
Hari ini adalah hari pertama Bagas berstatus sebagai seorang dudanya Safira tetapi masih sah sebagai suami dari kedua wanita lainnya, yaitu Davina dan juga Aulia Tetapi kalau Davina ya mereka berdua sedang bermasalah entah nanti Kapan kelarnya intinya hanya satu yaitu Bagas ingin Davina menurunkan egonya dan berbicara dengannya.
Bagas ingin agar Davina jujur kalau memang mau bercerai dengannya dia tidak masalah tetapi kalau memang tidak pun tidak masalah juga yang penting intinya berbicara, tetapi sepertinya Davina masih mengikuti pikiran kedua orang tuanya yang ingin agar bagaslah yang harus menceraikan Aulia baru setelah itu pergi menjemput Devina di kediaman mereka.
"Apakah Tuan akan mengatakan soal perceraian ini kepada Nyonya Davina supaya ia mungkin dia sedikit khawatir takut Anda juga menceraikannya dengan begitu dia bisa pulang, soalnya pernikahan meskipun sudah tidak ada rasanya lagi Tetapi kalau masih terikat dengan pernikahan yang sah sebenarnya tidak boleh yang ada namanya Pisah Ranjang karena lebih baik bercerai saya daripada tersakiti? "tanya Dimas memastikan karena Biar bagaimanapun yang ia inginkan yaitu hidup batas itu selalu terhindar dari masalah dan juga perdebatan serta kelakuan para istrinya yang tidak jelas padahal Bagas sudah berusaha memberikan apapun yang mereka butuhkan tanpa terkecuali.
"aku akan menceraikan Davina dan tidak akan pernah kembali karena mungkin memang kami berdua sudah tidak ada rasa dan sudah tidak cocok lagi untuk bersama, bukan karena aku sekarang sangat mencintai Aulia melainkan Aku hanya ingin membuat Davina bebas dan tidak tertekan selama menjalani rumah tangga denganku! kalau ditanya Apakah rasa cinta itu masih ada Jawabannya sepertinya ada tetapi tidak sebesar dulu lagi, karena buktinya sekarang saat dia pergi dari rumah aku tidak pernah merasa kehilangan dan juga tergila-gila akibat memikirkan keadaannya mungkin karena semua itu sudah tergantikan dengan adanya Aulia di sekitarku dan juga wanita itu yang mau bertahan dan menemaniku selama ini? "jelas Bagas untuk pergi menjemputnya berbeda dengan Aulia yang ketika minggat pria itu sudah seperti orang gila.
Dimas tersenyum mendengar perkataan dari Bagas barusan sebab menurutnya itu adalah bukti kalau posisi kedua istrinya Bagas itu sebenarnya sudah tergantikan karena adanya Aulia di sekitarnya dan akhirnya pria itu menyadarinya tidak ingin membebankan para istrinya lain sedangkan dirinya masih hanya ingin fokus kepada Aulia saja.
"Baiklah nanti saya pergi ke kediamannya Nyonya Davina saja untuk menyuruh dia yang menggugat cerai anda, Maafkan saya jika kali ini saya lancang soalnya Saya kasihan dengan dia yang masa depannya dan juga hubungannya tergantung tidak jelas seperti ini!" Dimas bukannya ingin mengambil alih apa yang harusnya dilakukan oleh Bagas hanya saja menurutnya pria itu terlalu lambat Dan ini semua sangat tidak bagus jika Davina ingin bebas dia otomatis Bagas harus membebaskannya.
"Nanti kita berdua yang pergi karena biar bagaimanapun saya menikahi dia dengan cara baik-baik maka dari itu harus memulangkan kepada orang tuanya dengan cara yang baik pula, tidak masalah nanti Respon yang diberikan oleh orang tuanya seperti apa yang pentingnya masalah kami berdua segera bebas dan tidak tergantung seperti ini dan juga saya bakal membebaskan dia untuk menikah dengan pria manapun yang ingin bertanggung jawab kepadanya.
ya keputusan Bagas sudah bulat tidak ingin mempertahankan istrinya yang jelas-jelas sudah sangat kecewa kepadanya akibat dirinya yang lebih memilih Aulia, namun percayalah rasanya kepada Aulia tidak sebesar dulu rasanya kepada Davina waktu Belum ada para wanita yang lain yang hidup di dalam kehidupannya.
