Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Kamu Tega


__ADS_3

Nina sebenarnya ingin menolak karena menurutnya pasti Aulia hanya ingin menjauhkan dirinya dari Dimas agar tidak bertanya panjang lebar soal masalah Aulia, Ia yakin kalau sahabatnya itu tidak ada niatan untuk berkata jujur kepadanya soalnya Aulia mana mau rahasia yang dia tutup rapat harus terbongkar.


"Kamu jangan bohong ya kalau mau ngomong semuanya kepadaku, Awas aja kalau sampai kamu bohong aku bakalan Kembali terus tarik pria tadi dan menjadikan dia suami kamu entah apapun status kamu sekarang ! "ancam Nina membuat Aulia ingin sekali tertawa soalnya perkataan sahabatnya itu Terdengar sangat menggelikan di telinganya karena Mana ada orang yang mau dinikahkan secara paksa seperti begitu.


Aulia hanya bisa tersenyum getir karena menurutnya kegigihan Nina untuk mengetahui semua Rahasianya patut diacungkan jempol, wanita itu benar-benar memiliki semangat yang begitu membara hanya karena ingin mengetahui secuil rahasia miliknya.


"Ya sudah nanti aku bakalan ngomong apapun yang kamu inginkan dan tidak akan pernah membantahnya, tetapi yang penting Intinya kamu juga jangan terlalu banyak bicara dong yang ada itu bikin pusing. Padahal sudah tahu kalau pikiran aku lagi mumet, yang ada kamu tambah bikin lebih mumet lagi alhasil lama-lama bisa stres akunya! "ujar Aulia yang pura-pura sedikit marah biar Nina jangan terlalu semangat mengorek informasi darinya karena posisi mereka sekarang saat ini sangat tidak mendukung untuk ghibah masalah pribadi.


"Okelah kalau begitu aku bakalan menemani kamu ke mana saja bila perlu mau mojok sekalipun tidak masalah, yang penting Intinya jangan pernah kamu bohong ya kalau kamu mau mengatakan semua masalah yang telah kamu hadapi untuk saat ini! "ujar Nina dengan tatapan matanya yang begitu tajam seolah-olah dirinya bisa menenggelamkan Aulia hanya dengan tatapannya itu saja.


Aulia hanya menganggukkan kepalanya pertanda paham dan juga tidak mempermasalahkan perkataan dari sahabatnya barusan itu, sebab menurutnya toh yang ia sembunyikan itu bukan merupakan aib melainkan hanya sebuah kecelakaan kecil istilahnya.


keduanya pun memilih tempat yang pas untuk ngobrol yaitu pilihannya jatuh pada kafenya milik Abizar, sebab pria itu kan sudah tahu soal status Aulia dan juga Bagas jadi tidak masalah dong kalau dirinya membantu Aulia untuk menjelaskan semuanya terhadap Nina.


Aulia tidak peduli jika nantinya Bagas bakalan memergoki dirinya lagi yang berada di Cafe tempat Abizar berada, sebab menurutnya ia ke sana bukan sendirian melainkan ditemani oleh Nina dan juga di cafe itu banyak pengunjung Jadi tidak mungkin dong dirinya selingkuh padahal hanya ingin mengunjungi teman lama yang selama ini tidak dipermasalahkan oleh Abah dan juga Umi.


"Kita pergi ke tempatnya Abizar saja ya! Soalnya di sana kalau ngobrolnya sepertinya lebih enak dan dia juga kebetulan sudah tahu semuanya, biar nanti kalau kamu salah paham dia kan bisa bantu menjelaskan Soalnya kalau hanya aku sendiri Kamu sepertinya bakalan susah untuk dijinakkan! " ledek Aulia membuat Nina mendelik kesal.


