Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Marah


__ADS_3

Safira yang melihat Arsen sudah semakin menjauh ya Otomatis merasa tidak terima dan juga benar-benar tersinggung dengan Sikap yang ditunjukkan oleh pria tersebut, karena menurutnya Arsen itu sebenarnya tipe pria yang bisa membantunya keluar dari jurang kemiskinan Tetapi kalau seperti begini rasa-rasanya keinginannya untuk keluar itu sangat jauh sekali atau bisa dibilang tidak sesuai dengan harapan.


"Ah kenapa sih dia selalu saja menyebut nama wanita sialan itu, Padahal dia sendiri tahu kan kalau aku ini sebenarnya wanita bebas tidak seperti Aulia yang masih dipakai oleh Mas Bagas? Seharusnya kan dia sadar kalau aku itu sebenarnya sangat pantas untuk bersanding dengan dia, secara Aku pun tidak jelek-jelek amat dan juga tidak memalukan kalau dibawa keluar?"batin Safira frustasi maka dari itu ia memilih untuk mengikuti Arsen.


"aku pokoknya harus tahu dia tinggal di mana sekarang supaya nanti kalau misalnya tidak bisa bertemu dengan dia di tempat lain, maka aku bakalan langsung mendatangi rumahnya ya mungkin dengan begitu dia bakalan berubah pikiran dan ingin mencoba sesuatu hal baru denganku? "batin Safira sambil tersenyum Devil dan akhirnya memilih untuk pergi dari situ dan mengendarai mobilnya menguntit kendaraan yang dipakai oleh Arsen karena jangan salahkan jika kali ini ia nekat sebab hidup itu butuh sesuatu yang baru bukan hanya mau berdiri di tempat dan menunggu.


Arsen di dalam mobilnya merasa stres ketika mengingat soal Aulia Yang sepertinya terlalu dekat dan juga tidak bisa terpisahkan dari Bagas, pada hal gosip yang dirinya dengan dari Budi yang merupakan paman kandung dari Bagas atau adik laki-laki dari Nella mengatakan kalau pernikahan antara Bagas dan juga Aulia itu tidak didasari oleh cinta melainkan keterpaksaan.


maka dari itu ia memilih untuk mencoba mendekati wanita itu siapa tahu dirinya bakalan berubah pikiran dan mencari rasa nyaman yang lain, mungkin dengan begitu dirinya bakalan bisa masuk dan mencoba untuk memberikan kenyamanan langsung kepada Aulia.


Savero paham dengan mood yang sedang dihadapi oleh majikannya itu yang sebenarnya sedang tidak baik-baik saja, hanya saja mau bagaimana lagi ketika semua sudah terjadi dan tidak mungkin juga kan seorang Arsen Valland yang terkenal sebagai pengusaha luar negeri yang sukses malah menjadi pebinor di rumah tangga orang lain.


"Apakah anda baik-baik saja tuan? Kalau memang merasa tidak nyaman nanti lebih baik kita kembali saja ke Amerika, mungkin dengan berada di sana segala beban pikiran dan juga masalah yang terjadi di sini bisa sedikit berkurang atau mungkin anda tidak terlalu memikirkannya secara terus-menerus? "tanya Savero memastikan keadaan Tuannya secara langsung karena biar bagaimanapun arsen itu adalah orang yang paling penting di dalam kehidupannya sebab pria itu selalu memberikan apa yang dirinya butuhkan mulai dari finansial kemudian keamanan bagi keluarganya sebab bisa dibilang pekerjaan Arsen itu tidak selamanya mulus karena pria itu sebenarnya menggeluti dunia mafia yang begitu kejam.


Arsen tahu kalau asistennya itu sebenarnya peduli dengan keadaannya hanya saja menurutnya terlalu berlebihan, karena ia bukan anak kecil yang bisa saja berlari daripada masalah tetapi yang ia inginkan yaitu menghadapi masalah itu secara langsung dan tidak akan pernah mundur.


"kamu tenang saja karena posisi saya adalah seorang laki-laki sejati dan kamu tahu sendiri kan kalau seorang laki-laki sejati itu tidak akan pernah lari daripada masalahnya, Jadi kalau misalnya kamu merasa tidak nyaman dan juga posisi kamu sedang tidak baik-baik saja ya saya tidak bisa berbuat banyak tetapi Intinya saya tetap akan bertahan dengan apa yang harus saya pertahankan. "tegas Arsen yang menyiratkan bahwa dirinya tidak akan pernah salah mengambil langkah di dalam hidupnya dan juga tidak akan pernah salah memperlakukan dirinya sendiri dengan begitu baik tetapi Intinya kalau menyangkut Aulia ia bakalan menjadi orang yang berbeda.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu soalnya saya tidak ingin anda kenapa-napa dan juga sepertinya Tengah terpuruk dengan suatu masalah yang sebenarnya ada begitu banyak jalan keluarnya, hanya Intinya satu yaitu kita tidak boleh merebut apa yang bukan menjadi hak kita karena hidup manusia itu sudah ada yang menggariskannya meskipun bisa dibilang hidup kita sukanya membunuh orang yang sudah menyusahkan pekerjaan kita tetapi Intinya kalau dalam soal percintaan itu menyangkut hati." Savero adalah orang yang paling berani untuk menasehati arsen jika pria itu salah mengambil langkah dalam hidupnya.


