
ketika Aulia dan juga Nina sedang berjalan-jalan di pasar malam keduanya begitu asik mengobrol sampai-sampai tidak menyadari jika ada seseorang yang dari arah berlawanan Tengah sibuk menelpon, Aulia yang dari tadi merasa Jengah dengan sikap sahabatnya itu yang menurutnya terlalu percaya diri akhirnya memilih untuk segera berjalan ke arah lain tapi tubuhnya secara tidak sengaja menabrak seseorang sehingga keduanya pun terjatuh.
Netra Aulia membulat ketika dirinya tepat berada di tubuh seseorang pria yang tengah mengunci tatapannya itu dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali, tapi hal itu bukannya membuat aku lihat aku tetapi wanita itu merasa benar-benar terkejut dengan posisi intim mereka berdua saat ini.
Sedangkan Nina membuka mulutnya lebar-lebar karena tidak percaya jika sahabatnya itu yang ingin menenangkan diri malah mendapatkan rezeki nomplok, Bagaimana tidak dikatakan sebagai rezeki orang pria yang dia tabrak itu wajahnya terlihat begitu sempurna bahkan nyaris bisa dibilang tanpa cacat dan jelas sedikitpun.
Aulia segera bangkit dari atas tubuh pria itu sedangkan yang di tidihnya hanya melongo menatap ke arahnya bahkan bisa dibilang pria itu tidak ada ekspresi sedikitpun, seperti mau memarahi agak atas keteledorannya atau mungkin dia yang sebaliknya mau minta maaf karena tidak melihat jalan sebab asyik menelpon.
"Are you oke Sir?"tanya Aulia penasaran meskipun sikunya terasa begitu sakit tetapi dirinya juga tidak mungkin harus menjadi orang yang kurang ajar kan dengan tidak sadar diri bahwa sebenarnya ia sedikit tertolong karena menidih tubuh pria itu.
"I'm okay and you?"tanya pria itu balik membuat Aulia tersadar sebenarnya suara pria itu sangat merdu dan juga bisa dibilang terasa begitu nyaman.
"Oh my God Aulia ini merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita berdua akibat minggat yang kamu alami malah mendapatkan jackpot, lain kali sering-sering minggat ya supaya kita bisa bertemu dengan bule yang lebih kece badai membahana lagi!"ujar Nina yang begitu antusias membuat Aulia menatap sinis ke arah sahabatnya yang menurutnya terlalu pecicilan katanya ingin tebar pesona kepada bule tetapi kenapa malah melakukan hal yang nanti membuat orang lain menjadi ilfil.
__ADS_1
"Kamu tuh kalau ngomong enak sekali loh! Kita berdua itu tadi jatuh dan ini orang dapat tindis dariku takutnya tulang belakangnya itu ada bergeser sedikit, lain kali kalau ngomong itu sadar dengan posisi dan juga sadar dengan keadaan yang ada itu kita rasanya sedang menertawakan orang lain di tengah kesusahan nya tahu tidak? "tanya Aulia kesal.
Nina terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal ketika mendapat ceramah singkat dari Aulia baru, memang benar juga sih dirinya sangat keterlaluan tertawa di atas penderitaan orang lain tetapi tidak ada salahnya juga kan mengekspresikan Apa yang sedang ia rasakan saat ini.
"Ya maaf soalnya ini boleh memang kelebihan tampan banget loh, pokoknya dia itu bisa dibilang paket lengkap sebagai calon suami tapi sayangnya Sepertinya kamu tidak sedang dalam keadaan beruntung! "ujar Nina yang Bahkan tidak peduli jika dari tadi bule tersebut sedang tersenyum akibat mendengar perdebatan mereka.
Aulia yang melihat Respon yang diberikan oleh pria tersebut merasa heran dan dirinya berpikir kalau sebenarnya orang tersebut mengerti apa yang ia dan Nina katakan, karena jika tidak pasti tidak mungkin memberikan respon sampai segitunya orang mereka berdua dari tadi ngobrol saja pakai menggunakan bahasa Indonesia.
"kamu bisa ngomong pakai bahasa Indonesia, kenapa tidak bilang dari tadi supaya aku nggak perlu menggunakan bahasa Inggris? "tanya Aulia kesal karena dirinya tadi itu sok-sok Inggris segala.
