Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Sidang


__ADS_3

Tepat pukul 09.45 pagi terlihat mobil bagus memasuki area gedung pengadilan agamahari ini merupakan sidang perdana gugatan cerai untuk Safira yang dilayangkan olehnya.


pria itu tampak menggandeng seorang wanita cantik di sampingnya dan wanita cantik itu terlihat begitu cuek ketika mereka menjadi serbuan para pencari berita, soalnya Bagas suaminya itu merupakan seorang pengusaha sukses dan juga terkenal ya Otomatis apapun yang ia lakukan dan yang terlibat dengan dirinya pasti semua orang seantero negeri bakalan kepo dan ingin mencari tahu.


"Selamat pagi Tuhan Bagas Sanjaya, kami bisa meminta konfirmasi sebentar tentang perceraian anda dan juga Nyonya Safira Sanjaya? "tanya salah satu pencari berita yang dari tadi begitu antusias untuk mendekati Bagas dan juga Aulia.


Bagas perjalanan terus sambil menarik tangan istrinya meskipun terlihat Aulia sebenarnya maunya Bagas merespon dengan segala macam pemberitaan yang beredar, sebab Biar bagaimanapun agar tidak ada simpang siur dan juga rasa penasaran di dalam benak semua orang kenapa sampai dirinya dan juga Safira bisa bercerai pada pernikahan mereka sudah 2 Tahun Lamanya.


Pernikahan mereka masih dibilang bukan seumuran jagung dan juga berbagai macam rintangan pernah mereka lewati sebelumnya, maka dari itu sangat sayang kalau sampai harus bercerai karena menurut semua orang usia pernikahan yang berjalan 2 tahun itu terasa masih manis-manisnya dan juga Terasa seperti belum puas untuk berpacaran dan juga berpergian ke manapun berduaan.


"kamu respon dong apa yang mereka tanyakan! supaya kalau tidak ingin ada berita yang simpang siur beredar di luaran sana, cara beginilah yang bisa membuat mereka semua paham kenapa sampai kamu memilih untuk bercerai!"bisik Aulia yang terlihat begitu rapat dengan wajah suaminya membuat para awak media begitu antusias mengabadikan momen tersebut dengan memberikan caption kemesraan seorang pengusaha sukses yang hobi berpoligami bersama dengan istri ketiganya.


Bagas menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar permintaan yang dilontarkan oleh Aulia itu, karena bukannya dirinya tidak mau hanya saja ia tidak ingin Nanti istrinya itu yang bakalan menjadi sasaran amukan semua orang seantero negeri ketika wajahnya terpampang jelas di depan kamera.


namun melihat wajah Aulia yang penuh dengan kepercayaan dan juga keyakinan bahwa dirinya akan baik-baik saja, membuat Bagas mau tidak mau mengalah meskipun sangat tidak ikhlas ketika nanti ada orang yang mengagumi kecantikan istrinya itu yang begitu paripurna dan membuat dirinya selalu terbayang-bayang di manapun ia berada.

__ADS_1


"kalian tahu kalau seseorang itu memilih untuk bercerai artinya dia merasa tidak cocok lagi dengan pasangannya tersebut, seharusnya kalian sadar dong dalam memberikan pertanyaan yang berbobot dan tidak membuang-buang waktu saya percuma di sini! "sarkas Bagas dengan tatapan tajamnya membuat reporter tadi yang begitu antusias terlihat nyalinya langsung menciut dan juga tidak menyangka jika respon Bagas begitu berlebihan atas apa yang ia lontarkan tadi.


"Astaga ini orang kok malah kasih jawaban yang nyeleneh seperti itu sih, Padahal dia kan bertanya baik tadi setidaknya jawabnya juga pakai kata-kata yang manis lah biar bikin orang tersanjung sedikit! "omel Aulia dalam hati tetapi tidak mungkin ia harus memarahi Bagas secara langsung karena itu sama saja mereka berdua bakalan menjadi bahan perbincangan hangat untuk semua orang di tempat itu.


