Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Kevin


__ADS_3

Kedekatan Aulia dan juga Kevin mulai terjalin bahkan bisa dibilang mereka sudah tidak bisa terpisahkan lagi karena di mana ada Kevin pasti di situ ada Aulia, awalnya Gadis itu berjanji bakalan tidak akan pernah kenal yang namanya wanita tetapi ketika dirinya dekat dengan Kevin segala macam pemikiran itu langsung hilang pergi begitu saja.


Aulia merasa bahwa Kevin itu berbeda dengan pria yang lainnya karena tidak pernah melakukan hal yang macam-macam apalagi menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan, Namun ternyata semua itu hanyalah kedok yang ditutupi oleh pria itu yang sebenarnya tidak ada niatan untuk mendekati Aulia sedikit saja.


"Jadi gimana Bro kamu sudah berhasil mendekati primadona sekolah ini tidak, kalau memang kamu sudah berhasil Tenang saja uang taruhannya bakalan aku tambah jadi dua kali lipat? " Tanya Deryl yang merupakan cs-nya Kevin.


Pria itu tersenyum sebab menurutnya tidak terlalu susah menaklukkan wanita keras kepala seperti Aulia, karena baru saja ia mengeluarkan jurus rayuan mautnya Wanita itu sudah langsung klepek-klepek.


"Memangnya Sejak kapan seorang gadis bakalan menolak pesonaku, yang ada mereka itu bakalan kejer-kejer menjeritnya hanya karena ingin mendapatkan perhatian dariku?" sahut Kevin penuh percaya diri sampai-sampai tidak menyadari kalau ada seorang gadis yang telah mendengar percakapan mereka itu.


Nina berusaha menarik tangan Aulia agar jangan lagi mendengar semua kata-kata yang menyakitkan telinga itu, sebab dirinya tidak tega ternyata orang yang ia gadang-gadang bakalan cocok dengan Aulia hanyalah seorang pembohong.


"Ayo kita pergi saja dari sini lebih baik tidak usah mendengarkan perkataan mereka, soalnya aku saja tidak sanggup Apalagi kamu yang menjadi objek pembicaraan mereka! "ajak Nina sambil menarik tangan Aulia tetapi gadis itu tetap kokoh pada pendiriannya.


Aulia masih saja mendengar obrolan Kevin dan juga teman-temannya dengan Tatapan yang datar tanpa ekspresi sama sekali, tetapi Percayalah kehancuran pria itu sudah di depan mata sebab gadis yang menguasai seni bela diri itu sudah menghafalkan tangannya berusaha masih tetap stabil kesabarannya.


"Ayo dong Kamu kenapa sih jadi orang melawan sekali, Tidak usah didengarkan Mereka lagi lebih baik hidup saja seperti biasanya daripada ribet!"Nina masih berusaha membujuk Aulia agar enyah dari situ.


Namun tanpa Gadis itu sadari kini Aulia sudah melangkah kepada gerombolan anak muda yang tengah tertawa ngakak, seolah-olah dirinya merupakan suatu barang yang pantas untuk ditertawakan seperti itu.


Bughh


Bughh


Aulia menghajar Kevin dengan tatapan datarnya sampai-sampai pria itu pun tidak sempat buat mengelak, sedangkan teman-teman yang lain tidak ada satupun yang berani untuk melerai karena mereka juga sedikit segan.


Kevin yang sudah jatuh terjungkal ke bawah hanya bisa menatap heran ke arah Aulia sambil mengendap mengerutkan keningnya, tidak mungkin juga kan Aulia mendengar semua pembicaraan mereka tadi kalau memang ia otomatis dirinya dalam masalah besar.


"Kamu kenapa datang-datang terus memukul? Memangnya aku ada bikin salah ke kamu, kalau ada yang ngomong dong jangan langsung bertindak seperti begini?"tanya Kevin seolah tidak memiliki salah sedikitpun.


