
Dimas Tentu saja tidak bisa berkata banyak lagi ketika dirinya yang selalu saja dijadikan kambing hitam oleh majikan sendiri, ingin protes Tentu saja itu bukan merupakan kapasitasnya melakukan semua itu tetapi kalau diam saja rasa-rasanya harga dirinya benar-benar jatuh.
"tapi saya tidak yakin deh kalau ini semua merupakan ide dari asisten kamu ! Soalnya di mana-mana majikan itu tidak akan pernah mau mendengarkan kata-kata bawahannya, yang ada dia bakalan memaksa semua kemauannya harus diikuti dan tidak peduli meskipun bawahannya itu sedang melakukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan sama sekali. "sinis Abizar karena menurutnya tidak mungkin dong balas bakalan memarahinya di depan kedua orang tuanya Aulia saat ini.
Dimas Tersenyum Dalam hati tetapi Percayalah ekspresinya masih tetap datar begitu saja, pria itu bahkan sangat ingin mengucapkan kata-kata terima kasih kepada Abizar yang secara tidak langsung sudah membantunya selama ini eh maksudnya membantunya saat ini.
"Jadi ceritanya kamu mengira kalau saya hari ini sedang berbohong kepada kamu begitu, terus keuntungan saya buat jujur kepada kamu juga apa? Sudahlah kamu jangan banyak bertingkah di depan saya soalnya saya capek melihat wajah-wajah tidak jelas seperti kamu ini, jadi karena saya sudah ada di sini silakan kamu pergi karena yang pantas menemani Aulia adalah saya sebagai suaminya. "tegas Bagas membuat Aulia memutar bola matanya malas karena melihat pria itu terlalu berlebihan dalam bersikap.
Abizar tentu saja tidak terima dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Bagas tadi, karena menurutnya mau Aulia itu pulang bersama pria itu ataupun bareng dengannya tentu saja ia tidak mau dong meninggalkan Aulia harus Sepanjang Hari Bersamanya.
"Sorry Guys sebelum Aulia mengusirku maka aku tidak akan pergi sebelumnya, Jadi sepertinya kamu Tahan saja rasa kecewamu itu karena ini semua aku lakukan hanya semata untuk menemani temanku ini. "tolak Abizar membuat Bagas mendengus kesal karena sepertinya pria itu memang tidak punya malu sama sekali sebab mau-maunya lho mendekati istri orang.
Aulia tidak ada niatan untuk membela Abizar apalagi membela Bagas, karena jika sampai Ia melakukan hal itu bisa terjadi perang antara the king of dramas kali ini.
Deni ingin sekali kepala menantunya itu karena menurutnya terlalu berisik saat datang ke tempat ini, Seharusnya Bagas itu sadar diri dan juga sadar posisi karena sudah melakukan kesalahan tetapi belum meminta maaf sama sekali eh malah datang-datang berbuat seolah tidak punya salah sama sekali.
"kamu tidak ada niatan untuk meminta maaf kepada anak saya di hadapan kami semua, dan juga tidak ada niatan untuk mengakui kesalahan yang sudah kamu lakukan sampai-sampai membuat anak saya menghilang selama beberapa hari? " Deni tidak peduli jika di tempat itu ada orang lain selain mereka karena menurutnya Bagas itu sekali-sekali harus sadar.
Bagas tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa ketika ia mengira bahwa kedatangannya ke situ hanya untuk mengobrol Santai dengan keluarga istrinya, Malah digonggong seperti itu oleh Deni dan membuat ia tidak ada persiapan kata-kata dan juga harus bersikap Bagaimana menjadi kebingungan sendiri dan menoleh ke arah Dimas berharap agar asistennya itu punya solusi terbaik dari pembahasan yang sedang dilakukan oleh mertuanya saat ini.
__ADS_1
Dimas hanya mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi karena dirinya juga tidak tahu sama sekali apa yang harus ia katakan kepada orang tua dari Aulia itu, karena menurutnya Bagas itu merupakan CEO terkenal otomatis dia punya solusi yang paling terbaik di dalam masalahnya Jadi kalau selalu saja meminta tolong kepadanya ya sama saja bohong karena bukan Dimas yang menikahi Aulia melainkan Bagas.
"Jadi Kenapa diam saja? jangan bilang kamu memang tidak ada persiapan sama sekali untuk datang ke sini dan merasa bahwa apa yang kamu lakukan itu biasa saja tidak perlu harus dibahas ulang, kalau seperti begitu nanti enaknya di kamu yang susah anak saya dan kamu tidak akan pernah berubah serta memperlakukan dia sudah seperti seorang yang tidak berguna sama sekali!"sambung Deni lagi ketika melihat Bagas yang tidak merespon apa yang ia katakan tadi seolah-olah pria itu tidak mendengarkan sama sekali.
