
Nina hanya tertawa ketika mendengar sahabatnya itu bersungut-sungut dari tadi karena memang sepanjang hematnya Nina setiap pria yang bertemu dengannya awalnya sih terlihat begitu berminat, tetapi rasa minat mereka itu langsung berganti dalam hitungan detik ketika mereka sudah bertemu dengan Aulia.
maka dari itu ia selalu menyebut saingan yang paling terberat di dunia ini yaitu sahabatnya sendiri yang merupakan Aulia meskipun dirinya tahu kalau selama ini Aulia tidak menyukai pria-pria yang jatuh hati kepadanya, tetapi yang namanya saingan ya tetap bakalan terlihat begitu jelas dan Nina juga tidak mempermasalahkannya karena menurutnya semakin Banyak yang naksir dengan sahabatnya itu pertanda bahwa Aulia memang wanita yang berkarakteristik dan juga berkarisma.
"aku kan hanya menyampaikan pendapat guys bukannya mau mencurigai kamu atau melakukan hal-hal yang Membuat kamu emosi, tetapi sepertinya terlihat jelas ya kalau kamu itu memang lagi emosi makanya setiap apa yang aku katakan akan selalu salah di mata kamu? "tanya Nina sambil tersenyum mengejek membuat Aulia mendengus kesal.
Keduanya pun Memilih Untuk Kembali ke hotel tempat mereka menginap tanpa sadar jika sebenarnya pria yang tadi ditabrak oleh Aulia juga menuju ke arah yang sama dengan mereka, Namun karena fokus mereka itu hanya bercerita ngalor ngidul kemana-mana alhasil tidak memperhatikan sekitarnya sampai-sampai tidak sadar Jika ada yang menatap intens mereka terkhusus ke arah Aulia.
"sepertinya aku dan wanita manis itu ditakdirkan untuk bertemu, Soalnya kami sepertinya menginap di tempat yang sama! Ah rasa-rasanya aku tidak boleh bermimpi, Bukankah semoga wanita itu sama saja?" gumam pria itu yang masih tetap ada pendiriannya bahwa wanita itu hanya merupakan makhluk perusak meskipun penampilan dan juga bentuk fisik mereka begitu menggoda Iman tetapi Percayalah wanita yang seperti itu hanya Racun Dunia karena memamerkan kemolekan tubuh mereka tanpa melibatkan perasaan sedikitpun.
"Oh iya kamu merasa tidak Kalau dari tadi itu kita sedang seperti lagi diikuti sama seseorang, tetapi setelah aku perhatikan sekitar sepertinya tidak ada orang yang punya pekerjaan untuk mengikuti orang lain? "tanya Nina penasaran apakah perasaan yang tadi ia rasakan itu juga dirasakan oleh Aulia.
Aulia mengikuti arah pandang sahabatnya untuk memindai keadaan sekeliling dan memang semuanya pada sibuk dengan urusan masing-masing, kecuali pria yang berada di sudut ruangan yang sepertinya telah menatap ke arah mereka dan juga gestur tubuhnya itu seperti tidak asing menurut pengamatannya tetapi ia bingung Siapakah orang itu.
"perasaan kamu kali aja deh mungkin karena merasa di sini banyak orang jadi pasti ada yang sedang memperhatikan kamu, soalnya Coba kamu lihat sekeliling dengan seksama Semua orang tuh pada sibuk dengan ponsel mereka masing-masing Ya mana mau sibuk dengan urusan orang lain? "tanya Aulia sambil terkekeh geli ketika melihat wajah cemberut milik sahabatnya itu.
"kamu mah gitu apa yang aku katakan pasti tidak pernah kamu percaya nanti ada apa-apa baru kamu jangan pernah menyalahkanku ya, soalnya aku sudah mewanti-wanti dari awal tetapi kamu selalu seperti begitu ya terserah kalau nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan Aku tidak akan pernah bertanggung jawab kepada Abah yang di tukang marah itu!"omel Nina sambil memasang tatapan cemberutnya Tapi menurut Aulia itu mah biasa saja mau Nina marah seperti apapun pasti nanti bakalan baik lagi dan akan mencarinya.
