Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bertemu Davina


__ADS_3

Bagas dan juga Dimas kini sudah sampai di kediaman orang tuanya Davina yang terlihat begitu sunyi seolah-olah tidak ada kehidupan di dalamnya, karena begitulah kehidupan orang di kota besar selalu saja sibuk dengan urusan pribadi tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.


"ini ada orang tidak Tuan, soalnya Kok sunyi sekali ya padahal kan harus sedikit ramai karena di dalam bukan hanya satu atau dua orang saja kan? "tanya Dimas penasaran.


Bagas sebenarnya malas membahas tentang Davina Hanya saja karena masalahnya antara dirinya dan juga wanita itu harus dikeluarkan mau tidak mau ia memilih untuk mengalah, namun ya satu yang harus disadari oleh Davina yaitu Bagas Kembali ke tempat itu bukan untuk rujuk melainkan untuk menyuruh wanita itu melayangkan gugatan cerai kepadanya.


"Kamu lihatkan Mobilnya masih ada di situ ya Otomatis orangnya masih ada, Lain kali itu mata dipakai Jangan hanya untuk melihat sesuatu yang tidak jelas. kalau tidak kamu tetap bakalan selalu saja mencurigai sesuatu yang tidak pantas kamu curigai dan juga memikirkan sesuatu yang tidak pantas kamu pikirkan, enaknya di kamu tapi orang lain yang mendengarkan berita yang berasal dari kamu pasti bakalan pusing sendiri dan juga tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi! "tidak masalah dari awal Bagas memarahi Dimas lebih dulu supaya saat masuk bertemu dengan Davina dan juga kedua orang tuanya jika mereka nyolot dan mengajak ribut Ya tidak masalah Bagas pasti akan dengan senang hati meladeni Sikap mereka itu.


"Maafkan saya tuan soalnya tadi tidak sempat memperhatikan sekitar tapi Syukurlah kalau memang mereka ada di sini semuanya, karena dengan begitu otomatis bahwa kedatangan kita di sini tidak sia-sia dan semoga juga hasil nanti yang akan kita dapatkan juga tidak membuat kita akan mengalami rasa kecewa nantinya! "jelas Dimas lalu keduanya masuk ke dalam rumah karena kebetulan asisten rumah tangga tersebut melihat kedatangan Bagas Ya otomatis langsung membukakan pintu untuk majikan mereka itu.


"Selamat siang tuan, Anda datang mau bertemu dengan Nyonya Davina ya? kebetulan dia ada di dalam Tadi katanya mau keluar hangout bersama dengan teman-temannya, tetapi masih bersiap-siap di atas jadi Silakan tunggu saja di bawah nanti saya bakalan memanggil beliau! "jelas asisten rumah tangga tersebut yang kebetulan masih muda jadi otomatis bisa memahami kata-kata anak muda zaman sekarang Dan juga menggunakan kata-kata yang bisa dipahami dan juga bisa diterima oleh semuanya.


"yah Terima kasih tawarannya Saya akan menunggu di ruang tamu tolong katakan Dia secepat mungkin karena saya juga tidak punya waktu yang lama untuk berada di tempat ini, kalau dia banyak ngebantah ngomong saja biar sayang bakalan bertindak secara langsung dan juga tidak perlu harus menunggu menghabiskan waktu bertele-tele! "jelas Bagas dengan tatapan matanya yang tajam dan tidak ada nada bercandanya sedikitpun.


"Apakah anda tidak terlalu keterlaluan seperti tadi Tuan kalau ngomongnya kasar seperti itu, soalnya kasihan sekali loh melihat asisten rumah tangganya seperti orang pusing dan juga tidak tahu harus bersikap Bagaimana?" tanya Dimas karena dirinya merasa lucu dengan sikap Bagas yang seolah-olah hari ini Tengah ingin melampiaskan segala sesuatunya kepada semua orang termasuk dirinya.


"ya biarkan saja supaya mereka tahu kalau aku bukan anak kecil yang mudah untuk dipermainkan dan juga mereka tidak boleh mempermainkan siapa saja ke depannya, sebab waktu seseorang di dunia ini sangat berharga Karena untuk mempertahankan hidup dan juga mendapatkan apa yang diinginkan harus menggunakan waktu itu sebaik mungkin supaya ke depannya bisa menjadi orang yang disiplin dan juga Tidak sembarangan! "jelas Bagas yang sudah seperti seseorang moderator yang mencoba untuk mendisiplinkan semua pendengarnya dan itulah yang sedang dialami oleh Bagas Percayalah Ini semua karena Aulia pria itu menjadi seorang yang bijak dan juga pengertian terhadap siapapun yang di sekitarnya.

__ADS_1


Asisten rumah tangga kini sudah berada di depan pintu kamarnya Davina dan sebelum dirinya mengetuk Ternyata wanita itu sudah ingin keluar dari dalam, membuat Davina merasa heran karena tidak biasanya asisten tersebut menuju ke depan kamarnya karena selama ini dirinya yang selalu meminta tolong kepada mereka ataupun memerintahkan sesuatu.


