Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Healing


__ADS_3

Andra mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Dimas barusan, karena menurutnya pria itu suka sekali mengejek dirinya meskipun itu sesuai dengan kenyataan yang ada.


"kamu itu kalau ngomong selalu saja Paling jujur di dunia ini setidaknya berbohong sedikitlah agar aku bisa senang, masa iya setiap kali berbicara cukup minggu itu rasa-rasanya mau lepas dari tempatnya akibat kata-kata kamu yang kelewat benar! "omel Andra tetapi Dimas hanya tertawa karena masuk akal sih kalau Andra marah-marah hanya saja masa iya dirinya harus berbohong tentang kelakuan pria itu di luar sana.


"Habisnya aku itu adalah orang yang sangat membenci Apa itu kebohongan, Jadi kalau bergaul denganku rasanya memang kamu harus siap untuk menerima segala macam konsekuensinya! "jelas Dimas sambil mengedipkan bahunya pertanda apapun yang dikatakan ataupun Respon yang diberikan oleh Andra dirinya mah bodo amat.


"Ya sudah terserah dari kamu tetap intinya sekarang, Bagaimana kamu mau mengikutiku keliling tempat ini atau tidak?"tanya Andra lagi yang sudah tidak ingin membahas masalah yang tadi dikatakan oleh Dimas karena menurutnya itu hanyalah perkataan seseorang yang sebenarnya merupakan respon kaget Akibat apa yang ia katakan tadi.


Dimas menghilang nafasnya kasar karena sebenarnya bukan tidak mau menemani Andra pergi keliling kota Bandung, hanya sekarang itu sebenarnya masih jam pekerjaan mereka dan belum ada kata libur yang keluar dari Bagas.


"Tapi ini masih jam kerja dan aku tidak mungkin meninggalkan tanggung jawabku sebagai asistennya tuan Bagas jadi lebih baik Kalau mau jalan-jalan nanti saja setelah kita sampai di Jakarta kamu bisa melakukannya sepuas hati!"tawar Dimas tetapi sepertinya Andra tetap pada pendiriannya.


Andra Selama tinggal di Jakarta ya Otomatis sudah jalan-jalan sepuasnya keliling kota itu, maka dari itu sangat tidak masuk akal kalau sampai dirinya harus melakukan hal itu lagi, pada saat ini posisinya sedang ada di kota Bandung tempatnya para neng geulis yang manis dan juga cakep.


"ah Mana ada begitu! Aku sebelum kamu bilang sudah berkeliling kota itu sepanjang hidupku masa iya sekarang ulangi lagi padahal kita sudah jauh-jauh datang ke tempat ini pakai pesawat yang gratis tanpa dibayar Kenapa tidak sekalipun gunakan kesempatan itu? "tawar Andra lagi yang merasa gemas ketika melihat Dimas itu sepertinya terlalu patuh sebagai seorang pegawai yang tidak ada niatan untuk membantah apapun yang dikatakan oleh majikannya.


"Aku tidak bisa melakukan seperti yang kamu katakan tadi karena memang tujuanku datang ke sini juga adalah pekerjaan, ya Meskipun jam kerjanya sangat tidak masuk akal sama sekali! "jelas Dimas yang berharap agar Andra percaya dengan cara kerja dari Bagas yang tidak pernah mengenal waktu dan juga tidak pernah mengenal tempat ketika ingin melakukan sesuatu.


"Kalau begitu Sudahlah kamu sendirian di sini biar aku yang pergi jalan-jalan keliling kota, Nanti kalau aku sudah bosan aku bakalan pulang dan kita kembali ke Jakarta soalnya kamu diajak tapi tidak mau terus!" jelas Andra Ketus.


Dimas otomatis mengerutkan keningnya ketika mendengar penjelasan yang diberikan oleh Andra tadi, karena menurutnya jika pria itu jalan-jalan sendiri bisa panjang urusannya Soalnya kalau Andra pergi rutenya itu terlalu banyak dan juga tidak jelas.


