
Aulia merasa heran dengan Tatapan yang Anggi berikan untuknya itu terlihat seperti wanita itu ngeri ketika berada di dekatnya seolah dirinya merupakan parasit, padahal dia sedang berbicara dengan Nina tidak ada sangkut paut dengan siapapun tetapi kenapa Anggi Malah seperti begitu responnya seolah-olah saat ini kata-kata yang diberikan oleh Aulia ditujukan untuknya.
Nina tidak peduli dengan pandangan semua orang karena intinya sekarang dirinya bisa berjumpa dengan sahabatnya otomatis mereka berdua bakalan ngakak sepanjang hari, maka dari itu diseretnya tangan Aulia agar segera menuju ke kamar wanita itu tetapi Aulia menghentikan langkah kakinya dan berbalik menuju ke arah Anggi karena ia yakin pikirannya sama dengan wanita itu.
"Aku memang lagi ingin tidur di hotel bukan karena aku memiliki perilaku menyimpang tetapi melainkan Aku Lagi Ingin merasakan hal yang baru, dan kalau soal dia tenang kami berdua masih penyuka terong bukan hobinya belah semangka! "setelah mengatakan hal itu Aulia menepis tangan Nina agar jangan memegang tangannya supaya orang lain di luar sana jangan berspekulasi macam-macam tentang kedekatan mereka berdua itu.
Anggi menegang karena tidak percaya pikirannya itu bisa terbaca jelas oleh Aulia dan wanita itu malah mendampratnya saat itu juga tidak pakai Menunggu, Kalau sudah seperti begini Siapa yang salah coba sampai-sampai mencurigai seseorang yang jelas-jelas tidak tahu apa-apa soal yang ia curigai itu.
"Nah tuh kan pokoknya hari ini aku apesnya karena baru pertama kali ketemu Nyonya ketiga tetapi sudah terjadi begitu banyak drama yang membuat aku bingung, tapi sepertinya dia lagi marah besar karena pemikiranku yang tadi Oh Tuhan kenapa bisa terjadi masalahku beruntun ketika bertemu dengan dia ya? "gumam Anggi yang benar-benar frustasi karena baru dalam hitungan menit dirinya bertemu dengan Aulia sudah berbagai macam drama terjadi dalam hidupnya membuat wanita itu kebingungan Harus berpikir seperti apa agar bisa mendapatkan ketenangan di dalam hidupnya.
"Kamu kenapa lagi? Dari tadi aku perhatikan wajah kamu itu kadang senang kadang murung, Padahal di luar tidak ada mendung terus di dalam rasanya tidak terlalu gerah tetapi hidup kamu berubah-ubah cuacanya? "tanya Silvia sambil tersenyum mengejek membuat Anggi mendengus kesal karena menurutnya teman seperjuangannya itu tidak ada yang namanya menunjukkan rasa kesetiakawanan.
"Aku ini lagi pusing dan gara-gara kamu aku tambah pusing jadi lebih baik kamu diam agar aman soalnya setiap kali ngomong kayak sama kamu masalahku tidak akan pernah kelar, sudah ah Sana kembali saja ke ruangan kamu aku mau kembali ke mejaku dulu soalnya ribet urusannya kalau dibahas saat ini! "sahut Anggi Ketus membuat Silvia ingin sekali tertawa melihat wajah wanita itu.
"Hidup itu hanya sekali sobat! Jangan dibikin ribet karena nanti ada waktunya kita akan dipusingkan dengan sesuatu yang kita tidak inginkan, jadi untuk sekarang kalau hidup kamu lagi adem ayem janganlah cari masalah. Hiduplah dengan lurus, karena Percayalah semua cobaan di dunia ini sudah ada yang mengatur tinggal menjalaninya saja!"ujar Silvia lalu kembali ke ruangannya sebab dilihatnya wajah Anggi sekarang itu sedang tidak bisa untuk diajak bercanda.
"Tidak tahu apa-apa tapi datang sudah berlaku seperti seorang penceramah sejati, nanti kalau dia yang kena masalah aku bakalan ledekin dia dari pagi sampai tembus pagi!"omel Anggi yang jelas-jelas tidak didengar oleh Silvia Karena Wanita itu sudah ngacir pergi lebih dulu.
"Kamu itu Lain kali kalau baru ketemu tidak usah sampai seheboh tadi, Memangnya kamu pikir di sini itu rumah milik Abah kamu? Asal kamu tahu saja ya gara-gara kelakuan kurang ajar kamunya tadi orang lain pasti bakalan berpikir yang tidak tidak tentang Kita, padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku tuh orangnya malas pikir dan akibat sikap kamu itu membuat aku harus berpikir!"omel Aulia emosi karena dirinya sangat terngiang-ngiang dengan tatapan tidak percaya Anggi tadi.
Nina menatap tak percaya ke arah sobatnya itu sebab menurutnya selama ia berteman dengan Aulia Baru kali ini mendengar wanita itu lebih percaya dengan kata-kata orang lain, padahal sebenarnya kata-kata orang lain itu apa Ia pun tidak tahu menahu hanya saja apa yang Aulia katakan ini terasa seperti benar terjadi.
