
Sebenarnya tadi sebelum melakukan perjalanan antara Bandung ke Jakarta, Aulia sempat menolak tawaran suaminya untuk kembali ke Jakarta menggunakan helikopter.
wanita itu merasa sangat tidak masuk akal Ketika Harus menaiki sesuatu yang sebenarnya sangat mengerikan daripada naik pesawat yang besar, soalnya kan helikopter itu kecil Aulia merasa parno jangan sampai ada angin ****** beliung yang lewat dan helikopter tersebut tidak bisa bertahan.
Padahal Bagas dari tadi berusaha meyakinkan kalau sebenarnya alat transportasi apapun itu akan nyaman jika seorang ahli yang menggunakannya, namun Ya Aulia yang hanya ingin memancing emosi dari suaminya Memilih tetap pada pendiriannya dan juga tidak terpengaruh dengan segala macam bujukan yang dilontarkan oleh Bagas.
"Pokoknya aku tidak mau pulang menggunakan helikopter sialan itu yang rasanya kita seperti lagi numpang di atas burung kecil, sudah begitu kalau ada angin tornado yang begitu besar Memangnya kamu bisa tanggung jawab mengembalikan nyawaku kembali? "tolak Aulia membuat Bagas menggelengkan kepalanya karena menurutnya pikiran istrinya itu sangat tidak masuk akal.
"ya kalau misalnya kamu mati itu artinya aku juga bakalan mati lah! Jadi jangan terlalu berlebihan meresponnya soalnya kedengarannya sangat aneh , padahal kamu tahu sendiri kan maksud dan tujuan aku itu baik supaya kita bisa cepat sampai dan juga kamu bisa segera beristirahat di rumah! "jelas Bagas tetapi Aulia malah tersenyum mengejek ke arah suaminya itu.
"aku kalau mau mati sendirian tidak pernah mau berdekatan dengan kamu apalagi dalam satu waktu bersama-sama, karena menurutku itu hanyalah merupakan sebuah kesengsaraan hidup yang aku alami jika harus berdekatan dengan kamu. "sinis Aulia lalu memilih untuk segera turun dari taksi tersebut dan juga mengecek kira-kira ada tidak penerbangan siang untuk membawa dirinya kembali ke Jakarta.
Dimas dan Andra selang 30 menit berhasil menyusul majikannya itu tiba di bandara, namun dirinya merasa heran ketika melihat Bagas bukannya menuju ke helikopter mereka yang berada di ujung sekali karena itu merupakan landasan untuk helikopter dan juga pesawat-pesawat pribadi lainnya.
"maaf tuan Kenapa Anda menunggu di sini Bukankah lebih baik langsung di sana saja supaya kita bisa langsung berangkat, karena Kebetulan ini masih pagi sekali baru jam 09.00 pagi Jadi sepertinya sebelum siang kita sudah sampai? "jelas Dimas membuat Bagas menghembuskan nafasnya kasar.
"di mana Andra? "tanya Bagas yang tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari asistennya itu.
Dimas hanya menghela nafasnya kasar ketika mendengar majikannya itu tidak merespon apapun yang ia katakan, karena dirinya yakin pasti ada sesuatu yang terjadi antara Bagas dan juga Aulia sampai terlihat mood pria itu berantakan sekali.
"Dia sedang membeli sarapan di kedai yang ada di depan bandara ini, soalnya kita semua perlu asupan makanan karena pergi pagi sekali dan juga langsung pulang tanpa istirahat ! "jelas Bagas Dimas meskipun dirinya tahu kalau nantinya Bagas bakalan tersinggung tetapi ya memang begitu kenyataannya mereka perlu sekali asupan makanan untuk menjaga kestabilan daya tahan tubuh mereka dan juga kewarasan mereka.