"Kamu pikir siapa kalian mengizinkan kamu untuk pergi sendirian tanpa ada yang menjaga kegilaan kamu di luar sana? Terus Memangnya kamu bisa memberikan jaminan Kalau kamu bakalan pulang tepat waktu, soalnya orang seperti kamu itu kerjaannya leletnya minta ampun dan tidak bisa dipercaya setiap kata-katanya!"sarkas Dimas kasar yang akhirnya mau tidak mau memilih untuk mengalah dan mengikuti keinginan Andra Yang sepertinya sedang menderita cacing kepanasan sampai-sampai harus butuh mencari angin segar.


"nah begitu dong jangan sampai aku mengeluarkan ancaman yang tidak masuk akal dulu baru kamu bakalan mau pergi denganku, Jadi orang kok susah sekali diajak kompromi kemudian jadi karyawan juga teladan sekali tidak ada niatan untuk membangkang sedikitpun! "Puji Andra sambil menepuk pelan bahu milik Dimas membuat pria itu menepis tangan Andra agar tidak usah menyentuhnya sama sekali.

__ADS_1


"sekali lagi kamu menyentuhku dengan tanganmu itu maka Aku pastikan besok kamu tidak akan pernah bisa menggunakannya lagi, Lain kali kalau mau lancang noh pergi ke peleburan besi terus celup tangan kamu di dalamnya supaya sekalian mati rasa! "kesal Dimas sebab menurutnya tingkah Andra itu sudah terlalu berlebihan layaknya seorang pria kemayu yang butuh belaian.


"hahaha Sepertinya kamu sangat sensitif ya kalau disentuh oleh seorang pria, Takutnya nanti orang bakalan berpikir aneh-aneh kalau selama ini alasan kamu tidak menikah karena kelainan. "ledek Andra tetapi Dimas tidak peduli sama sekali karena sekarang mereka berdua sudah dalam perjalanan mengelilingi kota Bandung dan Dimas memberi tenggang waktu hanya selama 1 jam Lalu setelah itu suka atau tidak mereka tetap bakalan balik ke Jakarta saat itu juga dan tidak ada yang boleh berkomentar atau bakalan ia tinggal sendirian di situ.


Dimas otomatis dengan mudah bisa menerbangkan helikopter, hanya saja karena itu merupakan tugasnya Andra maka dari itu dirinya tidak pernah mau ikut campur.


sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan berbagai macam merk jenis wanita sampai-sampai tidak sadar kalau sebenarnya arah perjalanan mereka itu menuju ke bandara, Karena memang tadi Dimas sempat membisikan sesuatu kepada sopir taksi agar berjalan sedikit memutar arah Supaya Anda tidak sadar kalau sebenarnya dirinya menyetujui keinginan pria itu karena memang secara tidak langsung ingin menggiring Andra agar mereka bisa pulang.


Andra merasa heran ketika jalanan yang mereka lalui saat ini sepertinya jalan yang sangat ia kenali, dan tadi pagi mereka baru saja melewatinya dan akhirnya pria itu sadar kalau sebenarnya Dimas saat ini tengah mengerjainya yang terlalu fokus dengan kegiatan healing tidak jelas itu.


"Kamu berbohong soal jalan-jalan itu ya? Padahal sebenarnya kamu hanya menyuruh sopir untuk memutar lebih jauh lagi supaya perjalanan kita ke bandara terasa begitu lama, padahal aku sangat hafal jalanan ini karena tadi pagi kita baru melewatinya! "omel Andra sedangkan Dimas tersenyum penuh kemenangan karena menurutnya pria yang cerewet dan banyak maunya seperti Andra itu harus dikerjain biar sadar kalau tidak semua orang bakalan mau mengikuti perintahnya dengan sukarela dan juga tanpa akan melakukan protes sedikitpun.


