
Bagas tidak terima ketika melihat istrinya diperlakukan seperti itu oleh pria yang jelas-jelas sangat ia tidak sukai berkeliaran di manapun apalagi dekat dengan orang-orang yang paling berharga dalam hidupnya, maka dari itu segala macam meeting yang dilakukan sudah tidak perlu dipedulikannya lagi Yang penting nantinya ia harus segera bertemu dengan istrinya dan memastikan keadaannya serta berusaha mengenyahkan.
Dimas menatap heran ke arah majikan yaitu yang terlihat begitu buru-buru meninggalkan kantor tersebut padahal katanya Beberapa jam lagi Bakalan melakukan meeting, Lalu setelah itu katanya akan pergi menjemput istrinya untuk pulang ke rumah secara bersama-sama tetapi sekarang malah terlihat begitu.
"maaf tuan Kalau boleh Saya tahu Anda mau pergi ke mana ya, Soalnya ini masih jam kantor dan juga ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan di luaran sana .
"Permisi tuan Ada apa ya sampai Anda begitu buru-buru meninggalkan kantor seperti ini, padahalkan sedikit lagi bakalan ada meeting dengan klien dan itu merupakan betina paling penting dan tidak bisa ditinggalkan? "tanya Dimas yang kembali mengulang pertanyaan yang sama karena tidak adanya Respon yang diberikan oleh Bagas kepada dirinya seolah-olah perkataan dari asistennya itu hanyalah angin lalu yang tidak pantas untuk dijawab dan hanya pantas untuk didengar setelah itu dibiarkan saja mengambang di udara tanpa kejelasan.
"siapkan mobil kita bakalan pergi menyusul istriku di salah satu Mall ku yang ada di tengah kota dan setelah sampai di sana baru kamu melihat semuanya, tetapi kalau untuk menjawab pertanyaanmu Rasa rasanya aku bakalan mengajarkanmu sebagai rasa pelampiasan yang ingin aku bberikan"kalau Bagas sudah mengeluarkan kata-kata ultimatum seperti itu ya jelas aja Dimas tahu juga ada masalah yang sangat penting yang sedang terjadi.
kini keduanya berkendara dalam keadaan diam tidak ada yang saling membuka percakapan karena sedang larut dalam pemikiran masing-masing, dan Bagas adalah orang yang paling stres saat ini karena memikirkan beberapa menit lamanya ketika ia tidak ada di tempat entah apa yang dilakukan oleh Arsen kepada istrinya.
"pria Kurang ajar itu ketika sudah kutemukan bakalan kuhajar sampai puas karena berani-beraninya dia berbuat sesuatu yang tidak pantas terhadap istriku, aku yakin setelah ini nyawanya tidak akan pernah tenang di dalam tanganku karena sudah berani-beraninya sangat mempermalukan Istriku di depan semua orang!"Bagas merasa kalau kesabarannya itu Sudah benar-benar diuji maka dari itu jangan salahkan jika dirinya kali ini benar-benar akan marah besar dan juga tidak peduli Mau sekarang itu Arsen sedang berada di tempat umum atau tidak yang penting intinya emosinya bisa tersalurkan.
Dimas yang mendengar penuturan dari majikannya itu akhirnya tahu kalau sebenarnya ada orang yang sudah berani mengusik dan juga mengganggu ketenangan dari majikan wanitanya yaitu Aulia, pantas saja terlihat Bagas sampai tidak mempedulikan semua proyek yang sedang berlangsung karena merasa bahwa istrinya lebih penting dibandingkan hal-hal tersebut.
"Oh Tuhan drama apalagi yang bakalan terjadi, semoga saja tidak ada kegilaan yang berikut-berikutnya lagi soalnya aku sudah capek harus hal-hal ini setiap hari! urusanku saja tidak pernah beres-beres karena setiap hari harus disibukkan dengan urusan pribadi dan juga urusan kantor, kalau seperti begini terus sampai Lebaran yang 100 kali pun aku tetap bakalan jomblo! "ingin sekali Dimas menangis tetapi Percayalah itu bukanlah stylenya jadi ketika marah maupun sedih wajahnya ya tetap sedatar jalan tol.
Sedangkan di cafenya Abizar saat ini terlihat Aulia masih menatap tidak suka ke arah Arsen yang bisa-bisanya dengan berani duduk tepat di sampingnya, bahkan kekini pria itu terlihat tersenyum ke arahnya sambil menopangkan wajahnya seolah-olah Aulia adalah suatu objek yang pantasnya untuk diperhatikan.
Aulia Sebenarnya merasa tidak nyaman ketika diperhatikan seperti ini, hanya saja pria yang ada di hadapannya ini sepertinya sudah putus urat malunya sampai-sampai sudah ia peringatkan berkali-kali pun rasa-rasanya tidak dipedulikan sama sekali.
__ADS_1
ingin sekali Aulia pergi dari situ tetapi yang ada Arsen malah mencekal tangannya dan memaksanya untuk tetap duduk berhadapan dengannya, membuat Abizar merasa kesal dan menarik paksa Arsen agar segera berdiri dan tidak boleh melakukan hal yang tidak sopan terhadap Aulia tetapi yang ada malah kejadian tidak terduga terjadi.
