Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Tak Ingin Pulang


__ADS_3

Bagas memilih untuk diam saja tidak berani membantah apa yang istrinya itu Katakan, karena takutnya nanti Aulia bakalan marah besar kepadanya.


"Ya sudah aku bakal diam dan tidak akan berbicara lagi, tetapi aku mohon kepada kamu untuk pulang ya denganku sekarang soalnya di sini itu bukan rumah kamu rumah kamu itu ada bersamaku. "jelas Bagas penuh permohonan tetapi Aulia seolah menutup pintu hatinya untuk memaafkan pria itu apalagi dengan segala sikap kasarnya dan juga keadaan rumahnya yang menurut Aulia sangat membuat ia merasa tidak nyaman.


Aulia mengerutkan keningnya karena sebenarnya ia merasa kesal kepada Bagas, seharusnya pria itu sadar alasan kenapa ia pergi dari rumah dan juga tidak ingin bertemu dengannya.


"Aku bakalan pulang dan juga aku bakalan pamit sama Om dan juga Tante, aku bakalan pergi dari Bandung kembali ke Jakarta tetapi....


Aulia menghentikan kata-katanya itu padahal Bagas dari tadi sudah tersenyum ketika mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, sebab menurutnya Siapa sih yang tidak bahagia ketika usahanya yang mencari istrinya ke sana kemari itu ternyata dihargai oleh Aulia.


Nina menatap tak percaya ke arah sahabatnya Itu sebab Ia takut jangan sampai Aulia pulang dan kembali kepada Bagas dia bakalan disakiti lagi, tidak masalah kan pergi dari rumah meskipun berstatus sebagai seorang istri jika rumah tersebut membuat kita tidak nyaman dan selalu saja Tersakiti.


"Kamu yakin bakalan ikutan dia pulang ke Jakarta? Kenapa tidak menetap saja di sini kemudian mencari kerja atau kamu bisa kerja di perusahaannya papa, tetapi aku mohon tolong jangan kembali ke sana Sebab aku tidak mau kamu disakiti oleh siapapun dan juga lebih baik kamu tinggal di sini karena aku yakin kebahagiaan kamu itu ada di sini? "Nina sengaja mengatakan hal itu karena dirinya tahu dari mana asal usul Aulia dan asal wanita itu ya itu Kota Bandung tempat dia dilahirkan tetapi Santi dan juga Deni membawanya pergi.


Bagas otomatis tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Nina itu, karena menurutnya wanita itu tidak pantas mempengaruhi pikiran istrinya hanya untuk pergi dari rumah.


"Istriku tadi itu belum selesai berbicara kenapa kamu malah memotongnya? Hidupnya dia itu kenapa seolah-olah kamu yang mengaturnya, memangnya siapa sih kamu sampai-sampai harus bersikap seperti ini? "tanya Bagas tidak terima.


Aulia sudah Jengah dengan semuanya karena menurutnya kata-katanya tadi saja masih terjeda belum ada lanjutannya, tetapi sepertinya semua orang tidak paham dengan maksud hatinya itu dan mereka lebih memikirkan diri sendiri dan inilah yang paling tidak ia sukai.


"aku belum selesai ngomong loh, kenapa malah kalian berdua yang nyolot? "tanya Aulia kepada Nina dan juga Bagas yang mendengarnya pasti bakalan merasa emosi.


Bagas dan Nina langsung terdiam ketika Aulia yang sudah marah seperti itu pertanda bahwa wanita itu memang sedang serius, membuat Nina menyesali perbuatan yang ia lakukan tadi yang mengakibatkan Aulia menjadi tersulut emosi.


Didalam kamar Rahayu kini tengah menjelaskan soal siapa itu Aulia kepada suaminya, membuat Perdana benar-benar tidak percaya jika anak kecil dulu yang diadopsi oleh pasangan suami istri yang egois ternyata adalah Aulia.

