
Aulia tidak ingin mendengar sahabatnya itu hobinya berdebat dengan Abizar yang jelas-jelas saat ini tengah berada di tempat umum, apalagi panggilan yang terjadi itu menggunakan pengeras suara ya Otomatis orang yang berlalu-lalang pasti mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Hei kalau mau ngomong denganku Ya sudah ngomong saja jangan nyolot seperti itu dong kamu hanya mempermalukan diri sendiri, orang lain itu merasa aneh loh dengan tingkah kamu yang hobinya marah-marah tidak jelas dan juga asal kamu tahu ya anakku jadi heran loh melihat tingkah kamu yang aneh itu! "jelas Aulia membuat Nina menatap tak percaya ke arah sahabatnya itu sebab dalam pikirannya jika saat ini Aulia jadi yang diwaspadai adalah anak dalam kandungannya..
"Astaga Aulia dulu katanya tidak mau menjadi istri dari suami kamu saat ini kok bisa-bisanya kamu hamil, Wah ini tidak bisa dibiarkan soalnya apa yang kamu katakan berbanding terbalik dengan yang kamu lakukan! "omel Nina membuat Aulia menatap tajam ke arahnya karena tidak terima dengan pernyataan yang dilontarkan oleh sahabatnya itu karena asal wanita itu tahu saja kalau ia melakukan hal tersebut dengan Bagas itu karena unsur paksaan yang dilakukan suaminya.
kalau ditanya apakah dirinya ikhlas memiliki suami seperti Bagas ya jawabannya otomatis tidak, tetapi kalau misalnya kehamilannya ya dirinya menerimanya sebab Biar bagaimanapun anak itu tumbuh di rahimnya jadi otomatis harus mendapatkan perhatian dari ibunya.
"ya kamu harus bersyukur kalaupun dari awal tidak menerima suamiku tetapi intinya aku hamil ada suaminya dan ada yang mau bertanggung jawab, kamu kok jadi orang malah mendoakan aku yang tidak tidak awas saja loh Kalau sampai doa kamu itu menjadi kenyataan! "omel Aulia tidak terima.
Abizar tersenyum mendengar pembahasan wanita-wanita absurd, yang selama ini selalu berhubungan dengannya itu. Karena memang setahu nya setiap kali bertemu dengan Aulia, Nina pasti bakalan ngegas sepanjang hari sampai-sampai mulut wanita itu berbusa pun tidak akan pernah berhenti berbicara.
"ya bukan seperti itu Aku kan berbicara fakta dan memang faktanya kamu itu dari awal memang tidak menerima Jika punya suami yang seperti Bagas itu kan, jadi jangan salahkan aku dong kalau misalnya tidak terima jika keadaan kamu berbanding terbalik dengan beberapa saat yang lalu. "Nina Sejak kapan mau disalahkan jika bukan orang lain yang salah ya Otomatis dirinya juga tidak ingin disamakan seperti itu maka dari itu ia memilih untuk menyalahkan orang lain agar dirinya selalu aman dan terkendali.
"Memangnya kamu mau aku tuh hanya terpaku di tempat saja tidak ada perubahan sama sekali dalam hidupku, teman macam apa kamu ini yang bukannya mendukung agar aku bahagia dengan kehidupanku eh malah nyolot ngomong yang tidak tidak?" tanya Aulia yang jelas saja tidak terima dengan apa yang dilontarkan oleh Nina barusan.
Bagas dari tadi memindai perbuatan Abizar takutnya pria itu malah selalu menatap ke arah istrinya , maka jika sampai hal itu terjadi ya Otomatis dirinya tidak ikhlas dong jika wanitanya malah diperhatikan oleh pria lain tepat di hadapannya
Abizar yang mengetahui apa yang dilakukan oleh Bagas memilih untuk tidak peduli toh pria itu yang dengan senang hati menatap ke arahnya Jadi untuk apa ya berkomentar, pasti kalau capek bakalan berhenti sendiri jadi tidak usah di respon sebab kebiasaan manusia hidup ya seperti itu semakin direspon Semakin menjadi.
