
Bagas Tentu saja tidak bisa membela diri ketika mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu tanda ku mau meskipun ia tahu kalau akar permasalahan ini ya berasal darinya, entah Kebodohan apa yang sudah ia lakukan sampai-sampai mengatakan semua itu tanpa berpikir lebih dahulu.
Padahal tadi sebenarnya dirinya hanya ingin mengatakan sesuatu yang tidak pernah memikirkan soal kedua Mantan istrinya, itu sudah dirinya juga bingung bagaimana ceritanya sampai-sampai harus meluber ke arah situ membuat mood istrinya menjadi hancur.
"Sayang aku minta maaf kalau tadi salah ngomong dan membuat kamu tersinggung tetapi Percayalah kalau aku tidak pernah berpikiran ke arah situ, kalau kamu mau marah-marah terserah kamu tetapi Tolong jangan ngambek sampai lebih dari satu hari ya soalnya nafasku itu rasanya sesak kalau sampai terjadi!" bujuk Bagas Tetapi istrinya itu tidak peduli sama sekali.
Aulia Bukannya tidak menghargai suaminya itu hanya saja Entah mengapa setiap kali mendengar Bagas menjelaskan segala sesuatu tentang masa lalunya dirinya merasa tidak nyaman, bukan karena cemburu Tetapi lebih ke arah rasa bersalah soalnya mungkin karena kehadirannya di tengah-tengah pria itu membuat Bagas akhirnya memilih untuk bercerai dari Davina dan juga Safira.
"Aku tidak pernah marah kalau kamu membahas kedua mantan istrimu itu karena memang di sini Aku adalah orang ketiga Diantara Kalian, hanya saja permintaanku kalau bisa jangan kamu mengingat-ingat soal itu karena aku tidak mau bakalan disalahkan dengan apa yang menimpa kalian! "jelas Aulia lalu memilih untuk menuju ke kamarnya Indira guna membangunkan Putri sambungnya itu.
Bagas jadi lemas ingin berangkat ke tempat pertemuan para pengusaha muda pun rasanya sangat tidak bersemangat, sebab sama saja ketika dirinya sampai di sana pikirannya akan fokus ke rumah akibat Aulia yang terlihat masih marah dan juga tidak suka dengan apa yang ia lakukan.
"eh Aulia kamu kok malah ada di sini bukannya hari ini suami kamu Aku akan mengadakan pertemuan dengan para pengusaha muda yang lain, bukannya para istri nanti harus menemani suami mereka untuk berada di sana karena memang seharusnya seperti itu kan? "tanya Nina heran karena kemarin Memang Dimas sempat bercerita Kalau hari ini merupakan hari penting bagi para pengusaha pengusaha yang ada di ibukota untuk saling bertemu kemudian bisa mencari kalian baru dan sebagainya.
Nina menatap penuh rasa penasaran ke arah Aulia Yang sepertinya tidak menggubris apa yang ia tanyakan, bahkan terkesan wanita itu sepertinya menghindari pembahasan yang sedang ia lakukan saat ini.
"Kan yang jadi pengusaha itu dia bukan aku jadi otomatis dia sendiri dong yang jalan, masa iya aku ke sana Memangnya Menurut kamu aku harus ngapain coba bengong doang atau hanya menjadi pengganggu? "tanya Aulia penasaran.
Nina jelas saja tertawa mendengar jawaban yang diberikan oleh Aulia itu sebab menurutnya terlalu berlebihan pada hal ya ke sana ada istri-istri para pengusaha yang lain otomatis mereka pasti bakalan berbaur, apalagi pengusaha sukses seperti Bagas itu pasti memiliki kenalan yang begitu banyak yang otomatis tidak mungkin mengabaikan Aulia begitu saja.
"di sana itu banyak orang loh bukan hanya kamu sendiri ya Misalnya 10 orang Kamu merasa tidak nyaman tetapi pasti satu di antara mereka ada yang membuat kamu merasa betah, resiko menjadi istri dari seorang pengusaha Ya seperti ini tidak boleh tenang di tempat saja nanti lama-lama posisi suami kamu bakalan diambil lagi loh!"ujar Nina lagi tetapi Aulia yang sudah tetap pada pendiriannya ya Otomatis tidak akan pernah berubah pikiran.
Aulia tetap menggelengkan kepalanya karena menurutnya itu hanya pemikiran Nina saja belum tentu saat nanti terjun ke lapangan sesuai dengan apa yang dipikirkan, yang ada itu malah mungkin lebih parah dari hal tersebut dan membuat dirinya kebingungan harus melakukan apapun yang bisa membuat agar pikirannya Tetap tenang dan juga rileks.
__ADS_1
"terkadang itu kamu hanya ngomong doang tetapi kenyataannya tidak seperti begitu, kecuali kalau kamu pernah mengalaminya terus hari ini kamu menasehatiku seperti tadi ya mungkin aku bakalan mendengarkan tetapi kamu kan buru-buru mengalaminya menikah saja tidak pernah ! "jelas Aulia karena menurutnya Nina itu hanya menghiburnya saja agar ia bisa ikut dengan Bagas.
