Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Safira Hilang


__ADS_3

Safira masih saja tetap positif thinking tidak mencurigai Savero berlebihan karena dirinya tidak pernah mendengar kejahatan yang pernah dilakukan oleh pria itu, maka dari itu ia merasa yakin kalau mungkin Savero itu mengajaknya ke pusat perbelanjaan yang lebih modern dan juga sesuai standar yang diinginkan oleh Arsen.


Jadi kalau misalnya sekarang mereka berdua sudah sangat berada jauh dari ibu kota dirinya masih tetap berpikir biasa saja meskipun tidak dipungkiri kalau rasa cemas itu muncul sepersekian persen banyaknya, Hanya saja karena obsesinya menjadi seseorang yang kaya kemudian memiliki apapun yang ia inginkan seperti dulu waktu masih hidup bersama dengan Bagas makanya dirinya Mengabaikan semua perasaan itu.


"ya sebenarnya mau membawaku ke mana sih, Perasaan Kalau mau bilang aja susah perbelanjaan di ibukota itu lebih modern? jangan bilang kalau dia itu sebenarnya ingin membeliku barang-barang branded yang sesuai dengan keinginan majikannya itu makanya membawaku sejauh ini, padahal sekarang kan segala sesuatunya bisa tinggal order sudah dimudahkan dengan teknologi kan? "gumam Safira yang mulai berpikiran yang tidak tidak tetapi mau kembali pun rasanya sudah tidak mungkin karena Ia memang tidak tahu jalan ke arah sini sebab selama ini dirinya selalu memilih untuk hidup Paman yaitu tetap berada di lingkungan ibukota.


Savero mulai tersenyum Devil ketika tahu bahwa sepertinya laju dari kendaraan Safira itu sudah mulai melambat, Mungkin wanita itu mulai menyadari kalau ada yang tidak beres dengan perjalanan mereka saat ini tetapi memilih untuk tetap mengikutinya.


"Padahal aku hanya menyuruhnya mengikutiku kalau memang merasa tidak nyaman Kenapa tidak putar balik saja mobilnya terus kembali pulang, tipe wanita seperti begitu kan memang kebiasaannya selalu terlihat kalau sangat menyukai uang dibandingkan dengan keselamatannya sendiri? "batin Savero menggelengkan kepalanya.


"kalian jangan lupa pas pertigaan itu Usahakan hentikan mobilnya dan Terserah kalian mau berbuat apa yang penting intinya aku pulang kembali ke ibukota dengan tanpa dirinya ikut serta, hanya satu saja usahakan seperti yang diperintahkan oleh Tuan Arsen bahwa tidak boleh meninggalkan barang bukti sedikitpun!"perintah Savero kepada anak buahnya yang kebetulan sudah berjaga-jaga di tempat yang sudah mereka janjikan.


Safira mulai kelimpungan Entah harus melakukan apa sebab mau bertanya kepada Savero pun, dirinya tidak memiliki nomor ponsel dari pria itu karena mengetahui namanya saja tidak tahu sama sekali termasuk dengan pria yang sedang dirinya kejar-kejar.


Kalau sudah seperti ini terkesannya dirinya merupakan wanita murahan yang tidak punya harga diri sama sekali sampai-sampai mau melakukan apapun hanya demi keinginannya yang sangat tidak masuk akal itu tercapai, padahal tangan dan kakinya masih berfungsi dengan benar bisa saja dipakai buat bekerja dan menghasilkan sesuatu yang halal tanpa harus menyusahkan diri sendiri seperti ini.

__ADS_1


karena banyak wanita tua yang sebenarnya tenaganya sudah sangat berkurang masih ada niatan untuk bekerja demi bisa menyambung hidup, mereka tidak ingin menjadi pengemis apalagi menjual diri karena yang wanita punyai ya hanyalah harga diri itu kalau sudah tidak ada lagi sudah dilelang ataupun dijual pertanyaannya apalagi yang tersisa yang bisa ia pertahankan.


Sesampainya di pertigaan yang dimaksud Savero mulai menambah kecepatan mobilnya sehingga membuat Safira kesulitan untuk menyusul, karena memang hal itu sudah direncanakan dari awal dengan begitu para anak buahnya bisa bergerak dengan bebas untuk melakukan sesuatu kepada Safira.


wanita itu mengumpat sepanjang jalan karena tidak bisa menemukan mobil yang ditumpangi oleh Savero tadi, dirinya bahkan sudah celingak celinguk ke sana kemari tetapi hasilnya tetap nihil tidak ada bukti ataupun tanda-tanda kalau dirinya bakalan menemukan mobil yang tadi sudah menuntunnya sampai ke tempat ini.


"ah sialan, pria itu sebenarnya ke mana sih sampai-sampai tidak kelihatan lagi? jangan bilang kalau aku sebenarnya dikerjain sama mereka dan akhirnya aku bisa terdampar sampai di sini, Wah kalau sampai hari itu terjadi maka Aku pastikan kalau mereka Bakalan mendapatkan balasan yang setimpal! "batin Safira tidak terima kalau sampai dirinya dikerjain seperti ini padahal tidak ada kehidupan orang lain yang dibuat mengalami kesusahan oleh wanita itu.