"Maaf Pak kalau boleh tahu ada masalah internal apa ya antara anda dan juga Nyonya Safira sampai memilih untuk bercerai tanpa, padahal karena kalian menikahkan Kalau tidak salah Baru 2 tahun Jangan sampai ini semua ada sangkut pautnya dengan istri ketiga Anda ini? "tanya salah satu wartawan yang lain yang berada tidak jauh dari situ membuat Aulia mendenus kesal karena akhirnya dirinya juga terbawa-bawa tetapi Ya beginilah Resiko yang harus ia hadapi dari sekarang dan ke depannya karena memang suaminya saat ini tengah menjadi perbincangan untuk semua orang yang ada di dalam negeri itu sampai-sampai entah mereka sudah capek atau belum Dan juga kapan berhentinya.


"Atas dasar apa kamu mengatakan hal tadi dan juga keuntungan apa yang kamu dapatkan dengan menjelek-jelekkan istriku seperti itu, cepat katakan kamu berasal dari stasiun televisi yang mana Biar aku segera menutup tempat itu karena sudah berani-beraninya mengirim wartawan yang tidak tahu diri seperti kamu? "Bagas tidak masalah jika dirinya yang menjadi topik perbincangan Tetapi kalau menyangkut soal istrinya sumpah dirinya bakalan menjadi seorang pribadi yang begitu garang dan juga tidak akan terima sama sekali.


"sebenarnya masalah internal antara mereka berdua saya sebagai istrinya saja tidak tahu sama sekali dan juga tidak ikut campur, kalau memang kalian merasa tidak puas Ya sudah sebarkan saja berita yang menurut kalian benar tetapi Tolong jangan sampai menimbulkan fitnah karena takutnya apa yang dikatakan suami saya nanti bakalan jadi kenyataan! "tegas Aulia lalu menarik tangan Bagas agar segera pergi dari situ sebab dirinya juga tidak tega kalau wartawan itu yang hanya real untuk pekerjaannya saja nanti malah kena amukan dari sang suami yang jelas-jelas mempunyai temperamen yang sangat buruk ketika ada yang sudah menyinggung perasaannya dan juga yang membuat emosinya langsung tiba-tiba muncul di permukaan.


Sesampainya di dalam gedung pengadilan ternyata Safira sudah ada di sana dan wanita itu menatap tajam ke arah Aulia terlebih ke arah tangan wanita itu yang tengah bergelayut manja kepada Bagas, sedangkan Aulia memilih tidak peduli sama sekali soalnya tidak ada salahnya kan kalau dirinya bergelayut manja di lengan suaminya sendiri karena mereka dua kan masih sah.


"Ahhh, aku rasa-rasanya ingin pulang saja dan juga membiarkan pengacaraku yang mengurus semuanya! Soalnya kamu dari tadi itu bikin gemes dan juga membuat Aku tidak sabar untuk menerkam kamu nantinya, jadi usahakan kamu seperti begini terus ya supaya nanti malam aku bakalan mau minta ronde tambahan sampai kamu kewalahan! "bisik Bagas membuat Aulia mendelik kesal karena tujuannya itu hanya ingin membuat semuanya Tetap santai dan juga tidak terlalu membingungkan dan juga ingin menunjukkan kepada Safira bahwa hubungan mereka baik-baik saja tidak ada masalah saat ini.


"kurang ajar sekali Wanita itu sudah berani-beraninya menggantikan Posisiku di sampingnya Mas Bagas, dan sekarang dia terlihat begitu bahagia sedangkan aku kebingungan harus mengatur biaya hidupku Seperti apa karena ATM berjalanku sudah memberhentikan segala macam dana yang masuk ke dalam rekeningku! "omel Safira dalam hati dengan tatapan matanya yang begitu menusuk.

