
Aulia yang melihat ada Andara di situ ya otomatis langsung mendekati anak tersebut dan memegang tangannya, dirinya ingin berbicara baik-baik terhadap Andara agar kelak ketika bertemu dengan orang yang lebih tua bisa bersikap sopan.
Sebab Aulia tidak ingin Andara itu menjadi gadis yang susah diatur dan juga tidak tahu akan norma-norma yang harusnya didengarkan oleh anak-anak yang masih seusianya itu, apalagi pergaulan anak-anak zaman sekarang itu bisa dibilang susah diatur dan juga sangat sulit untuk dibawa ke jalan yang benar jika mereka selalu merasa bahwa apa yang dilakukan itu merupakan sesuatu hal yang sangat baik dan juga bagus.
"jangan menyentuhku atau aku bakalan teriak saat ini kalau kamu itu merupakan pelakor, yang tidak punya malu dan juga sukanya mengambil milik orang lain tanpa tahu bahwa yang kamu lakukan itu salah! Aku membenci kamu sampai ubun-ubunku pun merasakan hal itu semuanya, dan juga aku berjanji tidak akan pernah memaafkan kamu di kehidupan yang mendatang ! "teriak Andara membuat Bagas benar-benar tersulut emosinya dan tidak percaya ada orang yang kurang ajar itu kepada istrinya dan orang tersebut merupakan anak yang sudah ia Beri makan sepenuh hati tetapi masih saja tidak punya hati untuk menghargai orang yang lebih tua.
"Bisakah mulut kamu jangan pernah berbicara kurang ajar kepada ibu kamu sendiri, meskipun dia bukan merupakan wanita yang melahirkan kamu Tetapi dia adalah istriku jadi otomatis Mama kamu juga!" tegas Bagas membuat Andara tertawa.
"Sejak kapan Mamaku itu lebih dari satu, dan orang itu adalah dia yang jelas-jelas selama ini tidak pernah merawatku dari kecil dan juga tidak pernah merasakan melahirkanku ke dunia? Kalau mau menyuruhku melakukan sesuatu sekiranya yang masuk akal sedikit dong jangan hanya membuat aku merasa lucu dengan perintah yang diberikan, dan apalagi sepertinya terkesan bahwa aku ini yang paling bersalah di sini bukan kalian berdua. "Sindir Andara membuat batas benar-benar kehilangan kesabaran karena menurutnya anaknya itu sangatlah tidak menghargainya sama sekali Padahal selama ini kebutuhan Andara tercukupi itu akibat kerja keras yang Bagas lakukan siang dan malam.
Aulia tidak bisa terlalu dalam ikut campur urusan antara Bagas dan juga Andara karena memang benar yang dikatakan oleh wanita itu, bahwa dirinya hanyalah orang asing di tengah-tengah mereka yang selama ini tidak pernah merasakan yang namanya melahirkan seorang anak ke dunia Jadi untuk apa harus ada yang menghargainya sebagai seorang ibu.
hanya saja kalau seperti begitu terus Respon yang diberikan oleh Andara maka tidak menutup kemungkinan pasti hubungan mereka bakalan begini terus, Andara pasti bakalan selalu menyalahkan dirinya yang hadir di tengah-tengah pernikahan Davina dan Bagas membuat pria itu akhirnya memilih untuk menceraikan Davina.
"Kamu kenapa sih membenci saya, malah ikutan membenci papa kamu? Kalau memang kamu merasa yakin bahwa saya yang salah di sini, oke saya minta maaf! Tetapi tolong jaga juga cara bicara kamu, jangan terlalu kurang ajar seperti itu kan? Saya di sini konteksnya bukan ingin menjadi pihak ketiga ataupun orang yang ingin merebut apapun yang pernah kalian miliki, tetapi di sini Saya hanya ingin meluruskan bahwa pernikahan ini sudah terjadi dan juga tidak ada barang-barang berharga kalian yang sudah saya ambil sejauh ini! "jelas Aulia karena bukan hanya satu orang yang menyalahkan dia Tetapi entah Sudah berapa banyak orang seolah-olah kehadirannya di tengah-tengah pernikahan Bagas dan para istrinya merupakan sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Aulia bukanlah berasal dari pria tersebut.
Andara yang selalu bahwa merasa dirinya itu selalu benar ya Otomatis tidak akan pernah terima dengan alasan yang diberikan oleh Aulia, meskipun sebenarnya terkadang itu sangat masuk akal tetapi karena emosi yang sudah menguasai jiwanya ya Otomatis yang salah tetap salah terus yang benar pun tetap akan menuju kepada yang namanya salah.
"kamu pikir saya bodoh dengan mempercayai semua yang kamu katakan dan juga kamu pikir saya ini merupakan orang yang tidak punya mata untuk melihat sampai-sampai tidak bisa membedakan mana yang salah dan juga yang benar, kamu sih enak ngomong doang tetapi kami yang merasakannya itu rasanya begitu sengsara akibat melihat kedua orang tua kami harus terpisah dan juga tidak mungkin bersama-sama lagi entah nanti ke depan nasib kami bakalan seperti apa jadinya! "ujar Andara sinis membuat Aulia menghela nafasnya kasar karena Percuma saja meladeni orang yang sedang emosi karena nantinya kata-katanya itu nanti bakalan terasa begitu menyakitkan.