"Oh jadi pria itu lebih penting dibandingkan aku, jadinya kamu lebih menyukai cerita ke dia dibandingkan kepadaku? Kamu mah gitu dari dulu selalu saja ingin main kucing-kucingan terhadapku, Nanti kalau aku tahunya belakangan terus tanya baru deh kamu ngaku dasar tidak setia kawanan!"kesal Nina tetapi Aulia mah bodo amat Soalnya dari dulu sampai sekarang wanita itu selalu saja emosi entah karena apa mungkin karena dulu waktu pembagian mood seseorang oleh Tuhan Nina dapat bagian yang emosi melulu Makanya sekarang terbawa sampai gede.


"Ih kamu mah semua segala sesuatu yang aku lakukan pasti bakalan selalu dipermasalahkan, padahal kamu mau meye-meye Kemanapun aku tidak peduli tetapi kenapa sih giliranku Kamu sepertinya kepo banget? "Ketus Aulia.

__ADS_1


"Ya habisnya kapan lagi tahu tidak aku mengetahui urusannya orang cantik selama ini kan aku selalu bergaul sama yang pas-pasan, Jadinya kalau ada sesuatu yang berbeda soal kamu Aku adalah orang yang harus pertama mengetahui semua itu biar punya kebanggaan tersendiri gitu! "ujar Nina mau buat keduanya tertawa ngakak biasalah teman kalau sesama satu server pasti mau tertawa pun barengan terus yang tidak lucu sekali pun dianggap itu lucu dan alhasil tidak peduli dengan tatapan semua orang yang merasa heran karena tingkah mereka tidak sesuai dengan wajah.


Abizar hanya bisa menghilangkan nafasnya kasar ketika melihat sahabatnya itu datang bersama dengan Nina memang mengenal Nina karena mereka dulu sama-sama satu kampus tetapi tidak terlalu dekat Karena ia sangat membenci menurut cerewetnya wanita itu yang tidak pernah berhenti ngomong kalau sampai dirinya melakukan kesalahan.


"Ya Tuhan Aulia Kenapa kamu bisa bawa titisannya Mak Lampir versi terbaru ke sini, bisa pindah nih kupingku dari tempatnya akibat tidak mampu mendengar kata-kata pedasnya itu! "gumam Abizar tepat di dekat Aulia karena kebetulan Nina sedang pergi ke toilet.


"Awas lo kamu kalau salah ngomong lagi Bakalan aku aduin ke orangnya langsung biar kamu kena damprat sama dia, Lagian jangan terlalu benci juga karena asal kamu tahu ya benci sama cinta itu bedanya tipis banget loh jangan sampai nanti kamu kesemsem sama dia dan akhirnya malah susah move on!"ujar Aulia yang ikutan berbisik pula sampai-sampai mereka berdua berada sangat dekat membuat Nina mendengus kesal.


"Eh awas ya Nanti para anak buah kamu bakalan datang terus melaporkan kamu karena merasa bahwa Nyonya ketiga mereka ketahuan berselingkuh! Ayo cepat pesan makan terus Kalian berdua duduk, cerita soal apa yang tadi aku dengar dan apa yang tadi barusan aku sebut jangan pada alasan bahwa tidak tahu lagi ya! "Abizar menajamkan tatapannya kepada Nina sebab menurutnya wanita itu tidak layak diterima di cafenya masa iya Ada orang datang terus memberikan perintah seperti itu meskipun Ia memang harus diberikan perintah untuk memesan makanan tetapi tidak perlu sampai segitunya juga kan.


"Eh kalau sikap semua pelanggan seperti begini mendingan tidak usah ada Cafe sekalian deh, biar mereka menjadi pelayan untuk diri sendiri! Kamu memang datang ke sini untuk makan, tetapi tidak perlu sampai segitunya juga kan? Aku kalau tiap hari menghadapi pelanggan seperti kamu, lama-lama pulang-pulangnya langsung Darah tinggi kumat!"sungut Abidzar sambil memasang tatapan kesalnya kepada Nina yang memilih untuk masa bodoh karena dirinya sedang Gregetan dengan kedua orang yang ada di hadapannya saat ini karena terlihat seperti ogah-ogahan untuk menjelaskan sesuatu kepada dirinya yang jelas-jelas jiwanya sedang mengudara di permukaan dan tidak bisa ditolong lagi.