"Ada apa ya sampai kamu berdiri di depan pintu kamarnya saya, kalau ingin mengatakan sesuatu yang sudah katakan saja soalnya saya ingin mau jalan sekarang juga takut nanti telat sebab sudah ditunggu oleh teman-temanku?"tanya Devina penasaran membuat asisten rumah tangga tersebut sebenarnya merasa sedikit canggung dan juga cemas ketika melihat wajah Nyonya muda di rumah itu yang sangat tidak bersahabat dan juga sepertinya tidak menyukai kalau ada orang yang mengganggu privasinya.


"itu dibawa ada Tuan Bagas yang datang bersama dengan Tuan Dimas lagi menunggu di ruang tamu, tadi kata tuan Bagas kalau bisa Nyonya secepatnya Turun ke bawah karena dia masih ada urusan yang lainnya lagi! "jelas wanita tersebut membuat Davina tersenyum senang karena dirinya tahu Bagas pasti mencintainya buktinya sekarang pria itu rela datang ke rumahnya ini dengan meninggalkan segala pekerjaan yang begitu banyak.


"Ya sudah terima kasih ya nanti tolong buatkan minuman untuk Mas Bagas dan juga Dimas, Kalau Mas Bagas dikasih kopi saja Terus kalau Dimas dikasih teh saja! "jelas Davina lalu segera berlari turun sampai wanita itu lupa kalau sebenarnya ada jadwal bersama dengan teman-temannya di luar yaitu touring keliling ibukota dan juga sekitarnya.


"Ya ampun Mas Bagas kamu datang susulin aku ya, Ih aku jadi bahagia banget loh padahal tadinya aku tuh berencana keluar soalnya mumet dalam rumah tidak melakukan apapun dan juga menyangka bahwa kamu itu tidak pernah memikirkan aku sama sekali! "ujar Devina antusias sambil memeluk lengan suaminya itu tetapi Bagas secara perlahan berusaha melepaskan pelukan Davina di tangannya tanpa membuat wanita itu merasa tersinggung.


"Tolong jangan seperti ini ya Soalnya di tempat ini bukan hanya kita berdua saja ada orang lain juga tidak enak kalau mereka melihatnya, Terus di mana orang tua kamu soalnya ada yang ingin aku sampaikan kepada mereka dan juga kamu tetapi saat ini juga ? "Tanya Bagas penasaran karena selama dirinya datang ke situ tidak ada tanda-tanda kehidupan orang tua mantunya.


"Mas Bagas kenapa sih kayak orang lagi mau dikejar-kejar sama hutang saja, datang sebentar lalu memilih untuk pergi lagi? Memang Papa sama Mama ada tetapi setidaknya jangan seperti ini dong, nanti mereka bakalan salah paham dan marah-marah seperti kemarin-kemarin lagi kan kepada kamu? "ujar Devina yang tidak suka kalau bagus terlalu angkuh dan juga sepertinya tidak suka dengan orang tuanya karena terlihat pria itu tidak begitu akrab dengan mereka berdua entah ada dendam apa yang terselubung atau mungkin di bagian mananya sikap dari kedua orang tua Davina yang membuat Bagas sangat tidak menyukai kehadiran mereka di sekitarnya atau pun datang untuk bertamu di rumah itu.


"kamu tanya aku kenapa tidak betah dan juga tidak menyukai kedua orang tua kamu, Apa kamu tidak sadar selama ini yang mereka lakukan ketika bertemu denganku? Kamu sebagai anak itu sebenarnya tahu tetapi seolah-olah tidak mau tahu sama sekali, jadi aku mau tanya di mana orang tua kamu sekarang karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan saat ini di hadapan mereka tentang kamu dan juga aku? "pertanyaan Bagas dengan nada bicaranya yang begitu meninggi membuat Davina sedikit waspada dan juga takut jangan sampai hal yang ia pikirkan selama ini bakalan menjadi kenyataan.


"kamu ini apa-apaan sih hanya mau ngomong sama papa dan mama juga tegang seperti begitu Padahal mereka kan juga orang tua kamu, ya sudah nanti aku bakalan suruh Bibi untuk memanggil mereka di kamar soalnya tadi katanya Papa nggak pergi ke showroom soalnya lagi tidak enak badan! "jelas Davina sambil berusaha untuk tersenyum tetapi Percayalah kegundahan hatinya itu begitu sangat dan juga merasa sedikit was-was takutnya Bagas bakalan bertengkar dengan Papanya dan juga Aura Mamanya.

__ADS_1


"Bibi Tolong panggil Papa sama Mama ke sini dong soalnya ada Mas Bagas sedang ada perlu penting dengan mereka dan juga ada hal yang ingin disampaikan, kalau bisa bilang mereka sekarang juga ya Soalnya kami bakalan pulang Loh Karena Mas Bagas juga pasti bakalan kembali lagi ke kantor! " jelas Davina begitu percaya diri membuat Dimas menatap ke arah Bagas yang terlihat menghembuskan nafasnya kasar karena dari awal Ia memang tidak berniat mengajak Devina untuk kembali ke rumah karena yang ada pasti bakalan ribut.


