Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Ke kantor


__ADS_3

Aulia yang sudah mengambil keputusan memilih untuk mengikuti Bagas ke kantor pria itu, sebab menurutnya misi yang diberikan oleh Abahnya untuk mendapatkan surat-surat penting harus bisa segera ia lakukan agar cepat selesai dengan begitu ia bisa pergi dari kehidupan Bagas.


"Jadi gimana mau ikut aku ke kantor atau masih mau keluyuran seperti kemarin, tapi kalau memang kamu masih mau keluyuran seperti kemarin aku bakalan mengikat kamu dan menyeret kamu serta membawa kamu masuk ke dalam kantorku! "Aulia mendengus kesal ketika Bagas mengatakan hal-hal seperti begitu di hadapan Safira yang dari tadi tersenyum mengejek ke arahnya sebab menurunnya sepertinya Bagas itu sengaja menjatuhkan harga dirinya di hadapan wanita yang merupakan istri kedua dari pria itu.


"Aku dari tadi kan belum kasih komentar dan juga belum membantah Apapun yang kamu inginkan, kenapa sekarang kamu malah nyolot? Ini itu meja makan loh bisa tidak kamu jaga tutur kata kamu, agar aku juga tidak tersulut emosinya dengan setiap yang terjadi saat ini? "tanya Aulia Jengah sebab Bagas itu kayaknya orang yang memiliki dua kepribadian manis ya syukur kadang mulutnya pedas alhasil membuat orang pasti bakalan tersinggung sepanjang waktu.


"Ya lagi kan aku sudah ngomong kan mas kalau dia itu tidak cocok bersanding dengan kamu, jadi kalau memang dia tidak mau ikut kamu ke kantor ya sudah Biar aku saja yang mengikuti kamu! "bujuk Safira Yang sepertinya urat malunya sudah sedikit putus atau mungkin bergeser sampai-sampai penolakan apapun yang dilakukan oleh Bagas Wanita itu rasa-rasanya sangat tidak peduli.


"kamu itu bisa diam tidak, Aku saja belum menjawab pertanyaan Mas Bagus kenapa malah kamu yang ngegas lebih dulu sih? Memangnya aku juga tidak berhak mendapatkan apapun yang layak sebagai seorang istri, atau maunya semuanya kamu yang merasakan terus kami yang lain dapat hanya getahnya doang gitu?"tanya Aulia yang juga sudah ikut merasa emosi karena menurutnya jika selama setahun dirinya tinggal di tempat itu otomatis bisa dipastikan rambutnya bakalan segera beruban karena setiap hari stres terus.


"Safira Kamu bisa tidak sekali-sekali menghargai istri dari suamimu yang lainnya, kamu jangan dong mau hanya didengar saja sedangkan kemauan orang lain tidak ingin kamu dengarkan? Jika ingin mendapatkan sebuah keadilan kamu juga harus bisa memberikan keadilan kepada orang lain, supaya impas jadinya Dan juga mungkin dengan begitu kalian bisa lebih nyaman saat tinggal bersama! "jelas Nella yang rasa-rasanya sudah capek karena setiap hari harus melihat perdebatan di mana saja di rumah itu mulai dari meja makan sampai semua ruangan pun harus penuh dengan perdebatan para istri dari anaknya itu.


"Bunda bakalan mengantar Indira pergi sekolah kan, Kalau iya ayo Bunda pergi ganti pakaian sudah nanti takutnya Indira bakalan telat loh? "Indira yang merupakan anak sekecil itu harus belajar dan juga membiasakan diri menerima segala macam pertengkaran yang terjadi syukur kalau besok lusa Anak itu tidak trauma kalau terjadi entah nanti Bagaimana kondisi psikisnya ke depan.


"Oh iya Bunda aku hampir lupa ya jika anak cantik ini mau pergi sekolah dulu, ya sudah kamu kalau mau pergi pergi sana jangan tunggu aku karena nanti aku bakalan dari sekolahnya Indira langsung ke kantor kamu! "Aulia mengatakan hal itu kepada Bagas karena menurutnya tidak usah pria itu pergi bersama dengannya karena ia sedang tidak nyaman apalagi dendam dalam hatinya belum terbalaskan sampai saat ini.


"kita bakalan pergi bersama setelah mengantar Indira Lalu setelah itu kita langsung ke kantor karena tidak ada yang namanya aku pergi lebih dulu terus kamu Nyusul dari belakang, sebab gaya mulut kamu itu kalau berbicara tidak akan pernah bisa terpercaya yang ada hanya dipenuhi kebohongan apalagi ada sahabat pria kamu yang jelas-jelas tidak berguna itu! "Bagas sengaja menyindir Aulia tentang kedekatannya dengan Abizar yang menurutnya sangat tidak masuk akal karena pria itu sepertinya menyimpan rasa kepada istrinya itu.


Aulia memilih tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh Bagas karena nanti akhirnya pasti mereka berdua bakalan bertengkar lagi dan Bertengkar Lagi, Bukankah sekali-sekali harus mengalah dan juga bukan berarti itu kalah melainkan ingin mencari aman dan juga ingin mencari letak surga itu ada di mana kalau sampai dirinya menjadi istri yang penurut.