"Nah maka dari itu aku ingin memberitahukan kepada kamu kalau, Sebenarnya kita ini sudah tidak ada masanya lagi untuk berjalan-jalan tidak jelas! ya kalau ABG sih tidak masalah karena mereka sedang mencari teman dan juga ingin menikmati suasana sekitar, sedangkan usia seperti kita ini harusnya fokus bekerja karena nanti kalau sudah menikah mau dikasih makan apa anak orang? "tanya Dimas dengan tatapan matanya yang begitu nyalang karena dari tadi dirinya sudah begitu cerewet ketika bertemu dengan Andra Padahal selama ini dirinya adalah orang yang paling irit bicara seperti Bagas.


Bagas dan Aulia saat ini memang sudah pulang ke kediaman pria itu akibat Bagas yang tetap kekeh membawa istrinya kembali ke situ, bukan karena tidak menghargai keberadaan mertuanya melainkan Bagas hanya ingin agar Aulia sadar kalau Statusnya sekarang adalah wanita beristri yang otomatis kalau pulang harus ke rumah suaminya.


"kamu itu istri ketiganya papa ya? "tidak Angin tidak ada hujan tiba-tiba ada seorang gadis yang berusia sekitar belasan tahun yang masih memakai seragam SMA menodong pertanyaan itu kepada Aulia tepat di depan pintu dengan tatapan sinisnya.


Aulia mengerutkan keningnya karena dirinya Selama datang ke rumah itu tidak pernah bertemu dengan gadis tersebut, dan kenapa Gadis itu sepertinya sangat tidak menyukai keberadaannya Padahal mereka sedang bertemu satu kali dan itu terjadi saat ini.


"Kamu kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu dengan nada yang tidak begitu menyenangkan, Apakah status saya itu membuat uang jajan kamu berkurang? "tanya Aulia kesal apalagi dirinya yang dari tadi sudah emosi terhadap Bagas malah disulut kembali emosinya itu oleh tingkah dari ABG labil yang ada di hadapannya ini.


"Kamu itu cantik tetapi kenapa sih mau jadi pelakor di rumah tangga orang lain, kalau misalnya orang lain tiba-tiba datang dan menjadi istri keempatnya Papa kira-kira perasaan kamu nanti Seperti apa? "tanya Gadis itu nyolot membuat Aulia benar-benar kebingungan dan menatap ke arah Bagas yang baru saja membayar taksi itu.


"Kamu kenal bocah ini? kalau kamu kenal tolong selesaikan urusan kamu dengan dia soalnya pikiran aku tuh lagi mumet, jangan ditambah lagi sesuatu yang membuat kepalaku mau pecah karena tidak mampu lagi menampung setiap kata-kata yang tidak jelas! "tegas Aulia lalu memilih masuk ke dalam kamar dan melewati Gadis itu begitu saja dengan memasang tatapan datarnya karena menurutnya Siapa yang mencari masa lalu lebih dulu.

__ADS_1


"Kamu bicara apa sama Bunda Aulia tadi? Ingat ya dia itu istri papa dan otomatis adalah Bunda kamu juga, jadi jangan pernah kamu membangkang ataupun membuat dia emosi seperti tadi! "tugas Bagas yang tidak ingin dibantah.


Andara mengepalkan tangannya menahan emosi karena menurutnya Papanya Itu sudah sangat keterlaluan, tidak pernah memikirkan perasaannya dan juga tidak pernah mencoba memahami apa yang diinginkan oleh Davina yaitu Mamanya Andara.


"Papa itu Terlalu kejam sebagai orang tua dan juga tidak pernah menyayangi anak sendiri, Memang apa sih yang Papa cari Padahal aku dan juga Indira sudah ada di dunia ini? "tanya Andara penasaran karena biar bagaimanapun usia SMA itu merupakan usia emas yang sudah kami Setiap kejadian yang ada di lingkungan sekitarnya.