"Nanti tolong katakan kepada dia untuk kembali sendiri menggunakan helikopter sedangkan kita nanti bakalan pakai pesawat komersil, karena Aulia Tidak mau menggunakan helikopter yang katanya terlalu kecil dan setelah kita sampai di sana tolong kamu beli pesawat yang sesuai dengan keinginannya!"jelas Bagas membuat Dimas akhirnya tahu kalau letak segala sesuatu permasalahan yang tengah mereka hadapi saat ini itu semua karena keegoisan dari Aulia yang tidak pernah mau mengerti dan juga mengakui keadaan.
"Kalau boleh tahu Nyonya Aulia di mana ya, Soalnya ada hal penting yang ingin saya sampaikan dengannya?"Dimas sudah tidak ingin lagi merasa takut ataupun cemas kalau nanti Bagas bakalan memarahinya karena dengan lancang sekali bertanya tentang istrinya.
Bagas mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh asistennya barusan sebab menurutnya itu sudah sangat tidak sopan ketika seorang bawahan malah bertanya tentang keberadaan Nyonya mereka, seharusnya Dimas sadar Posisinya itu sebagai apa dan juga di sini Bagas itu sebagai apanya Aulia sampai-sampai harus memberitahukan keberadaan istrinya itu kepada pria lain yang bukan suaminya.
__ADS_1
"kamu Kalau bosan hidup Jujur saja supaya tidak perlu menimbulkan banyak drama Seperti ini, daripada hanya ingin memancing emosiku lebih baik kamu sadar dengan situasi dan juga kondisi kalau aku bukan anak kecil yang bisa saja kamu permainkan dan juga bisa saja kamu bohongi! "Bagas merasa sepertinya sudah habis kesabarannya ingin sekali meninju wajah dari Dimas yang terlalu lancang dan juga tidak punya sopan santun serta tidak sadar diri.
Dimas tahu pertanyaannya tadi itu bisa menyebabkan Bagas salah paham, hanya saja ia ingin memastikan Aulia bisa merubah pemikirannya dan lebih memilih pulang bersama dengan mereka karena dirinya Tidak enak hati terhadap Tuhannya itu yang nanti bakalan kesusahan dan juga bosan ketika menunggu pesawat mereka yang tidak tiba.
"Saya hanya ingin membujuk Nyonyanya Aulia agar bisa berubah pikiran dan Dengan begitu kita bakalan bisa langsung pulang sekarang juga, daripada kita terlalu lama menunggu di sini tanpa kepastian dan juga kalau dia sih enak bisa langsung bermain ponselnya Tetapi kalau kita?"Bagas merasa bahwa Dimas sudah sangat tidak sopan.
"Kamu berani mau memberi perintah untuk istri saya, sedangkan saya sendiri saja tidak mau melakukannya? Apakah kamu sudah mempunyai cadangan pekerjaan di tempat lain, karena saya tidak bisa bekerja sama dengan orang yang tidak menghargai istri saya Apalagi itu Aulia ? "tanya Bagas lagi dengan nada datarnya.
Aulia sebenarnya dari tadi mendengar perdebatan antara Bagas dan juga Dimas yang terlihat begitu kekeh untuk bertemu dengannya, menurutnya keberanian pria itu patut diacungi jempol hanya saja untuk saat ini dirinya benar-benar tidak sedang ingin mau diajak berkompromi.
"kamu dari tadi mencari saya? ya sudah karena saya sudah ada di sini katakan apa yang kamu inginkan, Tetapi kalau itu menyangkut kamu ingin memaksa saya naik helikopter maka Lebih baik saya kembali ke rumahnya Nina! "tegas Aulia membuat Bagas mengepalkan tangannya karena menurutnya Aulia bakalan berubah pikiran ketika mendengar apa yang Dimas katakan tadi.
Dimas yang tadi begitu berani nyalinya tiba-tiba menciut padahal sebenarnya Aulia itu hanyalah seorang wanita, hanya saja Entah mengapa kata-katanya yang begitu mengintimidasi lawan bicaranya membuat Dimas sedikit Waspada.