Aulia masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya Lalu setelah itu mengambil tas selempang yang biasa ia pakai sebelum itu dirinya memberikan make up yang natural di wajahnya dulu, membuat wanita itu terkesan seperti seseorang yang belum mempunyai suami dan juga mungkin usianya masih 17-an ke atas karena wajahnya yang Baby Face itu sangat-sangat terlihat begitu menggemaskan.

__ADS_1



Setelah merapikan penampilannya yang dirasanya sudah cukup Aulia langsung turun ke lantai bawah membuat Bagas melototkan matanya sempurna, karena tidak percaya jika istrinya itu akan mengikutinya ke kantor dengan menggunakan sweater rajut dengan posisi lehernya yang terbuka lebar sehingga menampilkan bahunya.


"kamu mau ikut saya ke kantor dengan penampilan seperti itu, Menurut kamu kantor saya itu tempat fashion show untuk menunjukkan gaya kamu yang tidak masuk akal ini? "tanya Bagas benar-benar heran dengan pola pikir istrinya itu.


Aulia memindai penampilannya dari ujung kaki sampai ujung kepala menurutnya tidak ada yang salah sama sekali, karena dirinya sangat nyaman memakai pakaian seperti itu Jadi kalau disuruh rubah maka bisa dipastikan itu merupakan seleranya Bagas bukan seleranya.


"Aku perasaan nyaman-nyaman saja memakai ini kenapa jadi kamu yang sewot ya, kamu juga mau ikutan memakai sweater pun tidak masalah sekali-sekali tampil beda merupakan sebuah keharusan untuk menyenangkan diri sendiri kan?"tanya Aulia yang menarik tangan Indira agar segera ikut dengannya masuk ke dalam mobilnya Bagas Persetan Kalau pria itu mau marah-marah Tidak jelas yang penting Intinya kalau sudah capek pasti bakalan diam sendiri.


Nella yang melihat putranya itu begitu frustasi langsung memegang bahunya secara perlahan ingin mengingatkan kepada Bagas, dirinya tidak ingin anaknya itu selalu merasa Apa yang dilakukan oleh Aulia itu salah padahal sebenarnya apa yang dilakukan wanita itu untuk menyenangkan dirinya sendiri.


"Menurut mama tidak ada yang salah dengan penampilan dari Aulia itu, karena yang penting intinya kan dia memakai pakaian bukan dalam keadaan bugil ikut kamu ke kantor kan? Jangan terlalu mengekang kebebasannya nak jangan sampai dia yang sudah merasa capek bakalan meninggalkan kamu, jadi lebih baik ikuti saja yang penting intinya dia tidak melanggar norma-norma pernikahan dan selama ini Mama lihat tidak ada masalahnya!"bujuk Nella agar Bagas lebih santai saja tidak terlalu tegang setiap kali Aulia melakukan perubahan di dalam dirinya sendiri.


Bagas memilih tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh mamanya dan juga Davina karena dirinya merupakan seorang pria yang paling tidak suka diatur soal kehidupannya, maka dari itu ketika orang lain memberikan masukan yang menurutnya terlalu dipaksa agar segera diikuti membuat pria itu memilih untuk malas tahu dan pura-pura tidak mendengarkan semuanya.


Sesampainya di dalam mobil terlihat Aulia dan juga Indira duduk di kursi penumpang paling belakang, keduanya terlihat asik ngobrol sampai-sampai tidak peduli dengan kedatangan Bagas di situ seolah pria itu hanya numpang duduk doang.


"Dira kamu sama Uncle Dimas duduk di depan biar nanti Papa sama Bunda kamu yang duduk di belakang, Jangan membantah apa yang dikatakan orang tua jika tidak ingin dikatakan anak durhaka! "perintah Bagas yang membuat Aulia menatap heran ke arah pria itu.


"Kamu itu kenapa sih tega sekali sama anak kecil? Kamu kan posisinya masih di luar ya Otomatis kamu sendiri Bisa dong pindah ke depan duduk bareng sama Dimas, masa ini anak sudah duduk manis di sampingku malah kamu suruh keluar dan pindah Kenapa jadi tega sekali ya kamu jadi orang tua?"tanya Aulia yang tidak mengerti dengan isi pemikiran dari Bagas karena terlihat seperti tega sekali terhadap Indira yang jelas-jelas merupakan darah dagingnya sendiri.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih selalu bantah, Memangnya itu sudah jadi kebiasaan kamu yang tidak pernah mendengarkan kata-kata suami? "Bagas Bukannya ingin selalu bersikap kasar terhadap Aulia Hanya saja karena wanita itu terlalu keras kepala susah sekali diatur membuat dirinya ya mau tidak mau harus emosi.


"Ya aku itu bukannya mau membantah semua perkataannya kamu hanya saja coba kamu pikir, masa iya anak sekecil ini kamu suruh dia pindah ke sana kemarin Padahal kita orang besar bisa melakukannya! "jelas Aulia secara perlahan sebab kalau setiap hari kerjaannya hanya bertengkar dengan Bagas sepertinya kekuatannya juga sudah habis.