__ADS_1
Bagas menarik tangan istrinya itu memberi kekuatan kepadanya dan menenangkan Aulia agar jangan ikut-ikutan merasa seperti apa yang dirasakan oleh dirinya, yang jelas-jelas sedang tersebut emosi Akibat apa yang dikatakan oleh Andara itu benar-benar tidak pakai perasaan dan juga seolah-olah ingin mengadu domba antara dirinya dan juga Aulia.
"Kamu jangan marah ya karena aku benar-benar tidak ada punya niat untuk membuat kamu harus diperlakukan seperti ini, untuk anak ini biar aku yang bakalan mengurusnya tetapi intinya aku mohon kamu percaya dengan apa yang kau katakan tadi! "lirih Bagas penuh permohonan karena ia sangat cemas dengan keadaan kandungannya Aulia dan belum lagi semua yang terjadi belakangan ini pasti istrinya itu sangat merasa tidak nyaman.
"aku baik-baik saja yang mestinya kamu perhatikan yaitu anak kamu itu perbaiki mood-nya dan usahakan ngomong sama dia kalau berbicara dengan orang tua itu harus lebih sopan lagi, dia kalau mau marah-marah kepadaku Ya tidak masalah tetapi jangan berlebihan juga karena aku juga punya mata dan juga telinga yang bisa menyaksikan dan juga mendengarkan semuanya jadi sebelum aku merasa berlebihan dan responku juga ikutan berlebihan lebih baik dia hentikan semua kegilaan itu! "tegas Aulia lalu segera menarik tangan Indira agar ikut dengannya soalnya menurutnya anak sekecil itu rasa-rasanya sudah tidak pantas harus menyaksikan semua kegilaan yang dilakukan di dalam rumah itu.
Andara terlihat tidak terima ketika Indira masuk ke dalam rumah dan pokoknya mengikutinya pulang ke rumah Omanya yang ada Davina di sana, maka dari itu ia pun berlari menarik tangan Indira agar segera ikut dengannya pulang dan tidak usah tinggal bersama papanya yang jelas-jelas tidak membutuhkan keberadaan mereka.
"Indira kamu ikutan Kakak pulang, ngapain kamu masih di sini hanya membuat kita malu? Mereka itu tidak pernah menyayangi kamu dengan tulus, tetapi hanya ingin menunjukkan kepada dunia kalau sebenarnya rumah tangga mereka itu baik-baik saja! "perkataan Andara itu sebenarnya tidak punya dasar sama sekali hanya sejatinya karena anak itu masih baru gede dan juga emosinya masih labil ya mau tidak mau mengatakan hal itu tidak peduli dengan orang-orang sekitarnya .
Indira melototkan matanya tajam ke arah kakaknya itu sebab menurutnya ajakan yang dilakukan oleh Andara itu sangat kurang ajar, padahal jika kakaknya itu berteman baik dan mengenal Aulia maka pastinya ia bakalan mengakui kalau wanita itu lebih sempurna dibandingkan Mama mereka Davina yang selalu sibuk mengurusi dirinya sendiri tidak peduli dengan anak-anaknya.
"Eh kamu anak kecil tahu apa? Dia itu hanya sedang membohongi kamu, tetapi dasarnya dia itu sebenarnya tidak suka hanya ingin menjauhkan kamu dari Papa!"Andara sampai melototkan matanya tajam ke arah adiknya itu yang menurutnya sedikit-sedikit selalu saja membela itu Aulia.
"Ya sudah kalau memang kakak tidak ingin dibohongi pergi saja ikut mama Davina ngapain juga ngotot di sini segala, aku kan tidak pernah memaksa untuk mau tinggal di Sana hanya kakaknya saja yang pengen banget katanya kalau tinggal bareng sama Oma itu bakalan bebas! "setelah mengatakan hal itu Indira pun memilih untuk pergi ke dalam kamarnya sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Aulia Soalnya kalau terus-terusan berada di situ tidak menutup kemungkinan ia dan juga antara pasti bakalan bertengkar dan alhasil pasti nanti dirinya yang sekecil katek itu pasti akan langsung nyonyor.
"Eh aku tuh masih ngomong sama kamu, bisa tidak jangan terlalu melawan kalau masih jadi anak sekecil itu?"omel Andara tetapi adiknya itu memilih untuk tidak peduli sama sekali soalnya kan kalau ngomong terus jika capek pasti bakalan berhenti sendiri dong.
Aulia sebenarnya juga merasakan capek jadi tidak ada niatan untuk menggubris apapun yang dikatakan oleh Andara tadi, hanya saja anak itu semakin diabaikan Semakin menjadi makanya membuat Aulia sejak kebingungan harus pakai cara apa lagi agar Andara bisa menghentikan kegilaannya itu.