Bugh
Aulia dan juga Nina membulatkan matanya sempurna ketika melihat sekarang abisar sudah tersungkur di bawah lantai Cafe miliknya sendiri, atas apa yang diperbuat oleh Arsen kepadanya karena merasa bahwa aktivitasnya bersama dengan Aulia terganggu akibat kehadiran Abizar di tengah-tengah mereka.
sedangkan Arsen menatap ke arah Abizar dengan tatapan mengejek karena menurutnya pria itu sangat cemen sampai-sampai menerima satu pukulan darinya pun langsung tersungkur, Padahal kalau kuda-kudanya kuat ya pasti hanya mungkin geser beberapa centi saja ternyata definisi pria macho itu tidak selamanya adalah orang yang tukang pukul.
"ternyata kamu itu hanya menang ngomong doang tetapi melawanku saja tidak bisa dan juga ketika dipukul langsung tidur seperti itu, lain kali berlatih bela diri yang keras dulu baru melawanku karena nanti akhirnya kan seperti begini kamu mengepel lantai dengan pakaian bagus kamu itu! "ejek Arsen sedangkan Aulia sudah berdiri di samping pria itu dan juga benar-benar tidak terima ketika melihat sahabatnya diperlakukan sangat tidak sopan dan menjadi bahan tontonan orang lain yang ada di tempat itu.
Plak
"kamu kalau tidak tahu sopan santun lebih baik pergi Hidup saja di Kutub Utara sekalian berteman sama beruang yang tidak punya sopan santun itu, tetapi kalau kamu masuk ke tempatnya orang Harusnya kamu sadar diri meskipun uang kamu mau sebanyak apapun Tetapi kalau tidak tahu menghargai orang lain lebih baik pergi saja! "tegas Aulia dengan tatapan nyalangnya soalnya dirinya benar-benar tidak terima ketika sahabatnya diperlakukan seperti itu dan juga arsen malah meraba pipinya yang terasa begitu kebas akibat tamparan yang dilayangkan oleh Aulia tadi.
"kamu....
"Sebelum saya memperlakukan kamu seperti teman kamu yang laki-laki dan tidak berguna ini lebih baik kamu berhenti di tempat dan tidak usah bergerak sama sekali, Saya tidak punya urusan dengan kalian karena urusan saya itu hanya cukup dengan calon istri saya dan satu pun dari kalian tidak ada yang berhak untuk ikut campur urusan kami! "perkataan Arsen itu membuat seseorang yang tadi berjalan ke situ dengan cara setengah berlari mengepalkan tangannya menahan emosi.
"Apa maksud kamu mengatakan kalau istri ku merupakan calon istrinya kamu, kamu mau bermain-main denganku atau kamu ingin menguji kesabaranku yang selama ini setiap kali bertemu dengan kamu pasti tidak akan pernah baik-baik saja? satupun tidak ada yang boleh menyentuh istriku apalagi memandang penuh minat ke arahnya karena mata yang memandangnya itu bakalan aku congkel sekarang juga, Kamu jangan coba-coba macam-macam atau hidup kamu memang benar-benar bakalan berakhir saat ini juga dan kamu akan menyesalinya! "Bagas sudah habis kesabarannya ketika dirinya sampai tempat di depan pintu cafenya Abizar ya dengan sadar dan juga jelas mendengar apa yang dikatakan oleh Arsen tentang Aulia ya suami Mana bakalan terima Ketika istrinya dikatakan sebagai miliknya orang lain.
Bagas menatap ke arah istrinya yang juga sedang tersenyum ke arahnya lalu ia membuka kedua tangannya lebar-lebar mengisyaratkan kalau ia ingin agar istrinya masuk ke dalam pelukannya, Soalnya dari tadi dirinya sudah tidak ikhlas Aulia menjadi objek tatapan liar dari arsen maka dari itu ia harus bisa menghilangkan semua bekas tatapan dari pria itu dengan cara memeluk tubuh Aulia dengan begitu erat.
__ADS_1
Aulia setengah berlari ke arah suaminya yang kebetulan masih berada di depan pintu, dia juga sangat bahagia ketika Bagas datang di waktu yang begitu tepat seperti saat ini kalau tidak entah apa yang dilakukan oleh Arsen kepadanya.
Grep
"kamu kok bisa tahu aku ada di sini?" tanya Aulia sesaat setelah dia sudah berada di dalam pelukan suaminya itu Sedangkan Bagas memasang senyuman yang paling manis darinya untuk istrinya seorang.