Aulia bertahan hanya karena ingin mendapatkan apa yang diinginkan oleh Abahnya bukan karena ingin mempertahankan pernikahan dengan Bagas yang jelas-jelas tidak punya hati nurani sedikitpun, segala sesuatu selalu dipermasalahkan apapun yang ia lakukan pasti bakalan membuat pria itu marah dan belum lagi sikapnya yang ringan tangan sungguh Aulia tidak sanggup.


Dimas dari tadi hanya bisa bernafas secara perlahan sebab menurutnya segala permasalahan yang terjadi itu karena keegoisan dari majikannya sendiri yaitu Bagas, dirinya heran dengan sikap Bagas selama ini yang terlihat otoriter dan Maunya harus didengar padahal dirinya sendiri tidak mau mendengarkan permintaan orang lain.


Padahal Aulia sebenarnya sifatnya tidak terlalu buruk-buruk amat tergantung Bagaimana Bagas melakukan apa yang seperti ia inginkan, Aulia juga terlihat mengalah padahal sebenarnya di usia yang seperti Aulia itu sangat rentan sebab dirinya bakalan selalu tersulut emosi dan juga sangat keras kepala tidak suka diatur.


Bagas mau tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Aulia tadi dengan pindah dan duduk di sampingnya Dimas, dirinya benar-benar tidak suka ketika melihat Aulia sibuk dengan Indira sampai-sampai melupakan keberadaannya yang jelas-jelas ingin diperhatikan.


Ketika mereka dalam perjalanan menuju ke sekolahnya Indira tiba-tiba ponsel Aulia bergetar pertanda ada panggilan masuk, wanita itu awalnya ingin mengabaikan tetapi ketika melihat itu adalah panggilan berasal dari Mina membuat dirinya Terkejut kalau semalam sudah mengabaikan sahabatnya itu.


"Ya halo Nina, kamu kok tumben pagi-pagi menelponku? Padahal biasanya kan jam segini kamu masih molor, tetapi setidaknya ini merupakan sebuah pertanda yang bagus mungkin kira-kira jodoh kamu sudah dalam hitungan meter saja berdekatan dengan kamu! "Aulia mengatakan hal itu sebab Nina benar-benar berubah entah apa yang membuat wanita itu mengalami perubahan seperti itu.


"kamu mah enak pagi-pagi sudah makan aku mah mati kelaparan di sini karena bingung masa iya makan sendirian saja, kamu di mana sih sekarang biar aku nyusul deh supaya punya teman ngobrol masa iya sendirian saja sumpek tahu?"omel Nina dari seberang membuat Aulia ingin sekali tertawa.


"Astaga Nina, masa iya cari makan buat diri sendiri saja kamu tidak bisa? Aku mau ke kantor suamiku nih Tetapi kalau memang kamu membutuhkanku Ya sudah aku ke sana saja, lagian itu kan ada cafenya Abizar kamu pergi mencari makan di sana saja pasti dia bakalan layani kamu seperti biasa kalau aku lagi kelaparan!"jelas Aulia tanpa sadar jika sekarang nafas suaminya itu kembang kempis karena menahan emosi sebab istrinya tanpa sadar jika sudah memuji pria lain di hadapannya.


"Ais itu mah kamu! Kalau aku mah Datang sudah Mau mampus pun dia tidak akan peduli sama sekali, tadi itu aku baru dari sana tahu tidak Dia ngomong katanya nggak bisa masak lah terus kalau aku mau makan ya sudah masak sendiri atau kalau tidak tinggal delivery order saya!"ujar Nina sambil bersungut-sungut sebab memang Abizar tidak ada niatan untuk membantu kesusahan yang tengah ia rasakan saat ini.

__ADS_1


"Loh masa iya perasaan Abizar tidak pernah kayak gitu deh? Ya sudah kamu pergi cari makanan saja toh pagi-pagi begini pasti ada yang menyiapkan sarapan, jangan jadi wanita cengeng Nanti kalau sudah punya suami mau diapakan tuh anak orang? Memangnya kamu mau membiarkan dia mati Kelaparan, nanti bisa digigit sama calon mertua kamu kalau sampai hal itu benar-benar terjadi ? "bujuk Aulia sebab Biar bagaimanapun Nina datang ke kota itu karena Ingin Bertemu Dengannya tetapi dirinya malah dengan sengaja meninggalkan sahabatnya itu tanpa ada yang menemani sama sekali padahal wanita itu merupakan orang yang susah sekali untuk bergaul dan juga cepat akrab dengan orang lain.


"Ah Pokoknya aku mau ketemu sama kamu soalnya malas kalau sendirian saja, kalau bisa kamu share lock lokasi kamu sekarang Supaya aku bisa langsung menyusul!"minta Nina membuat Bagas langsung merebut HP dari tangan Aulia untuk berbicara dengan manusia di seberang yang sudah enak sekali bakal mengganggu kegiatannya dan sang istri.


__ADS_2