"Maafkan saya Nyonya Bukannya tidak ingin menghormati Anda atau ingin berbicara lancang, hanya saja saya ingin mengatakan kalau sebenarnya lebih nyaman kita naik helikopter Apalagi itu merupakan miliknya Tuan Bagas! "Lagi Dan Lagi Bagas yang dibawa-bawa padahal dirinya dari tadi memilih untuk mengalah dan juga tidak ingin berdebat dengan istrinya itu.
"itu semua tetapi Percayalah aku tidak pernah menyuruh, aku mohon Tolong percaya padaku karena aku menghargai apapun yang menjadi keputusan kamu!"ucap Bagas penuh permohonan karena terlihat pria itu sepertinya memang benar-benar takut kehilangan istrinya.
"Ayo kita pergi pesawat yang bakalan kita naik sudah datang, kalian berdoa urus helikopter kalian itu terserah mau pulang atau tidak itu menjadi urusan kalian yang penting Intinya jangan banyak berbicara! "tegas Aulia yang sudah tidak ingin membahas segala sesuatu yang tidak penting karena menurutnya hanya buang-buang tenaga dan juga pikiran.
kini pasangan suami istri itu sudah berada di pesawat dan Percayalah kursi yang diinginkan oleh Aulia yaitu terpisah dengan Bagas, Terserah Kalau pria itu mau marah atau apapun itu yang penting intinya Aulia ingin menyamankan dirinya sendiri tanpa gangguan apapun.
Bagas mendenus kesal ketika melihat istrinya itu yang sepertinya menjaga jarak dengannya, Kalau sudah seperti begini entah nanti Bagaimana nasibnya untuk mempertahankan hubungan keduanya yang sepertinya tidak ada kemajuan sama sekali.
Aulia berpura-pura Tegar dari tadi padahal sebenarnya wanita itu ingin menangis, sebab dari tadi ponselnya itu sudah ia aktifkan Berharap ada pesan yang masuk dari kedua orang tuanya karena kalau telepon rasanya sudah tidak mungkin sebab Nomornya tidak aktif Tetapi kalau pesan ya Otomatis setiap Handphone diaktifkan kembali pasti langsung masuk secara otomatis.
"Abah sama Umi itu sebenarnya menganggap aku ini sebagai apanya mereka? Masa iya aku pergi beberapa hari Tetapi sedikitpun Tidak pernah mengkhawatirkan keadaanku, entah nanti kalau datang ke rumah Bagaimana respon mereka aku juga tidak tahu! "lirih Aulia dalam hati karena Percayalah perasaannya sekarang itu benar-benar hancur
__ADS_1
kedua orang tuanya itu seperti orang yang tidak punya hati nurani sama sekali, kalau memang menganggap Aulia sebagai anak mereka ya Otomatis segala keadaannya harusnya mereka yang lebih khawatir Lalu setelah itu Bagas.
Bagas merasa heran ketika melihat wajah sendu milik istrinya itu, terlihat seperti itu merupakan Sisi dari kehidupan Aulia yang lain yaitu rapuh dan juga butuh dukungan.
Hanya saja pertanyaannya Apakah Aulia mau menerima dukungan darinya yang jelas-jelas adalah suaminya, sebab jangankan ngobrol dengannya duduk berdekatan saja wanita itu rasanya enggan melakukannya.
"aku memang salah telah melakukan kekerasan kepada kamu dan aku juga Memang Jahat telah memaksa kamu masuk ke dalam kehidupan pernikahanku yang tidak jelas. Hanya saja yang aku inginkan kamu menghargaiku sebagai seorang suami dan juga menghargai status kita, pernikahan sudah terjadi Mau marah ataupun berontak pun sudah percuma!"Batin Bagas yang dari tadi hanya tetap fokus kepada istrinya yang kebetulan duduknya berseberangan dengan kursi yang ia duduk di saat ini.
