Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Ketemu Nina


__ADS_3

Safira yang ngotot ingin berbicara dengan Bagas membuat pria itu memilih untuk membawa istrinya pergi saja dari situ, Terserah mau Safira melakukan dengan gaya apapun yang penting intinya Aulia tidak melihatnya.


karena Bagas mewaspadai jangan sampai istrinya itu bakal merasa emosi dengan tingkah yang ditunjukkan oleh Safira, Dan akhirnya keduanya bakalan Bertengkar Lagi sebab moodnya orang hamil itu kadang berubah drastis lebih sering marah daripada baiknya.


Aulia sebenarnya ingin sekali membalas apa yang dikatakan oleh Safira yang menurutnya sudah sangat keterlaluan dan menuduhnya yang bukan bukan, hanya saja karena ini merupakan tempat umum dirinya tidak ingin menjadi viral kesekian kalinya sebab dengan Bagas bercerai dengan para istrinya saja dirinya yang kecipratan sialnya.


"kamu itu seharusnya bisa menyelesaikan masalah kamu dengan para istrimu itu supaya aku yang tidak ikutan terkena imbasnya, Tetapi kalau misalnya seperti ini asal kamu tahu saja ya aku yang jadi bingung harus berbuat Bagaimana supaya mereka sadar kalau sebenarnya aku tidak ikut campur tentang urusan kamu dengan mereka! "omel Aulia ketika dirinya dan bahagia sudah berada di dalam mobil sedangkan Dimas mereka tinggalkan di rumah sakit untuk mengurus Safira yang dari tadi tidak berhenti mengoceh menyudutkan Aulia seolah-olah wanita itulah yang merebut Bagas dari tengah-tengah mereka.


Bagas hanya menghela nafasnya kasar karena sebenarnya Ia juga tidak tahu kalau tadi bakalan bertemu dengan Safira di rumah sakit , coba saja kalau dirinya mengetahuinya ya Otomatis ia sudah mewaspadai Semuanya dari awal tidak mungkin membiarkan Aulia menjadi bulan-bulanan dari sakit hati yang sedang dialami oleh Safira.


"Aku minta maaf tapi sungguh tadi itu benar-benar di luar kendali itu ketika kita harus bertemu dengan dia di sana, Seharusnya kamu mengerti dong karena dari awal aku tidak pernah menghubungi mereka bahkan menyimpan nomornya saja tidak ada sama sekali!"ujar Bagas berharap agar istrinya itu paham kalau semua masalah tidak selamanya harus diselesaikan dengan emosi.


"Ya sudah kalau begitu Jangan dibahas lagi kau sudah capek berhadapan dengan manusia-manusia seperti mereka, hobinya hanya mencari masalah kemudian mengorek-ngoret masalah orang lain padahal sebenarnya tidak tahu apapun!"Aulia Memilih Untuk menghentikan perdebatannya dengan Bagas karena menurutnya Safira saya tidak peduli apalagi iya harus peduli dengan segalanya Biarkan saja wanita itu mau berteriak seperti apa yang penting tidak pernah mengusik ketenangan dan juga keamanan dari Aulia kedepannya.


ketika mereka sedang dalam suasana yang tenang karena bakalan pergi menjemput Indira dari sekolah, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Nina membuat Aulia tersenyum karena akhirnya bestinya itu mau menelpon.


"ya Halo Nin, tumben kamu telepon aku pikir Kamu lagi bertapa? "tanya Aulia mengejek membuat Bagas di sebelahnya tidak suka karena dirinya yakin itu pasti Nina yang menelpon sebab kalau wanita itu ya Otomatis Aulia bakalan melupakan keberadaannya di situ.