"Sejak kapan Tuan Bagas datang ke sini untuk mengajak anda pulang Nyonya, sepertinya mimpi Anda terlalu ketinggian dan alhasil nanti kalau jatuh itu rasanya sakitnya minta ampun jadi lebih baik bersikaplah biasa saja seolah-olah tidak terjadi apapun Diantara Kalian! "batin Dimas karena mana ada dirinya bisa berbicara secara langsung apalagi melihat Bagas sepertinya ogah-ugahan untuk berbincang dengan Davina karena memang seperti itulah kebiasaan pria itu.


"Mas tadi dari kantor ya, Kenapa tidak nanti malam saja sekalian supaya nginap di sini dan juga Masnya tidak terlalu capek bolak-balik? pasti nanti bakalan balik lagi kan ke sana soalnya kebiasaan kamu kan seperti begitu selalu saja gila kerja, padahal meskipun kamu tidak kerja selama berhari-hari pun kamu tidak akan kekurangan duit loh hanya masih saja harus kamu cari setiap saat! "omel Davina sambil merapikan kerah bajunya Bagas membuat pria itu menepis tangan wanita tersebut tetapi Devina mencoba untuk tidak peduli sebab menurutnya mungkin karena efek tidak bertemu beberapa hari membuat pria itu sedikit canggung terhadapnya.


"kamu bisa tidak duduknya sedikit menjauh dariku, kan sudah aku katakan dari tadi kalau di sini itu bukan hanya kamu saja melainkan ada orang lain juga kan? "ujar Bagas kesal tetapi berusaha ditahannya karena menurutnya sama saja mau menjelaskan apapun kepada manusia seperti Davina tidak akan pernah paham jadinya lebih baik diam dan juga menegur jika memang terlalu salah dan setelah wanita itu paham ya sudah tidak usah lagi menambahkan sesuatu yang tidak perlu ditambahkan.


"Hehe Maaf tapi kan Dimas pastinya paham dong kita kan sudah menikah ya halal saja kalau mau saling menyentuh di manapun dan juga kapanpun, kalau terlalu memikirkan orang lain di sekitar kita nanti bakalan hubungan kita itu Makin menjauh dan kamu juga sih terlalu sibuk dengan orang-orang asing yang tidak penting! "ujar Davina yang sengaja menyindir soal keberadaan Aulia di tengah mereka dan Bagas mengerutkan alisnya sebelah karena dirinya paham dengan arah pembicaraan yang sedang dibicarakan oleh Vina tadi.


"lain kali jaga mulut Dan juga jaga sikap kalau membahas sesuatu itu sesuatu yang harus kita bahas bukan sesuatu yang tidak ada tapi harus kita bahas yang ada orang tersebut tidak bakalan paham, dan membuat kita yang menjadi berdosa dan juga menjadi emosi karena apa yang kita pikirkan tidak akan ada yang meresponnya Soalnya orang tersebut kan tidak ada!" ujar Bagas yang ingin memperingatkan Davina agar jangan terlalu mencampuri urusan pribadinya Meskipun mereka berdua adalah suami istri tetapi urusan batas dengan Devina ya adalah urusan mereka dan urusan Bapak dengan Aulia ya urusan batas dengan wanita itu tidak perlu ikut campur Bukankah rumah tangga itu berjalannya masing-masing meskipun kepalanya hanya satu dan semua orang mengakui hal itu.


Aura dan juga suaminya begitu bahagia ketika mendengar bahwa menantu mereka itu datang berkunjung saat ini, dengan begitu mereka bisa meminta bantuan modal kepada pria itu sebab keduanya berencana membangun perusahaan yang besar seperti miliknya Bagas saat ini.


"ingat ya pokoknya Papa harus minta uang 2 triliun untuk membangun perusahaan miliknya kita, dan Mama yakin menantu kita itu pasti bakalan memberikannya soalnya kan ulangannya segitu doang mah menurutnya tidak ada apa-apanya malah hanya secuil kuku doang!"jelas Aura membuat suaminya itu hanya menganggukkan kepalanya karena pria itu terlihat dalam kehidupannya diatur oleh wanita bukan dirinya yang sebagai kepala keluarga yang otomatis suaranya harus didengar oleh siapapun.


"Iya Mama Tenang saja itu semua sudah ada di dalam pikiran Papa selama ini, yang penting intinya Mama tolong mendukung ya setiap apa yang Papa katakan nantinya supaya dia percaya kalau kita bakalan membangun perusahaan yang besar seperti yang dia miliki. "ujar Papa dari Davina yang autor pun sudah lupa namanya maklumlah terlalu banyak nama di dalam hidupku ini sampai-sampai namanya dia aku melupakannya Padahal dia sudah terpatri di dalam jiwa.

__ADS_1


Bagas dari tadi itu seolah menulikan telinganya dan berbuat seperti tidak mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Devina dari tadi, karena menurutnya wanita itu hanya membuang-buang tenaga dengan sesuatu yang sangat tidak penting dan juga sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu harus untuk dibicarakan saat ini.


__ADS_2