__ADS_1
"Memangnya tadi ada yang ngomong Tentang Kita gitu? Kok aku tidak melihatnya ya Atau mungkin kamu hanya mengarang cerita saja, supaya aku tidak bertingkah kecentilan seperti biasanya ? "tanya Nina dengan wajah penuh tanda keheranan dan memastikan Aulia tidak ada sempat-sempatnya untuk berpikir berbohong kepadanya.
"Eh kamu pikir aku itu tidak punya pekerjaan jadi harus berbohong sesuatu yang tidak jelas begitu, Enak saja kamu kalau ngomong memangnya ada dapat bonus miliaran gitu kalau aku bohong?"tanya Aulia dan tatapan sengitnya membuat Nina langsung memilih untuk bungkam karena dirinya juga sedikit segan kalau lihat Aulia sudah tidak bersahabat nada bicaranya apalagi kalau diajak adu jotos Ya jelas dirinya kalah lah.
"Yes my big boss I'm sorry! But not angry to me, Because I'm very afraid For You if you like that !"ujar Nina sok menggunakan bahasa Inggris yang patah-patah seperti begitu membuat Aulia ingin sekali tertawa.
"Yes not what what!"sahut Aulia yang tidak kalah gilanya dari sahabatnya itu membuat keduanya langsung tertawa melupakan sejenak perdebatan yang tadi terjadi.
"kamu nginep di kamar yang mana Soalnya tidak mungkin kan kalau kamu nginep di kamar yang super Deluxe, soalnya itu budgetnya mungkin berkisaran puluhan Juta Semalam aku saja tidak pernah bermimpi untuk menginap di situ Soalnya sayang duit?"tanya Nina memastikan membuat Aulia menghela nafasnya kasar karena belum menunjukkan kamarnya secara langsung saja sahabatnya sudah mengkritik habis apalagi kalau sudah melihatnya bisa habis dirinya saat ini juga.
"Ya aku kan lagi Dapat promo nginep gratis di hotel ini dan tahu-tahunya dapat di kamar ya nanti juga kamu tahu sendiri deskripsinya seperti apa, yang penting intinya saat tahu nanti tolong jangan lebay ya soalnya aku juga tidak pengen nginep di situ hanya kalau sudah rezeki mau bilang apa coba?" Sahut Aulia yang sedikit berbohong walaupun tidak sampai 100% karena memang tujuan awal dirinya datang ke situ ingin menginap di tempat yang biasa saja tetapi karena mereka mengatakan bahwa ada diskon ya makanya Ia mau dengan sukarela tidur di tempat seperti begitu walaupun awalnya sedikit cetar-cetir takutnya bakalan diminta duit.
Nina merasa heran karena dari tadi mereka melewati kamar yang biasa saja tetapi Aulia tidak menghentikan langkah kakinya wanita itu bahkan terus saja berjalan ke arah kamar yang lantainya khusus, membuat dirinya merasa yakin kalau sebenarnya sahabatnya itu menginap di salah satu kamar yang paling spesial di tempat itu dan pertanyaannya dari mana Aulia mendapatkan uang buat sewa tempat tersebut.
"Ya ampun Astaga Aulia kamu bukan menjadi Bandar obat-obatan terlarang kan Atau kamu simpanannya, soalnya aku yang orang tuanya bisa dibilang duitnya ya kira-kira lumayan tidak pernah bermimpi lo buat menginap di tempat ini tetapi Kok kamu bisa?"tanya Nina dengan Tatapan yang begitu tidak percaya sampai-sampai kedua matanya itu rasa-rasanya ingin melompat keluar hanya karena saking rasa terkejutnya yang tidak bisa dibendung tersebut.
"Kenapa tidak sekalian kamu katakan kalau aku ini merupakan seorang penipu, masa sama teman sendiri tidak percaya sama sekali kebiasaan Aku selama ini sampai sekarang kamu malah meragukannya? "tanya Aulia tidak suka membuat Nina ingin sekali tertawa tetapi ditahannya dulu karena memang ia sedang merasa penasaran yang amat sangat.
"Ya habisnya kamu ini kan aneh sekali masa iya mau menghabiskan uang hanya untuk tidur di tempat Begini, lebih baik kita kembali ke apartemenku saja deh kamu cancel tidak jadi menyewa hotel ini soalnya biayanya mahal banget loh Aulia! "ujar Nina yang entah mengapa gaya misqueen nya tiba-tiba meronta di udara.
"Ah lagian ini tidak dibayar kok lagi sedang ada promo hotel saja aku juga sebenarnya dari awal kan memang tidak ada niatan buat menginap di sini, harus berapa kali sih aku ngomong agar kamu dengar kalau aku itu sebenarnya memang tidak punya uang buat membayar semuanya?"Nina benar-benar frustasi karena Aulia dari tadi tetap ada pendiriannya seperti begitu bahkan kata-katanya tidak berubah walau kadang ditambahkan sedikit dan juga dikurangi.
