
Andara benar-benar melupakan kalau sebenarnya rencananya itu bakalan gagal total kalau sampai Bagas benar-benar tersulit emosinya, memang saya harapan awalnya yaitu ingin kedua orang tuanya bercerai karena Percuma saja menikah dan tinggal dalam satu atap tetapi sudah tidak ada kecocokan sama sekali .
Andara terlihat hanya menundukkan kepalanya karena benar-benar tidak berani ketika bertatapan langsung dengan papanya itu, bukan karena apa tetapi melainkan dirinya merasa ketakutan dengan tatapan intimidasi dari Bagas.
"sudah puas kurang ajarnya atau mau tambah lagi, kalau memang mau tambah Ya sudah silakan saja lanjutkan keinginan kamu sampai puas! Hanya saja kalau sudah puas angkat kaki dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi, karena yang kamu hormati adalah opa sama oma kamu itu Sedangkan nenek kamu tidak peduli!" Bagas sudah habis kesabarannya untuk membuat Andara paham kalau dirinya itu adalah seorang Papa yang harusnya dihargai oleh anak sendiri dan juga ibunya itu adalah wanita yang melahirkannya ke dunia atau mati sebagai cucu Andara tidak boleh seperti begitu.
"Bukan begitu maksudnya Andara, Papa! Nenek tadi itu kan marah-marah Ya jelas aku tidak terima dong makanya aku jawab, Lagian salahnya aku di mana Kalau membela Mama yang sering selalu disakiti di rumah ini?"tanya Andara tidak terima membuat Bagas menggerutkan keningnya karena dirinya bingung memangnya siapa yang menyakiti Davina karena selama ini jangankan mengobrol dengan wanita itu menyentuhnya saja tidak pernah ia lakukan.
Bagas berdiri mendekati Andara kemudian menatap tajam ke arahnya, karena anak-anak seperti begitu harus diajar pola pikirnya Supaya paham bahwa tidak semua masalah orang dewasa mereka harus ikut campur.
"kamu sepertinya memang tidak cocok tinggal di rumah ini jadi seperti yang tadi saya bilang bahwa sebaiknya kamu pergi, karena saya tidak ingin melihat anak yang tidak punya sopan santun dan juga kelakuannya sudah seperti gadis Badung di luaran sana!"ujar Bagas membuat Davina otomatis tidak terima.
"Mas kamu itu apa-apaan sih usir anak sendiri dari rumah, kamu jangan mentang-mentang Andara kebanyakan di rumahnya Papa sama Mama jadi kamu seolah-olah menyuruh dia pergi ke sana saja dan di sini bukanlah rumahnya?"tanya Davina yang sangat tidak terima sekali dengan perkataan Bagas yang menurutnya terlalu kasar dan juga tidak menghargai Andara sebagai anak tertua di rumah ini.
Bagas tertawa sinis karena menurutnya pasti saat ini Davina begitu bahagia sebab anda sudah berani membantah apapun yang ia katakan, dan mungkin mereka memang sengaja melakukan itu ingin memancing Bagas agar emosi dan dengan begitu mereka bisa mencari masalah.
"Ya sudah kalau begitu Kamu bawa anak kamu keluar biar bisa kamu hajar sesuka hati kamu dan juga Bisa kamu atur seperti yang kamu inginkan, karena aku paling tidak suka anak lebih tinggi dari orang tua ada yang juga aku tidak suka anak yang tidak pernah mau menghargai orang lain! "jelas Bagas dengan nada bicaranya yang begitu menggelegar membuat Aulia dan juga Indira yang sedang berada di dalam kamar Saling pandang dan segera berlari keluar kamar.
"Papa pasti berantem lagi sama Kak Andara! Dia itu kenapa sih Jadi Kakak tetapi kepala batunya minta ampun, sudah tahu kalau Kakak itu tidak suka dibantah tetapi dia malah melakukannya terus?"omel Indira yang tidak suka sikap kakaknya itu yang menurutnya sangat tidak sopan terhadap orang yang lebih tua.
"Biarkan saja lebih baik kita ke dapur supaya kamu bisa makan siang soalnya kan kamu baru pulang sekolah belum makan sama sekali kan, Lain kali itu harus makannya di rumah tidak boleh kenyang jajan dan alhasil makanan sehat dari terabaikan! "tawar Aulia lalu keduanya memilih pergi ke dapur tetapi Andara menatap sinis ke arah wanita yang menjadi istri ketiga Papanya itu dan itu semua dilihat oleh Bagas dan juga Nella.
"Dasar wanita penggoda tidak tahu malu masuk dalam rumah orang lain dan berharap menjadi Nyonya besar, pokoknya aku bakalan mengusir dia dari sini dan hanya Mama satu-satunya Nyonya di dalam rumah ini!"perkataan Andara itu terdengar begitu lantang dan juga keras membuat Bagas mengepalkan tangannya menahan emosi.