Aulia tersenyum sinis sebab menurutnya pria yang dikiranya berbeda dari yang lainnya Ternyata Sama Saja, lagian memang jelas semua pria di dunia ini sama saja karena bentukannya mereka saja tidak ada yang berbeda.


"Sekarang kamu pilih masih tetap masuk sekolah di sini atau kamu keluar dari sini secepatnya, karena aku sudah tidak ingin melihat wajah munafik seperti kamu!" Aulia yang mengatakan hal tersebut dengan tatapannya Ya seperti tadi masih tetap tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa sih tiba-tiba datang terus mengancamku seperti ini, apa aku punya salah ke kamu yang ngomong dong biar aku tahu salahku itu ada di mana? "tanya Kevin.


"kamu pilih yang mana Aku tonjok kamu masuk ke dalam UGD atau Kamu langsung masuk ke dalam kuburan, Kamu pikir aku ini wanita cengeng yang kalau dikerjain pria bodoh seperti kamu bakalan menangis darah?"Aulia benar-benar harus menyelesaikan masalahnya dengan pria bodoh itu meskipun Sebenarnya ada rasa penyesalan Kenapa bisa-bisa hanya bisa dipermainkan.


Semua teman-teman Kevin tidak ada yang berani ikut campur dengan urusan yang melibatkan kedua orang tersebut, sebab seluruh penghuni sekolah itu sudah tahu bagaimana watak dari Aulia permata yang bisa dibilang hobinya berantem itu.


"Sebenarnya kamu kenapa sih tiba-tiba datang terus marah-marah tidak jelas seperti begini, aku saja bingung letak kesalahanku itu ada di mana sebab...


"kamu dengar tidak apa yang aku katakan tadi Kalau lebih baik pindah dari sekolah ini sekarang juga atau kamu tidak bakalan pindah sama sekali melainkan pindah alam?"teriak Aulia sampai otot-otot lehernya pun terlihat menegang.


Kevin sudah tidak berani berbicara lagi apalagi ketika Aulia yang sudah terlihat sangat murka kepadanya, ada rasa penyesalan di dalam hatinya Kenapa sampai bisa mengikuti taruhan para teman-temannya dan akibatnya dirinya harus dimusuhi oleh wanita sebaik Aulia.


Tidak semua wanita cantik yang hidup di kota itu bisa menjaga diri dengan benar dan pertama kali yang ia temukan wanita seperti itu yaitu Aulia, sebab wanita itu tidak seperti wanita kebanyakan di luaran sana yang kalau melihat pria tampan bakalan langsung jingkrak-jingkrak kegirangan.


"Aku minta maaf kalau punya salah ke kamu, tetapi Percayalah uang taruhannya belum aku terima sama sekali kok masih sebatas rencana saja!"Kevin berusaha memperbaiki kesalahannya agar mungkin Aulia tidak memusuhinya lagi dan dengan begitu hubungan keduanya bisa kembali lagi baik seperti beberapa minggu belakangan.


Aulia memasang Tata pendetanya sebab menurutnya semua yang dikatakan oleh Kevin itu merupakan bullshit dan tidak ingin Ia percayai, karena tidak ingin masuk ke dalam lubang yang sama lagi yaitu dipermainkan dan juga dibohongi seperti begini.


"Kamu pikir aku itu seperti kamu yang plin-plan dan juga Kamu pikir aku bakalan memaafkan kamu hanya dengan kamu ngomong begitu, keputusanku sudah bulat kalau kamu tidak mau pindah dari sini Ya sudah baiklah aku yang bakalan pindah biar kamu puas!"setelah mengatakan hal itu Aulia pun langsung pergi dari situ tanpa menghiraukan keberadaan Nina yang dari tadi syok melihat sahabatnya yang begitu garang karena sampai bisa-bisanya memukul lelaki sampai model seperti begitu.


