
Safira kini sudah sadar dan merasa heran ketika ia berada di sebuah pondok kecil yang tidak ada siapa-siapa di sekitarnya, padahal seharusnya ia masih berada di dalam mobilnya tidak pergi ke manapun dan juga tidak sedang bertemu dengan siapapun.
sebab Tadi seingatnya ia sedang mengikuti mobilnya Savero untuk menuntunnya menuju ke salah satu pusat perbelanjaan karena Arsen yang menyuruh pria itu mengatakan semuanya kepadanya, tetapi sekarang kalau ia berada di sini rasa-rasanya sangat mustahil dan juga tidak masuk akal karena kok bisa-bisanya yang tadinya berada di dalam mobil tiba-tiba sudah berada di luar dan lebih parahnya lagi di dalam sebuah gubuk reot.
"Aku Kok bisa ada di sini, perasaan tadi kan masih di dalam mobil ku? Terus siapa yang membawaku ke tempat ini, apa ada orang yang memang menculik ku dan melakukan semua ini kepadaku?"gumam Safira dalam hati karena benar-benar merasa stres takutnya jangan sampai itu semua yang ia pikirkan benar-benar menjadi kenyataan maka dari itu dirinya Tentu saja tidak bisa menerima semua kejadian ini secara tiba-tiba.
hanya bersyukur saja para penculik itu sudah pergi meninggalkannya dengan tanpa mengikat kedua kaki dan tangannya maka dari itu ia bisa bergerak dengan bebas, hanya saja tempat itu hanya diberi penerangan sebuah lampu Pelita kecil Lalu setelah itu tidak ada apapun lagi di sekitarnya dan lebih parahnya lagi tidak ada bunyi kendaraan apalagi ada rumah-rumah warga.
Safira melangkahkan kakinya keluar dari gubuk tersebut meskipun ada perasaan was-was dan juga sedikit merinding dengan keadaan yang gelap gulita, hanya saja wanita itu ingin memastikan kira-kira mobilnya ada di mana namun percayalah semua di luar itu hanya gelap tidak ada tanda-tanda kehidupan maka dirinya Terasa seperti sedang berada di hutan belantara atau bisa dibilang jantungnya hutan maka dari itu tidak ada namanya kehidupan manusia yang ada Hanya binatang liar dan juga hewan melata.
"Aduh Tuhanku kenapa aku bisa terdampar di tempat ini Terus siapa yang bisa membawaku ke sini, kalau memang Dulu aku pernah melakukan kesalahan tolong ampuni aku tetapi pulangkan aku sekarang juga karena sumpah ini sangat menyeramkan. "lirih Safira ingin menangis tetapi rasa-rasanya air matanya itu tidak mau keluar kemudian ingin berdiam diri tetapi rasa-rasanya ingin sekali lari dan juga mencari pertolongan karena dirinya tidak mungkin Hanya berdiam di situ pasrah untuk menerima ajal menjemput sebab pikirannya hanya ingin hidup kemudian melanjutkan semua keinginan yang ada di dalam dirinya tanpa mengurangi apapun.
Derth derth derth
"Ih itu kan suara ponselku, Ya Tuhan terima kasih ternyata benda itu masih ada padaku sekarang? "Safira sengaja memberikan ponsel Safira tetap kepada Tuannya tidak ada niatan untuk menyita benda persegi tersebut karena ia ingin membuat sebuah perjanjian secara lisan kepada wanita itu agar tidak Mengulangi kesalahan yang sama karena kalau tidak ia bakalan nekat.
"ini nomor asing Punyanya siapa ya Kok bisa-bisa menghubungiku di saat seperti ini, tidak tahukah dia kalau aku lagi bingung dan juga sedang ingin berlari Tetapi kalau ada yang menelponku jangan sampai memang mereka orang baik? "Safira tersenyum penuh bahagia dan dengan antusias akhirnya mengangkat panggilan tersebut.
""ya Halo ini dengan siapa ya Bisakah kalian datang menjemputku aku janji bakalan memberikan apapun yang penting intinya Tolong keluarkan aku dari hutan belantara ini, Percayalah tempat di sini itu sangat menyeramkan dan aku tidak ingin terlalu lama berada di sini lama-lama hidupku bakalan langsung hilang!"Safira tidak ingin lagi menunggu orang dari seberang menjawab pertanyaannya yang penting intinya ia langsung memberikan perintah terserah mereka mau mengabulkannya yang penting intinya sudah menyampaikan semua harapan yang ada di dalam hidupnya beberapa menit terakhir yang penting orang lain mendengarkan itu sudah lebih dari cukup Terserah mau ditaruh di mana hati nurani manusia-manusia itu yang penting intinya mereka tidak langsung mematikan telepon ketika Safira mengatakan semuanya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan di sana? apa sangat manis atau romantis atau mungkin kamu ingin berlama-lama di tempat itu, Ya sudah kalau memang kamu masih ingin berlama-lama di situ terserah Tetapi kalau kamu ingin pulang kita harus membuat perjanjian terlebih dahulu! "tawar orang dari seberang membuat Safira mengerutkan keningnya karena dirinya sepertinya mengenali suara itu hanya saja pernah bertemu dengannya Entah di mana ia juga masih belum terlalu mengingat dengan jelas.