Plak
__ADS_1
"satu kali lagi Kamu bicara kurang ajar bukan hanya tamparan yang kamu dapatkan tetapi sesuatu hal yang tidak pernah kamu bayangkan, bukan karena Papa memilih istri ketiga melainkan Papa tidak suka Anak seumuran kamu sudah terlalu banyak mencampuri urusan orang dewasa yang seharusnya belum saatnya kamu pahami karena tugas kamu itu hanya sekolah! "Bagas Andara membuat sudut bibir Gadis itu mengeluarkan darah.
"Mas kamu apa-apaan sih melakukan itu kepada Andara? Dia itu anak kamu udah ada daging kamu yang harusnya kamu jaga dan kamu rawat sepenuh hati, tetapi Apa yang kamu lakukan selama ini tidak pernah kan kamu sekedar menanyakan keadaan mereka atau mungkin mereka sakit terus kamu temani?"Davina Sudah habis kesabarannya ketika melihat Bagas yang berperilaku kasar seperti itu.
Bagas tertawa mendengar keluh kesayang disampaikan oleh Davina barusan itu, sebab menurutnya kalau dirinya harus menemani anak-anak mereka Maka pertanyaannya Siapa yang bakalan mencukupi seluruh kebutuhan rumah.
Davina hanya ingin posisinya dimengerti dan juga anak-anaknya di situ tetapi posisinya Bagas ia tidak pernah mau memahaminya, seharusnya sebagai seorang istri dirinya bisa berbagi tugas Jika suami pergi mencari uang dan juga bekerja keras otomatis istri lah di rumah yang mengurus anak-anak.
"Kamu kenapa hari ini nyolot sekali kepada saya sudah bosan menjadi istri, yang sudah silakan Terserah dari apa yang kamu inginkan dan juga apa yang kamu pikirkan mau berbuat apa? "jelas Bagas membuat Davina mengepalkan tangannya Karena Wanita itu tidak terima jika dirinya yang notabene merupakan istri pertama malah disuruh angkat kaki Padahal jelas-jelas dia tidak pernah berbuat macam-macam tidak seperti yang Aulia lakukan.
"Kamu mengusir aku Mas?"tanya Davina tidak percaya.
Bagas mengerutkan keningnya karena menurutnya istrinya itu terlalu banyak main drama sampai-sampai tidak paham apa yang ia katakan, sedangkan nila menatap tidak percaya ke arah putranya itu yang menurutnya sepertinya hari ini emosinya tidak bisa diajak kompromi lagi.
"Aku tidak akan mempertahankan wanita yang egois seperti dia dan juga anak-anak yang tidak tahu diri seperti mereka, apa sih kurangnya fasilitas yang sudah kuberikan kepada mereka sampai-sampai Apapun yang aku lakukan Selalu Salah? "tanya Bagas merasa kesal karena kenapa semua permasalahan ini semua orang pada menyalahkannya.
"Jelas kamu salah karena tidak pernah bersyukur dengan apa yang kamu miliki Dan juga malah berbuat seolah-olah kamu mampu berbuat adil,pernah memahami apa yang diinginkan oleh istri dan juga anak kamu di sini sedangkan kamu malah sibuk mencari wanita yang bisa kamu nikahi! "Bagas menoleh ke arah sumber suara begitupun semua orang yang ada dalam ruangan itu.
tanpa kedua orang tua Davina Tengah menatap sini ke arah Bagas dan juga Aulia yang masih berada di lantai atas tetapi sudah ada di luar kamarnya, wanita itu seolah menjadi sasaran kemarahan mereka hari ini dan ditambah lagi ketika datang berkunjung malah melihat pertengkaran antara Bagas dan juga Davina di hadapan semua orang.
Aulia sebenarnya tidak peduli dengan segala macam urusan hanya saja dirinya akan tidak sopan kalau sampai pergi dengan keadaan yang seperti begini, maka dari itu ia memilih untuk tetap bertahan di situ tetapi Bagas langsung naik ke atas dan menemui istrinya itu lalu menariknya agar ikut Turun ke bawah dengannya.
"wanita yang kalian katakan aku sibuk mencarinya sekarang ada di hadapan kalian ini, jangan pernah mengucapkan kata-kata yang tidak-tidak dan membuat dia tersinggung dan pergi meninggalkanku. Pernikahan ini bukan karena kemauannya tetapi atas keinginanku sendiri, jadi jangan menjadi hakim atas pernikahan kami meskipun kalian adalah mertua ku!"tegas Bagas membuat orang tua Davina tentu saja meradang karena tidak terima jika menantunya itu malah membela wanita yang jelas-jelas baru hadir dalam kehidupan pria itu.
"pokoknya apapun caranya kamu harus menceraikan wanita itu dan menjadikan Davina satu-satunya istri di dalam rumah ini, soal istri kamu yang kedua itu juga cepat Ceraikan mereka berdua dalam satu waktu sekaligus pun pasti tidak ada masalahnya sama sekali! karena tipe-tipe wanita seperti mereka itu adalah wanita yang gila harta, karena kalau mereka wanita baik-baik tidak mungkin akan mau dijadikan menjadi yang ketiga! "sinis Aura yang merupakan Mama dari Davina.