Kevin menatap nanar ke arah punggung Aulia yang sudah semakin menjauh sepertinya memang keputusan Wanita itu sudah final, maka dari itu lebih baik dirinya saja yang mengalah dengan pergi dari situ sembari merenungi kesalahan yang ia lakukan.


"Sudahlah Bro Jangan dipikirkan lagi perkataan Aulia dia mah seperti begitu, nanti besok lusa pasti bakalan lupa dan kalau kamu mau minta maaf pasti juga dia bakalan memaafkan kamu! "bujuk Deryl.


"Ini merupakan kali terakhir aku mengikuti kegilaan kalian semua, dan setelah itu tidak akan pernah lagi aku melakukan hal itu. Kalian kalau masih mau sekolah di sini ya terserah tetapi aku bakalan pindah mengikuti kata-kata Aulia, soalnya percuma saja berada di sini Tetapi dia sudah tidak mau lagi mempercayai semua kata-kataku!"Kevin pun langsung masuk ke dalam kelasnya kemudian mengambil tasnya dan pergi dari situ membuat Arni merasa heran ketika pria tertampan di dalam kelasnya pergi.


Mereka semuanya sudah mendengar tentang perkelahian antara Kevin dan juga Aulia lebih jelasnya tentang Aulia yang menghajar Kevin, maka dari itu mereka rasa-rasanya tidak percaya bahwa pria yang terkenal Arogan dan juga pendiam itu malah mengalah terhadap Aulia Padahal jelas-jelas dia bisa melawan.


"Kamu mau ke mana pake bawa tas segala? kalau ini semua gara-gara Aulia jadi kamu memilih pergi lebih baik tidak usah nanti biar soal masalah perempuan itu aku yang bakalan selesaikan, yang penting Intinya kamu tidak boleh kemana-mana karena yang seharusnya pergi dari sekolah ini itu dia bukan kamu!"ujar Arni yang tidak terima kalau pria yang seganteng Kevin itu harus pergi.


Kevin yang mendengar perkataan Arni langsung mendapati wanita itu kemudian meramas sekuat rahangnya sehingga membuat Arni meringis kesakitan, menurutnya wanita itu tidak pantas melakukan apapun untuk menyakiti Aulia karena sudah cukup dirinya yang melakukan kebodohan.


"kamu kenapa? tolong lepaskan aku karena aku melakukan semua ini hanya untuk menolong kamu dan membersihkan kembali harga diri kamu, aku tidak ingin melihat kamu dipermalukan seperti tadi makanya aku membela!"Arni mengatakan hal tersebut sambil Berusaha tetap tenang meskipun rasa sakit itu semakin terasa ketika Kevin menguatkan genggamannya itu.

__ADS_1


"Kalau sampai kamu menyakiti Aulia apalagi mau fitnah ya dengan mulut kotormu ini jangan menyesal akan kubuat kamu berhenti berbicara, dan ini berlaku untuk semua orang di dalam sekolah ini setelah aku pergi dari sini tidak ada yang boleh macam-macam terhadap Aulia karena bakalan berhadapan denganku!"setelah mengatakan hal itu Kevin pun mendorong keras tubuh Arny sehingga membuat wanita itu terjungkal ke lantai sambil meringis kesakitan.


Setelah Kevin meninggalkan Arni teman-temannya pun datang mendekatinya dan mengangkat tubuhnya agar kembali duduk di atas kursi, terlihat pipi kiri dan kanannya memerah akibat remasan yang diberikan oleh Kevin tadi.


"Kan aku sudah bilang jangan menyebut-nyebut nama Aulia pasti bakalan begini jadinya, lagian ngapain sih berurusan dengan orang itu kayak sudah tidak ada pria lain lagi di sini selain dia?"omel Reva.


"Pokoknya aku bakalan bikin perhitungan sama si Aulia karena gara-gara dia Kevin begitu membenciku dan juga aku yakin Kevin pasti bakalan keluar dari sekolah ini, dasar wanita ****** sudah berani-beraninya merebut pria yang aku sukai selama ini dan kali ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi!"gumam Arny monolog.


