Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Safira


__ADS_3

Aulia yang sudah bosan berada di rumah dari tadi dan tidak melakukan apapun memilih untuk keluar menemui sahabatnya yaitu Abidzar di cafe pria tersebut, dirinya Tentu saja tidak ingin memberitahukan kepada Bagas yang pagi-pagi sekali sudah pergi ke kantor katanya ada meeting mendadak padahal Aulia saja tidak peduli dengan segala macam aktivitas pria itu di luar rumah.


Nella yang melihat menantunya itu sudah bersiap-siap akan pergi menjadi kebingungan takutnya jangan sampai nanti kalau Bagas tahu Aulia pergi tanpa pamit, bisa panjang urusannya soalnya ia sangat tahu bagaimana Perangai buruk putranya itu kalau sedang marah pasti akan melampiaskan kepada semua orang.


"Kamu mau ke mana nak? Lain kali kalau jalan usahakan tolong ngomong dulu sama suami kamu, Soalnya mama malas setiap hari di rumah ini kita hanya mendengar soal keributan saja tidak ada kedamaian sedikitpun! "pinta Nella penuh permohonan bukan karena ingin membatasi ruang gerak Aulia namun dirinya berharap agar rumah tangga anaknya itu Tetap tenang karena masalah Davina saja masih menggantung di udara dan juga Safira yang tidak pulang-pulang sampai sekarang.


Aulia menghembuskan nafasnya kasar mendengar pertanyaan dari mertuanya itu, sebenarnya ingin sekali dirinya pergi saja hanya saja biar bagaimanapun Nella itu lebih tua di rumah ini maka otomatis dirinya harus menghormatinya.


"Aulia bosan di rumah jadi mau pergi ke rumah Abah sama Umi, Kasihan juga sih Sudah berapa lama tidak pernah mengunjungi mereka!"jelas Aulia yang sejatinya sebenarnya tidak berbohong kalau misalnya dirinya pergi ke rumah kedua orang tuanya dan mereka tidak ada di sana ya dirinya bakalan melipir ke arah Cafe miliknya Abizar soalnya dirinya juga ingin memastikan Bagaimana keadaan sahabatnya itu.


"Apa perlu Mama antar soalnya kasihan sudah lama sih tidak pernah melihat besan, dan juga bosan kalau sendirian di rumah seperti begini tidak ada teman ngobrolnya sama sekali? "tawar Nella memastikan.


Aulia menggaruk kepalanya yang tak gatal karena sebenarnya dirinya itu memberikan dua opsi di dalam hidupnya takutnya jangan sampai Nella mengadukan kepada anaknya, maka dari itu Meskipun tidak sopan mau tidak mau ia harus menolak ajakan dari mertuanya tersebut sebab ini juga untuk kebaikan semuanya.


"Aduh maaf mah Bukannya tidak mau sih tapi kayaknya aku bakalan lama deh di sana, kalau mereka mengijinkan menginap ya aku bakalan menginap dan tidak enak kalau mama harus pulang sendirian padahal kan kita dari rumah jalannya barengan. "tolak Aulia secara halus ya Meskipun berbohong itu merupakan sesuatu yang dilarang Tetapi kalau masa darurat seperti ini kan tidak ada salahnya sama sekali.


Nella menghembuskan nafasnya secara kasar karena akhirnya mau tidak mau ya harus tinggal sendirian saja di rumah itu, padahal tadi ia sudah mengharapkan kalau nanti Aulia bakalan menemaninya tetapi ternyata harapannya tidak sesuai dengan kenyataan.


"Yah padahal mama sudah Berharap bakalan punya teman ngobrol hari ini, soalnya rumah sunyi sekali tidak ada siapapun dan juga jadi bingung mau ngapain. "jelas Nella lemas.


Aulia tersenyum melihat tingkah dari mertuanya itu meskipun ia merasa tidak enak hati dan juga tidak tega, hanya saja ini semua demi kenyamanan bersama dan juga demi menghindari pertengkaran lanjutan antara dirinya dan juga Bagas.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya soalnya nanti takut jangan sampai Abah sama Uminya keluar dan tidak ketemu mereka, Karena tadi aku juga kebetulan lupa memberi kabar kepada mereka makanya takutnya jangan sampai mereka keluar hari ini! "jelas Aulia.