Bagas mengurutkan keningnya mendengar perkataan dari putrinya itu, maksud Andara mengatakan kalau dirinya kejam Itu sebenarnya dari sudut mana karena selama ini ia tidak pernah berkata kasar dengan mereka dan juga segala macam kebutuhan sudah dipenuhi lewat transferannya kepada rekeningnya Davina.


"Papa kejam karena membiarkan kamu dan juga adik serta Mama kamu menjadi gembel di luaran sana, tetapi di sini malah bersenang-senang dengan istri ketiganya Papa begitu? Menurut kamu uang yang selama ini kamu pakai foya-foya di luaran sana mentraktir manusia-manusia benalu tidak jelas gitu, menggunakan uang yang kamu dapatkan sendiri atau menggunakan uang hasil dari keringat Mama kamu? "tanya Bagas tidak paham ketika anak-anaknya mulai menjadi orang pembangkang Padahal seharusnya mereka tahu meski pembatas tidak pernah memberikan perhatian tetapi segala macam kebutuhan mereka terpenuhi dengan begitu baik.


Andara terdiam karena kebingungan harus menjawab apa dari pertanyaan sang Papa tadi, memang sih dirinya memarahi Aulia itu atas dasar sesuatu yang sangat tidak jelas.


"aku itu..mmmm


"kalau tidak ingin berdebat akan tidak bisa berdebat lebih baik jangan pernah mengajak Papa ngobrol, jika hasil akhir bakalan kebingungan sendiri mau menjawab apa dari pertanyaan orang tua! "jelas Bagas Sambil tertawa sinis lalu segera masuk ke dalam rumah untuk menyusul Aulia.


Sesampainya di sana terlihat Davina dan juga Nella Tengah duduk santai di ruang keluarga, kedua wanita itu memang tatapan mereka ke arah televisi tetapi pikiran mereka seperti sedang berkelana jauh.


"Aku rasa setelah ditinggal beberapa hari, orang-orang di dalam rumah semua pemikirannya pada bermasalah. Kalau tidak ada niatan untuk menonton televisi, ya lebih baik matikan saja kemudian masuk ke dalam kamar masing-masing dan memikirkan Sebenarnya apa yang tadi mereka lamunkan! "Sindir Bagas lalu memilih untuk segera berlalu daripada niatan untuk mengobrol dengan mamanya apalagi dengan Davina yang juga terlihat seperti tidak menghargai keberadaannya di situ.


"kamu keterlaluan Mas, masa iya baru bangun langsung pergi menyusul istri kamu padahal jelas-jelas kalian berdua tadi baru pergi sama-sama! Setidaknya Hargai Aku di sini tanyakan apa saja yang aku lakukan selama kamu tidak ada, bukan hanya melihat keberadaanku saja seperti bayangan Lalu setelah itu pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata pun!"sarkas Davina kasar membuat Bagas menghentikan langkah kakinya karena menurutnya tidak mungkin kan dirinya menceraikan kedua istrinya dalam waktu bersamaan sedangkan proses perceraiannya dengan Safira saja masih berjalan saat ini.


"Di depan Andara sudah membuat aku kepala sakit, jadi saat sampai di sini tolong kamu juga jangan menambah lagi beban pikiranku! "sahut Bagas datar karena menurutnya semua orang di dalam rumah itu tidak pernah mengerti dengan perasaannya yang mereka inginkan adalah selalu dimengerti oleh Bagas tetapi perasaan Bagas tidak perlu harus mereka tahu.


Setelah melihat Bagas berlalu, Andara masuk ke dalam rumah dengan memasang wajah cemberutnya membuat Davina menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Jika kamu tidak ingin Papah kamu marah, lebih baik kamu jaga nada bicara kamu jaga tutur kata kamu Dan juga jaga sikap kamu selama ada di sini! "sebelum Davina menasehati anaknya ternyata Nella sudah lebih mendahuluinya.


__ADS_2