__ADS_1


"Jadi maksud mama anak kecil yang dulu diadopsi sama pasangan Santi dan juga Deni itu adalah Aulia, tapi mama tahunya dari mana Soalnya kan mereka sudah lama sekali kan pindah dari sini? "tanya Perdana lagi memastikan jangan sampai kecurigaan istrinya itu salah.


"Ya ampun Papa, anak itu namanya Aulia permata dan kedua orang tuanya yaitu Deni dan juga Santi! kalau mama belum cari tahu lebih jelasnya ngapain juga menyebarkan fitnah sembarangan, tapi intinya di dalam keadaan sehat-sehat saja hanya saja yang mama takut dan jangan sampai Deni sengaja menjodohkan dia dengan keluarga Sanjaya Padahal sudah tahu bahwa pria itu istrinya sudah dua . "jelas Rahayu membuat Perdana masih kebingungan dengan maksud tujuan istrinya itu mengatakan semuanya.


"Ini Maksudnya Mama apa ya?" tanya perdana lagi soalnya dia memang belum paham sama sekali.


"Papa kan tahu mereka bangkrut itu karena kelicikan yang diperlakukan oleh keluarga Sanjaya dulu, makanya Deni selalu ngomong kalau dia bakalan balas dendam suatu saat nanti ketika keluarga Sanjaya sudah melupakan kejahatan mereka. "jelas Rahayu dan akhirnya membuat suaminya itu paham.


"tetapi sepertinya Bagas itu sangat mencintai Aulia! Buktinya sekarang dia rela jauh-jauh dari Jakarta pagi sekali sampai tidak tidur Padahal kemarin sibuk bekerja, hanya untuk bertemu dengan istrinya Padahal dia kan punya istri yang lain kenapa malah sibuk dengan istri yang kabur?"sahut Perdana Karena memang kegigihan yang dilakukan oleh Bagas itu benar-benar terbaca oleh siapapun.


"ya memang itu kenyataannya tetapi alasannya Aulia pergi dari rumah kan pasti disakiti oleh dia, maka dari itu lebih baik kita keluar kemudian menjelaskan kepada Bagas tanggung jawabnya sebagai seorang suami bukan hanya memberikan materi saja! " ajak Rahayu yang tidak peduli dengan penolakan yang dilakukan oleh suaminya karena menurutnya ikut campur urusan rumah tangga orang lain itu sangat tidak sopan sama sekali.


" Tapi...


"Tidak ada kata tapi-tapian, Soalnya kalau ada kata begituan otomatis masalah semuanya di dunia ini bakalan lama selesainya! "Rahayu langsung memotong perkataan suaminya yang menurutnya kalau soal masalah beginian biasanya paling lembek Tetapi kalau soal pekerjaan biasanya paling kasar dan juga keras.


"aku akan pulang kembali ke Jakarta tetapi untuk kembali ke rumah kamu itu tidak akan pernah terjadi, karena aku bakalan kembali ke rumah orang tuaku dan Kalau kamu masih merasa diri sebagai seorang suami ya terserah saja kalau mau berkunjung! "tegas Aulia membuat Bagas mendekati istrinya itu dan menatap tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Aulia tadi.


"Kamu kenapa Bicara begitu? Bukankah kamu tahu kalau apa yang aku punya itu adalah kepunyaan kamu juga, tidak ada yang namanya rumahnya aku ataupun rumah mereka melainkan rumahnya kita karena kamu juga Nyonya di sana ! "jelas Bagas namun Aulia tertawa mengejek karena menurutnya wanita yang pertama kali masuk ke dalam rumah itu adalah ratu dan dirinya hanyalah pengganggu dan juga orang ketiga dari hubungan mereka.