__ADS_1
"nanti kamu ngomong saja sama papa kamu tetapi untuk sekarang Tolong jangan membuat kegaduhan di sini, Lagian masalah Kalian itu kan hanya kecil sekali tidak perlu harus dibesar-besarkan seperti ini dan membuat orang lain bakalan mencari tahu sebenarnya kehebohan apa yang telah terjadi di sini. "jelas Aulia malah membuat Andara tidak terima karena wanita itu sudah mengatakan bahwa masalahnya dengan Bagas itu merupakan hal sepele.
"yang bilang masalah aku dan juga Papa itu masalah sepele itu siapa? kamu jangan sok tahu ya dan juga jangan sok mengatur-ngatur kehidupan kamu, dulu sebelum kamu datang kehidupan kami itu lebih tenang dan juga bermakna serta papa lebih perhatian bukan seperti saat kamu datang kamu bahkan dilupakan tidak pernah dihiraukan sama sekali. "omel Andara yang masih belum puas mengeluarkan semua unek-unek yang ia rasakan.
"Nah kalau memang kamu rasa bahwa kehadiran Saya di sini membuat semuanya menjadi kacau walau dan berantakan tidak jelas, ngomong sama papa kamu gimana caranya agar semuanya menjadi aman dan juga sadar diri kalau sebenarnya yang membawa keributan di sini itu bukan saya melainkan kamu. "masa iya Aulia Permata bakalan kalah sama anak yang baru gede seperti Andara itu Bukankah anak-anak seperti begitu harus segera dibuka Jalan pikirannya agar tidak monoton dan malah asik sendiri dengan dunianya yang disangka benar padahal merupakan sebuah kesalahan.
Bagas memilih menarik tangan putrinya itu agar segera masuk ke dalam mobilnya, sebab Ia yakin kalau sampai Aulia Terus meladeni apa yang dikatakan oleh bandara tadi bisa dipastikan kalau kedua wanita itu tidak akan berhenti berdebat sebab keduanya merupakan orang-orang yang sama keras kepala.
Andara ingin sekali berontak dan melepaskan cangkraman tangan Papanya Itu hanya saja ia tidak berani melakukannya ketika Bagas menatap tajam ke arahnya, sedangkan Aulia sudah masuk ke dalam rumah tidak ingin lagi terlibat dengan sesuatu yang tidak bermakna.
"sebelum kesabaran papa habis lebih baik kamu angkat kaki dari sini dan segera pergi usahakan Sejauh Mungkin, kalau sampai kamu datang ke sini hanya untuk mencari masalah kayak tadi lebih baik kamu pikir dua kali sebelum melakukannya karena Papa paling benci anak-anak yang sangat susah untuk diatur! "Bagas mengusir anaknya itu secara tidak langsung ya Meskipun terkesan berlebihan dan juga sangat tidak pantas tetapi mau bagaimana lagi jika kehadiran Andara di situ hanya memancing keributan.
"loh papa kok malah mengusirku? Harusnya yang Bapak usir itu kan wanita sialan itu yang sudah berani-beraninya menghancurkan keluarga kita, kalau seperti begini yang ada dia bakalan senang dong karena aku tidak pernah apa-apa pedulikan sama sekali? "teriak Andara jelas saja tidak terima dengan perlakuan yang didapatkannya dari Bagas itu.
"Rumah ini bakalan memperlakukan tamunya sebaik mungkin jika tamu tersebut juga tahu bertata krama ketika bertamu di rumah orang lain, tetapi Kalau merasa diri selalu benar lebih baik cari saja sesuatu yang bisa membuat kamu selalu benar! papa bakalan terima kamu dengan baik-baik dan juga akan mengajak kamu ngobrol seperti biasanya dengan baik pula, jika memang kamu datang beritikad baik untuk ngomong bukan malah menganggap seperti tadi Memangnya kamu pikir orang bodoh Mana yang mau mendengarkan kata-kata kurang ajar kamu itu? "sarkas Bagas kasar.
"tapi aku ini anaknya Papah dan juga mama ya Otomatis aku juga berhak ada di sini tidak perlu kalian harus memperlakukanku seperti ini dong, Tetapi kalau Papa mengusirku yang ada wanita itu tambah besar kepala dan merasa yakin bahwa posisinya tidak akan pernah tergeser oleh siapapun lagi! "tolak Andara bahwa yang harus diusir adalah Aulia bukan dirinya karena jelas-jelas Ia merupakan anak kandung dari Bagas dan juga mempunyai hak dari rumah itu jadi tidak menutup kemungkinan kalau yang diusir ya harusnya para pendatang seperti itu bukan malah dirinya.
"semua harta yang Papa miliki sudah dibalik namakan atas nama Aulia permata jadi otomatis kita tidak punya apapun lagi, mulai dari sekarang bersikap Baiklah kepadanya jika tidak ingin uang jajan kamu juga ikutan di pangkas. "bohong Bagas selalu segera pergi dari situ menyusul istrinya yang sudah lebih dahulu masuk ke dalam kamar mereka.
__ADS_1