Davina dulu pernah minggat seperti yang Aulia lakukan tetapi Bagas tidak akan pernah mencari ataupun membujuknya pulang karena menurut Bagas yang pergi adalah wanita itu yang pulang ya Dia sendiri, tapi berbeda dengan Aulia ketika Wanita itu pergi Bagas seperti orang gila dan alhasil kerjaan pun jadi terbengkalai Tidak ada yang benar satu pun karena pikirannya yang tidak jelas.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita jalan sekarang juga karena kebetulan Anda hari ini jadwalnya tidak terlalu padat hanya menandatangani berkas tersebut saja, kalau soal kalian sepertinya tidak ada karena jadwal bertemu kalian itu nanti besok sore dan kalau begitu hari ini anda free! "jelas Dimas membuat Bagas menghembuskan nafasnya kasar karena menurutnya sepertinya hidupnya tidak pernah luput dari masalah semakin tinggi seseorang semakin besar pula masalah yang ia hadapi dalam hidupnya.
"Astaga kamu hari ini menyuruh aku pergi padahal kamu tahu sendiri kan kalau aku sedang merindukan istriku, sudah begitu senyumannya dan juga suaranya tidak kudengarkan sama sekali hari ini! "omel Bagas yang terlalu bucin karena dirinya tadi sudah sempat menelpon Aulia hanya saja Mungkin wanita itu sangat sibuk makanya tidak sempat mengangkat telepon darinya.
padahal Aulia saat ini tengah berada di kediaman Abah sama Uminya karena kemarin sebenarnya Deni ingin mengatakan sesuatu hal yang penting, Hanya saja karena ada Abizar dan juga Bagas yang datang secara tiba-tiba membuat pria itu menghentikan niatnya dan mencari waktu yang lain.
"Maaf ya Abah Kemarin tidak sempat ngomong dan alhasil hari ini memanggil kamu untuk kembali ke sini lagi, tapi kamu tenang hanya beberapa menit saja kok Abah ngomongnya dan setelah itu terserah kamu mau mengambil langkah yang seperti apa karena Abah akan mendukung! "jelas Deni membuat Aulia mengerutkan keningnya karena tidak paham ke arah mana pembicaraan dari orang tua tersebut.
"Abah mau ngomong apa? Kemarin sih aku sadar kalau ada hal penting yang ingin Abah bicarakan denganku hanya saja mungkin karena ada orang lain ya apa memilih untuk bungkam, tetapi sekarang katakan saja tidak masalah kok Tidak ada orang lain dan juga tidak ada alat penyadap yang sedang terpasang di tubuhku jadi otomatis Abah bisa ngomong sebebasnya dan aku akan mendengarkan semuanya tanpa terkecuali! "jelas Aulia sambil tersenyum karena Biar bagaimanapun mereka merupakan orang tuanya.
"Dari awal kamu sendiri kan tahu kalau sebenarnya maksud Abah memaksa kamu menikah dengan Bagas itu karena dendam keluarga kita yang belum terbalaskan, hanya saja setelah kamu menjalani pernikahan ini dan melihat ketulusan yang diberikan oleh Bagas kepada kamu rasanya Abah sudah melakukan kesalahan dengan menyuruh kamu harus melakukan misi balas dendam di dalam rumah tangga kamu sendiri! maka dari itu Abah memanggil kamu ke sini untuk menyuruh kamu tidak usah memikirkan lagi soal balas dendam itu karena Abah ikhlas hidup seperti ini, karena meskipun keluarga Sanjaya mengambil habis harta kita tetapi kamu sudah hidup di dalamnya otomatis harta yang mereka ambil itu akan kamu Nikmati juga jadi kalau kamu memang menikmatinya maka dari itu apa tidak masalah lagi yang penting Intinya kamu bahagia! "jelas Deni membuat Aulia benar-benar tidak paham karena memang dari awal Wanita itu sudah berjanji tidak akan ada yang namanya balas dendam dalam kehidupannya karena menurutnya hidup itu akan terasa indah jika masa lalu yang tidak baik ditinggalkan begitu saja dan memilih untuk melanjutkan masa depan yang bisa dibangun.