"Sebagai suami kamu tidak pernah menghargai perasaan istri kamu, menurut kamu kira-kira mereka mau tidak melihat suami mereka berbagi malam dengan para istri yang lain! Aku bukan merasa cemburu atau merasa tidak terima ketika kamu bersama dengan istri yang lain, melainkan Aku tidak suka kalau kamu membawa aku ke rumah yang jelas-jelas bukan merupakan milikku!"ujar Aulia yang tidak peduli jika Bagas mau menyeretnya seperti apapun karena jika sampai hal itu terjadi jangan menyesal ia bahkan mengajak suaminya itu untuk Adu tinju.


"Sayang, Mas mohon jangan seperti ini! Aku bakalan menceraikan semua Istriku yang lainnya itu dan hanya menjadikan kamu istriku satu-satunya, tetapi tolong jangan pernah ada niatan untuk pergi dari kehidupanku lagi jika tidak ingin melihat aku menjadi orang yang tidak waras. "lirih Bagas penuh permohonan bahkan pria itu kini sudah perlu dihadapan Aulia yang jelas-jelas di sekitar mereka itu masih ada orang lain yang pegawai Bagas tetapi pria itu tidak peduli sama sekali meskipun harga dirinya bakalan diejek nantinya.


Aulia memundurkan tubuhnya tidak ingin disentuh sedikitpun oleh Bagas, rasa sakit dan juga trauma itu Masih Membekas ketika mengingat Apa yang dilakukan oleh suaminya itu.

__ADS_1


"Aku tidak ingin pulang dan juga kembali bersamamu! Jangan pernah menceraikan istrimu dan menjadikan aku istri satu-satunya karena Percayalah aku bakalan merasa paling kurang ajar di sini karena sudah merebut suaminya orang! "ujar Aulia yang memalingkan wajahnya ke arah lain.


Rahayu yang dari tadi merasa begitu semangat untuk memarahi Bagas langsung mengurungkan niatnya itu ketika Melihat kesungguhan pria tersebut, Seorang CEO terkenal rela berlutut di hadapan wanita yang jelas-jelas bukan hanya wanita itu saja dalam hidupnya melainkan ada istrinya yang lain.


"Mama lihat sendiri kan apa yang dilakukan oleh Bagas saat ini! Dia itu seorang pemimpin perusahaan yang memiliki kekayaan sangat fantastis tetapi rela berlutut di hadapan seorang wanita, yang tidak Setiap orang pasti dapat melakukan hal itu karena gengsi dan juga merasa bahwa wanita ini bukan hanya dia saja!"ujar Perdana yang ingin membuka jalan pikiran istrinya itu agar bisa berpikiran lebih rileks kemudian tidak harus melakukan sesuatu yang nantinya bakalan disesali.


"ya kalau begitu dari awal Jangan melakukan kesalahan dong yang mengakibatkan istri sendiri kabur dari rumah, makanya jadi suami itu pikirannya itu lebih terbuka sedikit jangan hanya urusan ************ saja yang dipikirkan mau pakai gaya apa malam ini kemudian besoknya gaya yang mana gitu!" Sindir Rahayu kepada suaminya padahal yang bertengkar itu adalah Bagas dan juga Aulia Tetapi istrinya yang baperan itu pasti bakalan terbawa suasana dan akhirnya dirinya juga yang kena batunya.


"Aduh Mama itu kan masalah mereka Kenapa harus bawa-bawa Papa sih? Lagian lebih baik kita atur Damai nya saja supaya mereka bisa cepat baikan, soalnya lihat tuh wajah anak kita yang benar-benar merasa emosi dengan kehadiran Bagas di sini! "ajak perdana Karena memang wajah Nina dari tadi itu sangat tidak bersahabat dan tatapan sinisnya itu hanya ditujukan kepada Bagas.


Nina memang dari tadi tidak suka dengan apapun yang dikatakan oleh Bagas, karena menurutnya jika sekarang pria itu menceraikan istrinya dan hanya menjadikan Aulia satu-satunya itu artinya sangat keterlaluan dan membuat sahabatnya itu bakalan selalu merasa bersalah seumur hidupnya.


padahal menurutnya dari awal kalau Bagas itu merupakan pria yang bisa dipegang perkataannya mungkin harus menyelesaikan masalahnya dulu dengan kedua istrinya yang lain, baru setelah itu menikah lagi bukan sudah menikah baru malah menceraikan mereka itu kan sama saja sebagai seorang pria yang tidak menghargai perasaan wanita.


