
Dimas yang mendengarkan penuturan kedua manusia yang sudah tidak mudah lagi itu Langsung mengusap dadanya secara perlahan karena merasa sedikit lega, Bagaimana tidak merasa lega ketika tadi perasaan was-was dan juga sedikit takut sedang melanda dirinya sebab merasa nanti jangan sampai Nina benar-benar dijodohkan dengan orang lain Oh bisa dipastikan ia harus bekerja keras lagi untuk mencari jodoh yang lain.
Dimas bukan tidak bisa mencari jodoh yang terbaik tetapi hanya saja untuk sekarang usaha mencari jodoh itu sebenarnya bukan perkara mudah, wanita cantik di luaran sana itu memang banyak kemudian berpendidikan Iya sangat banyak tetapi yang moralnya baik kemudian pengertian serta membuat kita merasa aman dan juga nyaman di rumah yang sebagai tempat untuk kita pulang terkadang tidak ada sama sekali.
Banyak suami di luaran sana memilih untuk Stay di hotel atau jalan-jalan bersama dengan temannya sampai mau dekat lagi baru pulang itu karena orang yang berada di rumah itu membuat perasaannya tidak nyaman, setidaknya saat dirinya pulang kerja capek terus datang disambut dengan senyuman kemudian diberikan perhatian yang lembut serta tidak pernah menuntut mungkin itu yang diharapkan oleh seorang suami.
Nanti pas mendapatkan momen yang memang cocok untuk mengajak pasangan kita berbicara ya Di saat itulah kita boleh melakukannya, bukan baru datang terus diberikan muka yang asam kemudian perilaku yang Ketus dan juga judes serta setiap kali ditanya menggunakan kata-kata yang halus malah dijawab dengan teriakan atau caci maki itu yang akan membuat suami merasa tidak betah di rumah.
maka dari itu Dimas merasa nyaman ketika berada di dekat minat yang tidak pernah ada yang namanya menjaga image atau berpura-pura bersikap baik di depan pria, sebab selama ini yang ia ketahui Dina itu merupakan orang yang biasa saja Kemudian kalau ia marah ya langsung marah kemudian apa yang tidak disukai ya langsung ngomong jadinya kan dari awal sudah memang tahu bagaimana tabiat wanita itu.
kalau memang mau melanjutkan Ya otomatis harus terima segala macam konsekuensinya tetapi Percayalah seorang wanita itu akan berubah ketika mendapatkan seorang pria yang tepat, dirinya yang biasa keras kepala dan juga kepala batu serta susah sekali diatur akan semakin melunak ketika orang yang berada di sampingnya itu berbanding terbalik dengan sikapnya itu.
karena Biar bagaimanapun batu yang keras tidak bisa harus dilawan dengan batu karena nanti jadinya bentrok Tetapi kalau batu yang keras kemudian harus di Kiki secara perlahan dengan air laut ya Otomatis batu itu akan lama-lama memudar bahkan mungkin tergerus secara perlahan, maka dari itu Dimas tidak meminta seseorang yang berasal dari keluarga kaya tetapi intinya yang membuat dirinya nyaman dan itu ia rasakan ketika bersama dengan Nina.
"Kenapa kamu Dimas, tadi aku melihat kamu mengelus dada secara perlahan seolah-olah sedang merasa lega akan sesuatu? "tanya Bagas dengan tersenyum mengejek membuat Dimas salah tingkah apalagi ketika melihat Perdana malah menatap ke arahnya dengan penuh tanya.
__ADS_1
"Memangnya dia kenapa? Perasaan dari tadi diam-diam saja tidak ngomong juga, kenapa sekarang malah merasa lega seperti itu? apa ada sesuatu yang dipikirkan dan mungkin masih mengganggu, sudah tanyakan saja siapa tahu mungkin saya bisa memberikan solusi atau jalan keluar?"tanya Perdana menawarkan bantuan terhadap Dimas membuat Bagas hanya bisa menoleh ke arah lain karena dipercayalah dirinya sekarang itu tidak bisa menahan tawanya sebab melihat wajah Dimas kali ini sudah seperti kepiting rebus karena malu.
"Nah itu sudah dikasih tawaran Ayo ngomong apa yang mau ingin dibicarakan, tidak perlu malu-malu soalnya kesempatan itu datangnya satu kali kalau namanya dua kali itu artinya kamu lagi beruntung!"bujuk Bagas lagi membuat Dimas memilih untuk segera menjauh dan pergi ke tempat yang menyediakan minuman Soalnya kalau berada terus di dekat majikannya itu yang ada dirinya bakalan benar-benar Melamar Anak orang tepat di depan bapaknya sedangkan anaknya sendiri saja tidak tahu bagaimana dan juga Hal apa yang bisa membuat Dimas nekat melakukan hal itu.
"ya ampun Tuan Bagas, kalau saya sudah pacaran sama Nina ya masuk akal tetapi ini pdkt-nya saja berhenti di tengah jalan? Misalnya saya melamar anaknya tepat di depan Bapaknya terus Bapaknya mau nanti saya tanya kepada anaknya terus anaknya menolak, itu sama saja saya sudah menjatuhkan harga diri saya Dan juga rasa-rasanya seperti sedang melakukan pemaksaan padahal hari esok masih ada loh?"omel Dimas dalam hati.
semua orang di situ menikmati segala sesuatunya karena biar bagaimanapun hidangan yang tersaji kemudian hiburan yang ada itu benar-benar membuat mereka lupa akan orang di rumah, dan begitulah yang terjadi kepada Bagas Padahal tadi rencananya ia bakalan menghubungi istrinya lebih dahulu untuk menanyakan keadaannya tetapi ketika asik mengobrol dengan Perdana sampai-sampai melupakan hal penting itu.