"Ah bukan seperti begitu juga Abah tetapi aku hanya terkejut saja karena tidak mengira kalau Abah bakalan membahas hal ini lagi, hanya saja aku benar-benar minta maaf dan tidak akan pernah mengulangi lagi sebab janji ini bukanlah anak kecil yang mengucapkan Melainkan aku seorang Bagas Sanjaya yang tidak akan pernah menarik kata-katanya dan juga tidak akan pernah mengingkari!"jelas Bagas yang benar-benar tidak ingin mertuanya itu salah paham dan akhirnya memecat dirinya sebagai menantu mereka.
Abizar tersenyum mengejek ketika mendengar kata-kata yang diberikan oleh Bagas sebagai janji untuk kedua orang tuanya Aulia itu, dirinya tidak menyangka kalau pria itu Ternyata selain pandai bersilat lidah pandai juga berakting Kenapa tidak sekalian menjadi salah satu aktor di drama Korea seperti biasanya.
"Jangan hari ini kamu ngomong seperti ini, besok lusa Aulia melakukan kesalahan dan kamu langsung melakukan hal yang kamu anggap benar! Karena jika sampai hal itu terjadi, Baiklah kami akan langsung membantu Aulia melayangkan gugatan cerai kepada kamu!"sambung Santi atas apa yang dikatakan oleh suaminya tadi karena menurutnya Bagas itu adalah seorang yang pintar dan berpendidikan tinggi Jadi kalau sekedar berbohong ataupun menyampaikan sebuah berita hoax itu merupakan keahliannya jadi semua ini tidak perlu terkejut lagi dan merasa seperti biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apapun.
"Aku mau menginap di rumahnya Abah sama Umi selama seminggu, Kalau kamu keberatan itu merupakan urusan kamu tetapi aku tetap ada pendirianku. "ujar Aulia yang bukannya meminta izin Tetapi hanya ingin menyampaikan saja agar Bagas tahu di mana keberadaannya supaya pria itu tidak gila kayak kemarin dengan pergi mencarinya ke mana saja.
Bagas tentu saja terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu, karena menurutnya jika Aulia menginap di rumah orang tuanya ya maka harus dirinya juga dong menginap di sana karena mereka berdua kan suami istri tidak bisa terpisahkan sama sekali.
"Ya begitulah mau tidak mau orang lain yang harus memberikan kenyamanan kepada istri orang lain juga karena suaminya yang tidak mampu memberikan hal itu, Lagian kalau modelnya seperti Aulia Jangankan aku para aktor tampan di luar sana pun pasti bakalan mau melakukannya! "jelas Abizar yang terlihat begitu santai membuat Aulia hanya menggelengkan kepalanya sebab menurutnya kata-kata abiser itu hanya merupakan provokasi yang ingin membuat Bagas marah dan akhirnya keluar taringnya di hadapan kedua orang tuanya dengan begitu pasti nanti respon mereka bagaimana ia pun tak tahu sama sekali.
"Wah kamu Ternyata sedang cari perkara dengan saya ya, Menurut kamu saya bakalan diam saja dan membiarkan kamu melakukan hal itu terus? saya paling tidak suka kalau orang terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga saya, karena dengan begitu sama saja mereka tidak menghargai saya sebagai seorang kepala keluarga! "penjelasan Bagas itu tentu saja membuat Deni yang tidak terima karena menurutnya pria itu Tengah menyindirnya padahal sebenarnya perkataan Bagas itu ditujukan untuk Abizar yang dari tadi terlalu sibuk dengan urusannya dan juga Aulia serta sepertinya tidak menghargai keberadaannya di situ yang merupakan suami dari seorang Aulia dan pantas dan juga berhak atas tubuh wanita itu.
"Kamu ceritanya hari ini sedang menyindir saya karena terlalu sibuk dengan urusan antara kamu dan juga Aulia, kalau seperti itu lebih baik kamu tinggalkan rumah ini sekarang juga Sebelum saya marah dan mengeluarkan jurus seperti kemarin-kemarin?"ancam Deni dengan nada bicaranya yang benar-benar tersinggung dengan semua yang dikatakan oleh Bagas.
__ADS_1
pria yang berstatus sebagai suami Aulia itu kebingungan harus bersikap bagaimana lagi ketika mendengar kata-kata Deni yang begitu kasar, Padahal tadi itu dirinya hanya keceplosan saja dan maksud tujuannya bukan untuk kepada Deni melainkan dikatakannya untuk Abizar yang jelas-jelas selalu saja menguntit Aulia kemanapun pergi.
"Kenapa diam saja dan juga bengong seperti itu, jangan bilang dari tadi itu kamu sebenarnya datang ke sini hanya ingin memancing keributan? Kalau seperti itu lebih baik kamu pulang anak muda, dan jangan pernah menampakan batang hidung kamu di rumah saya lagi karena jika sampai hal itu terjadi saya bakalan marah besar dan tidak akan pernah memaafkan kamu lagi! Lagian kamu itu kan punya istri bukan hanya Aulia saja kenapa tidak kamu sibuk dengan istri kamu yang lainnya itu, supaya nanti Saat anak saya pulang dia bakalan tidak merasa bersalah karena dikatakan terlalu memonopoli waktu kamu? "tanya Deni yang memang sebenarnya benar sih karena masalah antara Bagas dan juga Davina sebenarnya belum selesai sama sekali dan pria itu harusnya menemui istrinya itu untuk memperlurus masalah mereka.