__ADS_1
"Bisa tidak matikan saja panggilan itu, sayang! Soalnya kita kan ke sini mau jalan-jalan bukan mau berbicara yang tidak jelas seperti itu? family time sekarang itu kan lebih berguna daripada sibuk dengan orang luar yang jelas-jelas tidak punya pekerjaan sama sekali jadi hobinya mengganggu kegiatan orang lain tanpa, kamu harus tegas dong dengan manusia-manusia seperti itu yang hobinya mengganggu kebahagiaan kita yang sedang kita rasakan saat ini sedangkan mereka memilih untuk galau terus!"Bagas sengaja menyindir Nina dan juga Abizar tetapi Percayalah kedua manusia itu sudah mati rasa malunya jadi mau disindir dengan cara apapun Bila perlu pakai pengeras suara sekalipun mereka berdua tidak akan peduli bahkan menganggapnya hanya sebagai angin lalu saja.
Indira dari tadi tersenyum ke arah Abizar sebab menurutnya habis itu lebih banyak tersenyum dibandingkan papanya yang dari tadi memasang wajah cemberutnya, gadis kecil itu memilih meraih tangan Abizar dan tersenyum kepadanya membuat Abizar juga ikutan tersenyum ke arahnya sebab menurutnya Indira itu sangat manis perilakunya.
"Halo anak manis kamu lagi jalan-jalan ya, kamu itu lebih baik kalau mau jalan-jalan bareng sama paman saja soalnya wajah papa kamu dari tadi itu ditekuk terus loh? "Tawar Abizar membuat Bagas otomatis tidak terima jika ada orang lain yang menjatuhkan harga dirinya tepat di hadapan anak dan juga istrinya.
"Kamu kenapa malah mengkontaminasi otak anakku agar mengikuti gaya pikiran kamu, kalau memang tidak punya masa depan yang cerah ya lebih baik pergi cari masa depan kamu jangan malah mengganggu kebahagiaan orang lain! "omel Bagas yang tidak terima jika saat ini Abizar sudah akrab dengan anaknya karena bisa saja bisa akrab dengan Aulia apalagi kepada Indira yang merupakan anak kecil yang selalu humble kepada orang-orang di sekitarnya.
Abizar menatap heran ke arah Bagas yang setiap kali bertemu dengannya Entah kenapa pria itu selalu sensitif, bahkan hobinya marah-marah tidak jelas seolah-olah Abizar ini merupakan pengganggu yang tidak pantas mendekat ke arah mereka.
"Sebenarnya kebahagiaan apa yang sedang aku ganggu saat ini, perasaan aku tidak menarik Mereka pergi dari kamu ataupun mengusir kamu dari sini serta mengajak anak istri kamu jalan-jalan?"Abidzar otomatis tidak mau kalah daripada Bagas soalnya semakin dirinya mengalah ya Balas semakin nyolot makanya sebagai sesama pria Tidak ada salahnya kan kalau saling bersaing secara sehat.
Aulia menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Nina membuat wanita itu tersenyum karena tidak menyangka jika saat ini Indira sudah akrab dengan Abizar, sedangkan papanya sendiri anak kecil itu tidak ingin bersentuhan dengannya seolah-olah mendekati Bagas itu merupakan sesuatu hal yang harus dihindari.
"Ya aku juga tidak tahu soalnya dia itu merupakan anaknya Mas Bagas sama Mbak Davina, tidak perlukan aku jelaskan siapa Devina itu soalnya kan Suamiku itu statusnya sudah sangat viral di muka umum. "ledek Aulia sambil menatap ke arah Bagas yang terlihat memasang tatapan masamnya ke arah istrinya itu yang secara tidak langsung sudah menguak kembali statusnya yang dahulu.
