
Nina sebenarnya tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu karena seperti membenarkan sikap yang ditunjukkan oleh Bagas, padahal dirinya hanya ingin menjalin silaturahmi agar Aulia tidak merasa sendirian di dunia ini Dan juga agar Aulia sadar kalau sampai kapanpun mereka adalah sahabat sejati dan tidak akan pernah terpisahkan sama sekali.
"tapi aku merasa itu sikapnya terlalu berlebihan dan mengekang kebebasannya Aulia, padahal seorang wanita itu memang sadar posisinya sudah menikah hanya saja tidak ada salahnya kan kalau bergaul dengan sahabatnya? Jadi orang kalau terlalu over protektif Percayalah pasangan itu bakalan merasa bosan dan akan mencari objek yang baru, sebelum hal itu terjadi harusnya sadar diri dan tidak Mengulangi kesalahan yang sama lagi karena penyesalan itu pasti bakalan datang terakhir! "jelas Nina tetap pada pendiriannya bahwa sikap Bagas itu terlalu berlebihan memperlakukan Aulia layaknya seseorang yang tidak pantas untuk bergaul dan juga menikmati udara bebas di luar sana.
"Apa yang kamu pikirkan itu tidak ada salahnya sama sekali karena memang seorang suami tidak boleh terlalu mengekang istrinya setelah menikah, karena Biar bagaimanapun wanita juga perlu yang namanya kebebasan ya bukan bebas dalam arti apapun Hanya saja mungkin bebas dalam arti seperti menyiapkan keperluan rumah tangga terus ada yang kurang ya mungkin dia bisa memenuhinya! "jelas Rahayu yang sedikit menjeda perkataannya karena ingin melihat kira-kira bagaimana Respon yang akan diberikan oleh Nina nantinya.
"hanya saja semua suami di dunia ini terkadang tidak bisa kita menuntut harus sesuai dengan apa yang kita inginkan, mungkin mereka akan berubah pikiran atau mungkin berbeda pendapat itu semua kan masih di batas wajar karena menyatukan kedua orang yang memiliki sifat yang bertolak belakang dalam sebuah hubungan itu sebenarnya perkara yang sangat sulit dan terkadang harus membutuhkan waktu bertahun-tahun kalau semakin cocok ya hubungan itu bakalan sampai maut memisahkan Tetapi kalau tidak cocok di tengah jalan ya akhirnya mereka bakalan berpisah meskipun sudah punya anak dan juga sudah menikah selama bertahun-tahun! "sambung Rahayu lagi membuat Nina paham kalau sebenarnya Bagas hanya ingin menunjukkan kepada Aulia bahwa istrinya itu dilarang untuk terlalu bebas bertemu dengan para sahabatnya dan juga dilarang terlalu mementingkan para sahabatnya dibandingkan suaminya di rumah.
"kalau seperti begitu lebih baik aku menikahnya sama Abizar saja deh soalnya sepertinya kami sangat cocok, dianya tidak peduli aku mau ngapain di luar sana dan aku juga tidak pernah peduli dia mau berbuat apa saja! "ujar Nina membuat Rahayu menggelengkan kepalanya sebab menurutnya kalau anaknya itu menikah dengan Abizar pasti apa yang terjadi antara Bagas dan Aulia masih biasa saja seperti yang ada mereka berdua pasti bakalan sangat luar biasa.
"sekarang pertanyaannya kamu Cocok tidak sama Abidzar, soalnya baru bertemu beberapa detik saja terus baru saling menelpon beberapa menit lamanya sudah emosi seperti itu? apalagi nanti kalau misalnya kalian jadi menikah dan tinggal serumah Percayalah itu apa pasti bakalan jebol setiap saat, soalnya semua orang yang di dalam rumah itu nada bicaranya selalu setinggi langit tidak pernah mau merendah! "jelas Rahayu membuat Nina menatap kesal ke arah Mamanya itu yang selalu saja tidak mendukung apapun yang ia katakan.
__ADS_1
"kalau begitu lebih baik aku tidak usah menikah sama sekali kan, daripada menikah akhirnya nasib sama seperti Aulia nanti siapa yang bakalan menjaga kami berdua! "ujar Nina membuat Rahayu memilih untuk meninggalkan anaknya itu daripada setiap kali berdekatan dengan Nina pembahasannya bakalan nyeleneh semua dan terkadang sangat tidak masuk akal.
"nah tuh kan setiap kali aku menang pasti Mama bakalan kabur, padahal Apa sih yang membuat semua perkataan yang aku katakan itu selalu salah di mata Mama? "omel Nina kesal.
Bagas dan juga Aulia kali ini Tengah duduk santai sambil melihat si kecil Indira sibuk dengan wahana permainan yang ada di pusat perbelanjaan itu, Sedangkan Dimas hanya memantau mereka dari jauh takutnya Jangan sampai ada orang-orang yang bermaksud jahat kepada pasangan suami istri itu.
