Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Panik 02


__ADS_3

akhirnya pasangan suami istri itu memilih untuk menuju ke rumahnya Bagas dan juga Aulia karena kalau menelpon dulu rasanya sudah sangat lama, maka dari itu tidak ada salahnya kan kalau orang tua datang berkunjung ke kediaman anaknya karena tidak selamanya harus anaknya yang melulu datang berkunjung.


Santi begitu antusias bahkan sampai harus menyiapkan rengginang dan juga cemilan lainnya yang merupakan makanan kesukaan dari Aulia, entah sekarang sudah menjadi seorang Nyonya dari pengusaha besar kebiasaannya itu masih ada atau tidak yang penting intinya sebagai seorang ibu Santi tidak mungkin harus datang dengan tangan kosong.


Deni hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena melihat istrinya yang begitu antusias sampai-sampai bahkan melupakan kehadirannya, karena mungkin saking ingin bertemunya dengan Aulia sampai-sampai terlihat melupakan keberadaan suaminya yang sebenarnya ada di sekitarnya.


"Ya ampun Umi, mau pelan-pelan atau cepat pun kita tetap akan pergi ke sana kan? jadi jangan seperti itulah terkesannya seperti Mau numpang makan loh, memalukan nanti apa kata besan dan juga menantu kita itu sampai kita melakukan semua ini? "ujar Deni membuat Santi Mendengus kesal karena sebenarnya perasaan suaminya itu terlalu halus masa iya bertamu bertemu dengan anak malah disalah artikan sama orang rumah kan rasa-rasanya sudah sangat keterlaluan.


"Abah tolong ya, kita itu ke sana mau bertemu dengan anak kita bukan mau minta makan sama mereka! kalau misalnya Setiap kali kita berkunjung ke sana selalu merasa tidak enak hati ya Otomatis Sampai kapanpun kita tidak akan pernah ke sana, Jadi kalau ngomong jangan bikin Umi bawaannya kesal terus lebih baik dijaga bicaranya supaya suasana lebih kondusif aman dan juga nyaman serta damai tidak kekurangan apapun. "omel Santi soalnya dirinya sedang antusias seperti begini suaminya itu malah mematahkan semangatnya kan Rasanya sangat menjengkelkan dan juga sepertinya tidak didukung sama sekali dengan apa yang ia lakukan.


"ya bukan seperti itu juga kan hanya mewaspadai saja jangan sampai mereka punya pemikiran seperti itu kalau melihat tingkah kita seperti ini, bukannya kan mewaspadai sesuatu itu memangnya harus supaya Maksudnya kita lebih sadar diri dan juga jadi orang tidak terlalu mengambil keuntungan kepada orang lain. "jelas Deni yang tidak ingin membuat istrinya itu salah paham tetapi namanya Santi Tentu saja sangat tidak menyukai setiap apa yang dikatakan oleh suaminya itu jika menyangkut Aulia karena Biar bagaimanapun ia sangat merindukan putrinya maka dari itu dirinya tidak ingin menimbulkan prasangka yang macam-macam karena jika seperti begitu terus maka akhirnya mereka tidak akan pernah berkunjung ke rumah anaknya itu.


"Umi itu tidak masalah mau melakukan apapun yang penting intinya Tolong jangan mengatakan yang buruk-buruk tentang Aulia dan juga keluarga suaminya saat ini, karena Umi itu ingin selalu dekat dengan anak sendiri soalnya kan Abah tahu kalau Hanya mereka yang sekarang menjadi keluarga dekatnya Aulia sedangkan kita sudah sepertinya menyerahkan anak kepada orang lain maka dari itu kita harus lebih ikhlas? setiap orang tua itu selalu ingin dekat dengan anak meskipun status mereka sudah berbeda seperti menikah dan juga keluar dari rumah, dan juga satu lagi kalau anak kita itu kan hanya satu saja masa iya kita harus jauh lagi dengan dia kan tidak mungkin? "Santi adalah orang yang selalu berusaha melakukan sesuatu agar orang-orang di sekelilingnya merasa nyaman maka dari itu ketika mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya perasaan sedikit was-was itu selalu ada takutnya jangan sampai di kediaman baru nya Aulia tidak diterima dengan baik.


Deni kali ini memilih untuk pasrah dan juga tidak ingin menyanggah apapun yang dikatakan oleh istrinya karena nanti tetap ia bakalan disalahkan lagi, maka dari itu ia lebih memilih untuk mengikuti keinginan Santi selagi hal itu tidak merugikan siapapun dan juga mau tidak membuat orang lain di sekitarnya merasa tidak nyaman.


mobil yang mereka kendarai kini sudah sampai di kediaman keluarga Sanjaya namun yang menjadi kebingungan adalah gerbang dalam keadaan terbuka, padahal biasanya gerbang itu akan tertutup dan nantinya akan dibuka oleh satpam namun terlihat di dalam pos satpam itu pun tidak ada satu orang pun yang berjaga.