"kalau misalnya suami kamu itu kepincut sama wanita lain Terus besok deh bakalan memaksa untuk punya istri satu lagi, Memangnya kamu ikhlas kalau sampai dia melakukan hal itu soalnya kan kamu sendiri tahu kebiasaan suami kamu itu seperti apa? "tanya Nina yang ingin memastikan kira-kira isi dalam otak sahabatnya itu seperti apa kalau sampai Bagas menikah lagi untuk kesekian kalinya.
Aulia ingin tertawa ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Lina tadi seolah-olah sengaja untuk menakut-nakutinya agar bisa mengikuti Bagas kemanapun pria itu pergi, Padahal di dalam pikiran Aulia mah terserah Bagas mau ngapain aja di luar sana yang penting intinya kehidupannya tidak ada yang ganggu sama sekali karena yang ia butuhkan saat ini yaitu ketenangan.
"ya kalau misalnya dia mau menikah lagi itu urusannya aku tidak peduli sama sekali dan juga yang kasih makan kan dia bukan aku, yang penting intinya aku bakalan pindah dari sini dan kembali ke rumahnya Abah sama Umi sebab dengan begitu pikiran kebakaran lebih tenang tidak terganggu oleh apapun dan juga merasa lebih bebas! "apa yang dikatakan oleh Aulia itu tidak sadar jika saat ini tengah didengar oleh Bagas dengan begitu baik membuat pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh istrinya.
"sayang kamu kok malah terpengaruh dengan omongan dari dia, Memangnya Sejak kapan aku ngomong bakalan mau menikah lagi? kamu kalau tidak punya bahan pembicaraan tolong ya dicoba mulut kamu jangan dipakai buat ngomongin orang, karena nanti semua orang belum tentu bakalan berpikir melalui versinya kamu! "omel Bagas tetapi Nina tidak peduli.
"ya ini kan waspada saja jangan sampai memang benar apa yang aku waspada kan itu bakalan menjadi kenyataan mengingat rekam jejak kamu selama ini, jangan membela diri kalau memang kenyataannya bakalan seperti itu karena itu sama saja kamu sekarang ngomongnya tidak padahal sedang ada dalam pikiran kamu itu merancang sesuatu."Dina adalah orang yang selalu ngomong blak-blakan tidak pernah yang ada namanya kebohongan serta berpikir berulang kali hanya untuk mendapatkan jawaban yang pasti karena pikiran wanita itu ya tetap ada pendiriannya bahwa Bagas haruslah menjadi pria yang setia bagaimanapun caranya nantinya.
"lebih baik kamu pergi saja itu Dimas sudah datang tidak enakan kalau misalnya kalian telat, Jangan peduli dengan perkataan Nina dan juga tidak ada salahnya juga sih kalau dia ngomong seperti itu hanya sekarang tergantung kepada kamu saja mau melakukannya atau memilih untuk bertahan seperti ini! "Aulia bukanlah malaikat yang akan melupakan kesalahan orang dan memaafkannya dan dirinya juga hanya ingin mewaspadai sesuatu yang sampai sekarang masih tetap abadi di dalam ingatannya.
"daripada kamu Suntuk di rumah gimana kalau kamu ikutin Mas untuk pergi ke pertemuan itu, ya mungkin dengan begitu kamu bisa punya teman daripada hanya berteman sama si manusia cerewet satu ini? "tawar Bagas sambil melirik sinis ke arah Nina yang tersenyum mengejek ke arahnya sebab Ia yakin pasti Bagas takut kalau misalnya Aulia tinggal berdua dengannya di rumah pasti dirinya bakalan mengkontaminasi isi otak istri dari pria itu.
"Aku di rumah saja Mas, soalnya sepertinya ruang Gerakku semakin tidak bagus deh soalnya kadang-kadang aku merasa pusing kadang-kadang juga merasa tidak nyaman! aku juga waspada jangan sampai manusia aneh yang kemarin itu bakalan nongol lagi di tempat itu soalnya kan Sepertinya dia juga pengusaha seperti kamu, jadi sebelum terjadi hal-hal yang membuat kamu malu dan juga merasa tidak nyaman lebih baik kita mewaspadai ini dari awal kan? "tanya Aulia karena Biar bagaimanapun ya Bukannya tidak mau menemani suaminya pergi hanya saja untuk sekarang lebih baik bertahan di rumah untuk menjaga sesuatu agar lebih nyaman kemudian mewaspadai jangan sampai nanti takutnya Arsen bakalan bertingkah lagi lebih jauh daripada kemarin padahal saat ini tengah berkumpul orang banyak sekali.
"Ya sudah kalau begitu, Jangan ke mana-mana ya! nanti juga akan ada Bodyguard kamu yang bakalan berjaga di rumah ini takutnya jangan sampai selama Mas pergi ada orang-orang jahat atau nanti mungkin ada wartawan dan sebagainya, usahakan tidak boleh keluar rumah tanpa sepengetahuan Mas apalagi ingin jalan-jalan ke tempat umum! "perintah Bagas tentu saja Aulia sebagai suami tidak mungkin membantah jika memang itu menyangkut dengan keselamatan dirinya.