"Nona tawaran saya ini yang terakhir, Apakah anda mau ikut Kami pergi berbelanja di mall? Soalnya sepertinya masalah Tuan Bagas ini tidak bisa dianggap remeh , dan kami juga sadar diri kali ini bukanlah rumahnya. Jadi kami tidak boleh berbuat masalah di sini! "ajak Dimas yang menyetujui ajakan Andra tadi yaitu membawa pergi Nina dari situ.


Nina berdiri mendekati Dimas kemudian menunjukkan sebuah bogem yang sudah siap dilayangkan kapan saja, karena menurutnya para pegawai Bagas itu otaknya sama dengan majikannya mereka yaitu sama-sama gila dan juga sangat tidak masuk akal sama sekali.


"Kamu kalau mau pergi ya sudah pergi saja jangan ajak-ajak Emangnya kamu pikir akunya orang miskin? Ini masalah sahabatku saja belum kelar masa iya aku malah pergi meninggalkannya, kalian kalau memang tidak setia kawan Ya terserah tetapi Sorry aku berbeda dengan kalian masalahnya Aulia adalah masalahku juga." tolak Nina secara kasar karena menurutnya berbicara dengan pria seperti Dimas dan juga Andra serta Bagas tidak harus memerlukan kata-kata yang halus dan juga tenang mengalun.


"Nina Tolong masuk ke dalam kamar kamu sekarang dan biarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri, untuk kalian berdua tunggu di sini dan untuk kamu Aulia serta Tuan Bagas yang terhormat Silakan cari tempat yang nyaman di rumah ini mau di kamar tamu boleh mau disamping kolam renang pun boleh yang penting intinya kami membiarkan waktu kalian hanya berdua saja untuk berbicara dari hati ke hati. "tawar Rahayu karena menurutnya Aulia itu adalah anaknya juga Maka dari itu apapun keadaan wanita itu lebih baik diselesaikan di dalam rumahnya tidak usah dibawa keluar.


Bagas merasa tidak enak hati kepada pasangan pengusaha itu yang menurutnya Ia adalah tamu yang paling tidak sopan, masalah yang ia pikir bakalan selesai dalam waktu setengah jam ternyata sudah molor sampai mau memasuki 2 jam tidak ada kesepakatan sama sekali.


"Aku Dengan Dia baik-baik saja aku tante dan juga terima kasih atas tawarannya! Kami berdua bakalan kembali nanti baru kami akan menyelesaikan masalah kami di rumahnya Abah sama Umi, soalnya mereka juga pasti mencemaskan aku yang selama sampai di sini tidak pernah mengaktifkan ponselku untuk bisa menghubungi mereka. "sahut Aulia sambil tersenyum tetapi Percayalah Rahayu dan juga Perdana langsung merasa cemas ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Aulia tadi.

__ADS_1


Bagaimana tidak Sebab di dalam perasaan mereka yakin sekali kalau sebenarnya Santi dan juga Deni itu tidak tulus menyayangi Aulia, karena yang mereka inginkan yaitu wanita itu tetap kembali kepada Bagas meskipun disakiti berulang kali dan setiap kali Aulia mengeluh pasti jawaban mereka hanyalah Tetap sabar dan begitulah sampai berulang kali.


"Daripada kalian harus pergi jauh dalam keadaan yang masih bertengkar, Kenapa tidak gunakan kesempatan itu? Ya jangan sampai setelah baikan kalian bisa honeymoon di sini , tanpa ada gangguan sedikitpun dari siapapun dan juga kapanpun? "tawar Perdana yang sudah mengerti Ke mana arah pemikiran istrinya.


__ADS_2