
Bagas yang mendengarkan perkataan Dimas mendadak menjadi kesal kepada asistennya itu, karena kalau dari tadi pria itu sudah menghubungi pilot Andra ya pasti sekarang mereka sudah pergi.
"Kamu itu kenapa gaya pikirnya terlalu lambat sekali, kalau memang tahu bahwa kita mau pergi ya sudah langsung hubungi Andra saja tidak perlu harus menunggu perintah dari saya lagi kan? "tanya Bagas membuat Dimas mengerutkan keningnya karena memang dari awal dirinya tidak tahu sama sekali Kalau Bagas bakalan menyuruh mereka untuk pergi .
Apalagi sekarang bisa dibilang bukan jam kerja dan juga bukan waktunya orang berpikir, Karena sekarang itu saatnya orang tidur tidak akan melakukan aktivitas lagi.
"Tapi tadi waktu pulang kerja kan tidak ada perencanaan kalau kita bakalan pergi ke Bandung dini hari, karena Bukankah pertemuan dengan Tuan Perdana itu sudah selesai dan juga sudah beres? "jelas Dimas karena menurutnya sekarang itu bukan jam kantor jadi seharusnya Bagas lebih menghargai dirinya yang jelas-jelas butuh privasi dan juga istirahat.
"Jadi ceritanya kamu komentar dan juga menolak perintah yang saya suruh kepada kamu sekarang? Apa kamu lupa kalau kamu itu asisten saya yang ditugaskan satu kali 24 jam untuk tetap stay dan juga siap sedia, Jadi kapanpun saya suruh kapanpun saya inginkan dan juga kapanpun saya mau kamu tetap harus melakukannya ! "jelas Bagas membuat Dimas hanya bisa menghela nafasnya kasar karena kalau membantahnya itu sama saja menciptakan sebuah masalah baru lagi.
"Ya sudah Kenapa masih berdiri di sini? Ayo hubungi Andra supaya dia cepat ke sini, karena itu orang kebiasaannya kelayapan setiap malam Jadi sepertinya sekarang dia belum tidur! "perintah Bagas membuat Dimas langsung Segera mengambil ponselnya dan menghubungi Andra tidak lupa untuk mengaktifkan loudspeaker panggilan itu agar Bagas mendengar semua yang mereka bicarakan.
Tidak berselang lama panggilan dari seberang langsung direspon oleh Andra membuat Dimas bernafas lega, karena dirinya tidak menunggu lama dan juga ada korban Bagas yang selanjutnya bukan hanya dirinya sendiri.
"Yah kenapa Dimas oh .. ohhh
Dimas mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Andra tadi, seperti pria itu Tengah melakukan lomba lari yang jaraknya begitu lumayan jauh sampai nafasnya pun terdengar tersenggal-senggal.
"kamu lagi ngapain? "tanya Dimas heran soalnya tidak mungkin kan Andra mengangkat panggilan sambil melakukan hal itu.
__ADS_1
"Yah seperti kamu tidak tahu saja kalau di malam seperti begini! Ah aku lupa kalau kamu itu kan manusia yang lurus-lurus tidak pernah bengkok, cepat katakan soalnya aku baru mulai melakukan foreplay ini!"perintah Andra membuat Dimas membulatkan matanya sempurna karena ternyata pria mesum itu sedang melakukan hal yang tidak-tidak dan parahnya lagi ia mendengarkan semuanya meski tidak melihatnya secara langsung namun dirinya juga bukan merupakan pria polos jadi tidak paham jika Apa yang anda lakukan ke sana itu mengarah ke sesuatu hal yang sangat diinginkan.
"kurang ajar kamu ya! kalau lagi ingin melakukan itu ya lebih baik terus angkat teleponnya sekalian, Memangnya kamu mau pamer atau mau membanggakan setiap gaya yang sedang kamu peragakan? "kesal Dimas tetapi Andra di sebelahnya bisa tertawa dan melakukannya lebih kuat lagi membuat suara cipratan terdengar jelas di telinga Dimas saat ini.
"Ya sudah kalau kamu tidak mau mendengarkan matikan saja ponselnya masa iya begitu saja kok repot? "sahut Andra tanpa beban sedikitpun.
"Baiklah aku bakalan mematikan panggilannya, dan jika Tuan Bagas bertanya aku bakalan ngomong jikalau kamu yang menyuruh untuk matikan saja panggilannya! "jelas Dimas membuat Andra langsung loncat dari atas tempat tidur dan memakai pakaiannya karena dirinya tahu jika sudah membahas soal Bagas di pagi buta begini pasti ada sesuatu yang darurat.