"maafkan kami ya nak karena sudah membuat kamu masuk di dalam lingkup keluarga yang dari awal kamu sangat tidak menyukainya, hanya saja kami melihat ketulusan di mata Bagas nak untuk kamu bahkan meskipun kamu cuek dan juga terkesan galak dia tetap tersenyum sayang seolah-olah bagi kamu itu adalah seorang yang paling berharga di dalam hidupnya! "Santi menimpali perkataan suaminya itu sambil menitikan air mata karena memang dirinya sangat merasa bersalah sudah membuat Putri mereka itu awalnya merasa tertekan dengan pernikahan yang sedang ia jalani.
"Jadi Apakah kamu sudah punya perasaan lebih kepada pria itu, Kalau saran Abah si sabar dulu soalnya dia sangat menjengkelkan Abah juga pengin banget mukulin itu orang lagi? "ujar Deni yang berapi-api membuat Aulia hanya terkekeh sebab menurutnya tingkah Abahnya itu sangat lucu layaknya ABG yang lagi ingin menjaga sesuatu barangnya takut hilang dan juga dia rusak.
"Abah dia baik loh sama aku dan juga perhatian hanya saja aku belum ada rasa sih sama dia, Mungkin karena dari awal aku sudah mau membentengi diri tidak akan punya perasaan sama dia Ya makanya seperti ini saja! tetapi Tenang saja biar bagaimanapun semua orang di dunia ini menginginkan pernikahan hanya satu kali tidak ada yang namanya dua kali, jadi aku akan berusaha menjadi istri yang terbaik tidak ada yang namanya perselingkuhan di dalam pernikahan kami meskipun Suamiku itu punya dua istri!"jelas Aulia sambil tersenyum ketika mengingat status suaminya yang mendapatkan perawan Ting Ting sedangkan dirinya malah mendapatkan bekas orang tetapi Bukankah hidup itu semua sudah diatur Apapun yang terjadi intinya bersyukur dan juga menerima apa adanya tanpa mengeluh karena Percayalah Tuhan selalu menyiapkan kebahagiaan masing-masing kepada para umatnya yang selalu percaya dan juga tidak pernah meminta lebih dari apa yang ia berikan.
__ADS_1
"tidak masalah dia mau punya lebih dari satu istri yang penting intinya tanggung jawabnya dia tidak pernah terbengkalai, dan Umi yakin suami kamu itu sangat memperhatikan kamu coba saja Cek ponsel kamu soalnya tadi Umi sempat lihat kayak kedip-kedip begitu jangan sampai ada panggilan dari Bagas? "perkataan Santi itu membuat Aulia benar-benar terkejut karena dari tadi memang belum sempat mengecek ponselnya semenjak datang di tempat itu.
"Astaga apa yang Umi katakan itu benar loh ini sudah ada 10 panggilan tidak terjawab dari dia, itu orang sebenarnya ada niatan pergi kerja tidak sih sampai-sampai sudah di kantor pun masih sempat-sempatnya untuk menelpon ke sini? "omel Aulia yang akhirnya menelpon balik Bagas karena takutnya jangan sampai pria itu ada keperluan yang mendesak.
Bagas yang frustasi karena panggilannya yang tidak kunjung diangkat oleh istrinya menjadi lemas sampai-sampai niat pergi ke rumahnya Davina pun rasa-rasanya ingin Ia urungkan, karena dirinya sedang waspada jangan sampai Aulia saat ini tengah pergi ke cafenya Abizar untuk bertemu dengan pria nyolot yang selalu saja bertemu dengannya pasti akan mencari masalah dan membahas sesuatu hal yang sangat tidak perlu dibahas.