Aulia sebenarnya merasa kasihan kepada Dimas Yang sepertinya tidak akan pernah bisa mencarikan jodoh untuk dirinya sendiri, karena buktinya tiap hari dirinya melihat pria itu selalu menguntit di belakang suaminya sampai-sampai tidak punya waktu untuk diri sendiri.
"jangan sibuk dengan urusan manusia satu itu terserah dia mau cari jodoh ataupun jadi perjaka tulen selamanya pun tidak masalah, yang penting Intinya kamu harus memperhatikanku terus sampai selama-lamanya tidak usah pedulikan orang lain apalagi orang itu adalah Dimas yang jelas-jelas bisa mengurusi dirinya sendiri! "tolak Bagas membuat Aulia tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana dan memilih untuk menyusul di masjid serta duduk di sampingnya membuat Bagas Ya tentu saja tidak terima dong.
"istriku ini memang sangat-sangat keterlaluan gue bisa-bisanya dia malah duduk di samping pria lain, karena kalau nanti ada pengunjung salah paham kepadanya dan mengira Dimas adalah suaminya terus statusku nanti gimana? dia kan tahu sendiri kalau sekarang suaminya ini hanya punya satu istri saja tidak ada yang namanya dua ataupun tiga, jadi dia hanya harus sadar kalau sebenarnya yang membutuhkan perhatian dan juga kasih sayang yang berlebihan Ya itu aku? "omel Bagas dalam hati.
__ADS_1
"Halo selamat siang tuan Bagas, wah Anda sendirian saja di sini? Oh iya jelas aja sendirian soalnya kan para istri anda yang lainnya sudah diceraikan, Jadi gimana ada niatan untuk mencari istri baru lagi soalnya saya juga bisa loh mendaftarkan diri jadi salah satu kandidatnya?" tanya wanita yang berambut pirang sebahu itu dengan dandanannya yang begitu menor.
Bagas mendelik tidak suka ketika melihat tingkah agresif dari wanita yang ada di samping yaitu, berharap agar aulianya cemburu dan mengusirnya tetapi sepertinya harapannya itu tidak sesuai dengan kenyataan karena buktinya sekarang Aulia malah Tengah sibuk dengan ponselnya dan sesekali bercengkrama dengan Dimas.
"Saya dari tadi mencoba sabar tetapi sepertinya Anda menyala Artikan kesabaran saya itu dengan sesuatu hal yang lain, Jangan sampai terulang lagi atau anda sendiri yang tidak akan pernah menduga perbuatan apa yang bakalan terjadi selanjutnya!"ancam Bagas dengan tatapan tajamnya Tetapi wanita itu bukannya menghentikan kegiatannya kini malah pernah sibuk mengurusi Bagas yang jelas-jelas sama tidak nyaman berdekatan dengannya.
"Permisi mbak, itu suami saya kan sudah tidak nyaman kenapa malah dipaksa seperti itu? kalau Mbaknya memang lagi pengen cari pasangan hidup Nah itu pria yang ada di sana itu lagi jomblo jadi tidak ada yang bakalan marah kalau Mbaknya mendekati dia, dan juga Sepertinya dia tidak ada kesibukan sama sekali Jadi kalian bakalan bisa saling kenalan Lalu setelah itu PDKT?"perkataan wanitaa itu ya otomatis membuat wanita yang dari tadi menggoda Bagas langsung menghentikan kegiatannya dan menatap penuh antusias ke arah Dimas yang memang benar-benar sedang sendirian saat ini.
"ih sepertinya memang benar harus seperti itu daripada aku menggoda seseorang yang jelas-jelas sudah ada yang punya, Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu Maaf ya Tuan Bagas tadi sudah sempat memberikan janji tapi di cancel lagi soalnya masih ada yang bling-bling kenapa malah mencoba barang bekas! "Bagas menatap kesal ke arahnya karena sudah menyamakan dirinya dengan sebuah barang yang tidak berharga sama sekali dan pantasnya untuk dibuang.
"Gimana wanita tadi, kira-kira menurut kamu dia manis tidak? Kalau menurutku sih dia itu berani loh dan sayang kalau kamu lewatkan begitu saja, kamu juga Harusnya bersyukur kalau istrimu ini mendukung 100% Apa yang kamu lakukan di luar sana itu artinya aku ikhlas kalau sampai kamu mendua!"ledek Aulia membuat batas menatap tidak terima ke arahnya karena menurutnya sudah membahas sesuatu yang tidak perlu dibahas dan juga tidak penting sama sekali hanya ada membuat dirinya merasa emosi karena bisa-bisanya ada gangguan yang datang di saat dirinya sedang ingin sampai dan juga menikmati waktu dengan keluarganya bersama dengan sang istri.
__ADS_1