"hati-hati ya di jalannya Nanti kalau sudah sampai tolong sampaikan salam Mama kepada kedua orang tua kamu, Bilang saja kalau nanti ada waktu Mama pasti berkunjung deh kalau sekarang sepertinya tidak bisa!" jelas Nella.


Aulia kini sudah pergi dari kediamannya keluarga Sanjaya lalu memilih untuk langsung menuju ke Cafe milik Abizar, dirinya yang menggunakan taksi karena kemampuan menyetir yang ia punya itu hanyalah membawa kendaraan roda dua kalau urusannya soal kendaraan roda empat sepertinya tidak mungkin.

__ADS_1


Sesampainya di sana terlihat Cafe tersebut sudah sedikit ramai soalnya Memang karena letaknya itu strategis jadi membuat tempat tersebut sangat mudah untuk didatangi oleh orang, dan juga katanya Mereka sangat penasaran dengan pemilik Cafe tersebut dia masih muda dan juga belum memiliki pasangan hidup.


"Wah ternyata baru ditinggal beberapa lama tempat ini sudah banyak perubahan ya? Kira-kira nanti sampai di dalam responnya kayak gimana ya Tuh orang, jangan sampai dia malah mengusirku soalnya takut nanti pria kejam itu akan menarikku pergi dari sini? "gumam Aulia penasaran.


Abizar yang sedang berjaga di kasir sampai-sampai tidak sadar kini Aulia ada di hadapannya dan tengah tersenyum kepadanya, pria itu karena terlalu fokus bekerja sampai tidak menyadari keadaan sekitarnya dan syukurlah yang datang itu bukanlah penjahat jadi dirinya harus selalu waspada satu kali 24 jam.


semua karyawan Abizar hanya tersenyum ketika Aulia memberikan kode kepada mereka agar jangan buka mulut dan mengatakan soal keberadaannya di tempat itu, wanita itu hanya ingin melihat kira-kira bagaimana respon pertama yang diberikan oleh Abizar ketika melihat sahabatnya itu muncul di saat yang seperti begini.


pembeli yang kini tengah bertransaksi dengan Abizar menatap heran ke arah Aulia yang dari tadi fokusnya hanya kepada pria tampan yang ada di hadapannya, maka dari itu wanita itu memberikan kode kepada Abizar Apakah mengenali orang yang saat ini tengah menatap ke arah mereka berdua lebih tepatnya menatap ke arah Abizar.


"Mas Kalau boleh tahu itu Mbaknya di belakang kok lihatin ke sini terus ya, Jangan bilang itu calon istrinya yang lagi cemburu karena melihat Masnya melayani pembeli seperti saya ini? "tanya wanita itu sambil menunjukkan ke arah belakang membuat Abizar menoleh mengikuti arah pandang wanita itu dan betapa terkejutnya ketika melihat sosok yang sangat ia rindukan beberapa hari ini dia sedikitpun tidak memberi kabar kepadanya sama sekali.


"Astaga Aulia, kamu dari tadi sudah ada di situ? Ya Tuhan, Mbak nanti dilayani sama pegawai saya yang lain ya! soalnya saya lagi ada urusan soal hati dan ini sepertinya tidak bisa ditinggalkan sama sekali, karena kalau hati itu tidak diurus maka dia bakalan pergi mencari hati yang lain. "jelas Abizar Sambil tertawa dan menarik tangan Aulia agar ikut dengannya ke dalam ruangannya itu Sedangkan Aulia hanya pasrah saja Padahal tadi itu ia hanya ingin berkunjung dan diperlakukan seperti para pengunjung yang lain yaitu datang ke tempat itu kemudian memesan makan Lalu setelah itu membayar dan pulang.


"kamu itu apa-apaan sih main menarik tanganku segala, nanti kalau ada orang yang salah paham bisa panjang urusannya? Lagian aku ini lapar loh datang untuk makan bukan untuk mendengar curhatan kamu, terus Tadi mbaknya itu ngomong apa sih Katanya aku ini merupakan cara istrinya kamu sembarangan sekali! "omel Aulia sambil memasang wajah cemberutnya tetapi Abizar tidak peduli sama sekali karena yang penting intinya dirinya bisa bertemu dengan Aulia dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan apapun Hanya itulah harapannya di dalam hidup ini.