"Ya sudah supaya jangan penasaran Siapa yang mengikuti kita lebih baik kita kembali ke kamar secepat mungkin dan juga istirahat, daripada kamu penasaran seperti begini memangnya siapa coba yang bisa menjawab rasa penasaran kamu itu ? "tawar Aulia berharap agar sahabatnya itu lebih rileks dan juga tenang tidak perlu harus mencurigai sesuatu yang tidak patut untuk dicurigai.
"Ya sudah ayo soalnya perasaanku tambah tidak enak nih rasa-rasanya jiwa indra ke 6 lagi beraksi saat ini, Tapi sejak kapan ya aku punya indra keenam? "tanya Nina sembari terkekeh geli.
"Halo ladies kalian menginap di sini? "tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul di belakang mereka membuat Aulia dan Nina begitu terkejut karena suara pria itu tiba-tiba langsung muncul tanpa memberikan salam terlebih dahulu.
"Astaga naga kutu kupat brengsek, Siapa sih yang muncul di belakangku? "respon kaget yang diberikan Nina membuat Aulia ingin sekali tertawa apalagi melihat wajah pria yang begitu tidak enak dipandang ketika mendengar kata-kata umpatan yang dikeluarkan oleh Nina karena respon kaget sebab menurutnya salah juga sih pria tersebut Siapa suruh muncul tiba-tiba.
__ADS_1
"Astaga maaf ya Jika aku mengagetkan kalian Soalnya kalian dari tadi tuh asik ngobrol ya makanya aku langsung menanyakan hal itu, tapi sungguh aku minta maaf karena memang benar-benar tidak ada niatan untuk membuat kalian terkejut? "tanya pria itu yang benar-benar merasa tidak enak hati ketika melihat Nina mengusap pelan dadanya yang terlihat begitu naik turun akibat rasa terkejut yang tidak bisa ia Ekspresikan dengan kata-kata lagi.
"Untung juga ganteng Makanya aku kayaknya mau cancel deh marahnya, Coba saja Kalau penampilannya buluk dan juga burik Jangan harap aku bakalan diam saja!"perkataan Nina itu sukses membuat pria tersebut tersenyum sedangkan Aulia hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah sahabatnya itu yang menurut nya terlalu lebay.
"jadi kita sudah bertemu kembali Bisakah saling berkenalan saat ini, soalnya jangan sampai suatu saat kita bertemu mungkin lebih akrab lagi kalau sudah mengenal satu sama lain? "tanya pria tersebut yang entah mengapa pikirannya dari tadi menjudge bahwa wanita itu merupakan makhluk perusak langsung sirna seketika ketika bertemu dengan Aulia.
"Oh jadi kamu ngikutin kita ke sini untuk mau berkenalan sama kita, Astaga ternyata kamu tuh orangnya sangat Penasaran banget ya Padahal kita mah tidak bakalan kemana-mana Soalnya kita itu mau liburan di sini selama....
"Aduh mohon maaf ya jangan didengarkan kata-kata temanku ini soalnya dia kadang-kadang ada nyeleneh kalau ngobrol, kalau begitu kami permisi dulu ya nanti kalau sudah ketemu lagi baru kita kenalan deh soalnya sekarang benar-benar lagi darurat jadi tidak bisa lama-lama! "Aulia menutup mulut Nina karena menurutnya jika wanita itu keceplosan yang ada liburannya bakalan sangat berbahaya maka dari itu ya segera menyeret sahabatnya itu agar ikut dengannya sebab Biar bagaimanapun harga diri seorang wanita itu harus dipertahankan dan tidak mengumbar rahasia yang akan membuat kehidupan mereka bakalan berubah nantinya.