"Aku sarankan lebih baik kamu belajar dengan benar tidak usah mencari masalah lagi dengan si Aulia itu, karena kalau sampai dia melakukan hal gila seperti tadi lagi aku tidak akan pernah mau membela kamu karena sudah capek setiap kali diingatkan tapi kamu masih saja membangkang!" Tegas Reva.


Kevin yang menuju ke parkiran karena harus pulang ke rumah dan menyuruh orang tuanya mengurus surat pindahnya, menghentikan langkah kakinya ketika melihat Aulia dan juga Nina Tengah duduk di bawah pohon yang berada dekat dengan parkiran itu.


Entah kekuatan dari mana pria itu memilih untuk nekat mendapati ke arah Aulia karena dirinya ingin berbicara dengannya, meskipun dirinya yakin kalau Aulia tidak akan pernah menggubris setiap apa yang ia katakan nantinya.


"Ekhemm!"gumam Kevin membuat Aulia langsung menghentikan obrolannya dengan Nina dan menatap ke arah sumber suara.


"Nina, Ayo pergi yuk soalnya sepertinya PR ku belum selesai deh!"ajak Aulia sambil menarik tangan Nina tetapi Kevin menghalangi jalannya.


"Tunggu dulu! Aku ingin berbicara denganmu jadi, Bisakah kamu mendengarkanku walau hanya kali ini saja?"tanya Kevin sambil menundukkan kepalanya sebab dirinya memang benar-benar tidak enak hati terhadap gadis itu dan Percayalah getaran di dadanya masih tetap sama saat pertama kali bertemu dengan Aulia.


"Aku kan sudah bilang tidak ada yang perlu kita bahas lagi, Jadi untuk apa membuang-buang tenaga?"tanya Aulia Ketus.


"Aku minta maaf atas kebodohan yang sudah aku lakukan tetapi, Percayalah itu hanya ucapan di ujung bibir saja tidak ada keseriusan di dalamnya! Aku juga bakalan pindah dari sekolah ini sesuai dengan keinginan kamu agar kamu percaya kalau memang permintaan maaf ku ini benar-benar tulus dan Aku menyesali semua yang kulakukan, jadi tolong saat aku pindah Nanti Dan suatu saat kita bertemu melakukan aku ya jangan pernah memendam perasaan dendam ini!" lirih Kevin.


Aulia tidak pada niatan untuk menjawab semua perkataan pria itu sebab menurutnya jawaban apa yang harus dia berikan, karena semua terjadi secara tiba-tiba Jadi ia tidak siap untuk respon yang secepatnya tetapi Intinya satu saja yaitu sudah tidak ada niatan untuk bertemu pria itu.


Kevin hanya bisa tertunduk lesu ketika melihat Aulia pergi begitu saja tanpa menjawab perkataannya tadi, sesungguhnya penyesalan itu selalu datang belakangan dan membuat Semua orang pasti bakal melakukan kesalahan di awalnya.


"Bertemu denganmu merupakan anugerah bagiku tetapi kesalahanku padamu merupakan sebuah penyesalan dalam hidupku, suatu saat kalau kita bertemu lagi Percayalah aku pasti tidak akan pernah Mengulangi kesalahan yang sama!"gumam Kevin dalam hati.


Author POV


Semenjak saat itulah Aulia sudah tidak bertemu lagi dengan pria yang bernama Kevin dan juga tidak ada keinginan buat membahas tentang dirinya, sebab menurutnya kalau mengingat pria itu dirinya bakal mengingat perbuatan yang dilakukan oleh Kevin kepadanya di masa lampau.

__ADS_1


Jadi ketika Nina mengingatkan kembali dirinya tentang pria itu otomatis ada rasa tidak nyaman di dalam dirinya Aulia, sampai-sampai dirinya melupakan permasalahan awalnya yaitu ingin minggat dari pantauan suaminya sendiri.


__ADS_2