Abizar yang membawa Aulia masuk ke dalam ruangannya lalu menutup pintu dari dalam, dan dengan segera pria itu memeluk tubuh Aulia begitu erat seolah-olah menyeratkan bahwa ia tidak ingin Wanita itu pergi lagi.


Grepp


"Terima kasih sudah kembali dan juga terima kasih karena sudah baik-baik saja, Lain kali kalau mau pergi tolong katakan Ke mana tujuan kamu agar aku bisa menyusul dan tidak tinggal sendirian di sini seperti orang yang kebingungan itu karena tidak tahu apapun! "jelas Abizar yang mencoba untuk tetap kuat sedangkan Aulia hanya berdiri mematung tidak ada niatan untuk membalas pelukan dari pria itu karena menurutnya mungkin Abizar itu menganggap dirinya adalah sahabat dan juga mencemaskan keadaannya.


"aku harus selalu sehat dan juga selamat kalau mau pergi kemanapun, Soalnya kalau aku kenapa-napa otomatis tidak akan ada orang yang bakalan Membuat kamu emosi sepanjang waktu." jelas Aulia yang terlihat bercanda tetapi ternyata Abizar itu dalam mode serius.


"Aku serius loh masa iya kamu malah bercanda ? "omel Abidzar lalu melepaskan pelukannya dan menatap kesal ke arah Aulia yang tengah cengengesan karena berhasil mengerjainya.


"kamu selama ini perginya ke mana sih Terus kenapa itu ponsel tidak aktif sama sekali padahal Biasanya kalau kamu lagi mencharger HP ya Pasti memang nonaktif, tapi ini lebih parah loh siang malam tidak aktif sama sekali seolah-olah kamu itu sengaja menghilang dari bumi agar semua orang tidak mengetahui keberadaan kamu? "tanya Abizar dengan nada bicaranya yang begitu kesal tetapi Percayalah ada nggak kekhawatiran di dalamnya.

__ADS_1


"Masa iya orang kalau mau kabur ngomong dulu, kamu ini ada-ada saja deh! Ayo lebih baik kita keluar soalnya nanti kalau pria aneh itu berhasil mengetahui aku ada di sini, kamu yang bakalan kesusahan dan aku tidak ingin kamu mengalami hal itu hanya karena berurusan denganku!"ajak Aulia yang menarik tangan Abidzar agar ikut dengannya pergi keluar dari ruangan pria tersebut.


"Ya kalau kamu mau melakukan apapun lebih baik dalam ruanganku saja ruangan ku saja kan, supaya tidak akan ada orang yang melihat kamu di sini dan dengan begitu mereka tidak akan melaporkan hal yang aneh-aneh kepada suami kamu itu? "tawar Abizar memberikan saran namun Aulia tetap menolaknya karena lebih baik ketahuan saat bersama dengan orang lain juga daripada hanya dirinya dan Abizar sendiri.


"tidak ah Takutnya nanti kamu yang bakalan kesulitan kalau sampai menahanku hanya berduaan dengan kamu di ruangan kamu ini, dan aku juga minta kamu untuk mengerti Kalau sebenarnya apapun yang aku lakukan itu semata hanya untuk menyelamatkan kamu!"jelas Aulia yang berharap agar Abizar itu paham dengan pola pemikirannya dan juga pria itu tidak terlalu memaksakan kehendak agar Aulia bisa menuruti kemauannya itu.


Abizar memilih untuk pasrah dan tidak mungkin menolak apa yang diinginkan oleh Aulia saat ini, daripada Wanita itu pergi lagi dan tidak memberikan kabar kepadanya alhasil ia bakalan gila seperti kemarin-kemarin.