"Maaf ini dengan siapa ya, terus tau dah nomor ponselku dari siapa? "Tanya Safira penasaran membuat pria di seberang itu hanya tertawa karena merasa lucu dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Safira seolah-olah tawaran yang ia berikan tadi itu bukanlah apa-apa baginya.
"Jadi ceritanya tawaran saya tadi tidak berguna untuk kamu, Ya sudah baiklah silahkan Nikmati hidup kamu di tengah hutan kalau memang merasa lapar silahkan pergi berburu dan meramu yang penting Intinya kamu kenyang!"ujar pria itu hendak mematikan telepon saat ini juga.
Wait...
"Eh aku bukannya menolak tawaran yang kamu katakan Tetapi hanya sedang penasaran kira-kira saat ini sedang berbicara dengan siapa, kamu jangan sesitif seperti begitu dong memangnya siapa yang menyuruh kamu membawaku ke sini dan sekarang kamu malah meninggalkanku entah mau mati atau hidup Aku pun tidak tahu sama sekali? "omel Safira tidak terima tetapi pria di seberang itu rasa-rasanya sebuah hatinya terbuat dari batu Bukan daging dan juga darah karena bukannya kasihan ia malah tertawa.
"Eh kamu kok malah tertawa bukannya menjawab apa yang aku tanyakan tadi, oke sekarang pertanyaan kamu bakalan aku jawab kalau aku ingin pulang ke sini dan terserah apapun persyaratan kamu aku bakalan memenuhinya tetapi tolong jemput aku sekarang juga! "Safira sudah tidak peduli lagi jika persyaratan itu mau merugikannya sekalipun yang penting intinya dia tidak mau mati sia-sia di tempat itu.
"Jangan pernah ada niatan untuk mendekati majikanku yaitu Arsen Valland dan juga jangan pernah bermimpi untuk menjadi Nyonya kami, cukup tadi saja kamu melakukan hal gila dengan membuat dia merasa tidak nyaman Tetapi kalau besok lusa kamu mengulangi hal yang sama kali ini bukan mengantarkan kamu kepadaku reot itu tetapi langsung mengantarkan kamu kepada pencipta kamu!"ujar Savero dengan nada yang dingin dan juga tegas membuat Safira bergidik ngeri karena sepertinya ancaman pria itu sedang tidak benar-benar main-main karena terdengar begitu serius.
"Oh Tuhan jangan bilang Kamu pria yang tadi menyuruh aku untuk mengikuti mobil kamu dari belakang supaya mau mengantarkan aku ke pusat perbelanjaan, karena itu semua yang kamu katakan bahwa adalah perintah dari majikan kamu Ternyata kamu sudah membohongiku dan melakukan ini semua kepadaku?"tanya Safira penasaran karena memang hanya orang-orang itu saja yang menjadi bahan ingatannya saat ini kalau yang lain sepertinya rasanya tidak mungkin karena ia tidak pernah berniat mengejar seorang pria setelah bercerai dari Bagas.
Kalau soal Budi ya itu merupakan sebuah keharusan karena dirinya selama ini sudah berhubungan dengan pria itu bertahun-tahun dan kemudian gara-gara Janji Manis Budi lah yang membuat dirinya tega menduakan Bagas, Namun semua sudah terjadi karena buktinya mau dirinya setia seperti apapun Ia tetap bakalan diceraikan soalnya Devina pun mengalami hal yang sama meskipun wanita itu tidak pernah neko-neko di luaran sana tetap saja Bagas bakalan menceraikannya meskipun sudah memiliki anak dua orang dari wanita itu.
"yah kalau sudah tahu tidak perlu harus saya jelaskan lagi kan yang penting Intinya kamu sanggup tidak dengan persyaratan yang saya sampaikan itu, karena kalau tidak saya juga tidak akan pernah berniat untuk menjemput kamu Terserah kamu mau meloloskan diri atau lebih memilih untuk pasrah dengan kematian di tempat itu? "jelas Savero karena waktunya bukan hanya untuk meladeni Safira saja dirinya masih punya pekerjaan lain lagi tidak melulu harus mengurus keperluan orang lain yang jelas-jelas tidak mendatangkan keuntungan baginya yang ada hanya membuat pikirannya menjadi Mumet dan juga tidak beraturan jadinya.
__ADS_1
"Memangnya ada yang salah kalau saya mendekati majikan kamu itu soalnya dia juga tidak keberatan kok, Buktinya dia sudah menyuruh kamu untuk menyiapkan apapun yang nanti kami butuhkan? Jadi orang kok susah sekali sih mengerti dengan kemauan orang lain dan lebih mementingkan diri kamu sendiri, kalau memang kamu tidak nyaman ya sudah tidak usah pedulikan sama sekali Anggap saja kalau saya tidak ada di sekitar kamu kan? "omel Safira yang mengira kalau Arsen itu menyukai dirinya hanya saja Savero yang sengaja menghalang-halangi mereka berdua agar tidak bisa bersatu.