Dimas yang kebetulan sedang memeriksa berkas di dalam ruangannya Bagas itu hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat majikannya sudah seperti orang yang lagi patah hati, padahal perkara tidak diangkat teleponnya oleh Aulia itu sebenarnya merupakan hal yang sederhana karena jangan sampai wanita itu sedang ada di kamar mandi ataupun sedang ada urusan sampai tidak bisa fokus dengan ponselnya.
"kalau misalnya Nyonya Aulia menghilang selama 2 tahun kira-kira Bagaimana respon Anda tuan, pasti anda bakalan menikah lagi kan soalnya kan kebiasaan Anda kan seperti itu dan Maaf jika saya lancang dan ngomongnya salah! "tanya Dimas penasaran membuat Bagas mendengus kesal.
"punya istri satu saja sudah membuat aku kepala sakit dia minta ampun Apalagi tambah lagi, Sudah Ah tidak ada namanya pernikahan lagi dalam hidupku cukup Aulia yang terakhir dan juga tidak akan ada yang namanya personal baru! "omel Bagas cemberut tetapi seketika langsung ringan secara mendadak membuat Dimas pergi di kereta takutnya jangan sampai majikannya itu kesambet Setan duduk sampai-sampai tadi marah langsung sekarang berubah jadi bahagia.
"ternyata istriku juga merindukanku buktinya sekarang dia balik menelponku, Kamu itu jangan iri ya karena aku itu punya istri yang sangat cantik dan juga pengertian serta punya kasih sayang yang berlebih kepadaku! "ejek Bagas selalu kemudian mengangkat panggilan dari Aulia tersebut membuat Dimas menatap heran ke arahnya karena menurutnya Aulia itu tidak pernah menunjukkan kasih sayang kepada Bagas bahkan terlihat wanita itu ogah-ogahan dekat dengan pria tersebut.
"Halo Sayang, kamu di mana saja sih sampai dari tadi aku telepon tetapi tidak diangkat? Padahal kamu tahu kan kalau aku itu sebenarnya kangen loh sama kamu Makanya rela-relain menelpon kamu padahal lagi kerja, Memangnya kamu tidak merasakan kangen seperti yang aku rasakan saat ini kepada kamu yang begitu menyakitkan? "tanya Bagas merajuk membuat Dimas yang ada di sekitarnya merasa ingin muntah karena menurutnya pria tua seperti Bagas itu tidak pantas menunjukkan sikap menjijikan seperti itu.
Aulia memutar bola matanya malas soalnya dirinya juga sebenarnya sempat merasakan malu akibat tadi panggilan tersebut sengaja Iya aktifkan pengeras suara, dan alhasil apa yang Bagas katakan didengar oleh Deni dan juga Santi sehingga kedua orang tuanya terkekeh geli membuat Aulia yang merasa malu.
__ADS_1
"Ya ampun Astaga kamu dari tadi menelponku sebanyak itu hanya ingin mengatakan hal tersebut, Mas Bagas lebih baik kamu hentikan kegiatan kamu aneh-aneh itu dan fokus kerja Lalu setelah itu malam kita pergi berbelanja di mall karena aku ingin pergi berduaan dengan suamiku tanpa gangguan asisten Sialan kamu itu! "setelah mengatakan hal tersebut Aulia pun mematikan panggilan membuat Bagas seperti rasanya ingin terbang melayang akibat ajakan yang diberikan oleh istrinya di seberang.
"Dimas kamu dengarkan Kalau istriku itu ingin berduaan denganku tanpa ada kehadiran kamu, Ayo sekarang kita pergi ke Davina Selesaikan masalah dengan dia soalnya malam aku harus jalan-jalan dengan istriku berdua saja seperti orang lagi ngedate! "ujar Bagas antusias selalu segera berdiri membuat Dimas yang sedang memeriksa berkas mau tidak mau meninggalkan semuanya Itu demi bisa memenuhi keinginan majikan itu.