Arsen sekarang sudah bergerak dan kini dirinya dengan anak buahnya Tengah berada di depan Istana megah milik keluarga Sanjaya itu, kebetulan pria itu mengirimkan salah satu penyusup masuk ke dalam situ dan mengabarkan kalau di tempat itu hanya ada 4 orang Bodyguard yang sedang berjaga 2 di depan pintu masuk dan dua itu sepertinya ada di dalam.
"Ingat Lumpuhkan Bodyguard itu Usahakan mereka tidak mengingat semua kejadian yang ada Bila perlu seret mereka buang di mana, dan bawa pergi dua wanita yang ada di rumah ini kalau anak kecil Biarkan saja karena saya tidak punya kepentingan dengan anak kecil itu dan usahakan wanita yang sedang hamil tidak boleh kalian lukai walau hanya sedikit saja! "perintah Arsen dan otomatis Matteo serta Savero bergerak dengan begitu cepat soalnya mereka juga tidak ingin kecolongan jika nanti Bagas dan juga Dimas pulang sedangkan mereka masih bergerak di rumah itu.
"Selamat datang kembali di rumah kita sayang karena di sana lebih nyaman dibandingkan di sini, usahakan kamu jangan melawan ya kasihan nanti anak kita bakalan tersakiti! "jiwa psikopat Arsen itu mencuat di permukaan sampai-sampai darah daging Bagas dan juga Aulia ia anggap sebagai darah dagingnya sendiri.
"Siapa kalian? untuk apa datang ke tempat ini sedangkan Tuan Bagas dan juga tuan Dimas sedang tidak ada di tempat, lebih baik kalian pergi karena kami tidak sedang menerima tamu baik orang yang dikenal maupun orang asing! "perintah dua orang Bodyguard yang kebetulan sedang berjaga di situ yang tepat di depan pintu masuk.
__ADS_1
Matteo tertawa mendengar perkataan yang begitu kasar dari kedua orang pria yang bertubuh Tambun itu, karena menurutnya orang-orang itu hanya membuang-buang tenaga dengan melakukan sesuatu yang sangat tidak masuk akal serta merugikan diri sendiri.
"ah Sepertinya kamu melupakan sesuatu kalau sebenarnya rumah ini itu sudah kami kepung jadi lebih baik kalian menyerahkan diri saja, Bukankah sesuatu yang baik-baik itu akan menguntungkan Kalian juga daripada nyawa kalian habis percuma Hanya Untuk mendapatkan gaji yang tidak seberapa itu ?"ujar Mateo yang paling senang sekali mengerjai lawan bicaranya ketika mendekati saat-saat terakhir seperti saat ini.
"Kalian pergi dari sini atau kami tidak bakalan sedang-segan untuk menyakiti kalian, dan Ingat jangan pernah kembali lagi karena kami sedang tidak ingin menerima tamu! "usir Mereka lagi membuat Savero merasa kesal dan akhirnya langsung menembakkan peluru tempat di dada sebelah kiri dari pria itu membuat langsung tersungkur di bawah lantai bersimbah sesuatu cairan yang berwarna merah kental itu.
"Wah ternyata kamu memang geraknya cepat sekali Baiklah kalau begitu yang bagian ini adalah milikku, dan Ingat masih ada dua lagi di sana karena aku yakin mereka pasti mendengar senjata kamu tadi. " Matheo sambil berbicara tetapi kaki tangannya sambil jalan dan alhasil Bodyguard yang sisa satu lagi itu Langsung tersingkir jatuh mengikuti temannya.
Aulia dan Nina yang kebetulan sedang bersantai sambil membuat cemilan untuk sore hari ketika nanti Bagas pulang langsung dikejutkan dengan bunyi senjata dari pintu depan, membuatku 2 Bodyguard yang selalu standby di sisinya Saling pandang dan memberi kode kepada Aulia dan juga Nina agar Jangan bergerak dari tempatnya.
"Nyonya saya mohon Jangan bergerak dari tempat anda takutnya jangan sampai mereka sekarang sudah berada di ruang tengah, kalau ada ponsel di tangan silakan hubungi Tuan Bagas supaya dia bisa menyiapkan bantuan karena kami harus memeriksa ke depan untuk memastikan Apakah ada yang baik-baik saja atau tidak! "perintah salah satu Bodyguard itu tetapi Aulia dan Nina Saling pandang dan menggelengkan kepalanya secara serempak karena memang saat ini ponsel mereka itu benar-benar sedang tertinggal di kamar.
"ponsel kami ada di kamar, terus kalau kamu bergerak sedikit pasti nanti bakalan ketahuan kan? Apa kami boleh berlari ke kamarnya Indira soalnya saya tahu Kami di sana itu ada telepon rumah, yang mungkin dengan begitu kami bisa langsung menghubungi bas-bahasa sekarang? "belum lagi Aulia menyelesaikan perkataannya sudah muncul dari depan Savero dan Matteo serta beberapa anak buah mereka yang berhasil melumpuhkan dua orang Bodyguard yang tadi ingin memastikan keadaan di depan membuat Aulia dan Nina langsung berpelukan karena benar-benar merasa terkejut.
"Wah jadi ini yang menjadi incarannya tuan, keren juga sih soalnya kalau jadi aku juga pasti bakalan mempertahankan wanita secantik?"Puji Matteo sedangkan xavero sudah mengangkat tubuh Nina agar ikut dengannya sekarang giliran Savero yang harus membopong tubuh Aulia agar segera bisa pergi dari situ.
__ADS_1