
Nina menatap kesal ke arah Aulia sebab menurutnya sahabatnya itu sangat tidak kooperatif sekali hari ini, masa iya ketika ia diledek anaknya Aulia seperti itu tetapi terlihat Aulia santai saja seolah-olah apa yang dilakukan oleh Indira itu merupakan sebuah hal yang sangat benar sekali.
"kamu kok malah tertawa sih, bukannya menegur anak kamu supaya berhenti meledekku? Terus kamu lagi si tua bangka Kenapa sih harus mengganggu kehidupanku sekarang, kalau kamu mau jalan ya sudah pergi saja jangan mengganggu kehidupanku dong soalnya aku kan tahu mana yang barang bagus dan juga yang merupakan barang palsu? "omel Nina kesal karena menurutnya Dimas itu sudah datang mengganggu kehidupannya dan juga ketenangannya padahal jelas-jelas yang sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.
Dimas menatap tidak suka ke arah Nina yang menurutnya sudah menjatuhkan harga dirinya sampai segitunya, padahal Ia jelas-jelas sedang menaruh perhatian kepada wanita tersebut tetapi sepertinya tidak dihargai sama sekali karena terbukti Nina lebih care terhadap Andra.
"sudah biarkan saja soalnya orangnya kan memang seperti itu, yang penting intinya ada aku yang tidak akan pernah membiarkan kamu kenapa-napa! "bujuk Andra sambil tersenyum membuat Nina yang ingin sekali memarahi Dimas langsung mengurungkan niatnya tersebut.
__ADS_1
"Ya benar sekali apa yang kamu katakan itu, karena memang aku juga sedang tidak ingin berantem sama seseorang hanya membuang-buang tenaga dan juga pikiran! "ujar Nina santai memilih tidak peduli dengan perasaan yang tengah dirasakan oleh Dimas yang sangat tidak suka melihat kedekatan antara Andra dan juga Nina yang jelas-jelas menyiratkan kalau Andra itu merupakan Rival di dalam selimut.
"Kamu kenapa ngelihatin aku seperti itu, jangan bilang kamu lagi menye-menye dan juga ngomong yang tidak jelas? Eh asal kamu tahu ya aku ke sini itu untuk mau liburan bukan mau bertemu dengan orang-orang aneh seperti kamu, dan itu lebih baik kamu pedulikan majikan kamu yang dari tadi sepertinya sedang kesemsem kayak orang lagi kerasukan jin berjalan! "omel Nina membuat Dimas Ya jelas aja tidak terima karena apa salahnya sampai wanita itu memarahinya layaknya seperti penjahat yang tidak pantas untuk dihargai sama sekali.
"Ayo kita pergi kencan tetapi kencannya bertiga tidak ada kata tapi ataupun menolaknya, karena kalau sampai kamu menolaknya aku bakalan melakukan sesuatu dengan caraku tanpa bisa kamu duga sedikitpun! asal kamu tahu saja kalau memang kamu membanggakan diri kamu sebagai anak seorang Perdanakusuma, maka di sini aku tegaskan kalau tidak pernah merasa takut dengan beliau karena anaknya masih utuh dan tidak kurang sesuatu apapun anggota tubuhnya! "tegas Dimas Jengah sampai-sampai Bagas menatap tidak percaya ke arah asistennya Itu sebab sudah berani-beraninya mengajak seorang wanita berkencan tepat di hadapannya Padahal selama ini itu Dimas terkenal sangat dingin dan juga susah sekali untuk bisa diajak ngobrol serius.
"Kamu yakin mau ajak dia kencan? Kamu yakin tidak ada wanita lain yang lebih bagus lagi selain dia, atau kamu memang benar-benar pikun atau rabun dekat sampai tidak sadar merek Seperti apa wanita ini?" tanya Aulia yang bukan yang ingin menjatuhkan Harga Diri nih Nah hanya saja ia merasa tidak suka kalau sampai Dimas berdekatan dengan Nina karena menurutnya sikap Dimas itu hampir sama dengan Bagas suaminya yaitu menyebalkan dan juga pendiamnya itu yang sangat bikin orang lain merasa emosi sendiri.
__ADS_1
"Astaga Aulia kamu kok tega seperti begitu sih, seharusnya kamu mengangkat harga diri sahabat kamu ini dong bukan Malah menjatuhkannya seperti itu? Wah kalau seperti begini jangankan mendapatkan jodoh anakmu udah aki-aki saja pasti bakalan pikiran, karena mereka pasti bakalan menyimpan memori stigma buruk tentangku karena sahabatku sendiri yang menjatuhkannya! "omel Nina membuat Aulia tertawa sebab menurutnya sahabatnya itu sepertinya sudah sangat bucin tetapi pertanyaannya kepada siapa antara Dimas atau Andra.
"saya melarang kalian kencan bertiga Karena saya takut nanti ada hal-hal yang tidak disukai Ataupun mungkin percekcokan yang membawa-bawa keluarga Sanjaya, karena mengingat kalian berdua itu merupakan pegawai dari keluarga kami dan juga bisa dibilang merupakan orang terdekat! jadi Tentukan saja Nina Kamu mau pilih yang mana Kalau kamu mau kencan dengan Dimas Ya sudah pergi Andre tidak boleh komentar dan kalau misalnya Nina memilih Andra maka otomatis Dimas tidak boleh komentar, saya yang menjadi saksi di sini keputusan kamu malam ini juga dan ingat satu lagi tidak boleh membantah apalagi berbicara panjang lebar karena saya yang memberi perintah! "tegas Bagas karena menurutnya Jika ia tidak mengatakan hal itu ya otomatis semuanya bakalan tetap seperti itu tidak ada perubahan sama sekali.
Nina mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Bagas itu, karena menurutnya Iya sama sekali tidak ada niatan untuk berkencan dengan Dimas jadi kalau mau mengambil keputusan rasa-rasanya hanya membuang-buang waktu percuma.
"Saya tidak ada niatan kok buat pergi berduaan dengan dia, karena memang dari awal saya tidak merasa dekat dengannya Apalagi sedang melakukan PDKT! Jadi kalau misalnya dia mengajak kencan seperti itu tentu saja orang bodoh yang akan menyanggupinya,karena dari awal tidak ada perasaan lebih yang saya rasakan untuk siapapun apalagi status saya yang single!" ujar Nina penuh percaya diri karena memang seperti begitulah kenyataannya karena ia bukan baru sekali bertemu dengan Dimas tetapi sudah berkali-kali tidak ada komitmen yang serius setiap kali mereka bertemu yang ada itu hanya perdebatan yang membuat Nina merasa Jengah sendiri dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Dimas.
__ADS_1
Andra sebenarnya tidak ingin memanas-manasi Dimas hanya saja ketika waktu itu ia sempat meminta akun media sosial milik Nina, maka dari itu ia sempat melihat wanita itu memposting ketika dijemput oleh Aulia ya makanya Tidak ada salahnya ketika ia bersedia mampir di situ mungkin bisa lebih dekat dengan Nina atau tidak punya teman di kota Bandung supaya suatu saat ketika ia bermain di sana bisa ada yang membantunya menjelaskan soal tata letak dari kota tersebut.
"kalian kalau mau berdebat terus saya sudah selesai makan kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya, silakan atur kedua manusia ini kalau memang rasa tidak mampu sama sekali ya sudah usir pulang saja! "ujar Andra yang sudah tidak peduli soalnya capek juga sih masa iya pergi kencan harus rame-rame Memangnya dikira lagi pergi demo?