
Aulia memilih untuk menghela nafasnya secara perlahan Lalu setelah itu berusaha agar tetap Netral, karena yang ia inginkan sekarang itu agar Nina tidak salah paham dan dengan begitu sahabatnya itu akan mengerti dengan kondisi yang tengah ia hadapi saat ini.
Kalau sampai dirinya berbicara secara tidak sopan ya otomatis semuanya pasti bakalan seperti begini, Bukankah ia harus lebih rileks lagi supaya Nina juga mungkin tidak bakalan merasa kecewa akibat dirinya yang terlalu mengulur-ngulur waktu seperti begitu.
"oke kita sudah selesai makan dan juga suasana hatiku sedang dalam kondisi yang stabil mood Aku juga sedang oke, maka dari itu aku bakalan menjelaskan sesuatu ya mungkin ingin sekali kamu dengar selama beberapa jam terakhir ini! "ujar Aulia yang ekspresinya terlihat lebih tenang karena kalau sampai dirinya merespon apa yang Nina inginkan secara berlebihan yang ada keduanya bakalan bisa ribut nantinya.
"Maafkan aku juga kalau terkesannya terlalu memaksa supaya kamu jujur dengan apa yang tengah kamu hadapi saat ini, hanya saja yang ingin kamu tahu bahwa aku tidak ada niat untuk membuat kamu merasa tidak nyaman ataupun kecewa! "jelas Nina meskipun ia tahu kalau sahabatnya pasti bakalan sangat kecewa jika dirinya terlalu merespon secara berlebihan dengan memaksa sampai-sampai seperti seseorang yang tidak suka dengan perubahan yang dialami oleh sahabatnya sendiri.
Abizar tersenyum sebab pria itu sangat tahu bagaimana persahabatan kedua wanita yang ada di hadapannya ini , karena mereka itu berteman bukan hanya baru sekarang melainkan sudah bertahun-tahun yang lalu tetapi sampai sekarang masih awet karena saling menjaga perasaan satu dan yang lainnya.
"Aku sudah menikah dan itu baru terjadi beberapa minggu belakangan ini dengan seorang pria yang mempunyai istri lebih dari satu dan aku merupakan yang ketiga, maka dari itu aku harap kamu tidak kaget Kenapa sih sampai parah bawahannya itu memanggil aku dengan sebutan Nyonya ketiga karena memang itulah Posisiku di rumah tersebut! kalau kamu tanya kenapa sih aku lebih memilih menikahi Pria beristri maka jawaban itu kamu tidak akan pernah dapatkan, karena kamu tahu kan siapa bilang di zaman modern seperti begini tidak ada zaman Siti Nurbaya sebab itu sangat berlaku di kalangan masyarakat dan juga orang-orang yang berada di sekitar kita! "penjelasan Aulia secara singkat padat dan jelas itu membuat Nina langsung bungkam bahkan sedotan yang dipakai dirinya untuk meminum jus yang ia pesan Langsung diletakkannya kembali karena rasa-rasanya tulang belulang pada tungkai Tangannya sudah tidak berfungsi dengan benar akibat begitu syok dan juga sangat-sangat tidak menyangka.
"Jadi ceritanya kamu responnya seperti begitu saja tidak ada sedikitpun kejutan di dalamnya, Wah kalau seperti begitu ngapain juga harus memaksakan diri untuk mengetahui soal keadaan Aulia yang sebenarnya? "tanya Abizar yang tidak menyangka dengan respon kaget yang diberikan oleh Nina itu terlihat begitu slow motion.
Abizar tahu bahwa Nina memang sedang syok dan juga benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Aulia kepadanya barusan, namun sepertinya respon itu terlalu berlebihan karena wanita itu dari awal harusnya sudah mengetahui konsekuensi akibat keinginannya yang begitu kuat.
"Biarkan saja yang penting intinya dia sudah mendengar penjelasan dariku kita tidak perlu harus mencari tahu semua yang ia pikirkan, karena setiap orang itu punya cara masing-masing untuk merespon apa yang ia dengar secara tiba-tiba seperti begini! "jelas Aulia sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena menurutnya Nina itu terlalu lebay masa iya Hanya seperti begitu saja kagetnya sudah ngalahin emak-emak yang kalah arisan.
__ADS_1
"Kamu secantik ini kenapa mau dijadikan yang ketiga Aulia? Terus kamu tadi ada singgung soal zamannya Siti Nurbaya, jangan bilang pernikahan kamu ini karena perjodohan yang dilakukan oleh Abah dan juga Umi?"tanya Nina dengan raut wajah yang begitu penasaran sebab dirinya memang kepo dengan urusan sahabatnya itu.
Aulia ingin sekali tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Nina barusan karena dirinya yakin jika wanita itu sedang marah bisa berabe urusannya, ya meskipun kemarahannya untuk kali ini bisa dibilang itu benar dan sesuai jalannya tetapi semuanya sudah terjadi Mau mengulang seperti cara apapun tidak akan pernah bisa kembali.