__ADS_1


Bagas duduk di samping Safira sedangkan Aulia memilih untuk duduk di belakang bersama dengan para pencari berita yang terlihat begitu kepo, serta di samping wanita itu entah kapan tetapi pastinya Dimas sudah berada di sampingnya untuk memastikan tidak ada orang yang menyakiti istri dari majikannya itu,


Dimas sudah mendapat perintah secara langsung dari Bagas tadi pagi kalau pria itulah yang harus menjaga keselamatan istrinya , jika Aulia kenapa-napa maka otomatis Dimas yang bakalan tanggung jawab dan juga bakalan kena dampak dari perbuatannya itu.


"apa Nyonya baik-baik saja ketika hari ini tiba-tiba menjadi Primadona dadakan,, tapi ya begitulah setiap wanita yang memilih bertahan di sampingnya Tuan Bagas harus siap menerima segala macam konsekuensi yang ada dan juga harus siap jika sewaktu-waktu nanti bakalan terjadi hal-hal seperti ini! "ujar Dimas pelan tetapi bisa didengar dengan jelas oleh Aulia membuat wanita itu ingin sekali mengambil sepatu yang ia pakai lalu menghajar di atas kepalanya Dimas agar berhenti berbicara sedang dirinya sedang fokus dengan tatapan Safira yang begitu menyebalkan untuknya dan belum lagi semua fans-fans yang ada di situ.


"kamu ada niatan tidak setelah Mas Bagas menceraikannya dan kamu mengambilnya menjadi istrimu, Soalnya dari tadi itu dia sepertinya naksir deh dengan kamu karena tatapannya itu loh hanya mengarah kepada kamu saja dan tidak pernah memandang ke arah yang lain? "bisik Aulia membuat Dimas mengerutkan keningnya ketika mengikuti ke arah yang ditunjukkan lewat tatapan mata Aulia membuat pria itu bergidik ngeri.


"Ya Tuhan Biarpun aku menjadi jomblo sejati yang tidak laku-laku pun tidak masalah yang penting intinya aku tidak akan pernah mau perkenalan apalagi menyentuh wanita seperti itu, tampang sangat menakutkan itu masa iya bakalan aku ajak tidur siang malam yang ada bakalan langsung stroke ketika sadar!"Dimas benar-benar merasa tidak sanggup kalau sampai apa yang dikatakan Aulia itu bakalan menjadi kenyataan sebab dirinya tidak akan pernah mau bersentuhan dengan wanita seperti itu.


"Oh syukurlah Aku pikir kamu ada niatan untuk memungut bekas dari majikan kamu itu, Soalnya kalian itu kalau berjodoh rasanya sangat cocok karena sama-sama menyebalkan dan juga membuat orang lain emosi kalau berdekatan terus! "sahut Aulia santai tanpa beban sedangkan Dimas hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan soalnya tidak mungkin juga akan dirinya menjawab apa yang dikatakan oleh Aulia tadi karena nanti urusannya bakalan lebih panjang.


Sidang pun dimulai dengan membacakan berbagai macam laporan dan bukti serta segala sesuatu yang diberikan oleh Bagas agar perceraian mereka itu disetujui, sedangkan dari pihak Safira menyanggahnya mati-matian sampai-sampai Bagas merasa emosi karena sepertinya Hakim pun mendukung mereka untuk Rujuk Kembali sebab dirinya yang menolak proses mediasi tetapi malah dipaksa untuk tetap melakukan hal itu.


"Maaf saya tahu pproses perceraian itu termaksud satu di dalamnya yaitu tahap mediasi antara kedua belah pihak, tetapi saya rasa saya menolak hal tersebut karena memang dari awal saya sudah tetap pada pendirian akan tetap berpisah dengan wanita ini bukan karena ada pihak ketiga melainkan karena sudah merasa tidak nyaman!"tegas Bagas.

__ADS_1


__ADS_2