Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Gagal


__ADS_3

Aulia dan Nina yang sedang menunggu taksi di pinggir jalan merasa heran ketika ada yang mengikuti keduanya, padahal ini masih terbilang sangat pagi otomatis semua orang belum beraktivitas dengan benar tetapi kenapa perasaan mereka seperti itu?


Aulia mencoba untuk bersikap tenang tidak terprovokasi oleh apapun dan berharap itu hanya pemikirannya saja, berbeda dengan Nina yang terlihat tampak gelisah seolah-olah orang yang sedang mengikuti mereka itu mempunyai maksud jahat.


"Aulia kamu sadar tidak kalau ada yang mengikuti kita saat ini? "bisik Nina tetapi masih bisa didengar oleh Aulia.


Aulia mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu karena dipikirannya tadi kiranya ia sendiri yang merasakan hal itu, ternyata Nina juga merasakan hal yang sama seperti dirinya maka dari itu Ia pun segera merespon apa yang dikatakan oleh Nina barusan.


"Kamu juga merasakannya? Aku pikir aku sendiri loh tad,i yang berpikir kalau ada yang mengikuti kita? Ya sudah kalau begitu kita tidak bisa menunggu taksi di sini, lebih baik kita pergi ke depannya situ yang ada kerumunan orang lagi membeli bubur! Mungkin dengan begitu orang yang mengikuti kita bakalan pergi menjauh , soalnya mereka tidak mungkin beraksi ketika ada orang banyak di sekitar mereka."tawar Aulia membuat Nina mengganggukan kepalanya antusias karena merasa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Aulia.


"Ya sudah ayo cepetan terus pakai lama soalnya jangan sampai mereka semakin mendekat, soalnya kamu tahu kan penculik zaman sekarang itu biasanya sukanya nekat!"ajak Nina sambil menarik tangan sahabatnya itu agar mungkin posisi mereka lebih baik berlari saja.


Orang suruhannya Arsen otomatis tidak bisa bergerak ketika melihat pergerakan yang dilakukan oleh Aulia dan Nina Tadi, mereka yakin jika kedua wanita itu sadar jika sedang diikuti oleh mereka.


"Aduh gimana dong kedua wanita itu sepertinya menyadari kalau kita sedang mengikuti mereka, nanti kalau Tuan tahu bisa panjang urusannya soalnya tahu sendiri kan orangnya seperti apa? "ujar salah satu diantara mereka karena bingung dengan kondisi yang sedang mereka hadapi saat ini sebab tidak sesuai dengan perkiraan dari awal.


"Sepertinya salah satu wanita dari mereka itu mempunyai insting yang sangat tajam, karena dia bisa membaca situasi tidak seperti wanita lain ya yang kalau kayak begini selalu saja paniknya minta ampun!"temannya menimpali apa yang dikatakan oleh yang lainnya tadi.


Nina dan Aulia tidak bisa mungkin berdiam diri dan berlindung di antara para pembeli yang ada di situ, mereka mau tidak mau meminta tolong kepada salah satu orang yang ada di situ Untuk menghentikan taksi agar keduanya bisa segera jalan.

__ADS_1


"Permisi mas kami bisa minta tolong kah?"tanya Nina setengah berbisik.


Pria yang sedang sibuk mengantri tersebut menetap heran ke arah wanita yang menurutnya sih wajahnya itu sedang-sedang saja tidak seperti wanita yang ada di sebelahnya, Namun karena Nina menggunakan bahasa yang sopan tentu saja dirinya tidak mungkin kan menolak permintaan wanita itu jika memang bisa ia kerjakan.


"Mau minta tolong apa ya Mbak?"tanya pria itu memastikan.


"Kami itu sedang diikuti oleh penjahat, makanya kami ingin menghentikan taksi tetapi karena takut mereka melihat pergerakan Kami! Makanya kami meminta Mas nya untuk menghentikan taksi, agar kami bisa segera masuk dan meninggalkan tempat ini!"jelas Nina membuat pria itu mengedarkan pandangannya ke sekitar dan memang terlihat ada beberapa orang yang tingkahnya sangat mencurigakan.


"Ya sudah kalau begitu kalian berdua sembunyi saja di balik gerobak itu biar aku yang bakalan mencari taksi di sebelah sana, Ingat jangan kemana-mana biar nanti sopir taksinya yang bakalan Aku sungguh membawa taksi sampai di sini biar kalian dengan mudah masuk ke dalam!"tawar pria itu tentu saja Nina dan Aulia menyambutnya dengan begitu antusias karena memang itu adalah jalan yang terbaik yang harus mereka pilih saat ini.