"Yang bilang kalau majikanku itu tidak keberatan untuk berhubungan dengan wanita seperti kamu itu, siapa? Seharusnya kamu sadar kalau Apa yang kamu pikirkan itu sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan, sebab yang ada dia yang menyuruh saya untuk menyingkirkan kamu karena sudah mengganggu kehidupannya! "Jelas Savero yang di dalam perkataannya itu tidak ada nada bercanda sedikitpun apalagi mencoba untuk membohongi Safira.
Safira tertegun ketika mendengar penjelasan dari safero barusan dan juga tidak percaya jika selalu dirinya mendapatkan penolakan dari orang-orang sekitarnya, sekarang pertanyaannya itu kekurangannya terletak di bagian mananya Bukankah ya cantik kemudian kriteria sebagai wanita pemuas pun dirinya dapat tetapi kenapa perkataan pria di seberang itu seolah-olah memang benar seperti itulah kenyataannya.
"tapi sepertinya dia menyukaiku soalnya Sewaktu aku ajak ngomong ya tidak terlalu begitu banyak penolakan yang dilakukan, jadi menurutku kamunya saja yang terlalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu karena aku yakin apa yang aku pikirkan itu pasti benar. "tegas Safira yang tetap pada pendiriannya kalau Arsen itu sebenarnya menyukainya hanya saja orang-orang di sekitarnya yang tidak menyukai keberadaan dirinya.
"asal anda tahu saja ya kalau dia itu sangat mencintai dan menyukai wanita yang bernama Aulia permata dan juga berstatus sebagai istri dari Bagas Sanjaya, Tentu saja Anda pasti tidak asing kan dengan nama itu jadi lebih baik sadar dirilah dan juga jangan mempermalukan diri sendiri! "Safira yang mendengarkan perkataan itu mendadak menjadi lemas ketika karena sepertinya pesonanya memang tidak bisa mengalahkan keberadaan Aulia di sekitar orang yang dekat dengannya ataupun orang-orang yang sebenarnya ingin sekali ia rebut dan juga mendapatkan perhatian dari mereka.
"Baiklah kalau memang seperti itu tolong datang jemput aku dan kirim aku kembali ke rumah, aku janji tidak akan pernah berhubungan ataupun mencari perhatian kepada majikan kamu itu!"Safira pasrah sudah tidak ingin mempermalukan diri jika akhirnya Arsen lebih memilih Aulia sebab dulu saja dirinya yang berstatus sebagai istri tetap saja dicampakkan karena bekas lebih memilih Aulia apalagi ini terjadi kepada Arsen yang jelas-jelas dirinya sendiri yang menyimpan perasaan kepada pria itu.
"sepertinya untuk malam ini saya tidak bisa melakukannya karena di sini lagi hujan deras dan jalan menuju ke sana itu jaraknya bukan dekat, Jika Anda bertanya Kenapa kita berbeda cuaca Anggap saja ini merupakan sebuah keberuntungan karena malam ini mungkin anda bisa menyatu dengan alam secara langsung!"Savero langsung mematikan panggilan tersebut karena untuk apa juga mendengarkan jawaban dari Safira jika akhirnya dirinyalah yang harus mengambil keputusan bagi wanita itu.
Davina malam ini rencananya ingin sekali bertemu dengan Safira untuk mencari tahu sebenarnya Kenapa wanita itu tiba-tiba pergi meninggalkannya padahal pembahasan mereka belum selesai, Sesampainya di sana terlihat hanya mobilnya Safira terparkir di depan rumahnya atau lebih tepatnya di depan kos-kosannya tetapi di dalam rumah tampak gelap gulita seolah-olah tidak ada orang di dalamnya.
"ini Safira tidak mampu bayar listrik atau apa ya sampai-sampai mobilnya ada tetapi lampu dalam rumahnya mati, kalau sudah seperti begini lebih baik jual saja mobil itu supaya mungkin bisa bikin usaha kemudian modal untuk hidup daripada jadi gembel dengan ingin tetap mempertahankan gaya hidup? "gumam Davina sambil menggelengkan kepala karena Safira itu lebih mementingkan harta duniawi daripada kepentingan diri sendiri.
"Safira kamu ada di dalam kan, Kalau bisa tolong bukakan pintu dong soalnya Ada hal penting yang ingin aku bicarakan! "teriak Davina tetapi Percayalah hanya suara jangkrik dan juga kodok yang menjawab panggilan dari wanita itu sebab empunya rumah tidak merespon sedikit pun.
__ADS_1
Davina jadi bosan sendiri karena dirinya sudah celingakan ke sana kemari tetapi tetap saja tidak bertemu dengan Safira, Padahal setahunnya kemarin sore saat mereka bertemu wanita itu tetap menggunakan mobilnya dan kenapa sekarang mobilnya ada tetapi orangnya tidak ada sama sekali di tempat.
"Safira Tolonglah cepatlah bangun supaya kita bisa ngomong, Masa iya baru jam 09.00 malam kamu sudah tertidur? "teriak Davina penuh permohonan.