"Ih kamu itu apaan sih masa iya aku hanya menelepon kamu saja pada pakai ngomong seperti itu lagi, Emangnya tidak boleh kalau aku mau telepon kamu maunya itu kita Biarkan saja lost contact sampai selamanya gitu? "omel Nina Ya jelas aja tidak terima ketika Aulia yang mengejeknya seperti itu rasa-rasanya ya ingin menuju ke sahabatnya itu dan mencubit gemas bibirnya cerewet.


nih Aulia tertawa ngakak ketika mendengar Nina yang tidak suka dengan apa yang ia katakan tadi, Padahal niatnya hanya bercanda saja sih hanya saja ya sahabat itu memang seperti itu kelakuannya sensinya terlalu tinggi tapi cerewetnya minta ampun.


"Kamu lagi di mana Kok berisik sekali?"tanya Aulia karena memang mendengar suara-suara yang di belakangnya Nina itu begitu berisik.

__ADS_1


"Ayo tebak Aku sekarang ada di mana, Ya maksudnya biar kita berdua ada kerjaan gitu ? " tantang Nina.


"Kamu lagi di dalam kereta atau di pinggir jalan gitu oh aku tahu kamu pasti lagi di pusat perbelanjaan kan hobinya kamu kan habisin uangnya Om Perdana, ih seperti begitu Kok kamu menelponku seolah-olah sedang membanggakan sesuatu Hidup itu harus seperti aku dong punya suami kaya tetapi tidak pernah diberi nafkah!"ujar Aulia yang sebenarnya sedang menyindir suaminya secara tak langsung karena masa iya sudah menikah berbulan-bulan tetapi tidak pernah diberi 1000 pun rasanya kan sakit untung juga Aulia memiliki simpanan selama ini maka dari itu ia tidak perlu harus meminta apapun untuk membeli pembalut sendirinya bisa karena ada uang.


Bagas mendengus kesal karena menurutnya ketika Aulia jujur hal itu kepada Nina ya bisa otomatis wanita itu akan punya bahan untuk mengejeknya, soalnya Siapa sih yang tidak tahu mulut ember wanita itu yang setiap kali berbicara pasti akan memancing keributan.


"kamu kok jujur sih seharusnya ini kan merupakan rahasia kita, kamu matikan panggilan tersebut atau aku bakalan meniduri kamu di sini!"email Bagas yang tidak terima membuat Aulia tertawa geli.


"eh suami kamu ada di situ ? Wah jangan bilang si doinya sedang tersinggung karena apa yang kamu katakan barusan, bilang saja pada suamimu itu makanya jangan melakukan kesalahan supaya orang lain tidak akan membahasnya! "ujar Nina yang semakin bersemangat untuk mengerjai Bagas karena ingin melihat kira-kira emosi pria itu sampai di bagian mana.


"ah dianya tidak marah kok itu tadi lagi menelpon pegawainya jadi kamu tidak usah menggubrisnya ya, anggap saja dia tidak ada di sini soalnya memang dia itu orangnya manis kok tidak hobi marah-marah! " goda Aulia membuat Bagas mau tidak mau memilih untuk diam Soalnya kalau istrinya sudah bermulut manis seperti begitu hasil akhir pasti mereka berdua bakalan bertengkar.


"Iya kamu sekarang ada di mana Kok kedengarannya bising sekali seperti kamu lagi di tengah kerumunan para demonstran, Ayo kamu melakukan kegiatan apa lagi sih Awas ya kalau sampai tante Rahayu dan Om perdana pusing memikirkan kelakuan kamu! "omel Aulia karena merasa heran dengan keadaan Nina di seberang yang menurutnya sangat berisik.


"Ya ampun Astaga kamu pikir aku tidak punya kerjaan aku jadi harus main tebak-tebakan segala dengan kamu, tinggal ngomong doang Kamu itu sebenarnya ada di mana ya gitu masa iya harus suruh aku lagi ya mengatakannya itu sama saja aku nggak punya kerjaan sama sekali orang kamu yang jalan tuh harus aku ya menjelaskan tempatnya! "omel Aulia kesal membuat Mina yang mau tidak mau memilih untuk mengalah dan mengatakan di mana sebenarnya dirinya sekarang.