Nina menarik tangan Aulia kuat karena wanita itu tidak terima dengan perlakuan sahabatnya yang membuat dirinya tidak sengaja mempermalukannya secara langsung di hadapan pria ganteng, kalau Aulia mau marah Ya tidak masalah tetapi setelah nanti dirinya sudah berkenalan dengan pria itu dan juga sudah meminta kontak whatsapp-nya dengan begitu masalahnya bakalan langsung beres.
"kamu itu apa-apaan sih Kok bisa-bisanya langsung menutup Mulutku seperti itu, kalau kamu tidak suka dia mengajak berkenalan Ya sudah kamu pergi saja jangan merespon aku dong kenapa malah kamu nyeleneh seperti itu sih? "tanya Nina Ketus membuat Aulia menghembuskan nafasnya kasar karena sebenarnya dirinya juga merasa emosi dari tadi.
Nina mengerutkan keningnya mencoba berpikir lebih baik lagi dan juga akhirnya mengakui jika apa yang dikatakan oleh Aulia itu tidak ada salahnya, karena memang jika pria itu merupakan pria baik tentu saja tidak perlu harus menguntit mereka seperti begitu Tinggal mengikuti mereka saja dan berbicara secara baik pasti masalah langsung beres.
"loh Aulia Aku kok ditinggal perasaan kita kan Besti dari dulu masa iya kamu tega seperti begitu, Iya aku minta maaf deh karena Mulutku terlalu lancang buat membongkar rahasia kita kepada orang asing tapi aku janji bakalan berubah kok! "Nina mempercepat langkah kakinya agar bisa menyusul Aulia yang dari tadi tidak ada mengeluarkan suara sedikitpun karena memang terlihat wanita itu benar-benar kecewa dan juga marah kepadanya karena mungkin tidak pernah menyimpan rahasia sebaik mungkin.
Aulia menatap sinis ke arah Nina yang terlihat hanya menundukkan kepalanya dari tadi, dirinya tahu jika Wanita itu sudah salah pasti tingkahnya seperti anak kecil yang Takut dimarahi oleh orang yang membuat dirinya emosi.
Namun dirinya juga memaklumi karena sifatnya Nina dari dulu memang seperti itu selalu saja ramah dan juga terpesona ketika bertemu dengan pria tampan, mungkin karena efek belum laku-laku sampai sekarang makanya wanita itu terlihat lebih getol berbeda dengan dirinya yang merasa Jengah ketika selalu ada yang mendekatinya kapan saja padahal dirinya sedang tidak dalam proses mencari pasangan hidup ataupun pasangan untuk ngobrol.
"Ya sudah aku juga minta maaf karena tadi langsung main tarik kamu begitu saja padahal Kalian berdua lagi ngobrol, hanya saja aku minta Lain kali kalau seseorang bertanya tentang kita ngomong saja kalau kita itu hanya kebetulan singgah nanti juga pasti bakalan langsung balik lagi biar dia tidak mencari tahu! "nada bicara Aulia kali ini lebih rendah sebab Biar bagaimanapun untuk apa memarahi Nina jika maksud dan tujuan wanita itu tidak ingin menjerumuskan dirinya ke hal-hal yang tidak baik.
Pria tadi ditinggalkan oleh Aulia dan juga Nina pas waktu meminta untuk kenalan dengan mereka berdua hanya bisa tersenyum, dirinya suka cara Aulia yang terlihat begitu waspada ketika bertemu dengan orang asing Apalagi itu seorang pria.
__ADS_1
"Ternyata dia berbeda dari wanita yang lain Soalnya kalau wanita lain ada pria yang mengajak berkenalan pasti bakalan langsung merespon dengan begitu wow, Tetapi dia bukannya merespon malah pergi tanpa pamit seperti itu membuat aku begitu penasaran siapa sih sebenarnya gadis cantik itu? "gumam pria tersebut yang berjanji bakalan mencari tahu tentang wanita yang ia temui dua kali ini yang selalu saja menghindar darinya padahal gelagatnya tidak menunjukkan bahwa ia merupakan pria Kurang ajar.