__ADS_1
Aulia menepis kuat tangan Bagas kemudian maju dan berdiri tepat di hadapan Aura, kalau mempermasalahkan pernikahan antara menantu dan juga Putri mereka Ya tidak masalah tetapi jangan pernah mempermasalahkan pernikahannya yang dari awal jalan ceritanya Seperti apa mereka tidak tahu sama sekali.
"Saya dari tadi diam karena menghargai anda yang lebih tua meskipun Anda menolak untuk merasa tua! Tetapi sepertinya semakin didiamkan Anda semakin nyolot nyonya yang terhormat, maka dari itu saya tegaskan di sini kalau pernikahan ini dari awal saya memang tidak ingin menjalankannya sama sekali Jadi kalau tidak tahu apapun Tolong jangan menghakimi seseorang!"ujar Aulia dengan Tatapan yang begitu mengintimidasi lawan bicaranya.
orang tua Davina tertawa sini sebab menurut mereka sikap Aulia itu memang jelas-jelas tidak sopan sama sekali, entah Bagas memungutnya dari mana tetapi intinya wanita itu bukanlah wanita yang dari kalangan atas seperti Davina.
"lebih baik bawalah anak Kalian pergi dari rumah saya ini, kalau memang sikapnya sudah berubah lebih baik baru boleh kembali ke sini tetapi kalau dia memang ingin mengajukan perceraian saya juga terima dengan lapang dada tidak ada penolakan sama sekali! "jelas Bagas yang bukannya pergi dari situ untuk menghindar dari perdebatan karena sudah terlalu capek Tetapi malah memeluk Aulia di hadapan semua orang dan mencium keningnya.
Blushh
Wajah Aulia memerah karena malu dengan apa yang dilakukan oleh Bagas kepadanya, Percayalah seumur hidupnya baru kali ini ada pria yang menyentuhnya tepat di hadapan orang lain ya Meskipun selama ini memang tidak ada yang menyentuhnya secara diam-diam kecuali Bagas itupun karena pria itu adalah suaminya.
Davina benar-benar merasa emosi dengan kemesraan yang sengaja ditunjukkan oleh Bagas di hadapannya, seharusnya pria itu sadar kalau di tempat ini ada dirinya juga ya otomatis harus menghargai perasaannya yang pastinya bakalan sakit hati ketika melihat suaminya melakukan hal itu di hadapannya bersama dengan wanita lain.
"kamu bisa menceraikan anak saya Tetapi kamu harus membagi setengah bagian harta kamu itu untuk dia, karena Biar bagaimanapun dia yang paling lama menemani kamu dan juga sudah memberikan dua orang anak Meskipun tidak sesuai dengan harapan kamu! "jelas Damar yang merupakan Papa dari Davina tetapi Bagas yang ada malah tertawa mengejek.
"Nanti kalau dia sudah mendaftarkan perceraian kami baru saya bakalan menjelaskan tata cara pembagian harta gono gininya, Tetapi kalau dia belum otomatis saya akan memberi nafkah kepada dia meskipun tidak akan pernah saya minta sedikitpun kebutuhan biologis saya kepada dia! "jelas Bagas vulgar tidak peduli jika ada anak kecil.
"Indira kamu jauh dari wanita itu dan sekarang ikut Opa sama Oma pulang ke rumah, ingat ya tidak boleh berhubungan dengan wanita itu lagi karena gara-gara dia membuat Papa sama Mama kamu bertengkar hebat seperti ini! "sarkas Aura sambil menarik kuat tangan Indira membuat gadis kecil itu menangis karena kesakitan dan juga merasa ketakutan.
"Bisa tidak jangan kasar-kasar kepada anak kecil? Kalau sikap kalian seperti begini terus pantas saja Indira tidak pernah mau ikut ke rumahnya kalian, dan juga anak yang kalian Didik selama ini berubah menjadi gadis Badung yang tidak berguna sama sekali karena dididik di dalam lingkungan yang tidak benar! "Aulia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya sampai-sampai ia menatap nyalang ke arah Andara yang tengah menatap sinis dari tadi kepadanya.
"kamu diam tidak perlu ikut campur dan urusan Rumah tanggaku Karena kamu hanya orang luar di sini, kalau kamu sadar diri seharusnya yang pergi dari sini itu bukan aku melainkan kamu karena sudah cukup dari dulu harus aku yang selalu mengalah! "keluarlah sikap asli Davina selama ini yang ternyata bukannya cuek melainkan hanya ingin menutupi kebengisan yang disimpan rapat sehingga orang-orang mengira bahwa wanita itu merupakan sosok yang introvert.
"Aku tidak mau pulang ikut Mama dan juga semuanya karena aku mau di sini tetap sama Bunda dan juga Papa, karena Bunda Aulia lebih menyayangiku daripada Mama yang selalu saja pergi-pergi terus dan juga Kakak Andara yang begitu kasar dan juga marah-marah kepadaku tidak jelas!"tolak Indira kemudian berlari ke dalam pelukannya Aulia Seraya meminta pertolongan.
__ADS_1