"kurang ajar kamu ya! Kenapa tidak bilang dari tadi kalau ini Tuhan Bagas yang menyuruh kamu meneleponku, Terus sekarang tuan bagasi ada di mana Jangan bilang dia ada di samping kamu dan mendengar semua yang aku lakukan? "tanya Andra penasaran.
Soalnya kalau memang tadi Bagas sempat mendengarnya, bisa bahaya nanti kalau bertemu dengan pria itu.
"cepat katakan kamu Ada masalah apa sampai menghubungiku secara tiba-tiba seperti begini, jangan lagi Kamu mau mancing agar aku salah bicara dan alhasil bakalan kena marah! "ujar Andra karena dirinya tahu kalau Dimas itu sangat jahil ketika ingin mengerjainya dan tanpa ia sadar kalau ada Bagas di sekitar mereka.
"Sekarang kamu datang ke hotel yang tidak jauh dari kantor itu, Untuk mengantarkan Kami pergi ke Bandung karena tuan Bagas ada urusan pagi-pagi sekali! "perintah Dimas membuat Andra mengerjakan matanya memastikan ulang kira-kira Sekarang jam berapa.
"loh ini kan masih pagi sekali! Memangnya tidak bisa ditunda Beberapa jam lagi, soalnya tanggung loh sudah tinggal 5 sampai dengan 6 jam lagi Hari Sudah terang!"tawar Andra karena memang urusannya dengan salah satu wanita bayarannya itu belum selesai masa iya ia bakalan membiarkan uangnya itu pergi begitu saja tanpa dinikmati dan hanya bisa dilihat.
"kamu berani bicara langsung ke Tuan Bagas? kalau memang berani ya sudah katakan saja kalau kamu ingin menunda penerbangan saat ini juga, karena lagi menginginkan untuk melakukan hal itu dalam berbagai macam gaya!"sahut Dimas membuat Andra mendengus kesal karena menurutnya pria itu sengaja menjebaknya agar kalau salah bicara bisa bahaya.
__ADS_1
"Siapa yang bilang begitu? Kamu jangan menjebakku ya, Dengan mengatakan suatu hal yang tidak masuk akal seperti tadi! "ujar Andre yang sedikit Waspada.
Dimas pun segera mematikan ponsel itu ketika sudah mendengar jawaban yang diberikan oleh Andra tadi, kini tatapannya beralih kepada Tuan Raja besar yang sedang duduk di belakangnya dan terlihat seperti Tengah memikirkan sesuatu hal yang sangat penting.
"semua sudah beres tinggal melakukan penerbangan saja tuan, kalau ada yang ingin disiapkan silakan katakan saja supaya saya langsung menyiapkannya untuk anda! "jelas Dimas.
"Nanti saat sampai di sana jangan lupa memberi kabar kepada Bambang yang bertugas mengurusi salah satu mall di sana, agar secepatnya para penjual dan pakaian membuka toko mereka karena aku harus merubah penampilanku masa iya pergi ketemu dengan istriku menggunakan penampilan formal seperti ini?"perintah Bagas membuat Dimas akhirnya mengetahui jika tuannya itu mungkin sudah mendapatkan kabar soal keberadaan Aulia saat ini.
"Apakah anda sudah mengetahui keberadaan Nyonya Aulia saat ini, kalau seperti begitu maka syukurlah karena akhirnya ada titik terang yang kita ketahui? "tanya Dimas penasaran.
"Ya Kamu benar sekali Aku sudah mengetahui semuanya tetapi itu bukan dari siapa-siapa melainkan dari mimpiku sendiri, dan Kalau kamu tidak terima ataupun merasa heran kenapa mimpi aku bisa mempercayainya karena itu merupakan berasal dari feeling dan feeling itu tidak akan pernah salah! "jelas Bagas
Tetapi percayalah Dimas bukan lah orang bodoh yang tidak tahu sama sekali apa yang dipikirkan oleh orang lain,karena mana ada petunjuk yang berasal dari mimpi itu semua adalah hal yang mustahil.
"Saya tidak pernah percaya dengan apa yang anda katakan Tuan,karena itu sangat tidak masuk akal dan juga terasa begitu aneh!"Batin Dimas dalam hati.
Tapi tidak bisa berbicara hal itu secara langsung sebab nanti Bagas bakal melakukan hal yang sangat ia sehabis,karena pria itu memiliki kekuatan yang membuat Dimas tidak mungkin membantah nya.
"Ayo pergi ke atap hotel dan kamu tunggu disana,nanti kalau Andra sudah datang kamu jangan lupa untuk beritahukan kepada saya!" perintah Bagas membuat Dimas hanya pasrah.
__ADS_1
Bagaimana tidak sekarang sudah ada teknologi canggih,jadi tidak menutup kemungkinan kalau Andra yang sudah datang pasti bakal langsung menelpon dirinya.