"Halo selamat malam Mister Arsen Valland, Wah ini merupakan sebuah keberuntungan untuk saya karena bisa menemui orang sepenting anda di tempat ini! "siapa seorang pria paruh baya yang kebetulan bertemu dengan Arsen di lobby hotel tersebut.
Pria yang dipanggil namanya tentu saja langsung menoleh ke arah sumber suara dan hanya bisa menghela nafasnya kasar, sebab menurutnya dirinya datang ke hotel ini untuk beristirahat bukan untuk membahas pekerjaan apalagi bertemu dengan kolega bisnisnya .
"Ah iya tuan Budi Sanjaya, kalau memang saya tidak salah ya pasti namanya itu kan? "tanya Arsen penasaran sebab kolega bisnisnya itu bukan hanya satu jadi kalau mau mengingat mereka semua otomatis dirinya harus punya daftar nama.
"Wah ternyata daya ingat Anda sesuai dengan kemampuan anda dalam berbisnis, bisakah kita membahas kerjasama ya walau hanya 10 menitan tentang keponakan saya yaitu merupakan Rival Anda juga yaitu Bagas Sanjaya?"tanya Budi penasaran karena memang selama ini dirinya ingin sekali bertemu dengan Arsen tetapi karena jadwal pria Indo Jerman tersebut sangat sibuk makanya susah sekali untuk bisa bertemu dengannya maka dari itu ketika kesempatan ini ada tentu dia tidak akan menyia-nyiakannya.
Arsen hanya bisa menghela nafasnya kasar karena menurutnya pasti setiap kali bertemu dengan Budi pembahasannya akan beralih ke arah Bagas, dan dirinya juga ketika ada orang lain membahas soal Bagas pasti bakalan sedikit antusias karena menurutnya pria sombong seperti Bagas itu harus ia buat mati kutu supaya tidak terlalu percaya diri menjadi seorang pebisnis yang sukses.
"Kebetulan sekali saya juga lagi free dan mungkin 15 menit dari sekarang saya punya waktu Tetapi setelah dari itu saya harus kembali ke kamar hotel karena butuh istirahat, kalau begitu ayo kita ke ujung sana untuk membahas apa yang anda inginkan dibahas tapi kalau bisa jangan berbelit-belit karena waktu saya bukan hanya mengurusi keponakan Anda yang tidak berguna itu! "ujar Arsen yang nada bicaranya begitu datar dan juga tanpa ekspresi ketika bertemu dengan orang lain.
Budi tentu saja begitu bahagia ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Arsen barusan,karena dengan begitu pasti apa yang ia harapkan bakal menjadi kenyataan.
"Jadi,apa yang ingin anda bahas?" Tanya Arsen sambil menaikan alisnya sebelah.
"Apakah anda tahu,bahwa Bagas sudah menikah lagi dan kali ini dengan wanita yang lebih muda?" Tanya Budi penasaran.
Arsen mengerutkan keningnya karena menurutnya jika pria itu mengajaknya bertemu hanya untuk membahas hal-hal yang tidak penting rasanya sudah membuang-buang waktunya, Kalau memang bagus menikah yaitu urusan pria itu karena yang memberi makan istrinya nantinya adalah Bagas sendiri bukan orang lain.
"Terus menurut anda saya harus pergi ke rumahnya Bagas dan menceramahi dia agar berhenti untuk doyan kawin, kalau saya melakukan hal itu sekarang pertanyaannya keuntungan apa coba yang saya dapatkan nanti? "tanya Arsen Jengah.
"katanya dia lagi ada masalah dengan istri mudanya karena istrinya itu sedang minggat dan ini laporan saya dapatkan dari orang terdekatnya, maka dari itu saya sarankan ketika sekarang dia lagi sibuk mencari istrinya Kenapa anda tidak diam-diam mulai menyusup masuk ke dalam perusahaannya dengan begitu mungkin sebagian sahamnya kita bakalan bisa dapatkan?"tanya Budi menjelaskan maksud tujuannya berbicara dengan Arsen saat ini.
__ADS_1