Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bertemu


__ADS_3

semalaman Bagas tidak bisa tidur dengan tenang Bagaimana tidak Aulia melarang pria itu ketika tidur menatap ke arah samping kepadanya, karena menurut Aulia dirinya akan tidak nyaman dan tidak bisa tidur dengan tenang kalau sampai Bagas harus menoleh ke arahnya.


Alhasil semalaman pria itu hanya tertidur di sisi tempat tidur sebelah kiri membuat punggungnya begitu kesakitan tetapi tidak berani mengeluh, ternyata perjuangan untuk mendapatkan hati istri itu bukanlah perkara yang mudah sebab sekarang Bagas benar-benar merasakannya dan juga sangat kesulitan.


Aulia Yang bangun pagi-pagi sebenarnya menatap ibarat suaminya itu yang terlihat begitu kesulitan, namun dirinya hanya ingin melakukan hal itu agar Bagas bisa kembali dan menyelesaikan masalahnya dengan Devina agar tidak berlarut-larut seperti saat ini.


"Apa aku terlalu keras kepadanya dan juga tidak menghormati posisinya sebagai seorang suami, soalnya Setiap hari aku pasti bakalan marah-marah kepada dia padahal salahnya itu tidak ada sama sekali? kalau aku perbaikan dengan dia kira-kira nanti Apa perkataan orang di luar sana Dan juga istrinya itu, mereka pasti menyangka bahwa Karena dia sudah bercerai dari istri keduanya Akhirnya aku bisa berbaikan dan menerima pria ini dalam kehidupanku? "batin Aulia yang tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana lalu memilih untuk mendekati Bagas dan memperbaiki cara tidur pria itu yang sangat terlihat begitu menyedihkan.


Sebenarnya sudah tidak tertidur dari tadi hanya saja Bagas takut kalau nanti dirinya bangun kalau dia akan langsung menyuruhnya keluar kamar, padahal menurutnya perbincangan suami istri yang paling terbaik itu adalah di pagi hari karena sangat nyambung Dan juga mungkin ya berakhir dengan olahraga pemanasan tetapi bukan kesegaran jasmani loh.


"Mas, bangun Memangnya kamu hari ini tidak ke kantor? Astaga nih orang tidur apa mati sih, dipanggil malah tidak merespon sama sekali? "ngomel Aulia dan Percayalah Bagas sampai-sampai ingin berteriak ketika mendengar panggilan dari Aulia barusan dan itu yang merasa sepertinya tanda-tanda Surga Dunia bakalan semakin dekat.


"Mas, bangun dong! "Aulia kembali menggoncang tubuh Bagas agar seberapa bangun membuat pria itu berpura-pura baru sadar dan kini tengah mengecek matanya.

__ADS_1


"Pagi Sayang, aduh pagi-pagi begini udah cantik banget pengen Aku ajak tidur nih di dalam selimut!"goda Bagas membuat Aulia memasang tatapan tajamnya Karena Wanita itu ingin menutupi kegugupan Dan juga wajahnya yang merah merona karena merasa malu.


"Kamu ini nggak jelas banget deh jadi orang, disuruh bangun malah seperti orang baru bangun dari mimpinya ngomongnya ngelantur semuanya!" omel Aulia tetapi Bagas malah cengiran karena merasa lucu dengan wajah penuh emosi milik istrinya itu.


"loh biasanya itu kalau bangun tidur harus Seharusnya kan gombalin istri sendiri kan tidak masalah, jadi kamu harus mulai terbiasa dengan hal itu mulai saat ini Supaya kalau aku ngomong begitu respon kamu bakalan begitu bahagia! "jelas Bagas kemudian menarik tubuh Aulia agar dekat dengannya sebab dirinya ingin sekali tidur membawa wanita itu tetapi semalaman tidak kesampaian sama sekali.


"Eh kamu dikasih hati jangan minta tulangnya juga sekalian ya, Memangnya kamu pikir aku mau aku kasih ke kamu? awas aja kamu ya kalau sampai Abah sama Umi berpikiran macam-macam karena kita terlambat keluar dari kamar, karena aku bakalan langsung mencitak kepala kamu itu supaya di dalamnya otaknya langsung Segera berfungsi tidak hanya memikirkan hal-hal mesum! "omel Aulia tetapi Bagas tidak peduli karena sekarang pria itu bahkan sudah melingkarkan tangan dan kakinya pada tubuh Aulia yang begitu pas di dalam dekapannya.


"Biarkan seperti begini beberapa saat lamanya! Kan tidak ada salahnya, soalnya selama ini kan kita seperti orang asing di dalam satu rumah? Aku hanya ingin kamu menjadi istri yang menurut kemudian setia, seperti aku yang selama ini selalu berusaha menjadi pria yang setia tetapi tidak ada yang mendukung hal itu! "jelas Bagas membuat Aulia sebenarnya tidak suka dengan kata-kata pria itu karena menurutnya Bagas itu tidak setia hanya karena menginginkan punya keturunan seorang anak laki-laki tetapi Biar bagaimanapun jodoh dan juga mau serta kehidupan di dunia ini sudah ada yang mau mengaturnya jika kita semakin Ambisi untuk mendapatkannya Maka hal itu akan terasa begitu lama dan juga membuat kesabaran kita akan habis.


"kamu itu bisa tidak pagi-pagi begini Jangan ngomong perceraian soalnya semangat hidupku langsung luntur loh seketika, aku ini sebentar mau menghadapi sidang perdana gugatan cerai untuk Safira Dan aku ingin kamu istriku memberi semangat dan juga mendukung bukan kamu juga malah ingin mengajukan cerai! "lirih Bagas sambil menutup kedua matanya itu menggunakan tangannya karena pria itu merasa sedikit lagi kalau kalian menangis jika Aulia selalu mengatakan perceraian ketika mereka berdua bersama.