"Maaf Mas kalau mau duduk di sebelah Ya silakan saja nanti saya bakalan suruh adik saya untuk menginginkan ke sini, daripada dari tadi terlihat gelisah hanya menatap ke arah Mbak cantik yang itu! "tawar penumpang yang duduk di samping Bagas membuat Bagas benar-benar mati butuh karena ketahuan dari tadi hanya menatap ke arah istrinya itu.
"Oh itu istri saya tetapi katanya lagi ingin duduk sendiri tidak ingin diganggu oleh saya, makanya dari tadi saya liatin dia terus jangan sampai dia sedang membutuhkan sesuatu dan saya tidak menyadarinya! "jelas Bagas bohong padahal memang dari kemarin-kemarin Aulia tidak ingin pernah berdekatan dengannya bukan karena ingin sendiri tetapi memang karena tidak mau sama sekali.
"Wah istrinya lagi hamil muda ya? Soalnya orang kalau lagi hamil muda permintaannya itu kadang-kadang nyeleneh, bahkan lebih parahnya lagi bubur yang sudah dimasak disuruh kembali disulap untuk menjadi nasi! "jelas pria itu sambil tertawa membuat Bagas terdiam karena pikirannya mulai menjurus ke arah yang aneh-aneh dan berharap bawa apa yang dikatakan pria itu memang benar-benar menjadi kenyataan kalau Aulia sekarang tengah berbadan dua.
Flash Back Off
Dimas dan Andra yang ditinggalkan sendirian di kota Bandung ya otomatis menggunakan kesempatan itu dengan sebaik mungkin, lebih lagi yaitu Andra yang merupakan seorang Don Juan kelas mujair Yang pasti bakalan begitu senang ketika tidak ada tatapan intimidasi dari Bagas saat ini.
"sepertinya Nyonya Aulia sengaja melakukan itu agar memberikan kita waktu untuk beristirahat dan juga ya cuci mata begitu, maka dari itu kita harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin soalnya kesempatan ini sangat lengkap dan tidak mungkin dapat untuk kedua kalinya! "jelas Andra yang begitu antusias berbeda dengan Dimas yang masih tetap fokus pada ponselnya yaitu membatalkan segala macam pertemuan antara Bagas dan juga klien yang terjadi pada hari ini.
Andra yang merasa bahwa perkataannya tidak direspon oleh Dimas langsung memilih untuk menatap ke arah oknum tersebut, dan dirinya mendengus kesal ketika melihat Dimas malah sibuk dengan ponselnya seperti Tengah membalas pesan penting.
"pantesan saja tidak laku-laku orang kamunya saja tidak ada niatan untuk mencari jodoh, karena di dalam pikiran kamu itu hanya tentang pekerjaan dan juga pekerjaan maka dari itu kesusahan kamu ya tanggung sendiri seperti saat ini! "Sindir Andra yang merasa bahwa Dimas Itu sudah menyia-nyiakan masa mudanya yang tidak akan pernah terulang lagi.
Dimas menghentikan kegiatannya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Andra barusan, karena menurutnya jodoh itu sudah ditentukan oleh Tuhan meskipun dia hanya duduk di rumah dan juga hanya pergi ke kantor tapi pasti bakalan bertemu Entah di mana itu Dan juga kapanpun.
"aku kalau mau mencari jodoh caranya seperti kamu sudah kudapatkan dari waktu dulu, tetapi yang aku cari itu wanita yang bisa menjaga diri bisa menutup auratnya hanya untuk aku saja dan juga pastinya tidak membiarkan pria lain membuka area selangkangannya! "kata-kata Dimas itu sebenarnya terdengar begitu pasar tetapi Memang harusnya seperti itu pria seperti Andra harus diingatkan berulang kali karena zaman sekarang susah sekali mencari wanita yang mau Menjaga harga diri apalagi virginity miliknya yang terasa sudah seperti barang lelangan yang siapa memberikan harga tertinggi maka ia bakalan mendapatkannya tanpa adanya penolakan bahkan bisa di bilang akan diberikan secara cuma-cuma yang penting setelah bermain langsung mendapatkan uang.
__ADS_1