Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Episode 41


__ADS_3

merasa heran dengan perkataan ambigu Nina tadi, Memangnya ada tempat yang membuat kita selfie kemudian setelah itu bisa menjadi cantik dan terakhir mata menjadi jernih alias mendapatkan vitamin tambahan.


"Memangnya kita ini mau ke mana sih soalnya kamu dari tadi tuh Ngomongnya aneh terus, jangan ajak-ajak aku ke tempat yang tidak jelas soalnya aku nggak ada niatan untuk melakukan semua itu! "tolak Aulia jika sampai kekonyolan Nina itu muncul lagi karena yang seperti sudah-sudah wanita itu selalu saja mengajak Aulia dan akhirnya pulang ke rumah sudah tengah malam dan Abah marah-marah.


"Kamu tidak paham apa yang aku katakan tadi, Percuma dong hidup di kota besar kalau orang yang ngomong ambigu saja kamu sepertinya susah sekali untuk mencernanya? " Tanya Nina dengan wajah penasaran.


"Ya iyalah dari tadi kamu ngomongnya aneh sampai aku juga jadi bingung, hanya saja lain kali jangan terlalu seperti begitu ya soalnya aku ini bukan kamus hidup yang bisa mencerna setiap kata-kata aneh kamu itu menjadi sebuah kata-kata yang bisa dimengerti. "ujar Aulia dengan nada sungutnya membuat Nina ingin sekali tertawa karena sahabatnya itu memang dari dulu sampai sekarang tidak ingin ada orang lain melakukan kesalahan terhadapnya padahal sebenarnya kesalahan itu mah biasa saja.


"itu artinya otak kamu itu tidak berfungsi dengan benar, Masa mencerna kata-kata yang segampang itu saja perlu proses?"sinis Nina kesel.


"sebenarnya maksud aku tempat yang dibuat cocok untuk kita selfie itu yaitu tempat-tempat yang spotnya indah dan keren, lalu tempat untuk membuat kita cantik yaitu salon terus membuat suara kita jadi indah yaitu tempat karaoke dan yang terakhir mata kita mendapat vitamin yaitu bioskop karena di sana banyak cowok keren!" Jelas Nina Santai.


"Ya sudah nanti aku bakalan bantu kamu buat dapat gebetan sesuai dengan keinginan supaya mungkin dengan begitu kamu tidak akan mengganggu aku lagi, kita pergi sekarang yuk keburu nanti terlalu sore mungkin sudah sedikit rame dan aku juga tidak terlalu ingin yang namanya keramaian soalnya terlalu bising dan juga bikin pusing! "ajak Aulia kalau Nina mah antusias sekali juga dibawa buat jalan-jalan karena memang itu kebiasaannya.


kini kedua wanita yang sama satu generasi dan juga usianya yang terpaut bedanya beberapa bulan itu terlihat sudah keluar dari kamar Deluxe yang mereka tempati, dengan tujuan ke mana saja intinya tidak ada kejelasan dalam perjalanan mereka yang penting bisa buat bersenang-senang dan juga cuci mata sekalian.


ketika mereka hendak membuka lift untuk Mengantar ke lantai bawah Aulia merasa melupakan handphonenya, maka wanita itu meminta izin untuk kembali ke kamar.


"aduh minta maaf ya sepertinya aku harus kembali ke kamar dulu ya soalnya ponsel aku kelupaan, Nanti kalau ada yang menelpon urusannya kan bisa berabe kamu tau sendiri kan Abah sama Umi itu sensitifnya minta ampun. "ujar Aulia setengah berlari karena memang jarak dari lift ke kamar tidak begitu jauh sih.


Nina hanya mengangguk kan kepalanya sembari menunggu Aulia di depan lift karena dirinya tidak mungkin masuk sendirian tanpa sahabatnya itu, netra wanita itu tiba-tiba membulat sempurna karena tidak menyangka pahatan Dewa Yunani baru saja keluar dari dalam lift itu dengan memasang tatapan tanpa ekspresi.


Menurutnya tidak perlu ia harus pergi cuci mata segala sebab orang yang ada di hadapannya ini sudah benar-benar pria yang paling sempurna dan sesuai dengan kriterianya, membuat niat hati tadi ingin memainkan ponsel entah bagaimana ceritanya ponsel itu sudah tergeletak di bawah lantai mungkin karena saking gugupnya.


"Aduh Aulia kamu tadi kenapa pakai kembali ke kamar segala sih Coba saja kamu ada di sini pasti kita bakalan Sehati kalau mengatakan pria itu sangat tampan, aku jadi gugup sendiri loh kalau dilihatin seperti begitu terus apalagi matanya yang elang Kelaparan itu sungguh membuat batinku tersiksa!"gumam Nina yang bersih bisa didengar oleh pria sempurna katanya itu.


pria itu menangkap kata Aulia membuat langkah kakinya yang tadi ingin keburu keburu tiba-tiba langsung berhenti di tempat, dirinya pun kembali menatap Nina membuat wanita itu benar-benar tersenyum kikuk dan tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana.