"Aku tidak akan pernah kemanapun dan juga tidak akan pergi tanpa membawa Aulia disampingku, Jadi kalau Abah mau mengusirku Bagaimanapun aku tidak akan pernah mau mendengarkan karena aku disini berdasarkan ada istriku juga! "tegas Bagas yang tidak ingin dibantah apalagi mengikuti perkataan Deni tadi yang mengusirnya secara halus.
Deni terlihat mengusap wajahnya kasar sedangkan Aulia dari tadi memilih untuk tidak ikut campur dengan segala macam perdebatan yang mereka lakukan, karena menurutnya laki-laki itu kalau sudah ingin berdebat meskipun suara perempuan terdengar begitu cempreng tidak akan didengarkan sama sekali maka dari itu lebih baik Biarkan saja sampai mereka puas pasti bakalan berhenti sendiri.
"Abah bisa stop tidak bertengkarnya sama itu anak mantu sendiri, Umi yang dengarnya saja kepala sudah puyeng sekali loh apalagi Aulia yang dari tadi sepertinya sudah pusing mendengarkan semuanya?" bujuk Santi dengan tatapan penuh permohonan karena yang ia harapkan saat ini yaitu suasana tetap kondusif aman dan nyaman serta bisa dikendalikan dengan begitu baik tanpa harus melibatkan otot seperti saat ini.
"Abah itu bukannya Mau mengajak dia buat ribut hanya saja inginnya kata-kata yang dialontarkan itu harus dipikirkan dulu supaya tidak membuat orang lain menjadi tidak nyaman, lain kita dan lain juga di kantornya kalau kantornya itu orang yang ia sewa tetapi di sini seharusnya dia bersikap ya layaknya keluarga bukan seperti orang asing! "jelas Deni dan Abizar tentu saja mendukungnya membuat Bagas ingin sekali menampol kepala pria itu agar segera Enyah dari hadapan mereka.
"Ayo kita pulang atau kamu beneran mau menginap di sini? kalau memang Iya nanti aku bakalan menyuruh Dimas untuk membeli pakaian dekat sini supaya aku juga bakalan ikutan kamu, soalnya aku tidak mungkin pulang dan tidur sendirian sedangkan istriku juga di sini bakalan tidur sendirian seperti ini!"Aulia menggelengkan kepalanya karena merasa aneh dengan perkataan yang dilontarkan oleh Bagas Itu sebab menurutnya pria itu terlalu berlebihan dalam bersikap dan juga terlalu bermain peran seperti merupakan suami yang perhatian dan juga penuh kasih sayang kepada istrinya sendiri.
"Kamu kenapa tidak pergi ke rumahnya Davina saja soalnya kan dia pergi dari rumah belum kembali juga, aku tidak enak loh kalau kamu harus ikutan menginap di sini Sedangkan istri kamu itu pergi dari kemarin belum kembali juga lo ke rumah? "tolak Aulia.
"Dia yang pergi bukan aku yang mengusirnya jadi otomatis dia tahu jalan pulang, Tetapi kalau dia kebiasaan pergi terus pergi jemput lagi ya nanti bakalan menjadi kebiasaan!"tolak Bagas karena memang harusnya seperti itu Sebab Davina yang ingin pergi ke rumah Jadi kalau dirinya harus pergi menjemput wanita itu bakalan besar kepala.
"ya Kenapa tidak kamu jemput dia pakai surat gugatan cerai saja supaya Aulia bakalan menjadi istri satu-satunya kamu, soalnya tadi saja sewaktu di cafe Istri Kedua kamu itu marah-marah kepada Aulia karena merasa bahwa dia sudah merebut posisinya menjadi istri kamu! "Aulia benar-benar merasa kesel kepada Abizar yang terlalu jujur sebab Ia yakin pasti setelah ini Bagas bakalan mengintrogasi dirinya yang tanpa seijinya pergi ke restoran milik Abizar.
__ADS_1
Bagas menatap penuh tanda tanya ke arah Aulia ketika mendengar Abizar mengatakan soal Safira, dirinya bahkan tidak menyangka kalau wanita itu bisa mencari Aulia dan entah apa yang ia katakan dirinya juga tidak tahu sama sekali.
"kamu sudah menggugat cerai istri kamu nomor 2, Memangnya alasan apa yang kamu gunakan sampai-sampai bisa menggugat cerai dia? Awas ya kalau dia meneror Aulia terus-menerus gara-gara Apa yang kamu lakukan ini, karena jika sampai hal itu terjadi aku benar-benar bakalan menghajar kamu sampai habis dan tidak berbekas! "tegas Deni.