Brak


entah bagaimana caranya tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang diparkir pas di tengah jalan dan itu semua tidak disadari oleh Safira karena dirinya yang fokus melihat ke kanan kiri jalan untuk memastikan keberadaan safero, dan alhasil kepulauan itu pun terbentur dashboard mobil hanya syukur saja dirinya tidak kenapa-napa.


ketika dirinya sudah berada di luar mobil tidak ada tanda-tanda bahwa tadi itu dirinya baru habis menabrak sesuatu atau apalah itu, karena suasana yang ada sangat sunyi dan juga mencekam seperti dirinya saat ini tengah berada di sebuah pengkuburan yang tidak ada makhluk bernafas yang berada di situ.


"loh ini semua kan kosong terus yang tadi aku tabrak itu sebenarnya apa dong, masa iya aku tabrak angin yang lewat atau rumput yang bergoyang gitu? Idih Mana seram lagi sepertinya aku lebih baik cepat pergi dari sini daripada nantinya bakalan ketinggalan lebih jauh lagi, Awas aja kalau manusia satu itu kutemukan maka aku bakalan membuat perhitungan karena sudah berani-beraninya mengerjain Nyonya dari majikannya sendiri! "menghayalnya itu terlalu ketinggian Padahal nanti entah tercapai atau tidak malunya sudah terjadi sebab belum apa-apa Sudah mendeklarasikan secara langsung padahal terbukti pun tidak.

__ADS_1


Bughhhh


Safira tiba-tiba merasakan gelap ketika kepalanya terbentur oleh benda keras dari belakang, entah Apakah itu yang penting intinya dirinya sudah tidak sadar setelahnya.


wanita itu merasakan seperti yang ada di hadapannya itu hanyalah gelap gulita bagaikan jaman dulu yang belum ada listrik sama sekali dan alhasil hanya ditemani oleh cahaya rembulan, meskipun terkesan angker tetapi Percayalah kalau orang yang nyalinya sedikit saja pasti perasaan itu bakalan ada apalagi di tempat sesunyi ini padahal itu jalan besar Tetapi entah kenapa malam itu berbeda dengan hari-hari sebelumnya seolah-olah semua memang sudah diatur tinggal Safira saja yang menjadi korban.


Savero tertawa bahagia ketika melihat korbannya sudah dieksekusi oleh para anak buahnya, sebab sesungguhnya dirinya tadi itu tidak menjauh hanya saja segena aja memarkirkan mobilnya lebih ke dalam lagi agar Safira tidak bisa menemukannya nanti.


Setelah melihat semuanya sudah benar kemudian sudah tidak ada masalah lagi kini giliran Savero yang pergi menuju ke mobilnya Safira kemudian membawanya Kembali menuju ke rumahnya wanita itu, Jika ditanya kenapa sih tiba-tiba pria tersebut bisa mengetahui alamatnya Safira maka Jangan pernah meragukan kekuatan pemikiran dari mafia Sebab mereka itu selalu bisa diandalkan dalam melacak keberadaan seseorang bahkan menemukan sebuah kebohongan di tengah ribuan kebohongan yang lain.


"oke sekarang mobilnya sudah terparkir selamat di sini sekarang giliran saya kembali pulang dan beristirahat dengan tenang tanpa gangguan sedikitpun, ternyata yang namanya Wanita itu sangat ribet urusan dengan mereka terkadang kebanyakan mengganggunya dibandingkan tenangnya." omel Savero.


tetangga yang berada berdampingan dengan kos-kosannya Safira Ya tentu saja tidak menaruh curiga karena memang kebiasaan wanita itu selalu saja pulangnya tengah malam, maka dari itu Mereka memilih untuk biasa saja dan juga di tempat itu tidak ada satupun kamera CCTV yang dipasang sebab kos-kosan itu terkenal dengan yang namanya tempat tinggal yang minimalis kemudian ramah di kantong Jadi kalau misalnya pemiliknya menaruh CCTV itu rasanya terlalu berlebihan soalnya tidak mungkin ada barang berharga di tempat itu yang akan diambil.


Arsen hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika mendengar dari mobilnya Savero yang sudah diantar anak buah mereka kembali ke rumahnya, karena memang pria itu selama ini selalu tinggal dengan Arsen karena jika ada urusan mendadak mereka Langsung bergerak tidak perlu harus saling menghubungi lagi dan menunggu satu sama lain.

__ADS_1


"kamu sudah selesai urusannya dengan wanita itu, ingat ya jangan menyusahkan pekerjaan saya besok lusa karena dia itu sebenarnya tidak penting sama sekali? "tegas Arsen karena Biar bagaimanapun ia sangat tidak suka jika anak buahnya ada yang teledor dan alhasil bakalan memperlambat pekerjaannya hanya karena mengurus sesuatu yang sebenarnya dari awal tidak ia kehendaki untuk terjadi.


"Anda tenang saja karena saya juga tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak dan alhasil merugikan anda, hanya saja sekarang hanya ingin memberikan pelajaran Supaya besok lusa dia tidak macam-macam! Soalnya kalau dibiarkan saja dia bakalan lebih menjadi dan saya takutnya nanti bakalan banyak gosip yang berseliweran di luar sana tentang kalian berdua, soalnya tipe wanita seperti itu sepertinya hanya ingin untuk mendapatkan keuntungan semata dengan cara mengorbankan harga diri orang lain maka dari itu saya hanya ingin mewaspadai saja supaya jangan sampai nanti anda yang bakalan disusahkan. "jelas Savero sebab Memang dari awal itulah tujuannya bukan karena ingin agar Arsen tidak boleh dekat dengan wanita manapun tetapi memang dari awal majikannya itu tidak menyukai keberadaan Safira.


__ADS_2