"kamu tadi ngomong apa ya barusan, Bisa diulangi lagi soalnya tadi saya sempat mendengar satu kata yang bikin saya penasaran? "tanya pria itu dengan wajah penuh penasaran.

__ADS_1


entah bagaimana ceritanya Nina yang biasanya cerewet tiba-tiba mendadak tidak tahu lagi untuk berbicara karena lidahnya terasa begitu kelu, hilang sudah keberanian yang ia punya selama ini hanya karena bertemu dengan seorang pria yang tegas dan juga berwibawa ketika sedang berbicara dengan lawan jenisnya.


"Anda tampan Tuan!"


plak


Nina langsung memukul mulutnya sendiri akibat sudah berbicara sembarangan, setelah itu ia pun memilih menundukkan wajahnya tidak berani lagi menatap ke arah pria tersebut.


"sepertinya wanita ini sedang mengigau Tuan jadi lebih baik anda masuk dan beristirahat di dalam kamar saja, nanti kalau ada apa-apa saya bakalan mengabarkan kepada anda langsung tentang keberadaan Nyonya Aulia!"perintah Dimas karena memang tidak ingin tuannya itu malah mencurigai orang sembarangan yaitu tidak berdasarkan.


"Ya sudah kalau begitu tidak perlu kamu mengantar saya sampai ke dalam, Soalnya saya bukan anak kecil dan kalau bisa kamu pergi sekarang juga! "Bagas mengibaskan tangannya agar Dimas geraknya dari situ dan tidak mengganggu kegiatannya yang ingin beristirahat.


Nina dari tadi masih betah menundukkan kepalanya ke bawah entah sedang mencari apa sampai-sampai Aulia yang datang ke situ pun dirinya tidak sadar, membuat wanita itu menoleh ke sana kemari takutnya sahabatnya itu kesurupan atau gimana gitu.


"Kamu kenapa? apa kamu kemasukan roh jahat gitu, atau kamu kehilangan harta benda yang dunia model seperti apa sampai-sampai betah sekali loh lihat ke bawahnya?" Tanya Aulia memastikan.


Plak


"Enak saja kamu kalau ngomong! Aku itu lagi sedang menetralkan degupan jantungku akibat melihat sesuatu yang sangat sempurna, kalau saat itu kamu juga ada di tempat ini pasti kamu bakalan menyetujui apa yang aku katakan!"jelas Nina yang terlihat begitu antusias.


"Hadeuhhh siapa sih yang tidak tahu kebiasaan kamu selama ini, yang mengatakan kalau semua yang ada di dunia ini sempurna sampai-sampai t** ayam pun kamu bakalan anggap seperti coklat!"ledek Aulia yang tidak paham dengan keadaan Nina kini yang benar-benar terlihat seperti cacing kepanasan.


"Astaga kamu memang ya Coba kalau betul-betul tadi kamu ada di sini tidak mungkin kamu ngomong seperti ini, aku saja yang selama ini sudah melihat begitu banyak cowok sempurna di dunia ini baru kali ini loh yang menemukannya benar benar turunan dewa Yunani!"Aulia menatap Jengah ke arah sahabatnya Itu sebab selama ini ya kebiasaan Nina selalu memuji seseorang itu sampai berlebihan bahkan mungkin sampai ke akar-akarnya pun ia katakan itu paling keren.


"Ah sudahlah aku menurut saja kalau memang kamu ngomong kalau dia ganteng ya sudah Memang betul dia itu ganteng, Soalnya kalau mau dibantah pun kamu pasti bakalan tetap ada pendirian jadi aku ngikut saja sudah capek ngomong sama kamu Yang pastinya maunya selalu menang! "sahut Aulia malas.


keduanya pun masuk ke dalam lift Untuk mengantarkan mereka ke lantai bawah dan Sesampai di sana terlihat Anggi dan Silvia lagi ngobrol serius, sampai-sampai wajah mereka itu karena kelewat serius lalat yang mau hinggap menjadi takut karena saking tidak bisa diajak kompromi itu.


"Itu cewek berdua bukannya kerja kok malah ngegosip ya, kalau saja aku merupakan pemimpin di tempat ini sudah dipastikan besok mereka tidak bakalan datang lagi! "ujar Nina sambil menunjuk ke arah Anggi dan juga Silvia.

__ADS_1


Aulia mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Nina tadi kebetulan juga saat itu Anggi dan Silvia menatap ke arahnya, kedua wanita itu segera mendekat dengan begitu cepat karena ingin menjelaskan soal keberadaan Bagas di tempat itu.


"Aduh Nyonya Kok bisa sih anda ke sini, kalau ingin apa-apa kan tinggal telepon saja nanti kami bakalan menghubungi tapi tolong dong jangan ke sini dulu soalnya suasana lagi genting! "ujar Anggi gregetan dengan ketidaktahuan Aulia itu.


Aulia mengerutkan keningnya mendengar perkataan wanita itu, perasaan suasana Genting Seperti apa sedangkan suasana di tempat ini sangat santai dan semua orang bebas keluar masuk sekehendak hati.


