
Hari ini merupakan weekend ya Otomatis segala macam kegiatan tidak dilakukan baik dari anak sekolah maupun perkantoran, maka dari itu Indira merengek kepada Aulia agar mau jalan-jalan dengannya ke pusat perbelanjaan yang terkenal di tempat itu.
padahal Aulia hari ini sedang tidak ingin ke mana-mana Hanya saja karena remehkan Indira yang tidak penting hentinya, membuat wanita itu memilih untuk mengalah dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Indira dan singkat cerita sekarang mereka sudah bersiap untuk masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan Mereka pergi ke tempat tujuan.
"Ayo kita berangkat, biar bisa cepat kembalinya! Dan juga Usahakan jangan sampai Papa kamu itu tahu soalnya kalau dia sampai tahu bakalan banyak drama yang terjadi, dan Bunda paling tidak suka melihat wajahnya sebab hanya memancing keributan saja!" Aulia mewanti wanti Takutnya nanti anaknya itu keceplosan dan alhasil membuat waktunya yang berharga harus terbuang percuma akibat bertemu dengan Bagas yang hanya bisa memancing keributan kepadanya.
"Tapi kan kasihan kalau Papa sendirian di sini soalnya kan nenek juga lagi keluar, dan uncle Dimas menemani kita jadi lebih baik Papa juga ikutan deh. "tolak Indira.
"Ya ampun Astaga ini anak tadi kan sudah bilang tidak usah sama sekali kenapa malah ngeyel, bocah memang tidak pernah mengerti dan urusan orang besar jadi ya seperti ini sudah! "batin Aulia frustasi soalnya kalau mau menolak secara langsung rasanya sangat tidak tega karena selama ini Indira memang jarang sekali ditemani oleh Papanya Itu pergi kemanapun mungkin tidak ada salahnya juga kan kalau Bagas juga ikut dengan mereka.
"Ya sudah kalau begitu nanti Bunda bakalan Panggil kan Papa kamu supaya segera turun ke sini, habisnya kamu sih ih maunya hanya berduaan saja Tetapi malah inginnya bertiga! "jelas Aulia membuat Indira tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya apa yang ia dan Bagas rencanakan berjalan dengan begitu mulus tanpa ada hambatan sedikitpun dan juga penolakan dari Aulia.
"Papa nya nggak usah dipanggil tuh orangnya sudah nongol sendiri dari tadi malahan lagi nungguin kita, jadi dengan begitu Bunda nggak usah mengeluarkan tenaga lagi untuk memanggilnya karena kita bakalan langsung berangkat!"sahut Indira sambil tersenyum membuat Aulia menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh anak kecil itu dan ternyata benar ada Bagas yang tengah tersenyum penuh kemenangan dan juga tanpa dosa ke arahnya seolah-olah pria itulah yang mempengaruhi Indira agar Mau mengajak dirinya pergi ke manapun istrinya itu melangkah.
...****************...
Bandung
Nina saat ini sedang gelisah dan juga galau serta merana soalnya semenjak kembali dari rumahnya ponselnya Aulia itu susah sekali untuk dihubungi, Kebanyakan yang menjawab itu para Mbak operator yang entah wajahnya seperti apa tidak ada seorangpun yang tahu.
__ADS_1
Rahayu yang melihat mood anaknya yang tidak begitu bagus merasa lucu maka dari itu ia memilih untuk mendekati Nina, sebab menurutnya tingkah anaknya itu layaknya orang yang sedang stres berat entah apa yang membuat dirinya seperti ini.
"Kamu itu kenapa sih semenjak Aulia pulang kamu nih jadi seperti ini, Padahal Papa kan sudah ngomong kalau memang kamu merasa bosan di rumah ya lebih baik aktif saja di kantor biar ada kegiatan yang bisa membuat pikiran kamu lebih nyaman! " Bujuk Rahayu membuat Nina Mendengus kesal.