"yah habisnya kan aku sebagai seorang anak harus berbakti dong kepada orang tua, karena memang itu yang harus aku lakukan jadi mau memprotes dengan cara bagaimanapun sepertinya tidak ada gunanya juga karena hanya nanti bikin pusing!" Jelas Aulia.
"Oh tidak bisa begitu! Pokoknya kita harus bikin perhitungan kepada Abah dan juga Umi yang sudah tega-tega nya melakukan hal ini kepada kamu, masa jelas-jelas ada pria yang baik hati yang selama ini menunggu kamu di setiap sudut ruangan tetapi malah kamu menikah dengan Pria beristri yang bisa dibilang sudah seperti barang bekas guys?"tanya Nina yang begitu gemas padahal sebenarnya tanpa wanita itu sadari kalau dirinya sudah sempat terpesona oleh tampangnya Bagas yang tadi ia temui di lift hanya saja mungkin karena dirinya tidak mengenalnya Makanya sekarang dengan begitu berapi-api memiliki semangat tidak menyetujui pernikahan Aulia.
Aulia benar-benar tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Nina barusan, karena selama ia hidup tidak pernah dirinya merasa dekat dengan seorang pria karena pria yang ia kenal dekat hanyalah Abizar dan sepertinya pria itu tidak menyukainya.
"Kamu itu kalau ngomong ngelantur deh! Hidup aku selama ini adem ayem tidak pernah berhubungan dengan pria manapun, malah kamu hubung-hubungan dengan orang yang tidak jelas! Kalau memang pria itu menyukaiku dari dulu, kenapa tidak melamarku saja di depan Abah sama Umi dan akhirnya sekarang ya sudah seperti begini mau bagaimana lagi ? "Aulia begitu gemas dengan apa yang dilakukan oleh Nina karena masa iya tidak bisa peka sedikitpun.
"Daripada kamu mengurusi aku yang masa depannya sudah terlihat dengan jelas dan juga bisa dibilang sudah sold out, lebih baik kamu cari pasangan saat ini juga atau mungkin kamu kenalan dulu sama Abidzar ya Meskipun kamu sudah saling mengenal tetapi sekarang untuk lebih pendekatan lagi kan tidak masalah? "tanya Aulia memastikan membuat Nina mendengus kesal masa iya menjodohkan dirinya dengan pria yang selama ini setiap kali bertemu pasti selalu mencibir dirinya dan lebih parahnya lagi pria itu tidak bisa move on dari Aulia dan dirinya bakalan dianggap sebagai pelarian?
"Eh kamu kalau mau menjodohkan aku itu sadar diri dan juga sadar orangnya, padahal ada pria loh di luaran sana yang masih banyak masa iya kamu mau menjodohkan aku dengan pria yang mulutnya ember seperti dia? Pokoknya sekarang kamu harus membawa aku untuk bertemu dengan pria Kurang ajar seperti itu, dan aku juga bakalan memaksa dia untuk menceraikan kedua istrinya yang lain dan menjadikan kamu nomor satu sebab panggilan Nyonya ketiga itu sungguh sangat menjengkelkan! "ujar Nina yang begitu semangat 45.
Aulia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, sebab menurutnya Nina itu belum bertemu dengan Bagas secara langsung. Karena dirinya yakin wanita itu bakalan menjadi calon untuk istri ke-4 bagi Bagas, sebab mengingat pesona suaminya itu seperti apa. Apalagi Nina itu sangat merasa gemas dengan pria-pria tampan, dan Aulia akui kalau suaminya itu memang tampan. Meskipun sebenarnya tampang pria itu sangat menyebalkan, tapi tidak bisa juga dong menampik dari kewarasan matanya Aulia.
__ADS_1
"Aku yakin Bukannya kamu menyuruh Suamiku itu menceraikan para istrinya lain yang ada kamu malah mencalonkan diri menjadi istrinya yang ke-4, karena siapa sih yang tidak tahu Otak Kotor kamu itu Kalau bertemu dengan pria seperti suamiku yang jelas-jelas pasti bakalan membuat kamu mati berdiri."Sindir Aulia membuat Nina membulatkan matanya sempurna karena merasa tidak terima sebab bisa-bisanya sahabatnya itu meragukan kegigihannya dalam memperjuangkan kebahagiaan Aulia untuk saat ini.
"Sekarang tidak akan terjadi kepadaku, karena di dalam hati kecilku hanya bakalan memperjuangkan kebahagiaan kamu sampai kapanpun. Hanya kamunya saja yang tidak ada niatan untuk membantuku, dalam memperjuangkan hak milik kamu yang harusnya kamu dapatkan!"sungut Nina karena merasa yakin jika Aulia itu sekarang sudah menyerah menjadi wanita yang Badung seperti biasa yang ia lakukan selama ini.