"Aku itu lagi di bandara Internasional Soekarno Hatta, soalnya pengen banget ketemu sama kamu karena nanti Minggu depan aku sudah bakalan beraktivitas di kantornya apa-apa dan ya Otomatis tidak akan pernah bisa bertemu kamu lagi!"jelas Nina membuat Aulia tersenyum bahagia.


"Ya Tuhan Beneran kamu ada di bandara, Astaga kenapa tidak ngomong dari tadi sih dan juga Kenapa harus berbelit-belit seperti itu? Ya sudah aku sama Mas Bagas bakalan ke sana untuk menjemput kamu Ingat jangan melipir ke manapun karena kalau Kami sampai di sana Terus kamunya tidak ada jangan harap kami bakalan menunggu.


"Ya kali aku sudah menelpon kamu malah pergi ke tempat lain, ya sudah cepetan ke sini bilang suami kamu itu katanya mobil mahal kok malah bawa mobilnya seperti siput!"ledek Nina membuat Aulia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dirinya yakin saat ini pasti Bagas sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu yang hobinya hanya memancing keributan di antara mereka berdua.


"eh di bandara itu banyak taksinya Kenapa kamu maunya harus saya yang menjemput, Memangnya kamu pikir saya ini sopir pribadimu yang setiap saat bakalan melakukan apa yang kamu inginkan? "omel Bagas masa iya dirinya bos besar kok disuruh menjemput orangnya sangat memancing keributan kepadanya selama ini.

__ADS_1


"Ya sudah kalau kamu tidak mau lebih baik kamu turun di tengah jalan terus Aulia yang lanjut datang ke sini, Awas ya kalau sampai kamu membuat saya emosi lagi Bakalan aku bujuk Aulia itu agar mau menceraikan manusia aneh seperti kamu! "omel Nina juga tidak mau kalah dan akhirnya memilih untuk mematikan panggilan tersebut.


Bagas menggerutu sepanjang jalan ya karena tidak terima dengan apa yang dikatakan Nina kepadanya, sebab menurutnya wanita itu hobinya hanya mencari perkara memancing keributan serta membuat orang lain merasa emosi Lalu setelah itu dirinya Bakal pergi seolah-olah tidak pernah membuat salah sama sekali.


"itu teman Kamu itu sebenarnya asalnya dari mana sih sampai-sampai hobi sekali memancing keributan dan juga membuat orang lain merasa emosi, dia kalau seperti begitu terus lebih baik kamu tidak usah berhubungan dengannya sama sekali karena hanya membuat aku itu seperti ini tidak ada harganya sama sekali!"tolak Bagas karena memang setiap kali bertemu dengan Dina hasil akhir pasti mereka berdua bakalan berdebat entah apapun itu sumbernya yang penting Intinya bisa mengeluarkan semua ulat-unek yang ia rasakan.


"ya tidak mungkin kan soalnya tadi kan dia sudah ada di sini tugas kita sekarang yaitu menjemputnya jadi kalau mau menyuruhnya pulang rasanya sungguh sangat keterlaluan, kamu juga Setiap hari dia ngomong jangan terlalu merasa tersinggung jangan sampai itu dia Tunjukkan untuk orang lain tetapi kamunya saja yang baperan! "ujar Aulia karena memang seperti begitu kenyataannya ketika Nina membahas hal lain pasti Bagas bakalan merasa bahwa wanita itu sedang membicarakannya.


"ya Mana bisa mengabaikannya begitu saja ini kuping aku itu masih berfungsi dengan benar jadi otomatis apapun yang dia katakan aku bakalan tahu semuanya, kamu jangan membelanya ataupun berharap bahwa aku bakalan mendengarkan semuanya karena itu tidak akan pernah terjadi!" Omel Bagas tidak terima Ketika istrinya malah membela Nina yang jelas-jelas selalu saja mencari perkara dengannya.