"Astaga Mama anakmu ini lagi bingung harus melakukan apa yang berguna untuk diri sendiri bukan malah pergi sibuk dengan Kantornya Papa itu, apalagi di sana itu semua orang pada tua-tua Bangka masa iya aku harus gabung nanti yang ada dikira sudah tante-tante padahal jangankan menjadi tante menjadi seorang kekasih saja tidak pernah! "jelas Nina membuat Rahayu tidak bisa menahan tawanya sebab menurutnya anaknya itu mungkin efek terlalu kelamaan jomblo jadinya hatinya tersakiti atau apalah itu mau menyebutkan bahasa anak muda pasti bakalan sulit untuk dipahami dan juga sulit untuk dimengerti.
"ya Kalau begitu kamu masuk di biro pencarian jodoh saja sepertinya sekarang lagi viral loh, siapa tahu dengan mencari suami kamu atau pacar kamu di sana bakalan langsung ketemu yang keren? sekarang itu kalau memang secara manual tidak bisa dia tidak masalah kalau mengharapkan bantuan orang lain mungkin jodoh kamu di dunia nyata tidak ada Jadi harus melalui virtual, Jangan pernah merasa putus asa yang penting intinya rambut kamu kalau belum memutih usahakan cari jodoh atau belum menopause Ya tidak masalah selagi masih ada kesempatan harus digunakan baik-baik seperti Aulia kan mendapatkan seorang suami yang mapan dan juga gosipnya sudah bercerai dari istrinya yang kedua kan? "Nina mendadak jadi tambah galau ketika mendengar nama temannya disebut.
"Mama, Aulia itu korban pemaksaan untuk menikah! Jadi aku yakin dia tidak bahagia karena kalau misalnya dia bahagia belum tentu dia bakalan ikutan kabur denganku ke tempat ini kan, Padahal di luaran sana Aulia itu sebenarnya sangat Laku keras loh bahkan bisa dibilang fansnya itu bukan hanya satu atau dua saja melainkan ratusan orang dan semuanya itu pria sukses hanya dianya saja yang tidak ingin menjalin hubungan yang lebih serius! "ujar Nina yang tetap pada pendiriannya kalau sampai saat ini hubungan Aulia dengan Bagas tidak baik-baik saja.
"Ya sudah kalau kamu merasa bahwa sahabat kamu itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja, lebih baik kamu hubungi dia untuk memastikan keadaannya dan juga untuk memastikan kira-kira hubungannya dengan suaminya seperti apa. "jelas Rahayu membuat Nina mendesah kasar soalnya sebelum disuruh pun dia sudah melakukan hal itu namun hasilnya tetap nihil karena Aulia tidak bisa dihubungi sama sekali Mungkin wanita itu sedang mengganti nomor ponselnya atau ponselnya yang lama sekaligus langsung dibuang oleh Bagas karena tidak ingin ada kenangan masa lalu di dalam itu.
"kamu kan masih punya temen cowok dulu loh yang barengan sama kamu dan juga Aulia yaitu Abizar ya kalau nggak salah namanya, Kenapa tidak kamu hubungi dia saja soalnya kan dia sekarang tinggal satu kota dengan Aulia masa iya tidak tahu kabar Aulia nya kan tidak mungkin! "apa yang dikatakan Rahayu itu terasa seperti sebuah oase yang begitu menyegarkan bagi Nina karena akhirnya senyumnya kembali merekah.
"aduh Mama coba kemarin-kemarin ngomong dong biar aku langsung bisa eksekusi tidak perlu harus menunggu dan membuat aku stres, Ya sudah aku bakalan menghubungi Abizar dulu untuk menanyakan kira-kira dia tahu tidak kabar Aulia yang terbaru. "Nina mengambil ponselnya lalu kemudian mulai melakukan panggilan terhadap Abizar dan bersyukur karena ternyata ponsel pria itu bisa dihubungi.
Abizar yang sedang sibuk di meja kasir menjadi keheranan ketika ada panggilan masuk dari Nina, sebab setahunya wanita itu sekarang berada di Bandung setelah membawa kabur Aulia selama beberapa hari lamanya dan tidak pernah ada kabar ataupun mengganggu kehidupannya lagi.