"Ya sudah ayo kita keluarnya barang-barang Kamu tunggu di meja kamu aku bakalan ngomong kepada koki di belakang untuk menyiapkan makan siang buat kamu, yang penting Intinya jangan pernah kamu pulang sebelum makan ya Atau aku bakalan marah besar loh kepada kamu karena pulang dalam keadaan perut yang kosong! "jelas abiser dengan Tatapan yang mengintimidasi membuat Aulia ingin sekali tertawa dengan tingkah laku sahabat karibnya itu.


Aulia memilih untuk kembali bergabung dengan semua orang hanya saja kali ini duduknya sedikit di pojokan dari ruang tersebut, sambil menunggu pesanannya ia memilih untuk fokus pada ponselnya sampai-sampai tidak sadar kalau saat ini seorang wanita yang sangat membencinya Tengah duduk tepat di hadapannya.


"Wah ternyata di sini ada pelakor ya, mungkin dia lagi mengisi perutnya Seraya ingin mencari mangsa yang baru? "ujar seseorang itu dengan nada bicara yang begitu meninggi sampai-sampai Aulia mengerutkan keningnya karena merasa tidak asing dengan suara tersebut.


"kamu! "kata-kata Aulia itu mengambang begitu saja di udara tidak ada lanjutan lagi karena memang dirinya bingung tidak bertemu dengan Safira beberapa hari ini wanita itu ada di hadapannya dengan penampilan yang begitu berbeda pada saat mereka pertama kali bertemu.


"Iya ini aku, Kenapa kaget melihat Aku ada di sini? Puaskan sudah mengambil apa yang aku miliki, atau sekarang kamu masih mau mencari lagi supaya tambah serakah dan juga tambah banyak dengan yang ada sekarang? "tanya Safira sinis.


Yaps benar sekali wanita yang menemui Aulia saat ini, itu adalah Safira yang merupakan mantan istri keduanya Bagas dan sekarang dalam proses perceraian.


Aulia bingung kenapa Safira datang kemudian menjelek-jelekkannya di hadapan semua orang, Padahal dari awal wanita itu juga tahu kalau Aulia tidak ada niatan untuk menjalankan pernikahan dengan Bagas.


"kalau saya punya salah dengan kamu ya sudah katakan saja tetapi, Tolong jangan memfitnah saya untuk sesuatu yang tidak pernah saya lakukan! kalau memang kamu tidak suka dengan sikap suami kamu ya pergi Protes aja kepada dia, jangan malah menuju kepada saya seolah-olah pria itu memang bisa dipengaruhi Jalan pikirannya. "sarkas Aulia yang tidak kalah kasar daripada Safira Soalnya kalau dirinya diam saja yang wanita itu bakalan terus keras kepala dan juga menjelek-jelekkan namanya di mata semua orang.


"Mas Bagas itu kan sudah kena santet makanya dia mau ikut saja Apapun yang kamu inginkan, karena buktinya Sekarang dia sudah mengajukan gugatan perceraian kepada kami berdua dengan itu semua penyebabnya adalah kamu! "Safira sudah tidak tahu lagi harus melampiaskan emosinya kepada siapa tetapi intinya ketika bertemu dengan Aulia menurutnya itu merupakan hal yang paling dirinya Tunggu selama ini yaitu bisa melampiaskan semuanya kepada wanita yang sudah mengalihkan pikiran suaminya itu sampai-sampai mau menceraikannya.


Aulia bergidik ngeri ketika mendengar Safira yang menyebut sesuatu yang berbau mistis seperti itu, padahal seharusnya wanita itu sadar apapun yang dia katakan terkadang nanti bakalan menimbulkan fitnah dan Aulia tidak menginginkan hal itu terjadi.

__ADS_1


"kamu kok mau sih bersinggungan dengan barang-barang seperti itu padahal aku saja berpikiran ke arah sana saja tidak sama sekali? Atau jangan-jangan sekarang kamu lagi sedang mencari cara aagar bisa membuat makhluk astral itu bekerja padaku, Wah ternyata Kamu licik juga ya datang-datang Terus mau fitnahku padahal di dalam otak kamu lebih licik dibandingkan batu kali!"Aulia mengatakan semua itu dengan begitu santai membuat Abidzar hanya bisa menggelengkan kepalanya karena di saat berdebat serius seperti itu sahabatnya itu malah membuat celotehan yang membingungkan Safira.


__ADS_2