"Memangnya ada masalah di sini? perasaan semuanya biasa-biasa saja tidak ada yang kayak gimana gitu, kamunya saja kalian berlebihan Jadi ngomongnya sudah pada ngelantur! "ujar Aulia.


"ini Pokoknya lagi posisi darurat maka dari itu lebih baik Nyonya kembali ke kamar saja deh, supaya suasana tetap aman terkendali dan negara api pun tidak kembali menyerang karena kami tidak mau menjadi korbannya!"ujar Silvia yang juga ikutan tegang seperti Anggi.


"Wait! Maksudnya kalian berdua dari tadi memanggil Aulia dengan sebutan Nyonya itu dia yang menggaji kalian, atau gimana sih soalnya dia itu belum menikah loh masa iya sudah dipanggilnya Nyonya panggil Ibu saja rasanya tidak etis!"kali ini Nina pada posisi yang benar-benar ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi kepada Aulia dan juga kenapa kedua karyawan hotel tersebut malah begitu hormat kepadanya.


"loh Bukannya dia ini kan istrinya....


"Sduh kalian lebih baik kembali bertugas Soalnya kami berdua mau jalan-jalan, ingat ya jangan mencampuri urusan pribadi orang lain saat kalian bekerja karena ada undang-undangnya loh!"Aulia hanya sekedar mengancam mereka saja padahal undang-undangnya bunyi Seperti apa saja dirinya tidak tahu menahu.


Nina masih penasaran maka dari itu wanita itu memilih untuk tidak bergerak di tempatnya sebab apa yang ia ingin ketahui hari itu harus beres, karena kalau bertanya kepada Aulia rasanya tidak mungkin wanita itu bakalan jujur Soalnya dari dulu sampai sekarang Aulia merupakan orang yang sangat menyimpan rapat rahasia hidupnya.


"Aku tidak akan bergerak dari sini sebelum mereka menjelaskan sekarang itu Posisi kamu di tempat ini sebagai apa, soalnya aku tidak ingin menjadi orang yang paling terbodoh karena tidak tahu apapun tentang kamu!"tolak Nina ketika Aulia hendak menarik tangannya keluar.


Aulia mau tidak mau memberikan kode kepada Anggi dan juga Silvia agar kedua manusia itu tidak membuka mulut mereka lebar-lebar untuk ngomong kepada Nina, karena jika sampai wanita itu tahu rahasianya bisa bahaya urusannya dirinya bakalan diinterogasi dari pagi tembus pagi.


"Ya Tidak ada salahnya kan kami memanggilnya dengan sebutan Nyonya kalau memang kamu juga mau kami Panggil Nyonya Ya tidak masalah juga, soalnya lidah kami kan lagi pengen memanggil seperti itu terus orangnya juga tidak keberatan kok ngapain dibikin repot seolah ini merupakan masalah yang besar saja! "Anggi kalau soal seperti begini dirinya paling semangat.


"Aduh kalian kalau mau bohong mendingan deh sama orang lain saja deh jangan sama saya, Soalnya wajah-wajah kalian ini kalau mau berbohong sulit sekali loh untuk terjadi maka dari itu cepat jujur!"perintah Nina sambil memasang tatapan horornya tetapi Anggi mah Sejak kapan merasa gentar sedangkan Silvia merasa tidak enak hati kepada tamu hotel yang lain karena mereka nanti pasti bakalan merasa tidak nyaman.


Dimas yang baru saja mengantar Bagas ke kamarnya dan juga baru saja kembali dari toilet merasa heran ketika mendengar keributan di meja resepsionis, dirinya yakin ini pasti perbuatan Anggi Karena Wanita itu selalu saja mencari masalah termasuk dengan dirinya.


"Ini ada apa ribut-ribut? Sudah tahu kan kalau sekarang masih jam kerja bisa tidak jangan bikin sensasi di sini, kamu juga hobinya suka sekali mencari masalah terus jangan sampai kamu mencari masalah dengan tamu ya karena nanti kamu yang bakalan dapat masalahnya di kemudian hari! "ujar Dimas yang benar-benar tidak suka dengan sikap Anggi yang selalu saja nyolot kapan saja dan di mana saja.

__ADS_1


Aulia membulatkan matanya sempurna karena sangat hafal dengan suara yang sedang berbicara di belakangnya saat ini, sebab menurutnya pria ini yang biasanya merupakan orang yang selalu dekat dengan ketiak Tuannya yang kemanapun Tuannya pergi pasti ada dia di situ.


"Waduh kalau dia ada di sini berarti pria itu juga ada di sini dong! Jangan-jangan tadi yang Nina katakan kalau orang yang paling sempurna di dunia itu adalah pria yang tukang kawin itu, wah bisa panjang urusannya Kenapa sih tadi resepsionis sialan ini tidak langsung Jujur saja kan dengan begitu aku bisa mewaspadai dari awal?"Aulia benar-benar di posisi Maju Kena Mundur pun juga kena karena kalau sudah seperti begini mau berlari mau mengumpat di mana saja tetap saja pasti bakalan ketahuan orang Dimas posisinya hanya beberapa senti dari tubuhnya.


__ADS_2