"Abah, setahu Umi kan di rumahnya orang kaya itu pasti ada satpam kan yang berjaga? itu di depan kok tampak sunyi seperti tidak ada siapapun, terus ini gerbang kok terbuka begini saja biasanya kan ditutup terus nanti ada orang yang datang mau mencet bel barulah gerbang ini dibuka? "tanya Santi penasaran karena memang selama ini dirinya tidak pernah datang berkunjung di kediamannya Bagas maka dari itu segala macam aturan di rumah itu Ya jelas saja dirinya tidak tahu sama sekali.


Sebenarnya Apa yang dirasakan oleh istrinya itu juga dirasakan oleh Deni hanya saja ia mencoba untuk positif thinking, soalnya mereka juga belum masuk ke dalam maka dari itu tidak mungkin mereka harus menyimpulkan sesuatu hanya dari luarnya saja siapa tahu mungkin gerbang itu sengaja dibuka karena akan kedatangan tamu atau ada orang yang dari dalam rumah untuk mau pergi keluar.

__ADS_1


"ya sudah kita masuk dulu saja nanti kita tunggu di mobil kalau ada orang yang keluar baru kita tanya, soalnya di sini sunyi sekali lho padahal rumah segede ini harusnya kan ada asisten rumah tangga tukang kebun dan juga satpam yang diperjaga tetapi ya sudahlah mungkin menantu kita itu butuh privasi? "jelas Deni yang masih tetap berpikiran baik-baik saja soalnya Ia juga bingung harus bersikap seperti apa melihat semua keanehan yang terjadi di hadapannya ini.


Jika Ditanya soal satpam yang bertugas di situ maka jawabannya sekarang mereka sedang pingsan di dalam pos tempat mereka biasa berjaga, karena Arsen dan juga para anak buahnya sengaja menyebarkan obat bius yang dihirup lewat udara maka dari itu mereka tidak sadar diri sama sekali sedangkan Arsen dan juga anak buahnya memilih untuk menggunakan masker.


Aulia dan Nina Kenapa tidak pingsan karena memang jarak rumah dengan pos satpam itu sebenarnya sedikit jauh, dan juga jangka waktunya itu sedikit lambat yaitu sekitar 20 menitan ya Otomatis obat bius pun kandungannya sudah semakin berkurang ya Otomatis mereka tidak terkena dampaknya sama sekali karena udara itu selalu berganti.


Bodyguard yang sudah dibunuh oleh anak buahnya arsen pun tidak menghirup obat bius tersebut karena jarak rumah dengan pos satpam itu sekitar 50 meter jauhnya akibat Bagas yang memiliki halaman rumah yang sangat luas, maka dari itu segala macam aktivitas di depan rumah ya orang di dalam tidak akan pernah bisa mengetahuinya kecuali ada alarm yang berbunyi atau ada panggilan masuk dari depan untuk orang yang ada di dalam rumah.


Deni dan juga Santi menunggu dari tadi tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa kedatangan mereka akan disambut oleh orang lain, ingin pulang tetapi sepertinya tidak bisa karena tanggung sudah sampai di tempat itu masa iya pergi meninggalkan begitu saja tanpa bertemu dengan anak mereka.


"Kok dari tadi tidak ada orang ya ? masa iya kamera CCTV yang di situ itu tidak bisa melihat ke arah kita secara langsung, coba Umi tolong telepon Aulia supaya bisa memastikan Sebenarnya dia sekarang ada di mana sih? "perintah Deni kepada suaminya dan otomatis Santi langsung melakukannya karena memang dari tadi saking paniknya sampai melupakan hal sepenting itu.


Saat Santi menelpon ternyata hanya panggilan itu masuk tetapi tidak direspon sama sekali bahkan sampai tiga kali pun tetap sama seperti awal, membuat wanita itu kebingungan apalagi dengan kondisi rumah yang sangat sunyi seperti itu rasa-rasanya mereka Tengah berada di dalam kuburan yang tidak ada makhluk yang bernapas sedikitpun.


"Abah,Umi sepertinya pengen buang air deh? orang rumah tidak perlu nongol sama sekali Terus gimana dong, Apa Umi coba pencet behel di depan itu siapa tahu jangan sampai mereka di dalam terus tidak sadar sama sekali dengan keberadaan kita? "tanya Santi karena memang dirinya sudah kebelet maka dari itu kalau menunggu seperti ini yang ada dirinya bakalan ngompol di dalam mobil kan tidak lucu.


"Astaga Umi, belum juga masuk kedalam rumah ketemu sama Tuan Rumah eh sudah pake acara kebelet segala? Nanti apa kata orang jika akhirnya mereka bakalan berpikir kalau sebenarnya kita datang ke sini itu hanya buat numpang buang air doang, ah sudahlah Umi Atur saja mau bilang Tapi semua sudah di depan mata mau mundur pun rasanya sudah sangat tidak mungkin kan? "ujar Deni hanya bisa menggelengkan kepalanya soalnya Santi sudah tidak mendengarkan apa yang ia katakan.