"Oh syukurlah kalau kamu ngomong seperti itu karena aku merasa yakin bahwa kamu itu kan tidak akan pernah bisa berpaling dari yang namanya ketampanan yang Hakiki, apalagi ketampanan yang Paripurna seperti begitu yang ada kamu tidak bakalan tidur dengan tenang soalnya kebawa mimpi terus!" sebenarnya tanpa Aulia sadari kalau wanita itu sebenarnya secara tidak langsung memuji kelebihan yang dimiliki oleh Bagas dan Hal itu membuat Abizar sangat tidak menyukainya dan sedikit membuat Ulu hatinya terasa begitu nyeri.
"Dadaku sakit Aulia, rasa-rasanya dihantam Palu godam berpuluh-puluh ton beratnya akibat mendengar kamu yang tidak sengaja memuji suamimu itu! Bisakah kamu melakukan itu di belakangku jika memang kamu menghargai perasaanku, jadi tidak dihadapanku seperti saat ini karena itu sangat benar-benar menyiksa!" Abisar terlihat memaksakan senyuman di wajahnya meskipun itu hanyalah senyuman keterpaksaan yang harus ia lakukan jika tidak ingin membuat Aulia Curiga dengan perubahan sikapnya semenjak wanita itu membahas soal Bagas di hadapan Nina yang terlihat begitu antusias.
"Aku tidak peduli mau dia itu bertampang seperti dewa Yunani atau Oppa paling tertampan di Korea sekalipun, Karena bagiku kebahagiaan kamu itu lebih penting dan aku rela kebahagiaanku itu ditukar dengan kebahagiaannya kamu yang merupakan hal terutama bagi hidupku untuk saat ini! "jelas Nina dengan tatapannya yang begitu memancarkan ketulusan karena memang seperti itulah yang tengah ia rasakan untuk saat ini terhadap Aulia yang merupakan ia anggap sudah seperti saudara kandungnya sendiri istilahnya Kembar tapi beda rahim.
"Terima kasih untuk apa yang kamu katakan barusan tetapi Percayalah yang aku inginkan yaitu kebahagiaan kamu untuk saat ini, kalau semuanya harus mementingkan kebahagiaanku itu sama saja aku egois karena tidak pernah memikirkan perasaan orang lain dan lebih memilih untuk diri sendiri yang dibahagiakan! "jelas Aulia dengan senyuman di wajahnya karena memang wanita itu benar-benar merasa sedikit terhibur dari masalahnya sejenak ketika bertemu dengan Nina.
"Aku kan sudah bilang ke kamu lebih baik kita itu menikah saja daripada kamu sibuk dengan Pria beristri seperti itu, kamu tenang saja karena aku tidak akan mempermasalahkan status kamu dan juga keadaan kamu untuk saat ini Karena bagiku kamulah segala-galanya! "Abizar sudah capek jika menjadi pria yang melow dan juga diam padahal setiap hari ada saja tingkah yang dilakukan oleh Aulia membuat pria itu sedikit ketar-ketir menjalani harinya takut kalau ia bakalan diam terus otomatis Aulia bakalan semakin menjauh.
"Kamu ngomong apa sih Abizar? Sudah tahu kan kalau aku itu sudah menikah, Kenapa harus membahas hal-hal yang aneh seperti begini? Atau mungkin kamu pikirannya sedang tidak waras sampai-sampai ngomongnya pada ngelantur seperti begitu?" tanya Aulia dengan tampang begitu Ingin mencari tahu sebenarnya kenapa sampai Abizar mengatakan semua itu.
"Kamu tahu kan kalau selama ini aku itu menyukai kamu tetapi kamu sepertinya menyukai aku mungkin sebatas teman saja, padahal aku tidak ingin menjalani hubungan hanya sebatas teman dengan kamu karena aku itu inginnya lebih! Padahal selama ini aku selalu berharap agar kita bisa bersatu dan dengan begitu aku bakalan berusaha semampuku untuk membahagiakan kamu Bahkan aku rela menabung selama kuliah hanya untuk bisa mendirikan Cafe ini dan nantinya kamu bakalan bisa dengan mudah untuk masuk bekerja di sini! "jelas Abizar membuat Aulia tertegun karena ternyata dirinya sudah melakukan kesalahan terbesar selama hidupnya yaitu membuat pria lain menunggu tanpa kepastian sedikitpun darinya.
__ADS_1
"Jadi maksudnya kamu, selama ini ada perasaan lebih antara kamu denganku yang tidak pernah aku sadari? Padahal kamu tahu sendiri kan kalau selama ini yang aku inginkan yaitu kita berteman seperti begini, karena dengan begitu aku bisa berbagi beban pikiran dan juga tidak akan merasa was-was Kalau nantinya kamu bakalan sakit hati!"jelas Aulia Yang kenapa sampai sekarang dirinya tidak pernah menganggap kehadiran Abizar itu lebih dari seorang teman karena ya seperti itu yang dirinya inginkan yaitu Abizar itu menjadi sahabat sejati untuk selamanya bisa berbagi dalam suka dan duka dan juga bisa saling menguatkan ketika keadaan sedang terpuruk dan jatuh.