"gimana keadaan kamu sekarang? Apakah suami kamu itu sudah menyakiti kamu lagi seperti dulu atau dia sudah sadar kalau Sebenarnya kamu itu merupakan orang yang paling terbaik, Kalau memang dia sudah menyadari kesalahan maka aku bersyukur sekali tapi kalau dia masih belum menyadarinya Lebih baik aku jodohkan kamu sama Abizar! "ya jelas Nina membuat Bagas mendengus kesal enak sekali wanita itu malah mau menjodohkan istrinya dengan pria lain sedangkan dirinya masih sehat walafiat dan juga hidup serta masih bernafas dengan tenang.
"kamu kalau bicara jangan asalnya pos ya Aku ini masih sehat kenapa kamu malah menjodohkan istriku dengan orang lain, dasar wanita aneh yang korban jomblowati sejati jadinya sukanya mencampuri urusan rumah tangga orang lain sampai-sampai tidak sadar kalau dirinya sendiri masih jadi benalu dalam kehidupan orang tua sendiri! "omel Bagas tidak terima membuat Nina tersenyum penuh kemenangan karena tidak ada salahnya kan memancing keributan kepada pria tua itu.
__ADS_1
"Ya syukurlah kamu masih sehat walafiat dengan begitu bisa menjaga sahabatku dengan baik dan tidak pernah membiarkan dia terluka ataupun tersakiti oleh ulah kamu dan orang-orang di sekitar kamu, kalau memilih melakukan pernikahan yang poligami ya Otomatis kamu sadar peraturannya harus seperti apa dan juga adil itu harus yang bagaimana tidak perlu harus berat sebelah atau mementingkan orang lain hanya demi membuat niat kamu itu tercapai. "Wah Nina ini kalau sekali-kali menceramahi orang ternyata langsung tembus mengenai jantung dan alhasil membuat Bagas bungkam tidak ada niatan membantah ataupun mengiyakan karena menurutnya dirinya bukan anak kecil yang otomatis tidak paham dengan maksud dari wanita itu.
Aulia hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar nada sindiran dan juga nasehat yang diberikan oleh Nina secara dadakan itu, ya Meskipun sebenarnya salah tempat dan juga salah waktu tetapi tidak ada salahnya kan mendengarkannya saja kalau memang selagi nasehat yang diberikan Nina itu mengarah kepada sesuatu yang baik pula.
"aku lagi jalan-jalan sekarang nih Jadi sepertinya kita sudahi dulu ya obrolannya, yang penting intinya aku ngomong sama kamu Kalau keadaanku baik-baik saja tidak kekurangan apapun Dan intinya si pembuat onar itu tidak menggangguku serta tidak menyakitiku lagi!"jangan ditanya lagi siapa yang dimaksud oleh Aulia karena otomatis pria itu sekarang ada di sampingnya.
"Oh ya sudah kalau begitu kamu hati-hati ya ingat kalau jalan lihat yang benar siapa tahu ada orang yang bermaksud jahat kepada kamu, terus kalau misalnya ada masalah nantinya usahakan andalkan suami kamu itu biar dia tahu gunanya sebagai seorang suami itu seperti apa! "Aulia hanya terkekeh saja mendengar nada sindiran dari Nina sebab menurutnya Bagas itu bukan anak kecil lagi yang perlu harus diajar segala sesuatunya tetapi tidak masalah kalau memang Nina mau melakukan itu yang penting intinya niatnya baik dan juga tidak membuat orang lain menjadi tersinggung.
"Oke kalau begitu Kamu juga ya jangan lupa hati-hati terus kalau misalnya Om Perdana meminta bantuan kepada kamu tolong dibantuinnya jangan hanya menjadi benalu seperti apa yang dikatakan oleh suamiku tadi, soalnya kamu itu sudah tua loh harusnya belajar menjadi seorang wanita yang benar Mungkin setelah itu kamu bakalan disiapkan jodoh oleh Tuhan! "ejek Aulia lalu segera mematikan panggilan tersebut sebelum nanti bakalan kena kamu kan dari Nina Yang pastinya tidak terima dengan apa yang ia katakan itu.