"Ya ampun Astaga bisa tidak kamu menanggapinya dengan santai saja tidak perlu harus berlebihan seperti itu juga kan, dia itu memang orangnya nyolot seperti itu tetapi percayalah Dia tidak mungkin meninggalkanku di saat kesusahan seperti apapun ketika kami berdua pergi! Aku harap kamu bisa mengerti dengan siapa saja selama ini aku berhubungan, agar kamu tidak terlalu tersiksa ketika berada di dekat mereka yang merupakan tingkah sangat absurd dan juga kalau bisa dibilang akan heboh di manapun mereka berada. "Aulia hanya ingin menjadi seseorang yang tidak terlalu membuat hubungannya dengan sang suami menjadi renggang kembali bukan karena ia sudah menerima Bagas hanya saja sekarang lagi posisinya sedang mencoba.


kini mereka sudah sampai di tempat yang dikatakan oleh Nina tadi dan benar saja terlihat wanita itu sedang Melambaikan tangan, Aulia pun begitu antusias ketika hendak turun Bagas mencegahnya karena menurutnya Tidak ada salahnya kan kalau Nina yang menghampiri mereka bukan malah Aulia yang menghampiri wanita itu karena terkesannya terbalik.


"Biarkan saja dia ke sini soalnya kan memang kita tujuannya mau menjemputnya Bukan dia ingin pamit mau pergi, inget juga loh dengan apa yang terjadi kepada kamu soalnya nanti si utun kenapa-napa kan urusannya bisa ribet! "tegas Bagas.


mau tidak mau Aulia penduduk kembali dan memberikan kode kepada Nina agar segera mendekat kepadanya, karena tidak mungkin membantah perkataan Bagas yang terlihat sewaktu-waktu ingin sekali menyemburkan api.


"Halo sahabatku yang cantiknya dari dulu sampai sekarang tidak pernah luntur hanya sayang dapat suaminya menyebalkan, Kenapa tidak menghampiri aku tadi di sana soalnya aku tuh pengen banget ngajak kamu biar jajan keliling itu rasanya sungguh sangat nikmat? "tanya Nina yang tidak peduli dengan keberadaan Bagas di sampingnya Aulia.


"Aduh sudah deh Ayo masuk ke dalam kamu jangan pancing keributan deh! kamu ini setiap kali bertemu pasti bakalan membuat kehebohan memangnya tidak bisa kamu hentikan kegilaan kamu itu bareng semenit saja, Kamunya sih merasa biasa saja tetapi orang-orang di sekitar kamu pasti bakalan merasa tidak nyaman dan juga mengira bahwa kamu itu stress! "ajak Aulia membuat Nina ya mau tidak mau masuk ke bangku belakang duduk dengan manis tidak ada niatan untuk menyapa bagasian dari tadi memasang tatapan membunuhnya seolah-olah bertemu dengan Nina itu kehidupan pria itu bakalan berhenti di tempat tidak ada yang namanya kemajuan sama sekali.


"ini mobil Kok sepi ya tidak ada yang pengen ngobrol Soalnya kalau aku yang ngobrol pasti bakalan disalahkan lagi, padahal asal kamu tahu saja ya kalau suasananya Lebih ramai kan Rasanya lebih nyaman dan juga membuat aku tidak bakalan merasakan kantuk seperti saat ini?"tanya Nina yang sengaja mau mancing agar Bagas segera berbicara kepadanya mungkin dengan begitu keduanya bisa bertengkar untuk saat ini.

__ADS_1


Aulia menghembuskan nafasnya kasar setelah tahu bahwa sebenarnya Nina itu sedang ingin mencari perkara dengan suaminya, ya Hal itu membuat dirinya tidak tahu lagi harus membimbing Nina yang sangat keras kepala itu bagaimana soalnya kedua orang tuanya saja sudah mengalah.


__ADS_2