
Bagas memilih untuk diambil pusing jika sampai Dina benar-benar datang ke tempat itu sebab menurutnya kalau memang wanita itu datang yang bakal mengurusnya adalah Dimas, karena dirinya tidak peduli sedikitpun tentang Nina apalagi harus merespon keberadaannya urusannya dengan Aulia saja tidak tahu beres masa iya dirinya harus mengurus orang lain lagi?
"kamu ikut aku ke dalam ruanganku dan Ingat jangan pernah keluar sama sekali kalau kamu mau buang air di dalam situ saja kalau kamu mau tidur juga di dalam situ saja, dan juga kalau kamu mau makan bilang biar aku langsung pesan tetapi tidak pernah aku bakalan mengizinkan kamu keluar dari dalam ruanganku! "ujar Bagas tegas tidak ingin dibantu oleh Aulia sedikitpun.
"ya Mana bisa begitu aku kan tidak bisa harus dikekang seperti begini saja dong, masa iya Manusia hidup Tetapi malah diperbuat seperti kerbau yang dicucuk hidungnya? "tanya Aulia tidak terima karena menurutnya sikap Bagas itu terlalu berlebihan.
**guys Maaf ya soalnya aku nulisnya pakai Google Voice jadi Terkadang ada suara dari luar tiba-tiba masuk tanpa aku sadari, Jadi jika tulisanku banyak typhonya Percayalah itu bukan unsur kesengajaan tetapi memang sesuatu yang tidak bisa aku harus mengeceknya secara perlahan.
"Dimas kamu lebih baik berjaga di depan dan saya anggap hari ini kamu bekerja lembur Usahakan kalau wanita mengganggu itu kembali lagi ke sini, bagaimanapun caranya kamu harus bisa menyingkirkan dia jangan sampai bertemu dengan istriku apalagi bisa masuk ke dalam ruanganku! "perintah Bagas yang tidak memikirkan sedikitpun perasaan Aulia yang tidak terima ketika Nina diperlakukan seperti itu .
"Mas kamu itu kok jadi orang tega sekali sih, dia itu tidak punya siapa-siapa loh di sini karena yang dia kenal hanya aku masa iya kamu membiarkan dia seperti begitu?"tanya Aulia yang merasa heran dengan sikap posesif Bagas yang menurutnya sangat berlebihan dan juga membuat dirinya merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Bagas yang merasa emosi langsung menarik tangan Aulia tidak peduli dengan keberadaan Dimas di situ, pria itu langsung membawa Aulia masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di ruangan itu kemudian Mengunci pintu dari dalam.
Bagas merasa bahwa Aulia itu harus segera dibuat hamil dengan begitu wanita itu pasti tidak akan berani marah-marah ataupun bersuara besar kepadanya, karena jika tidak bisa dipastikan wanita itu hobinya akan mempermasalahkan apapun yang ia lakukan padahal maksud dan tujuannya itu baik.
Aulia waspada ketika melihat pergerakan yang dilakukan oleh Bagas Itu sebab pria itu dengan tiga mengikat tangannya pada tiang tempat tidur dengan menggunakan dasinya, yang kebetulan ada di atas nakas itu maka dari itu kedua tangannya pun akhirnya direntangkan dan diikat tanpa merasa peduli jika sampai dirinya merasakan kesakitan nantinya.
"Kamu mau ngapain? pokoknya aku tidak akan pernah memaafkan kamu kalau sampai kamu melakukan hal itu kepadaku, ingat dan camkan perkataanku lebih baik-baik karena aku benar-benar tidak sedang bercanda dengan kamu saat ini! " ancam Aulia dengan ada bicara yang tidak sedang bercanda dan juga sangat tidak bersahabat tetapi Bagas seolah menulihkan telinganya dengan pura-pura tidak mendengar apapun jeritan dari wanita itu.
Aulia yang merasa bahwa Percuma saja dirinya berteriak dan juga percuma saja dirinya menangis karena Bagas itu seperti orang yang kesetanan, maka dari itu ia memilih untuk membiarkan saja pria itu mau melakukan apapun sekehendak hatinya yang penting intinya hanya satu yaitu dirinya tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai selamanya.
Bagas sudah seperti orang kesetanan karena melihat tubuh indah istrinya Itu otomatis tidak akan tinggal diam dan mengacuhkan sebuah kenikmatan surga yang sedang terpampang jelas di matanya, pria itu langsung menyatukan tubuh mereka sehingga terdengar cerita kesakitan dari Aulia karena Biar bagaimanapun dirinya baru mengalami hal ini dua kali itu penuh dengan Bagas maka dari itu jalannya terasa begitu sempit dan sangat menyiksa.
__ADS_1
"pria terkutuk yang tidak punya hati nurani pantasan saja Abah tidak ingin membiarkan harta miliknya diambil secara paksa oleh mereka, sekarang kamu menang tapi setelah itu aku yakin kamu tidak akan pernah bisa bernafas dengan lega lagi!"gumam Aulia yang merasa toh Percuma saja dirinya berontak jika Bagas yang sudah seperti begitu sikapnya.
Bagas layaknya orang kesetanan bahkan tidak peduli dengan wajah datar milik Aulia itu bahkan terlihat jelas sekali kalau wanita itu tidak menikmati apa yang ia lakukan, dirinya tidak peduli tetapi bukan berarti hati nuraninya mati hanya saja kalau ia tidak melakukan hal seperti ini otomatis Aulia lama-lama bakalan meninggalkannya.
Dimas yang tadi berdiri di depan pintu hanya bisa berusaha bernafas dengan tenang tidak ingin terprovokasi sedikitpun, karena dirinya yang melihat sikap batas tadi benar-benar tahu bahwa pria itu tidak akan segan-segan untuk menyakiti Aulia Karena Wanita itu selalu saja membantah apa yang dia katakan.
"Saya harap Tuan tidak melakukan hal yang gila lagi karena nanti anda sendiri yang bakalan menyesal bukan orang lain, dan juga semoga senyumnya Aulia bisa bertahan sampai akhir karena Biar bagaimanapun hanya bersama dengannya membuat Tuan Bagas hidupnya sedikit berwarna!"gumam Dimas monolog karena biar bagaimanapun dirinyalah merupakan orang yang selama ini menjadi saksi hidup perjalanan karir dan juga rumah tangganya Bagas yang terlihat membuat pria itu begitu tertekan padahal semuanya Ia pun mulai dari harta dan juga kedudukan.
Nina yang kebetulan baru sampai di situ merasa terkejut ketika melihat Dimas yang malah menyambutnya, Jika ditanya Bagaimana caranya Nina bisa tahu kantor miliknya suaminya Aulia karena menurutnya mencari sesuatu yang berhubungan dengan Sanjaya group itu bukan merupakan sebuah hal yang sangat mustahil.
"Maaf Nona kalau saya lancang tetapi sumpah demi Dewa Neptunus kalau kehadiran anda itu sangat tidak diharapkan oleh Tuan Bagas, jadi Bisakah Anda pergi saja dari sini sebelum Nanti semua karyawan perusahaan ini yang bakalan pusing melihat amukan Tuan Bagas itu?"saran Dimas membuat Nina mendengus kesal karena Memangnya Apa hubungan kehadirannya dengan urusan majikannya itu yang jelas-jelas hidupnya terasa begitu ribet.
__ADS_1