"Ada apa kamu menghubungiku di jam seperti ini, kalau kamunya pengangguran Ya tidak masalah tetapi aku ini bekerja keras dan juga pencari rupiah yang paling tekun? "Nina mendengar kesal ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Abizar kepadanya karena menurutnya pria itu kalau sekali berbicara nyolotnya minta ampun membuat siapa saja bakalan menjadi pusing.
__ADS_1
"eh astaga kamu itu jadi orang bisa tidak merespon panggilan dari orang lain itu lebih manis dan juga sopan, tega sekali loh kamu jadi teman masa iya aku menghubungiku kamu baik-baik tetapi malah mendapatkan jawaban yang tidak mengenakkan ? "omel Nina dari seberang.
"Ya sudah kalau begitu ngomong apa yang kamu inginkan supaya aku tahu, Soalnya kalau sampai terlalu fokus dengan kamu takutnya mereka bakalan menghilang! "sahut Abizar yang tidak kalah Ketus dari Nina.
"Yaelah kamu ini ceritanya lagi pamer kalau sekarang kamu itu bukan pengangguran dan akunya ini merupakan pengangguran Jadi tidak boleh mengganggu orang yang memiliki pekerjaan? ih mengerikan sekali deh kamu jadi orang meskipun kamu bekerja sampai bagaimanapun Tetapi kalau jomblo ya tetap jomblo, dan aku juga tidak pernah minta loh apapun sesuatu dari uangnya kamu itu Jadi jangan terlalu percaya diri hanya membuat kupingku pedes rasanya! "sahut Nina kesal karena Percuma saja menghubungi Abizar jika akhirnya emosinya yang terpancing seperti saat ini karena memang kebiasaan mereka berdua walaupun bertemunya hanya lewat Ponsel pasti akan jadi seperti ini cekcoknya di mana-mana.
"Ya sudah kalau begitu Aku mengalah supaya kamu bisa ngomong to the point saja, tadi itu hanya reklame saja jangan kamu ambil hati Soalnya kalau kamu sampai merasakan hal itu Aku tidak ingin ribet!" tegas Abizar yang memilih untuk mengalah Soalnya kalau mengajak Nina berdebat pun rasa-rasanya tidak menguntungkan sama sekali yang ada hanya membuang-buang waktunya percuma.
"Ya memang harus seperti itu Kamunya harus mengalah terhadap wanita,karena memang sudah jadi hukum alam dari dulu pria selalu mengalah!" Nina benar benar menguji kesabaran nya Abizar dan itu memang ia sengaja melakukan hal itu.
"Aku sudah sabar nih Nina,jadi jangan tambah perkara lagi sebelum aku matikan panggilan ini!" ancam Abizar.
"Kamu manis deh kalau lagi marah tapi sayang aku lagi jauh banget sama kamu jadi tidak bisa melihat apapun,lain kali ayo seperti itu terus ya karena aku pasti akan menjadi fans pertama kamu yang tidak akan pernah melupakan pria tertampan tapi jomblo tidak berguna dan tidak laku!" sindir Nina santai seolah melupakan statusnya.
"Kamu sekarang sudah punya suami belum atau mungkin sekarang lagi menggendong anak,wah aku bangga karena kamu ternyata sudah sold out sekarang?" Tanya Abizar membuat Nina bungkam sedangkan Rahayu yang duduk di sampingnya malah tertawa mengejek karena memang apa yang di katakan oleh Abidzar itu masuk akal.
"Tante mendukung ku kan, soalnya memang begitu kenyataannya!" Tanya Abizar ketika mendengar Rahayu yang tertawa.
"Eh kita langsung pada pokok masalahnya! Apa kamu tahu kira kira bagaimana kabar Aulia sekarang,dia keadaannya baik baik saja kan dengan suami anehnya itu?" Tanya Nina langsung karena daripada nanti bakal panjang masalah tentang dirinya yang sampai sekarang masih tetap jadi jomblowati sejati.
__ADS_1