Tidak ada yang salah sebenarnya memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya harus untuk diperjuangkan tetapi kondisinya yang tidak mendukung, maka harapannya Savero adalah tuannya itu tetap fokus pada pekerjaannya kalau memang Harus bersaing dengan Bagas itu tentang pekerjaan bukan mendapatkan hati dari Aulia yang jelas-jelas sebenarnya sudah tidak bisa didapatkan lagi oleh Arsen.


Aulia sekarang sudah pulang ke rumah untuk beristirahat sedangkan Bagas memilih untuk membahas masalah yang tengah mereka hadapi Ini dengan Dimas di ruang kerja pria itu, karena Bagas tidak ingin apa yang terjadi kepada istrinya hari ini akan terulang lagi di hari-hari yang mendatang dan syukurnya tadi itu ada Nina Coba kalau tidak ada entah kenekatan apa yang bakalan dilakukan oleh Arsen kepada Aulia.


"Saya mau kamu tolong carikan Bodyguard berjumlah 4 orang 2 berjalan di depan istri saya dan dua berjalan di belakangnya karena saya ingin dia selalu terpantau keadaannya, cukup saya kecolongan tadi tetapi setelahnya Saya tidak ingin ini terjadi lagi karena kamu tahu sendiri kan betapa berartinya istri saya itu di dalam kehidupan saya sekarang? tetapi orang yang kamu cari pun orang yang kompeten dan juga tidak salah memilih orang karena takutnya jangan sampai, orang-orang itu adalah suruhannya dari pria gila itu sebab dengan begitu saya tidak tahu lagi apa yang bakalan terjadi kepada istri saya nantinya!" perintah Bagas karena memang harus seperti begitulah kenyataannya dia tidak ingin istrinya disentuh lagi oleh pria lain bahkan bisa dibilang ditatap dengan begitu penuh minat padahal dirinya sebagai seorang suami pun awal-awal yang merasa kesulitan untuk menggapai relung hatinya Aulia tetapi kenapa pria lain malah dengan begitu santai melakukan semua itu.


"ini kan sebenarnya dari awal sudah saya sarankan kepada anda hanya saja waktu itu Tuan menjawab kalau tidak ingin ada pria lain yang berada di sekeliling Nyonya Aulia, maka dari itu saya memilih untuk meng-cancelnya kembali Tetapi kalau memang ini harus kita lakukan saya bakalan gerak cepat malam ini juga dan besok bisa dipastikan kalau pengawal Nyonya Aulia sudah ada di rumah ini!"jelas Dimas membuat Bagas mendengus kesal karena menurutnya asistennya itu tidak pantas mengucapkan kata-kata cerewet seperti itu karena kehadiran Dimas di situ karena dirinya yang menggajinya jadi kalau kembali menasehati dirinya rasa-rasanya sangat tidak etis.


"ya saya minta maaf tuan tadi itu hanya keceplosan saja tetapi Percayalah saya ini orangnya hatinya paling baik dan juga manis serta suka menolong dan juga tidak suka membantah, jadi ini lagi proses OTW untuk mencoba mendapatkan hatinya Nina Tetapi kalau belum apa-apa sudah dijawabkan seperti ini Ah bisa saya pastikan kalau saya bakalan menjadi jomblo Abadi seumur hidup! "Sesal Dimas penuh frustasi dan Percayalah kalau Bagas ingin sekali tertawa karena menurutnya orang-orang seperti Dimas itu jika satu kali bucin akutnya minta ampun contoh adalah dirinya sendiri.


"Memangnya di dunia ini tidak ada wanita lain selain dari wanita cerewet itu, kamu kan tahu sendiri setiap kali bertemu dengan saya selalu saja berdebat nanti apa jadinya kalau misalnya kalian benar-benar menikah suatu saat nanti? waktu istri saya bakalan habis disita sama dia dan sudah begitu Saya jamin dia bakalan membuat darah tinggi saya kembali kumat di permukaan, dan kalau sampai hal itu terjadi kamu adalah orang pertama yang bakalan saya depak keluar dari perusahaan saya supaya tidak usah lagi mau lihat wajah kalian berdua yang sangat menyebalkan itu!"Ujar Bagas membuat Dimas tertawa.


"maaf tuan saya ini sebenarnya sedang jujur bukan karena saya adalah pria matre atau apapun itu tetapi hanya ingin memastikannya saja secara langsung, Kalau misalnya saya benar-benar menikah dengan yang namanya Nina Kusuma gak Percayalah saya itu adalah menantu dari seorang pengusaha tajir melintir di provinsi Jawa Barat yang bernama Perdana Kusuma dan dengan begitu mungkin kita bakalan bukan menjadi asisten dan majikan tetapi adalah sesama pengusaha dan juga klien? "ujar Dimas yang sebenarnya hanya bercanda karena dirinya juga punya harga diri masa iya sudah bekerja bertahun-tahun malah akhirnya menikah dan menggantungkan hidup kepada mertuanya itu sama saja dirinya adalah pria yang tidak berguna.