"kita kan sepaket jadi di manapun ada kamu ya pasti ada aku dong, masa iya istri menghilang beberapa detik lamanya Aku tidak tahu sama sekali kan mustahil? "Percayalah kata-kata percaya diri milik Bagas itu membuat Nina ingin sekali muntah karena tadi dirinya lah yang menelpon pria itu akan datang ke tempat ini maka sekarang ketika mendengar kebohongan yang diucapkan oleh Bagas Ya otomatis ia harus menambahkan salah satu daftar kesalahan Bagas yang terbesar di dalam hidupnya yaitu berbohong
"masa? perasaan kamu kan sibuk putih Terus tadi katanya juga tidak bakalan bisa menghubungiku karena terlalu sibuk, tapi kok sekarang kamu bisa nongol di sini Ayo ngaku pasti kamu diteleponkan sama Abizar atau tidak mungkin Nina yang melakukannya? "tanya Aulia sambil tersenyum mengejek membuat Bagas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
pasangan suami istri itu bahkan melupakan kehadiran seorang pria yang tengah mengepalkan tangannya menahan emosi sebab tidak suka dengan keromantisan yang sedang ditunjukkan oleh Bagas dan juga Aulia saat ini, karena menurutnya Aulia itu hanyalah miliknya seorang sebab sudah berbulan-bulan lamanya ia mencari wanita itu tetapi tidak bertemu sama sekali dan sekarang masa ia sudah ada di depan matanya bakalan dibiarkan pergi lagi.
"lepaskan wanita itu karena dia merupakan milikku dan kamu tidak punya hak sama sekali untuk menyentuhnya sampai kapanpun karena aku melarangnya, kalau sampai Kamu nekat Maka jangan menyesal kalau aku bakalan melakukan sesuatu untuk merebutnya menggunakan caraku! "tegas Arsen membuat Aulia melepaskan pelukan pada tubuh suaminya itu lalu menatap sinis ke arah pria yang menurutnya terlalu percaya diri sampai-sampai mengklaim dirinya sebagai miliknya Oh Tuhan tentu saja ia tidak terima hal itu terjadi.
"Sejak kapan istriku ini merupakan miliknya kamu, dan Sejak kapan pula dia mengakui hal itu? kamu lihat kan buktinya sekarang dia lebih memilih aku sebagai suaminya dan juga calon ayah dari anak yang ia kandung, sedangkan kamu cobalah sadar diri mana mau ya mendekati kamu ataupun berbicara berdua secara sadar karena yang ada dia pasti bakalan merasa jijik dengan pria yang terlalu pemaksa! "biarlah Bagas dikatakan sebagai seseorang yang sombong dan juga orang yang terlalu merasa bahwa ia paling menang di atas segala-galanya karena memang seperti begitulah kenyataannya.
"mulai sekarang dia adalah milikku dan mulai sekarang juga aku bakalan merebut dia dari kamu baik secara sopan maupun kekerasan, Kalaupun dia tidak mau itu juga bukan merupakan persoalan besar bagi hidupku karena nanti juga dia pasti bakalan luluh hatinya seperti yang terjadi dengan hubungan kalian kan? Ah aku pasti yakin kamu belum melupakan soal penolakan yang dilakukan oleh istri kamu selama ini, dan aku juga pasti bakalan bisa meluluhkan hatinya dengan begitu cepat atau lambat dia pasti bakalan bisa melupakan kamu! "ujar Arsen membuat Aulia ingin sekali melempar pria itu dengan selop yang sedang ia pakai.
"kamu kalau mau mengarang cerita jangan berlebihan dong Memangnya kamu lihat Kami ini sudah seperti pasangan yang kamu ceritakan tadi, Kalau tidak tahu apapun tentang kebenarannya lebih baik tidak usah ngomong sekalian daripada nanti mengarang-ngarang cerita yang jelas-jelas kebenarannya itu diragukan! "ujar Aulia yang jelas-jelas tidak terima dong kalau sampai ada yang mau membahas masa lalunya Ya jelas dirinya bakalan malu lah dulu saja selalu marah-marah ya sekarang bucinnya minta ampun.
"sayang kamu bisa tidak pergi mendekat ke arah Nina karena ada hal pribadi yang harus Mas bicarakan dengan dia dan tidak ingin kamu terganggu, Nanti kalau sudah selesai baru kita akan melanjutkan jalan-jalan kamu di mall ini soalnya kan kamu Rencananya mau borong semua yang ada di sini kan?"bujuk Bagas Ya tentu saja Aulia menerimanya soalnya menurutnya masalah dengan arsen itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut kalau tidak ingin pria itu nekat di kemudian hari.
__ADS_1
"Mas pokoknya Apa yang ingin kamu sampaikan sampaikan saja karena dia itu kan orangnya tidak punya malu sama sekali, nanti kalau misalnya dia tidak terima itu terserah dia saja bila perlu jebloskan saja dia ke penjara karena sudah melakukan hal yang tidak menyenangkan! "sinis Aulia sambil tersenyum mengejek ke arah Arsen yang malah menganggap senyuman wanita itu sangat manis membuat dirinya ingin sekali meleleh.
"Kamu kenapa sih Semakin Hari Semakin manis saja membuat aku tergoda, tapi sayang urusanku dengan suamimu belum selesai jadi sebentar ya kita lanjutkan urusan kita yang tertunda?"Arsen itu sudah seperti seorang psikopat yang tidak punya rasa malu dan hanya ingin agar apa yang ia inginkan didapatkannya saat itu juga.