"Ya sudah aku bakalan ngomong tentang apa yang ingin kamu dengar, tetapi sebelum itu kita makan dulu soalnya aku itu dari tadi siang belum makan sama sekali loh! "Nina sudah tidak bisa membantah lagi ketika mendengar kata-kata dari Aulia Itu sebab menurutnya ketika sahabatnya itu sudah berbicara dengan serius otomatis dirinya tidak mungkin bisa untuk membantahnya karena mengingat sikap Aulia yang terkadang tidak suka sekali diajak bercanda ketika dirinya sedang serius.


Ketiga manusia itu sedang memilih untuk makan siang sebenarnya Abizar menolak tetapi karena mendapat ancaman dari Nina dan juga Aulia membuat pria itu mau tidak mau memilih untuk ikhlas, membiarkan lambungnya dalam keadaan membesar beberapa kilo lagi akibat hidup dalam keadaan terpaksa seperti begini membuat pria itu lebih memilih untuk pasrah dan juga tidak bisa berkomentar karena dari dulu sampai sekarang wanita itu auto Maha Benar.


Nina dari tadi melihat kalau Abizar sekali-sekali mencuri pandang ke arah Aulia yang sedang sibuk dengan makannya, wanita itu bahkan terlihat tidak menyadarinya tetapi Nina yang sangat jeli hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sebenarnya melihat nasib yang dialami Abizar wanita itu merasa bahwa pria itu ngenes sekali nasibnya.


"kalau Aulia di wajahnya ada makanan enak itu artinya aku juga pengen dong lihat, tetapi karena wajahnya biasa saja makanya aku lebih memilih fokus kepada makananku dan tidak ingin melihat ke arah lain! "Sindir Nina membuat Abizar Langsung kembali fokus pada makanannya karena pria itu malu ketahuan sedang melihat ke arah istri orang lain.


Dimas hari ini sedang galau berat bukan karena diputusin sama pacarnya atau bukan ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, melainkan pria itu galau karena Bagas menyuruhnya untuk mencari Aulia sedangkan ia sudah menemukan Aulia di tengah pencariannya yang bikin kepala sakit tetapi wanita itu malah pergi begitu saja.

__ADS_1


Sudah begitu lebih parahnya lagi kini bahkan kembali menelpon ya untuk mencari keberadaan istrinya yang membuat Dimas Dilema mau cari Aulia ke mana, sedangkan tadi Aulia menegaskan bahwa ia tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk dirinya yang jelas-jelas disuruh oleh Bagas.


"Kamu sekarang ada di mana? Jangan bilang kamu masih di hotel dan belum ada niat untuk pergi mencari istriku, atau kamu sekarang masih mengganggu petugas resepsionis itu agar Mungkin dia yang ingin kamu jadikan istri biar bisa merasakan yang namanya surga dunia ? "tanya Bagas dari seberang akibat dirinya yakin kalau Dimas pasti sedang bercanda dengan Anggi yang setiap kali bertemu padahal kedua orang itu seringkali berdebat.


Dimas hanya bisa mengurut keningnya secara perlahan karena menurutnya dugaan Tuannya itu sudah sangat keterlaluan, Sejak kapan ia menikahi wanita yang mulut lemesnya seperti Anggi sampai-sampai tidak bisa di filter itu.


"Saya sudah dalam perjalanan tuan dan sekarang Lagi tunggu taksi untuk mengantar saya Tanpa Tujuan mencari Nyonya Aulia, jadi anda tolong jangan menghubungi saya biar saya bisa fokus karena kalau tidak otomatis pikiran saya jadi ngeblank dan tidak tahu lagi harus mencari kemana! "Dimas sudah capek kalau disuruh mencari tanpa kepastian begini coba saja kalau gantian posisinya berada pada Bagas kira-kira pria itu mau melakukan hal seperti yang ia lakukan saat ini atau tidak.