"ini ponsel kamu, terima kasih ya karena sudah menghubungi Nina untukku! "ujar Aulia tetapi Abidzar menggelengkan kepalanya.
"Sejak kapan Aku mau menghubungi wanita seperti itu yang ada telingaku bakalan terlepas saat ini juga Soalnya dia kalau ngomong suara cemprengnya itu sungguh meninggi membuat telinga orang bakalan tidak berfungsi dengan benar, tapi ya syukurlah kalau memang dengan menelponku dirinya bisa berbicara dengan kamu maka aku begitu senang karena kamu pasti tiap hari tertekan kan dengan berada di lingkungan orang-orang yang semuanya wajahnya pada tidak bersahabat? "Abizar sekarang tidak takut dengan a Bagas soalnya menurutnya pria itu kan makan nasi sama dengannya kemudian memiliki tulang dan juga darah warnanya sama Jadi untuk apa merasa takut dengannya seolah-olah ia bukanlah seorang pria sejati.
"Ya sudah kalau begitu Kami mau melanjutkan jalan-jalan kalau kamu mau kembali silakan saja Tetapi kalau mau mengikuti kami pun Terserah dari kamu, hanya saja untuk saat ini aku lagi tidak ingin mendengar kalian berdua bertengkar di mana saja dan juga kapan saja karena kalau sampai hal itu terjadi maka kami berdoa dengan Indira bakalan pulang dan meninggalkan kalian untuk bernostalgia! "ancam Aulia membuat Bagas menatap tajam ke arah Abizar yang sepertinya memang tidak ada niatan untuk meninggalkan dirinya berduaan dengan istrinya!"
"Terima kasih atas tawarannya soalnya aku juga lagi suntuk di cafe jadi harus jalan-jalan menenangkan pikiran, dan karena ada tempat dan juga teman yang pas jadi tidak ada salahnya dong kalau aku ikut kalian ke manapun kalian akan pergi. " Oh Dewa Abizar memang sulit sekali untuk diajak kompromi paham kah pria itu kalau sekarang waktunya Bagas dan keluarganya menikmati waktu setelah berhari-hari meninggalkan keluarganya hanya untuk mengurusi pekerjaan.
"kamu itu harusnya jadi orang yang kompeten kalau memang melakukan pekerjaan Ya sudah lakukan saja jangan mengganggu urusan rumah tangga orang lain, nanti saja ya setelah kamu menikah terus di hadapkan dengan masalah yang seperti aku alami pasti respon kamu akan berlebihan seperti yang saat ini aku lakukan! "Bagas sudah tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa tetapi intinya ia sangat tidak nyaman jika Abizar harus menempel kepada istrinya terus.
__ADS_1
"Kamu cemburu? Wah kalau seperti itu Baguslah karena aku akhirnya bisa tenang membiarkan sahabatku ini ada yang menjaganya, karena memang kalian tidak menyukai keberadaanku jadi lebih baik aku pamit dan selamat menikmati family time semoga berkesan dan juga hubungan kalian lebih baik lagi ke depannya! Dan kamu anak manis nanti kapan-kapan kita jalan-jalan ya antara kamu dan juga Paman serta Bunda kamu tidak boleh mengajak papa kamu yang wajahnya jutek seharian, dan untuk kamu asistennya si Maharaja ini tolong ya wajah kamu tuh jangan ditekuk terus soalnya di sini itu semua orang pada senyum bukan malah melihat Tatapan yang menyebalkan seperti itu! "ujar Abizar yang tidak sadar kalau sebenarnya perkataan itu sudah menyinggung siapapun.