"Wah kalau memang kamu punya niat seperti ini maka Besok pagi saya harus sampaikan itu kepada Nina supaya dia berubah pikiran dan kembali ke Bandung sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masa iya Perdana Kusuma sudah kerja capek-capek tetapi kamu datang dengan seenak hati dan menghabiskan semuanya seolah tidak punya salah sama sekali? "jelas Bagas tetapi Dimas hanya mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi karena ini semua bukan keinginannya juga.

__ADS_1


"Ya namanya takdir semua orang kan tidak bisa kita yang lain menentukannya, karena terkadang apa yang kita harapkan benar-benar tidak sesuai dengan kenyataan dan begitu pula sebaliknya. "nah Dimas kali ini belajar menjadi seseorang yang bijak Padahal selama ini ia selalu malas tahu dan juga tidak peduli.


"Oh iya jangan lupa apa yang saya katakan tadi nanti kalau urusan kamu dengan Nina saya tidak peduli juga, Karena yang saya inginkan yaitu wanita itu bisa enyah dari kehidupan istri saya soalnya dia itu sangat menyebalkan apalagi mulut jujurnya itu memang membuat Kepala saya pusing!" setelah mengatakan hal itu Bagas dan juga Dimas pergi dari ruangan kerja pria itu karena ada urusan yang harus mereka selesaikan dan juga Bagas sedang merindukan istrinya yang tadi sudah ditatap oleh pria asing dengan begitu intens.


Suami mana yang tidak cemburu kalau istrinya dilihat sampai segitunya Padahal dia saja sedang memperjuangkan dengan begitu baik dan juga manis serta penuh dengan keringat untuk bisa mendapatkan hati Aulia, masa Arsen datang dengan tiba-tiba dan dengan enak hatinya malah menunjukkan kepada semua orang kalau sebenarnya dirinya itu bisa mendapatkan Aulia dengan begitu mudah.


Safira yang masih mencoba untuk mengikuti arsen begitu tersenyum ketika melihat mobil yang ditumpangi oleh pria itu memasuki salah satu kawasan elit di ibukota, dan setelah ditelusuri lagi demi Tuan ternyata pria itu tinggal di salah satu rumah yang bisa dibilang sangat begitu megah dan juga mewah.


"Ya Tuhan Kalau kayak begini mau dipermalukan seperti apapun mau Harga Diriku diinjak Bagaimanapun aku bakalan pasrah untuk mendapatkan cintanya, soalnya pria ini sepertinya tajir melintir karena bangunannya itu sungguh-sungguh membuat aku tidak bisa berpikir dengan begitu baik karena hampir sama kayaknya dengan miliknya Mas Bagas!"Safira terlihat begitu semangat sampai-sampai ingin sekali ia berteriak histeris dan juga kegirangan karena akhirnya ada orang yang bisa dirinya jadikan Obsesi untuk kaya dan juga mendapatkan seorang pria yang tampan dan juga membahana serta berdarah Indo campuran begitu mungkin dengan begitu ya bisa memamerkannya di hadapan Bagas dan juga Aulia?


"Tuan Maaf tapi Sepertinya saya melihat mobil hitam di belakang itu dari tadi mengikuti kita ke manapun, apa jangan-jangan ada musuh yang sedang menguntit Anda atau Bagas Anjay sedang mengirimkan orang untuk memantau kegiatan kita? "Savero adalah seorang mata-mata yang selalu dipakai oleh Arsen untuk menyelidiki kasus-kasus yang sedang mereka tangani.


"BBiarkan saja karena aku yakin itu pasti wanita gila yang tadi sudah sempat tebar pesona kepadaku Dan asal kamu tahu saja kalau dia itu merupakan Mantan istrinya Bagas Sanjaya, Mungkin dia pikir saya bakalan terpengaruh dengan godaannya itu Oh tidak karena di luaran sana masih banyak wanita yang bisa saya bayar untuk menemani saya tidur!" Arsen adalah orang yang paling peka dengan keadaan sekitarnya dan juga paling tahu sebenarnya siapa orang gila yang sudah mengikutinya.


"Apakah anda ingin saya melakukan sesuatu kepadanya, soalnya saya takut jangan sampai wanita itu nekat dan juga melakukan sesuatu yang mempermalukan anda?"tawar Savero karena ia paling tidak suka ada wanita yang begitu agresif dan nantinya mengganggu kenyamanan dari Arsen sendiri.


"ya terserah kamu saja mau melakukan apapun Bila perlu serahkan dia kepada para anak buah kita pun aku tidak mempermasalahkannya, yang penting Intinya jangan sampai meninggalkan jejak Karena sekarang di dalam pikiranku hanyalah Bagaimana caranya mendapatkan istri dari Bagas itu!"perintah Arsen tidak peduli.

__ADS_1


__ADS_2