"Jadi ceritanya kamu mau komentar Kalau saya sudah menyuruh kamu melakukan sesuatu tanpa tujuan, Apa kamu sudah bosan bekerja dengan saya ya sudah katakan saja biar saya mencari orang lain yang lebih pas dan sesuai kriteria? " Tanya Bagas yang ikutan kesal ketika mendengar pertanyaan dari Dimas tadi.


Anggi yang berada di hadapan pria itu malah memilih bergoyang ala India untuk menyiratkan bahwa sekarang dirinya sedang mengejek kesengsaraan yang dialami oleh Dimas, Siapa suruh pria itu selama ini terlalu sombong kepadanya makanya ia sedikit pun tidak ada niat untuk membantu Dimas Biarkanlah pria itu sendiri mengalami dan juga menyelesaikan masalahnya.


"Rasain loe! Siapa suruh songong tiap hari, sekarang akibatnya dipanen sendiri kan? Aku mah ogah membantu pria sombong seperti kamu, yang ada Aku pengen berdoa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena doaku terkabulkan!"ujar Anggi dengan hanya menggerakkan bibirnya tetapi Dimas masih bisa memahaminya membuat pria itu hanya bisa menahan nafasnya saja.


"kalau begitu Izinkan saya mematikan panggilan ini Tuan biar saya bisa segera langsung pergi, Maaf jika kata-kata saya membuat anda tersinggung tetapi sumpah saya tidak ingin melakukan apapun yang ingin membuat anda marah! "sebelum Dimas mematikan panggilan tersebut Bagas sudah menyela perkataannya.


"kamu sekarang lagi berbohong kan kepada saya, masa iya kamu memilih untuk naik taksi padahal punya mobil sendiri kan yang tadi kita bawa ke sini? Sudah lebih baik kamu menghapus sekarang kamu posisinya ada di mana karena jika sampai saya tahu kamu berbohong, Awas ya!"Bagas tahu Biasanya Dimas itu kalau ke mana pun selalu menggunakan mobil pribadi akibat pria itu merasa tidak nyaman kalau ada yang menyetir.


Dimas yang merasa ketahuan hanya bisa menyengir meskipun sikapnya itu tidak diperhatikan oleh Bagas, dirinya sangat akui bahwa kepekaan tuannya itu sangat berbeda daripada orang lain.


"Maafkan saya tuan tadi akibat pegawai resepsionis Anda mengganggu saya akhirnya saya tidak bisa pergi, tetapi Tenang saja kok orangnya sudah saya amankan dalam tong sampah jadi akhirnya sekarang saya bisa berangkat!"Dimas naik turunkan alisnya karena berhasil menjebak Anggi sehingga sekarang membuat wanita itu mendadak jadi gugup karena takutnya jangan sampai Bagas ikutan terbawa oleh kata-kata Dimas dan membuat dirinya yang kesusahan.

__ADS_1


"Dasar pria Kurang ajar kok bisa-bisanya dia malah menjual aku seperti ini, Awas aja kalau sebentar Pak Bagas memarahi aku kamu yang bakalan tanggung jawab aku tidak akan membiarkan hidup kamu tenang saat panjang usia hidup kamu itu!"ujar Anggi yang benar-benar geram.


Sedangkan Dimas memilih untuk keluar dari hotel tersebut dengan mengangkat kedua bahunya tinggi-tinggi Seraya mengejek Anggi, bahwa wanita itu tidak bisa lebih tinggi darinya sebab Bagas pasti lebih mempercayainya daripada percaya kepada Anggi jelas-jelas hanya bikin orang susah.


__ADS_2