Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bagas Meradang


__ADS_3

Bagas yang sudah mulai merasa emosi memilih untuk tidak jadi menginap di kamar hotel tersebut dan dirinya memilih untuk cari angin, karena daripada terpaku pada satu tempat yang ada hanya membuat dirinya merasa emosi yang bertambah parah dan alhasil bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan


"Daripada aku stress di sini lebih baik aku cari angin Yah siapa tahu mungkin perasaan aku lebih tenang, soalnya sepertinya aku tidak tahu harus berbuat bagaimana lagi mengingat keberadaan Aulia yang tidak jelas!" Omel Bagas yang benar-benar tersulut emosinya.


Kini pria itu sudah memilih untuk keluar yang berjalan-jalan santai membuat Anggi dan Silvia yang sedang bertugas langsung waspada, takutnya jangan sampai Bagas menyadari keberadaan Aulia di situ dan alhasil bakal memarahi mereka karena sudah ikut menyembunyikan keberadaan istrinya.


"Waduh gawat nih, bisa parah kalau sampai Tuan Bagas tahu keberadaan Nyonya ketiga! Kenapa juga tuan Bagas tidak menetap dalam ruangannya dan kenapa harus pakai acara keluar dari kamarnya segala, nanti kalau bertemu dengan Nyonya Aulia urusannya kan bisa ribet soalnya dari awal kan dia tahu kalau istrinya itu menghilang!"ujar Anggi sambil bergumam tetapi masih bisa didengar oleh Selvi yang berada di sampingnya itu.


"Tapi kan sejauh ini kan kita semua tidak ada yang ngomong kalau Nyonya Aulia ada menginap di tempat ini, Jadi sepertinya sah-sah saja untuk apa juga kita harus pusing bukan ke mereka itu suami istri jadi tidak masalah dong Kalau bertemu!"jelas Anggi yang kali ini Entah mengapa terlihat lebih netral dan juga rileks soalnya mau dipikirkan berbagai macam cara pun tetap hasilnya bakalan sama saja.


"Iya masalahnya sih memang seperti begitu tapi kamu juga harus sadar dong kalau tidak mungkin kita harus terlihatnya biasa-biasa saja, tahu sendiri kan dia itu pemimpin di tempat kita bekerja Jadi kalau ada sesuatu yang bakalan ketangkap sama si CCTV kita juga yang bisa bahaya!"jelas Silvia yang merasa bahwa pekerjaannya sebagai manajer hotel sedang dalam taruhan.

__ADS_1


Anggi hanya bisa menghela nafasnya kasar Soalnya kalau mau dipikirkan Bagaimana model ya beginilah resiko pekerjaan, Jadi kalau misalnya Bos mereka Memberikan komentar yang begitu panjang ya Otomatis hanya bisa diam saja.


Bagas hanya melihat-lihat sekitarnya tidak ada niatan untuk pergi keliling soalnya merasa seperti bawa keberadaan istrinya itu sebenarnya ada di dekatnya, maka dari itu ia memilih untuk pergi mendekat ke arah Anggi dan juga Silvia untuk memastikan kira-kira Mereka melihat Aulia masuk ke dalam hotel tersebut tidak.


"kamu dari tadi masih tetap ada di situ atau kamu sudah pindah, dan juga apa CCTV di depan situ menyala dengan benar atau mati?"mendengar pertanyaan Bagas begitu tiba-tiba Anggi langsung membulatkan matanya sempurna soalnya apa yang dia takutkan bakalan terjadi saat ini juga.


Silvia sudah kembali ke ruangannya otomatis Anggi tidak punya bantuan sama sekali untuk bisa Maksudnya berbagi beban pikiran, maka dari itu wanita itu menoleh ke sana kemari kira-kira Siapa sih yang bisa ya ajak buat beralih tentang pertanyaan Bagas karena memang dirinya tidak pandai sekali untuk berbohong jika menyangkut hal-hal seperti begini.


"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau kamu melihat ada gerak-gerik seseorang yang mencurigakan Tolong laporkan kepada saya saja atau kepada Asisten saya! "sahut Bagas lalu kembali lagi ke dalam kamarnya pria itu sudah seperti setrikaan yang tidak jelas mau ke mana Arah tujuannya.


Anggi yang bisa menghilangkan nafasnya kasar karena merasa beruntung jika Bagas tidak mempertanyakan hal-hal yang membuat ia kesusahan nantinya, maka dari itu wanita itu sedikit tersenyum bahagia karena Bagas sudah kembali ke dalam kamarnya dengan begitu ia tidak perlu lagi harus memikirkan alasan yang nantinya membuat dirinya tambah berdosa.

__ADS_1


"syukur tadi jawaban yang aku berikan itu semuanya jawaban yang benar tidak ada kebohongan di dalamnya, kalau tidak sudah dosaku tambah banyak setiap hari kini tambah lagi lebih parahnya lagi kira-kira aku masuk dalam surga atau tidak? "gumam Anggi sudah seperti layaknya orang stress.


Di cafenya Abizar terlihat Nina menatap tajam ke arah Abizar dan juga Aulia yang dari tadi memilih tidak peduli dengan kehadirannya, bahkan terlihat kedua manusia itu sengaja memperlambat makannya supaya Nina tidak menginterogasi mereka dengan pertanyaannya nantinya bikin pusing.


"kalian itu makan batu atau makan nasi sih sampai selama ini, padahal orang kalau makan nasi satu rice cooker pun pasti habisnya hanya sampai setengah jam saja tapi kalian ini sudah satu setengah jam loh? "tanya Nina kesal karena menurutnya Aulia dan Abizar itu sengaja mempermainkannya.


Aulia hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang sepertinya ia harus membereskan masalah keingintahuannya Nina saat ini, karena jika tidak pasti wanita itu bakalan mengamuk seperti tadi karena merasa bahwa kehadirannya tidak dihargai sama sekali padahal sebenarnya maksud mereka tidak seperti begitu.


"kita itu kalau mau berbicara soal masalah otomatis harus memerlukan tenaga kemudian memerlukan momen yang pas karena biar bagai manapun marah makanan ini dengan susah payah baru bisa kita dapatkan, Aku tidak ingin kita terkesannya seperti lebih peduli dengan masalah daripada makanan dan Hal itu merupakan sesuatu yang sangat tidak terpuji sebenarnya karena sama saja tidak menghargai hasil jerih payah kita!"jelas Aulia yang sedikit puitis atau mendramai disertai keadaan mungkin dengan begitu Nina bisa paham karena Biar bagaimanapun wanita itu bukan anak kecil lagi.


"Ahhh tuh kan kamu itu selalu saja beralasan seperti begitu seolah-olah bahwa aku ini seperti orang lain jadi harus memerlukan suasana yang formal, padahal tinggal ngomong saja kan masalahnya jadi beres Kenapa sih dibuat ribet sekali?"tanya Nina yang benar-benar tidak menyukai Sikap yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu sebab menurutnya sudah sangat keterlaluan.

__ADS_1


"iya nanti aku bakal Jelaskan saat ini juga kamu tenang saja jangan marah-marah tidak jelas, kalau soal nanti seperti begitu Aku harap kamu jangan merespon berlebihan soalnya nanti bakalan membuat akunya yang tidak nyaman dengan semua sikap kamu itu!"Aulia mengatakan hal itu membuat Nina langsung bungkam karena menurutnya jika Aulia sudah merespon seperti begitu artinya wanita itu sudah mulai merasa tidak nyaman.


__ADS_2