"Ya habisnya tidak mungkin dong aku bertahan di sisi kamu sedangkan kamu punya Davina, Harusnya kamu sadar dari awal dan juga lebih bersabar karena aku yakin Devina itu masih muda dan bisa memberi kamu keturunan! Harusnya mau punya anak laki-laki atau tidak Dan sekarang kamu punya dua anak perempuan, Mengertilah kepada mereka yang pasti bakalan kecewa karena kamu menganggap keduanya seperti tidak ada sama sekali dan juga seperti bukan merupakan anak kamu!" Baru kali ini Aulia berbicara secara perlahan terhadap Bagas kereta selama ini selalu saja uji urat.

__ADS_1


"Aku bukannya tidak mau menerima mereka tetapi kamu tahu sendiri kan aku tidak ingin Anak perempuanku menjadi terbebani dengan pekerjaan ini, setiap orang yang bekerja mengurus semua bisnis besar itu bukan pekerjaan yang mudah apalagi seorang wanita yang nantinya bakalan hamil dan juga punya suami!"jelas Bagas membuat Aulia hanya menghembuskan nafasnya secara perlahan soalnya setiap kali dirinya membantah pria itu punya jawaban yang membuat Ia seperti kalah telak namun bagaimana lagi ketika apapun yang ia inginkan dan juga harapan dalam hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan pasti dirinya hanya bisa menelan kekecewaan saja.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kamu lepaskan aku deh soalnya aku pengen banget loh mau bikin sarapan, Kamu pasti ingin dong merasakan sarapan buatan istri kamu pertama kalinya? "bujuk Aulia meskipun dirinya tidak menyukai apa yang ia katakan tetapi tidak ada salahnya kan kalau menyenangkan Bagas sekali-sekali.


Bagas begitu tersentuh ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Aulia itu dan Percayalah dirinya merasa bahwa pernikahan mereka kedepannya bakalan baik-baik saja, jika Aulia selalu saja bersikap sebagai wanita yang penuh dan juga gampang diatur seperti saat ini dan juga Aulia selalu tidak pernah termakan dengan apapun yang terjadi di luaran sana.


"Terima kasih kamu sudah mau berubah dan juga menerima aku sebagai suami kamu, Percayalah aku bakal melakukan yang terbaik untuk kamu tetapi Tolong jangan pernah menyuruhku pergi dan juga bersama dengan wanita yang lain! "pinta Bagas memelas tetapi Percayalah kalau Aulia tidak suka dengan kata-kata yang dilontarkan oleh pria itu.


"Ya tidak bisa begitu dong kamu itu masih punya Davina yang otomatis masih merupakan tanggung jawab dari kamu, tapi kalau kamu hanya beratnya kepadaku saja itu sama saja kamu bakalan membuat aku menjadi bahan gunjingan dari orang-orang di luar sana!"tolak Aulia tegas karena memang Jika hubungan Davina dan juga Bagas masih menjadi suami istri ya wanita itu berhak juga terhadap suaminya sekarang Maka dari itu Aulia tidak ingin egois karena dari awal status Bagas adalah pria berpoligami jadi kalau mau melarang apapun yang ada dalam pikirannya rasa-rasanya sudah sangat egois dan juga tidak memikirkan perasaan wanita lain yang jelas-jelas sedang terluka saat ini.


"Aku janji setelah urusanku dengan Safira selesai Aku bakal mengurus soal Davina Yang sepertinya kami berdua tidak sejalan lagi, soalnya sekarang saja dia memilih untuk pergi meninggalkanku dengan kembali ke rumah orang tua nya padahal dari Awalnya dia tidak pernah sebelumnya seperti begini!"jelas bagus berharap agar Aulia paham.


"sebenarnya dia hanya perlu perhatian dari kamu Dan mungkin pasti mengira Jika dia pergi kamu pasti bakalan menyusulnya seperti biasanya kan, hanya kamu sekarang itu rada bego makanya sepertinya tidak paham dengan kemauan Seorang Istri buktinya Bukannya kamu susul malah kamu keluluran tidak jelas! "omel Aulia.

__ADS_1


Bagas sangat menyukai suasana pagi ini yang menurutnya sangat tenang dan juga damai serta dirinya bisa berbicara Dari Hati Ke Hati Bersama dengan Aulia, meskipun terkadang terdengar nada yang sangat tidak menyukai sikapnya tetapi tidak masalah sih yang penting Aulia mau berbicara dengan secara perlahan tanpa harus meninggikan suara itu merupakan keajaiban.


"aku tidak bisa lagi bersatu dengan dia karena itu sama saja memaksakan apa yang tidak ingin aku lakukan, tidak masalah kalau istriku hanya kamu saja karena memang dari awal aku tidak pada niatan poligami jika bukan karena tuntutan yang harus aku jaminkan! kamu tidak akan pernah paham dengan semuanya ini yang kamu pahami hanyalah Aku adalah pria berpoligami, ya memang aku akui hal itu dan tidak pernah aku menyangkal tetapi Percayalah itu semua juga di luar dari batas keinginanku Tetapi semua orang rasa-rasanya hanya menjadi juri dalam kehidupan orang lain sampai-sampai tidak sadar kalau kehidupannya lebih bermasalah!"Aulia dari tadi tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Bagas.


__ADS_2