit undur diri dari situ dan tidak ingin diganggu oleh siapapun apalagi seorang pria yang bernama Bagas Sanjaya yang berstatus sebagai suaminya untuk saat ini.


"Ya sudah kalian kalau masih mau berbicara lebih baik berbicara saja di meja resepsionis di sana sambil menunggu tamu hotel yang datang, tetapi untuk sekarang saya bakalan membawa sahabat saya ini pergi dan Tolong kamu jaga mulut kamu sebelum saya benar-benar marah! " tegas Aulia yang benar-benar tidak ingin dibantah oleh siapapun .


Anggi bergidik ngeri ketika mendengar perintah yang dilontarkan oleh Aulia barusan kepada Dimas, sebab menurutnya dirinya memang sangat tidak cocok dengan pria itu karena setiap kali berdekatan pasti berakhirnya pertengkaran dengan adu mulut.


"Terima kasih tawarannya Nyonya tetapi sebenarnya saya tidak lagi ingin diganggu oleh siapapun, kalau bisa Anda bawa saja pergi itu pria aneh, kalau memang rasanya tidak nyaman nanti bakal dibuang saja di tengah jalan ntar nanti ada yang mau memungutnya atau tidak terserah!"Tolak Angin yang benar-benar tidak nyaman kalau sampai Dimas berdekatan dengannya.


"kalian ini keterlaluan sekali loh, Memangnya Sejak kapan saya mau berdekatan dengan wanita aneh seperti kamu? Baiklah Nyonya kalau mau pergi silakan saja tetapi saya mohon sebelum malam tolong kembali, kemudian tadi Indira sudah menelpon saya menanyakan keberadaan anda tetapi saya katakan kalau anda sudah pulang ke rumah itu dia yang jadi permasalahannya!"jelas Dimas membuat Aulia akhirnya memikirkan bocah kecil yang sangat cantik yang sudah mengganggu perhatiannya selama beberapa hari ini.


"Indira? Wah ini ada kejutan apa lagi sih yang tidak aku ketahui selama beberapa tahun terakhir, setelah tadi dipanggil Nyonya ketiga dan sekarang ada nama bocah lagi? "Nina benar-benar ingin sekali bertepuk tangan gembira atas kebohongan yang sudah disiapkan oleh sahabatnya.

__ADS_1


Aulia memilih untuk tidak merespon perkataan Nina untuk saat ini bukan karena memilih untuk berbohong tetapi karena tempat dan juga kondisinya yang tidak mendukung, karena dirinya harus menceritakan secara jelas tentang perubahan yang ia alami dan ditemukan oleh Nina tetapi di tempat yang hanya ada mereka berdua dan bisa berbagi pendapat Siapa tahu pendapat minat bisa ya terapkan di dalam hidupnya untuk saat ini.


"Makanya aku bilang lebih baik ikut aku biar ku Jelaskan panjang lebar sesuai dengan keinginan kamu!"ajak Aulia lagi dan kali ini Nina Tentu saja tidak menolak karena jiwa keponya sedang mengudara.


__ADS_2