Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bagas Sudah Tidak Tahan


__ADS_3

Aulia sebenarnya sudah kenyang tadi sewaktu berada di rumahnya Silvia pemilik dari rumah itu sudah memberikan dirinya makan, tetapi karena ia merasa kasihan dengan Indira yang sekecil itu tetapi mau menahan lapar deminya maka tidak ada salahnya kan kalau ia rela kekenyangan demi Indira?


"Ya sudah kalau begitu ayo kita ke dapur nanti Bunda bakalan temani kamu makan, tetapi ingat ya ini merupakan kali terakhir kamu tahan lapar sampai jam segini nanti takutnya kamu bakalan sakit jika sudah terbiasa! "Aulia tidak ingin anak sekecil Indira itu harus merusak kesehatannya sendiri hanya karena menunggu dirinya yang entah bisa menemani Indira selamanya atau tidak


Indira menjulurkan kedua tangannya pertanda memberikan kode agar Aulia mau menggendongnya menuju ke dapur, Entah kenapa bocah kecil itu ketika bertemu Aulia sikap manjanya langsung mencuat ke permukaan padahal wanita itu bukan siapa-siapanya.


"Uh Anak Bunda ini kok semakin hari semakin berat sih? Lama-lama Bunda tidak mampu menggendong lagi, kamu dikasih makan apa selama ini kok bisa sampai seberat ini? "tanya Aulia sambil tersenyum mengejek membuat India Indira mengerutkan kening karena tidak suka jika dikatakan gemuk sebab menurutnya dirinya selalu mendengar kata-kata Safira kalau gemuk itu sangat jelek dan tidak ada bagusnya sama sekali.

__ADS_1


"aku itu tidak gemuk Bunda Tetapi hanya sedikit ada isinya saja dan tidak kurus seperti Mami Safira, Soalnya kata mami Safira itu orang kalau gemuk sungguh sangat memalukan dan membuat orang lain tidak ingin dekat. "Aulia hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban yang diberikan oleh Indira barusan sebab menurutnya kalau bocah kecil itu terlalu berlama-lama dengan Safira entah nanti Bagaimana isi dalam otaknya pasti bakal terkontaminasi semuanya.


"lain kali jangan dengar apa yang orang lain katakan kalau memang kamu tidak ingin dengar, soalnya itu orang-orang mulutnya kurang ajar semua nanti kalau ketemu Bunda bakalan marahin supaya menghentikan kata-kata mereka yang tidak masuk akal itu! "bujuk Aulia sebab dirinya selama ini meskipun mulutnya itu kasar dan juga tidak beretika pada tempatnya tetapi ia memarahi itu orang-orang tertentu yang sengaja membuat dirinya emosi.


Bagas yang melihat Aulia dengan telaten menyuapi Indira dan juga tidak ada wajah keterpaksaan di dalamnya membuat pria itu hanya tersenyum, sebab menurutnya Davina yang merupakan wanita yang melahirkan Indira saja tidak ada niatan untuk mengurus anak itu tetapi kenapa Aulia melakukannya?


Dengan langkah perlahan Bagas menuju ke meja makan di mana ada Aulia dan juga Indira di situ keduanya bahkan tidak menyadari keberadaannya, tetapi Bagas tidak peduli karena yang penting intinya hanya satu yaitu dirinya memperbaiki kesalahan yang sudah ia lakukan kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Kalian lagi ngapain?"tanya Bagas perlahan.


Aulia yang tadi hendak menyebabkan satu suapan nasi ke dalam mulutnya langsung menghentikan kegiatannya itu sambil membulatkan matanya lebar-lebar yang menoleh ke arah sumber suara, wanita itu hanya bisa mengusap pelan dadanya sambil menatap ke arah Indira yang terlihat malah memasang tatapan bersalahnya karena merasa tidak enak hati sebab dari sudah membohongi Bundanya itu.


"Maafkan aku, Bunda! Tadi itu berbohong karena disuruh sama Papa!"Indira menyengir sambil menatap ke arah Bagas yang sudah menghentikan langkah kakinya antara ingin mendekat atau kembali.


Aulia menatap tajam ke arah Bagas karena sudah berani membuat Indira berbohong kepadanya. "Kamu itu sebenarnya maunya apa sih, aku begini selalu begitu Salah lama-lama capek tahu tidak?"Aulia benar-benar merasa sangat tertipu dengan segala sesuatu yang terjadi di hari ini.

__ADS_1


__ADS_2