Cup
Aulia mengecup pelan bibir suaminya itu soalnya kalau tidak pasti bakalan banyak berbicara seperti ini, dan Percayalah Nina serta Dimas membulatkan matanya sempurna antara malu dan juga tidak percaya.
__ADS_1
"sudah diam jangan banyak berbicara lagi lebih baik pergi kemudian pulang secepatnya daripada nanti aku kangen loh, dan kamu Nina jangan iri ya soalnya kan kita sudah sah Terserah mau ngapain aja yang penting kamu sama Dimas jangan coba-coba aneh-aneh! "ujar Aulia sambil mengejek sahabatnya itu membuat Nina mendengus kesal.
Bagas begitu bahagia ketika mendapat mood booster tambahan dari istrinya itu, karena selama ini Aulia jarang sekali menunjukkan Sisi Romantis di hadapan semua orang maka dari itu ketika sekarang wanita itu melakukannya rasa-rasanya seperti Tengah diberi Jackpot yang begitu bernilai fantastis.
"kalau setiap hari sebelum pergi dikasih beginian terus Percayalah pekerjaan suami kamu itu bakalan kelar dalam waktu setengah hari karena saking semangatnya, lain kali jangan capek-capek ya Melakukan hal ini kepada suami sendiri soalnya pahalanya pasti bakalan lebih besar lagi di surga. "gombal Bagas membuat Aulia hanya tersenyum sedangkan Nina merasa mual.
Huekk
"Sumpah gue mau muntah nih guys, soalnya semakin hari semakin gila saja nih orang ! "sindir Nina membuat semua orang yang ada dalam ruangan itu tertawa.
"Ya sudah kalau begitu Mas berangkat dulu ya Kamu hati-hati di rumah Ingat jaga anak kita baik-baik! untuk kamu Ingat jangan coba-coba mengajak istriku pergi ke manapun apalagi melakukan sesuatu yang ekstrim, karena statusnya dia dan juga posisinya dia itu berbeda dengan kamu yang jelas-jelas belum pernah merasakan seperti yang tengah ia rasakan saat ini. "setelah mengatakan hal itu Bagas dan Dimas pun pergi dari situ sedangkan Nina mencak-mencak tidak terima karena selalu saja dirinya dibanding-bandingkan dengan Aulia padahal tanpa dikata pun ia sudah sadar diri kalau dirinya itu sekarang Masih single alias jomblowati sejati.
"Oh iya kalau boleh tahu kamu selama ini pernah tidak bertemu dengan para mantan istrinya suami kamu itu, Ya secara kan maksudnya jangan sampai mereka ingin mengajukan komentar atau mau marah-marah gitu? "tanya Nina soalnya Ia adalah salah satu korban dari drama yang selalu saja terlihat para wanita yang tersakiti itu pasti datang dan memarahi orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
"belum sih sampai sekarang Tetapi kalau misalnya mereka mau marah ya jelas aja aku protes dong karena itu kan atas kemauan suami mereka sendiri bukan atas bujuk rayuan dariku, lagiaan aku juga tidak masalah kok kalau misalnya Suamiku itu punya istri lebih dari satu karena memang dari awal kan sudah seperti itu?"Aulia mengatakan semua itu karena memang kenyataannya ya begitu kalau dirinya sudah tahu dari awal status Bagas Seperti apa dan kebiasaan pria itu juga bagaimana.
" Iya juga sih!"akhirnya kedua orang itu tertawa karena memang merasa lucu dengan status yang disandang oleh Aulia saat ini.
Tepat pukul 10.00 pagi Safira sudah diantar pulang ke kos-kosannya oleh para anak buahnya Savero, dirinya hanya bisa menghilang nafasnya secara perlahan ketika melihat mobilnya telah terparkir sempurna di halaman kos-kosan itu.
Safira tentu saja bahagia karena mobil itu adalah salah satu hartanya yang paling berharga untuk saat ini karena untuk Selain itu tidak ada sama sekali yang bisa ia pertahankan, maka dari itu meskipun sedang dalam keadaan miskin mobil itu tidak ada niatan untuk dijualnya meskipun hujan badai sekalipun yang datang tetapi dirinya tetap ada pendirian.
"Mbak Safira semalaman dari mana ya Kok jam-jam begini baru di antara pulang, padahal kemarin malam itu ada salah satu temannya loh datang terus panggil-panggil eh karena tidak ada yang nyahut makanya dia kembali?" tanya pemilik kos-kosan tersebut yang bernama Mira.
__ADS_1
"Oh itu kebetulan ada acara reunian hanya karena cuacanya tidak mendukung makanya menginap di sana dan kebetulan itu yang antar tadi itu merupakan suami dari teman saya karena istrinya sedang hamil makanya tidak sempat mengantar, Oh iya kalau boleh tahu sebenarnya laki-laki atau perempuan ya yang semalam datang ke rumah ini soalnya kan ponsel saya mati jadi tidak bisa dihubungi?"tanya Safira penasaran karena dia takutnya jangan sampai yang datang itu adalah Arsen.