Sesampainya di pintu depan Santi benar-benar terkejut bahkan rasa buang air yang tadi begitu sangat menyiksanya hilang pergi begitu saja, wanita itu bahkan tidak bergerak dari tempatnya sama sekali membuat Deni kebingungan sehingga memilih untuk menyusul istrinya dan pemandangan yang ada di depan matanya ini membuat pria paruh baya itu benar-benar sangat terkejut dan juga syok seperti yang dirasakan oleh Santi saat ini.


"Astagfirullah, Ya Allah ini apa sih Umi? Jangan-jangan...

__ADS_1


Deni tidak mampu meneruskan kata-katanya karena memang keganjilan sudah mereka rasakan dari awal dan sekarang terlihat di depan mata mereka itu dua orang pria bertubuh kekar Tengah tergeletak dengan bersimbah darah, bahkan sepertinya nyawa sudah tidak ada di dalam tubuh mereka sama sekali maka dari itu ia menarik tangan Santi agar mundur ke belakang sebab Siapa tahu jangan sampai penjahat yang melakukan hal ini masih berada di sekitar rumah.


"Umi kita masuk ke dalam mobil Lalu setelah itu kita telepon Bagas, soalnya kan waktu itu masih simpankan nomornya dia?"tanya Deni memastikan karena kalau menelpon Aulia rasanya sudah sangat tidak mungkin soalnya nomor anaknya itu dari tadi memang aktif tetapi tidak diangkat maka dari itu pilihan satu-satunya adalah menelpon menantunya itu secara langsung.


Santi sepanjang perjalanan menuju ke mobil rasanya seperti ia berjalan beribu KM jauhnya, kakinya itu sudah tidak bisa menopang berat tubuhnya karena seumur hidup dan juga dirinya yang sudah tua ini tidak pernah melihat kejadian yang mengerikan seperti saat ini.


"Abah, Aulia baik-baik saja kan? dia sekarang sedang ikut suaminya kan pergi ke kantor, atau mungkin dia sedang ada di luar urusan sesuatu?"tanya Santi yang otaknya tiba-tiba sudah tidak bisa berfungsi dengan benar lagi karena takut kejadian mengerikan bakal dialami oleh anak mereka itu juga.


Ketika pasangan suami istri itu dalam perjalanan menuju ke mobil mereka karena memang jaraknya yang lumayan jauh terlihat mobil Nella masuk ke dalam rumah, wanita paruh baya itu begitu terkejut soalnya gerbang dalam keadaan terbuka dan sekarang ada biasanya yang di situ dengan wajah yang terlihat begitu pucat.


dirinya pun segera turun dari mobil dan menemui Deni dan juga Santi yang juga benar-benar terkejut dengan kedatangan wanita itu, lalu terlihat Nella mendekati Santi yang sepertinya Tengah kebingungan dengan sesuatu dan Nella ingin memastikan kira-kira apa itu.


"Jeng Santi Sudah dari tadi ada di sini, kenapa masih di luar, Bukannya ada Aulia di dalam?"tanya Nella memastikan sedangkan Santi hanya mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah depan pintu membuat Nella pun menoleh ke arah yang dimaksud dan betapa terkejutnya ketika Bodyguard yang baru tadi pagi bekerja menjaga menantunya itu sudah dalam keadaan yang mengenaskan.


"ya Tuhanku, ini kejadiannya dari tadi atau...


Santi menggelengkan kepalanya sedangkan Deni kebingungan harus menjawab apa karena mereka juga baru sampai kalau misalnya Nella sebagai tuan rumah pun tidak tahu apapun, dan mereka yang merupakan tamu harus menjawab apa soalnya kalau bisa dibilang Nella yang seharusnya lebih paham dengan kondisi saat ini.


"Tolong hubungi Bagas sekarang suruh dia kembali ke sini, karena takutnya jangan sampai ini merupakan penjahat seperti perampok atau penculikan begitu! "perintah Deni membuat Nella pun langsung Segera melakukan hal itu sambil berlari menuju ke pos satpam dan lebih terkejutnya lagi ketika kedua satpam yang biasa berjaga itu sedang terbaring di atas lantai dengan kondisi yang sepertinya tidak sadarkan diri.


ketika Deni melihat sepertinya posisi Pos satpam itu lebih aman membuat dirinya segera mengikuti langkah kaki dari besannya itu, dan dirinya dibuat lebih syok lagi karena ternyata satpam yang tadi mereka kira tidak ada sedang ada di dalam ruangan itu tetapi posisinya terlentang di atas lantai.

__ADS_1


"Abah Ini Sebenarnya ada apa sih, kok bisa semuanya dalam keadaan seperti ini? Aulia juga tidak bisa dihubungi sama sekali apa anak kita itu baik-baik saja, atau mungkin dia mengalami sesuatu kejadian yang tidak pernah kita bayangkan selama ini? "tanya Santi penasaran bahkan kini air matanya pun sudah menetes begitu saja karena merasa cemas dan juga sedikit ketakutan jangan sampai Aulia mengalami hal yang tidak tidak.


__ADS_2