Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Andara Berulah


__ADS_3

Davina tetap kokoh pada pendiriannya bahwa tidak akan ingin mencari masalah lagi dalam kehidupan Bagas, Bukankah pria itu sudah menceraikannya ya Otomatis bahkan sudah tidak menginginkan dirinya sebagai istri maka dari itu untuk apa mempertahankan seharusnya yang tidak perlu dipertahankan.


Andara tidak peduli meskipun Papanya sudah menjatuhkan talak cerai secara langsung kepada sang Mama, karena menurut gadis itu jika Davina adalah wanita yang berhak mendampingi Papanya sampai menua nanti dan tidak ada yang namanya perceraian di antara mereka berdua meskipun itu sebenarnya sudah terucap dari bibir Papanya ya Otomatis perceraian itu sudah sah di mata agama meskipun belum terdaftar di negara.


"Mama kalau penakut seperti begini Andara paling benci sama sekali dan juga tidak suka melihat kita itu seperti dibuang oleh Papa, seharusnya Mama melawan dong biar Papa sadar kalau Papa itu masih punya kami dan otomatis tidak boleh melakukan itu semua! Pokoknya kalau Mama tidak kembali ke rumah itu maka aku yang bakalan mengusir wanita itu dari rumah kita dan menarik Mama pulang ke sana, Aku tidak suka tinggal di sini kalau setiap hari Mama Sama Oma bakalan berdebat terus tidak ada yang namanya akur sedikitpun! "tegas Andara membuat Davina menegang karena dirinya sangat hafal Perangai buruk putrinya itu jika sudah mengatakan itu maka dirinya akan tetap melakukan hal itu.


"Ya itu merupakan risiko sebagai orang yang tidak dianggap dan juga tidak diinginkan ada di sini, tetapi kamu tenang saja nanti Mama bakalan usahakan membeli sebuah apartemen untuk kita tinggal di supaya kamu merasa nyaman di sana! "jelas Davina ingin agar anaknya itu selalu tenang kemudian tidak terlalu merespon berlebihan dengan permasalahan yang tengah ia hadapi saat ini.


"pokoknya aku tidak mau Mama mengeluarkan uang untuk membelikan tempat tinggal untuk kita berdua Sedangkan tempat tinggalnya Papa itu sangat besar dan luas, dan aku masih berhak di sana itu otomatis Mama juga punya hak di tempat itu jangan membiarkan wanita lain yang baru datang dalam kehidupan kita mengambil dan juga menghancurkan semuanya! "ujar Andara yang sudah benar-benar tersulut emosinya dengan permasalahan yang ada sampai-sampai menjadi anak yang begitu keras kepala dan tidak Mendengarkan nasehat yang diberikan Davina kepadanya.

__ADS_1


Devina tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana agar anaknya itu paham bahwa segala macam permasalahan tidak perlu harus diselesaikan dengan adu urat, karena menurutnya apa yang terjadi di dalam hidup itu memang sudah digariskan dirinya juga sudah mencoba ikhlas tidak ingin bermasalah dengan siapapun Apalagi kemarin ia sempat melukai Aulia pasti saat ini Bagas benar-benar kecewa dan juga dendam kepadanya.


"Andara pokoknya mama minta dengan sangat jangan Kamu nekat melakukan sesuatu hal yang nanti akan kamu sesali, Karena papa kamu itu merupakan orang yang paling tidak suka apapun yang ia katakan dibantah dan kamu pasti tahu akan hal itu! Hiduplah dengan tenang Belajarlah dengan giat dan tunjukkan kepada dunia bahwa kamu itu bisa sukses tanpa dukungan dari keluarga Sanjaya, toh papa kamu juga tidak mungkin melupakan kamu dan membiarkan anak kandungnya sendiri terlantar sebab nanti Apa kata dunia Jika ia memiliki kekayaan yang begitu banyak tetapi tidak peduli dengan anaknya? "jelas Davina yang mencoba agar Andara membuka jalan pikirannya tidak terlalu harus mempermasalahkan sesuatunya itu dengan kekuatan.