Arsen sudah tidak sabar menunggu kedatangan Aulia, sebab kini sudah hampir setengah jam lebih tetapi pergerakan sepertinya belum ada! Namun dirinya masih punya kepercayaan diri bahwa anak buahnya tidak mungkin melakukan kegagalan kali ini, karena selama ini mereka selalu berhasil di dalam setiap misi yang mereka jalankan.


"Mbak itu taksinya sudah dapat, ayo kalian bersembunyi di samping sini supaya mereka tidak bisa melihat pergerakan dari sini!"ujar pria itu membuat Aulia langsung memberi kode kepada Nina agar mungkin memberikan salam tempel kepada pria itu sebab sudah mau rela membantu mereka padahal tidak saling kenal sebelumnya.


"Mas ini ada rezeki dari kami sedikit Semoga diterima ya sebagai ucapan terima kasih karena sudah mau membantu kami, maafkan kami ya jika pagi-pagi sudah membuat Mas repot padahal sebenarnya tadi tujuannya untuk melakukan hal lain! "ujar Nina tetapi pria itu menolak sebab dirinya membantu kedua wanita tersebut dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun.


"Uangnya dipakai saja buat kebutuhan Mbak berdua di jalan, Saya doakan semoga selamat sampai tujuan!"sahut pria tersebut


Aulia dan Nina kini sudah berada dalam taksi yang akan membawa keduanya pergi ke arah bandara, Jika ditanya Apakah semua tiket mereka sudah siap ya jelas sudah karena sekarang segala sesuatu kan dapat dilakukan melalui online.

__ADS_1


Sepanjang jalan keduanya hanya menatap ke arah kaca spion, berharap agar para penculik tersebut tidak mengikuti mereka.


"Akhirnya kita bisa lolos dan mereka sepertinya tidak mengetahui kalau kita berada di dalam taksi ini, itu kerjaannya siapa sih sampai melakukan hal gila seperti itu di pagi hari kayak begini padahal orang lain lagi molor?"omel Nina kesal karena ada yang mengganggu hari nya.


"Ya tentunya kerjaan orang yang tidak punya pekerjaan di pagi hari kayak begini mungkin bisa dibilang mereka begadang semalam, jadi akhirnya Melihat cewek-cewek seksi kayak kita mata mereka jalalatan dan akhirnya pikiran nakal mulai bertindak!"ujar Aulia yang tidak ingin mencurigai apapun soalnya menurutnya kalau mencuriga sesuatu tanpa ada bukti sama sekali itu merupakan sebuah pekerjaan yang hanya memakan waktu percuma.


Sedangkan anak buahnya Arsen yang sudah kehilangan jejaknya Nina dan juga Aulia memilih untuk menghubungi Bos mereka itu, Soalnya takutnya jangan sampai pria itu yang menghubungi mereka lebih dahulu bisa bahaya urusan nantinya.


Derth derth derth


Arsen yang sedang duduk bengong terkejut dengan panggilan yang berasal dari para anak buahnya tersebut, tetapi pria itu berusaha untuk tetap bersikap tenang dan merasa bahwa apa yang mereka katakan nanti itu merupakan sebuah kabar yang baik.


"Ya kenapa, jangan bilang apa yang saya suruh gagal tidak sesuai dengan yang saya inginkan? "tanya Arsen memastikan.


"Maafkan kami Tuan soalnya entah bagaimana ceritanya tetapi kedua wanita itu menghilang, dan setelah kami memastikan lagi ternyata mereka memang sudah tidak ada lagi di sekitar tempat ini!"jelas orang-orang suruhannya Arsen itu.


Kecewa so pasti, Tetapi kalau Hanya berdiam diri meratapi nasib Sepertinya itu bukan merupakan ciri khas dari Arsen.


"Pokoknya kalian harus mencari mereka berdua sampai ketemu, kalau belum ketemu sama sekali jangan coba-coba untuk menghubungiku atau pulang ke rumah dan tidur bersama istri kalian!"perintah Arsen tegas tidak ingin dibantah oleh siapapun karena orang suruhannya itu sudah dibayarnya dengan mahal jadi otomatis ia tidak terima yang namanya kegagalan.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Arsen mematikan paling tersebut agar anak buahnya itu kembali bisa bekerja, dirinya otomatis tidak bisa menunggu begitu saja karena ia juga harus bergerak mencari karena dirinya yakin kedua wanita itu tidak mungkin pergi begitu jauh jika hanya dengan berjalan kaki.


__ADS_2