Aulia tersebut tertawa sehingga menampilkan lesung pipinya yang begitu menggoda kaum hawa tetapi berbeda dengan Aulia yang merasa biasa saja, karena menurutnya banyak di dunia ini orang-orang yang memiliki kelebihan yaitu pipinya Lesung tetapi responnya mah biasa saja soalnya kan tidak ada yang spesial juga.
"Boleh kita berkenalan biar kamu mungkin bisa lebih mengenal dekat denganku, tapi Tenang saja aku bukan tipe pria mesum lainnya yang setelah mengajak berkenalan langsung mengajak ke ranjang! "ujar pria itu tetapi Aulia memilih untuk segera menarik tangan Nina untuk pergi dari situ sebab menurutnya kondisi sekarang sudah sangat tidak nyaman dan membuat dirinya merasa tidak betah kalau lama-lama berada di tempat itu.
__ADS_1
"Maaf tadi jika kecerobohan saya membuat anda terjatuh dan juga sepertinya Anda sedikit cedera di bagian siku, kalau soal berkenalan nanti saja kalau memang masih ada umur dan kita bertemu lagi kita akan berkenalan dengan cara yang lebih baik! "setelah mengatakan hal itu Aulia pun memilih untuk pergi sambil menarik tangan Nina sedangkan Nina mendengus kesel terhadap sahabatnya itu.
"Astaga Aulia asal kamu tahu saja ya dengan sikap kamu seperti tadi itu sudah menyiratkan kalau kamu itu memberikan harapan kepada pria itu, setidaknya kamu jadi wanita itu jual mahal sedikit dong masa iya menjanjikan sesuatu hal yang tidak pasti kalau jangan sampai sebentar malam Bagas menemukan kamu gimana? "ujar Nina Ketus.
"ya masa iya aku langsung diajak berkenalan langsung mau kamu Yang benar saja dong, kalau misalnya dia itu merupakan salah satu kliennya suamiku urusannya bisa panjang lagi kan? "Aulia terpaksa menjanjikan hal yang menurutnya tidak akan pernah IA tepat Tetapi hanya ingin bersikap lebih menghormati seseorang makanya terpaksa ia mengatakan semua itu.
"Iya benar juga sih tapi kan sayang loh kalau sudah diajak kenalan dengan pria setaman itu tetapi kamunya malah menolak, asal kamu tahu ya anugerah yang dikirim Tuhan itu sekali-kali kalau soal pria tampan Setelah itu kita bakalan bertemu yang buluk semua tidak ada bagus-bagusnya sama sekali!"Nina terlihat begitu melemah ketika target yang sudah ada di depan mata malah dilepaskan begitu saja.
"ya kalau memang suatu saat kita bertemu yang buluk lebih parah dari dia itu pertanda bahwa Jodoh kamu memang yang seperti begitu, lagian sudah ah sepertinya aku untuk jalan-jalan sudah hilang jadi lebih baik kita kembali saja ke hotel mau istirahat! "ajak Aulia sambil menarik tangan sahabatnya itu karena menurutnya Nina kalau lagi ngambek soal yang ganteng-ganteng itu bakalan panjang dan akan berbelit-belit sampai membuat dirinya capek sendiri.
"Duh gantengku Maafkan bidadarimu ya Soalnya ibu peri lagi malas lagi ngambek sama suaminya dan aku kena batunya, Nanti kalau kita bertemu lagi aku janji pasti bakalan langsung menembak kamu biar Maksudnya Langsung terikat daripada menunggu kamu nanti lama soalnya sainganku berat ya itu sahabatku sendiri! "lirih Nina membuat Aulia ingin sekali tertawa karena dirinya tahu arti Saingan dalam pikiran Nina pasti adalah dirinya.
"eh Memangnya kamu pikir selama ini kita pernah rebutan cowok, Ya kali aku melakukan hal itu memangnya di stop manusia di dunia ini sudah tidak ada lagi?"sahut Aulia sinis karena menurutnya Nina itu terlalu mencurigai sesuatu hal yang belum tentu bakalan benar-benar akan terjadi.
__ADS_1