Andara memilih tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu karena sekarang dirinya sudah masuk ke dalam mobilnya Davina, untuk mengantarkannya ke kediamannya Sanjaya sebab dirinya harus berbicara dengan papanya secara langsung dan juga menggertak Aulia agar segera pergi dari kehidupannya Bagas.


"Nah begitulah Nak, yang harus kamu lakukan sekarang agar kita tidak terbuang dari keluarga Papa kamu. Maaf tadi jika Mama sengaja mengatakan hal itu, agar kamu bisa tersulut emosinya dan bisa langsung menemukan wanita itu! "gumam Davina tersenyum Devil ketika melihat Andara sudah pergi dari situ menggunakan mobilnya.


"Mama bisa tidak jangan terlalu memanas-manasiku harus ikut sesuai dengan kemauannya Mama, ini merupakan kehidupanku ya Meskipun sekarang aku masih tinggal bersama kalian tetapi Percayalah aku pasti bakalan bisa membeli sebuah Hunian yang megah dan juga intinya nyaman untuk aku dan juga anak-anakku! "jelas Davina lalu segera keluar dari kamar Andara karena memang dirinya sedang tidak betah dan juga sedang tidak ingin berdebat dengan Mamanya itu yang setiap kali berbicara dengannya pasti hanya menggunakan kata-kata sindiran dan juga ejekan serta hinaan untuknya yang entah kenapa sampai wanita tersebut terlihat begitu membencinya padahal Devina selama ini selalu mengikuti apa yang Aura katakan.

__ADS_1


"ini anak Kenapa sih selalu saja seperti itu, waktu aku mengejek dan juga memarahinya dia tersinggung eh sekarang memujinya malah sama saja ya percuma dong? "omel Aura kesal ketika dirinya selalu diacuhkan oleh Davina dan juga seolah-olah tidak peduli dengannya sama sekali.


Davina memilih untuk tidur tidak perlu harus menunggu Andara pulang karena tidak mungkin anaknya itu bakalan kenapa-napa di jalan dan juga di rumah Papanya, karena sejahat-jahatnya Bagas pasti tidak akan tega melakukan sesuatu hal yang Merugikan dirinya dan juga putrinya sendiri.


Andara tidak memerlukan waktu lama untuk sampai di kediaman Bagas yang terlihat sudah sunyi, dirinya langsung nyelonong masuk begitu saja tidak peduli ada satpam yang mencegahnya karena sudah berani-beraninya masuk tanpa permisi meskipun itu memang rumah dari Papanya.


"Permisi non Andara, kalau ingin bertemu dengan Tuan Bagas sepertinya Anda datang di waktu yang salah karena saat ini dia tengah keluar bersama dengan Nyonya Aulia dan juga Nona Indira! "jelas satpam tersebut membuat anda menatap tajam ke arahnya.


"Apa hak kamu mencegah aku untuk masuk ke dalam rumahku sendiri, apa kamu sudah bosan hidup atau sudah bosan bekerja di sini? Terserah aku mau ke mana saja dan juga mau berbuat apa karena intinya aku tetap bakalan menunggu sampai Papaku pulang karena, lebih baik kamu pergi menunggu di depan siapa tahu ada gembel yang bakalan masuk tanpa permisi!"usir Andara sambil mengibaskan tangannya karena memang dirinya saat ini tengah ingin bertemu dengan Papanya bukan ingin bertemu dengan manusia siapapun itu.

__ADS_1


"Tapi Non, saya dilarang Tuan Bagas untuk tidak mengizinkan siapapun masuk ke sini termasuk anda! jadi tolong bekerja sama lah dan juga jangan mempersulit pekerjaan saya karena Nantinya saya yang bakalan kena marah, Lagian kalau mau menunggu di mobil Nyonya Davina sepertinya tidak ada masalah kan soalnya intinya Anda masih di dalam lingkungan rumah ini? "jelas Satpam itu.


__ADS_2