__ADS_1
"Ya habisnya mau bagaimana lagi apa yang aku lihat sekarang ini rasa-rasanya aku benar-benar tidak percaya seperti berada di negeri-negeri Oppa Korea gitu, Tetapi kalau kita nginep di sini Enaknya itu ngajakin yang ganteng-ganteng temenin boleh pasti bakalan rasa-rasanya sangat romantis seperti lagi nge drakor gitu? "Nina tadi yang begitu heboh menanyakan tentang biaya kamar tersebut kini malah berubah pikiran dan otak nyelenehnya muncul kembali di permukaan.
"Ih dasar najis! Tadi katanya nggak mau terus aku dicurigainya macam-macam eh malah sekarang otak sengkleknya mulai bertindak, sudah kalau kamu mau mengajak yang ganteng-ganteng pergi cari tempat sendiri jangan tidur di sini soalnya aku sudah Suci tidak ingin menjadi orang yang kotor! "Nina berdiri bersedekap kedua tangannya sambil memasang tatapan horornya karena tidak terima jika sahabatnya itu mengatakan hal-hal yang membuat ubun-ubunnya rasa-rasanya mau meledak saat ini juga.
"Memang dari Hongkong kamu sudah disucikan atau saat kamu kembali ke sini baru kamu dimandikan, Muka macam kamu belum berubah sedikitpun malah yang ada tambah cantik kok sudah berubah jadi suci? "Aulia memilih untuk menarik tangan sahabatnya itu agar duduk di sofa yang tersedia kemudian membawa cemilan yang dibawa oleh minat tadi lalu membukanya secara santai dan menikmatinya sambil menonton acara televisi.
"sudah jangan bahas hal yang tidak perlu dibahas lebih baik kita menikmati hidup karena sekarang itu kita lagi disuguhkan yang namanya kenikmatan dunia, daripada capek-capek memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan lebih baik kamu buang saja perasaan aneh-aneh kamu yang dari tadi tidak pernah berhenti buat ngomong! "ujar Aulia sambil menaik turunkan alisnya membuat Nina pun memilih untuk duduk di sampingnya sambil ikutan mau makan cemilan yang ada.
Aulia bahkan tidak memikirkan jika sekarang suaminya itu Tengah galau, Bagaimana tidak istrinya dari tadi tidak bisa dihubungi karena mungkin nomor ponselnya sudah diblokir. Dan lebih parahnya lagi Dimas datang pulang dengan tangan kosong tidak membawa kabar sedikitpun apalagi memberitahukan alamat hotel yang Aulia tempati, dirinya merasa gagal menjadi seorang suami karena tidak bisa menaklukkan istrinya yang jelas-jelas bakalan menjadi wanita liar di luaran sana.
"Jadi maksud kamu saat bertemu Abah tadi dia benar-benar tidak tahu di mana keberadaan istriku? Kalau begitu tadi Untuk apa kamu lama-lama perginya kalau hasil akhirnya pulang tanpa membawa apa-apa, jadi orang itu bisa tidak ada kegunaannya sedikit tidak melulu hanya mengharapkan bantuan dari orang lain saja?" Tanya Bagas yang malah menyalahkan Dimas.
"saya tadi lama itu karena masih putar sana putar sini untuk mencari Nyonya Aulia tetapi karena hasilnya masih sama tetap kosong ya akhirnya saya memilih untuk kembali, Takutnya nanti Tuan bakalan menunggu lama soalnya saya datang memang tidak membawakan hasil sama sekali sebab Nyonya Aulia tidak bisa ditemukan!" Ujar Dimas memastikan.
"Itu karena memang kamu itu dari dulu sampai sekarang tidak berguna sama sekali, coba saja kalau kamu bisa diharapkan pasti saya tidak bakalan pusing seperti begini kan? "tanya Bagas yang mulai tersulut emosinya.
"Maafkan saya tuan kalau memang Anda benar-benar ingin sekali bertemu dengan Nyonya Aulia maka saya bakalan menghubungi anak buah kita saja, Siapa tahu dengan semakin banyak orang yang ikut mencari pasti bakalan cepat ketemunya!" Tawar Dimas.
"Ya sudah Kenapa malah ngomong di sini, Bukannya kamu harus mengerjakannya secara langsung biar langsung cepat ketahuan hasilnya?" Perintah Bagas emosi.
Dimas hanya bisa menghela nafasnya dan pergi dari situ soalnya capek juga kalau tiap saat harus berdebat, padahal maksud dan tujuannya itu baik tetapi selalu saja disalah artikan.
__ADS_1
Memang dari dulu sampai sekarang majikannya itu tidak pernah membenarkan perbuatan orang lain kalau tidak membuat dirinya senang, Padahal semua kesalahan ini Seharusnya berasal dari Bagas coba saja kalau tadi dirinya tidak teledor dengan mengusir Aulia dari mobil ya pasti wanita itu masih ada di sampingnya.
"makanya Tuan mulut sama otak itu harus kerja sama jangan berbeda nanti kalau mulut ngomongnya lain ternyata otak pikirannya lain ya akhirnya kayak begini bentrok kan jadinya, untung juga anda mempunyai asisten yang sabar dan setia seperti saya coba kalau orang lain pasti sudah bakalan mengundur diri karena apa yang dilakukan Selalu Salah!" Batin Dimas.