Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Merajuk


__ADS_3

Andara tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan juga yang dirinya lihat tadi sebab Bagas terlihat begitu serius mengatakan semuanya, seolah-olah bahwa Aulia itu lebih penting dibandingkan dirinya dan juga Indira yang jelas-jelas merupakan anak kandung dari pria itu.


"ini tidak mungkin! Papa pasti bohong masa iya dia tega memberikan semuanya kepada wanita yang jelas-jelas baru datang dalam kehidupan kami, padahal seharusnya apa yang dia miliki itu semuanya atas nama aku dan juga Indira tetapi kenapa malah atas nama wanita itu yang jelas-jelas hanyalah pendatang kalau diusir juga pasti bakalan pergi tanpa menuntut apapun? "Andara memang benar-benar tidak terima dengan semua yang dilontarkan oleh Bagas tadi seolah-olah itu memang benar-benar kenyataan karena Wajah pria tersebut memang sangat mendukung segala macam kebohongan yang ia ucapkan itu.


"Aku harus ngomong sama papa bagaimanapun caranya pokoknya aku bakalan mengambil kembali yang menjadi milikku dan juga Indira, karena semuanya kalau menjadi milik wanita itu yaitu artinya aku Indira tidak akan mendapatkan bagian apapun?" sambung Andara lagi lalu memilih untuk masuk ke dalam rumah bertemu dengan Bagas kembali dan membahas segala sesuatu yang tadi diucapkan entah benar atau tidak yang penting intinya ia harus bisa memastikannya kembali.


Bagas tadi sudah menyuruh Dimas agar mencegah siapapun yang masuk ke dalam rumah termasuk itu Andara sekalipun, soalnya capek juga Setiap hari hanya diisi dengan pertengkaran dan juga perdebatan dan pembahasannya itu pasti hanya mengarah ke itu saja dan juga setiap kali berdebat pasti hanya dengan orang yang sama.


Dimas yang melihat Andara masuk ke dalam rumah yuk otomatis dengan segera mencegah agar anak itu tidak masuk dan berteriak-teriak heboh di dalam rumah Padahal tadi Bagas tidak ingin bertemu dengannya sama sekali, jika dirinya hanya diam saja dan melihat segala macam kegiatan yang dilakukan oleh Andara otomatis yang bakalan kena marah ya dirinya lagi.


"Maaf Non Andara , Apa yang anda ingin lakukan di dalam rumah sampai harus masuk kembali ke sini Bukannya pulang? Maaf jika saya lancang tetapi ini atas perintah langsung dari tuan Bagas yang melarang anda untuk masuk ke dalam sini, Jadi tolong jangan persulit pekerjaan saya dan lakukan saja hal yang membuat Anda tidak dirugikan daripada harus sibuk dengan urusan orang lain! "Dimas masih berusaha berbicara baik-baik karena Biar bagaimanapun anak yang ada di hadapannya ini merupakan anak dari majikannya jadi ketika ia menghargai Bagas siapapun yang bersinggungan dengan pria itu harus juga ya hargai pula.


Andara mendengus kesal ketika mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Dimas itu sebab menurutnya pria itu ada saja kegiatannya selalu saja mengganggu dirinya, setiap kali Andara bertingkah berarti di Dimas yang bakalan kebakaran jenggot seolah-olah apa yang ia lakukan itu menyusahkan Pria tua yang sampai sekarang belum menikah itu.


"Kamu itu kenapa sih setiap kali aku melakukan sesuatu pasti kamu yang bakalan lebih sibuk lebih dulu seolah-olah tidak ada orang lain lagi di dunia ini, kalau kamu mau melakukan pekerjaan Ya sudah lakukan saja aku juga tidak akan menggangguku Sebab aku datang ke sini itu mau bertemu sama Papa bukan orang lain termasuk kamu! "omel Andara Ya jelas saja tidak terima jika Dimas terlalu sibuk dengan urusannya Padahal selama ini biasanya tidak peduli dengan apapun yang terjadi di sekitarnya yang penting intinya keamanan dan juga kenyamanannya tidak terusik sedikitpun.


"Maafkan saya jika tidak sopan tetapi ini semua saya lakukan atas perintah dari Tuan Bagas kalau tidak mana mungkin saya berani, jadi lebih baik tolong hargai saja keputusan orang tua karena biar bagaimanapun anak itu ya seharusnya mengikuti apapun yang dikatakan oleh orang tuanya. "Dimas masih berusaha berbicara dengan baik karena untuk apa menggunakan kekerasan jika dirinya sekarang berhadapan dengan anak kecil.

__ADS_1


Andara mencebikan bibirnya pertanda dirinya masih tetap ada pendirian bahwa ia tidak akan pulang sebelum bertemu dengan papanya sendiri, lagi apa salahnya sih seorang anak bertemu dengan orang tuanya sendiri meskipun hubungan mereka bisa dibilang tidak harmonis tetapi ikatan darah itu lebih kental daripada air.


"mau ada hujan badai sekalipun pokoknya aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini sebelum ketemu dan juga ngomong sama Papa, Kalau kamu tidak setuju ya sudah kamu pergi kemudian bilang ke papa kalau aku ngotot ingin berbicara dengannya Terus kalau memang dia tidak mau sama sekali kamu datang ngomong biar aku bakal menggunakan dengan caraku sendiri!"nah tuh kan anak baru belajar Gede malah memerintahkan sesuatu kepada orang yang lebih tua seolah-olah perkataannya itu mutlak harus didengar tidak boleh ada bantahan sedikitpun apalagi berani melanggarnya.


"maaf sekali lagi ini selama kita berbicara Saya sudah tiga kali Lho mengucapkan kata maaf tetapi sepertinya Anda tidak paham sama sekali dengan maksud perkataan saya tadi, maka dari itu saya akan memperjelas kalau mau meminta seperti apapun mau ngotot yang Bagaimanapun saya tetap tidak akan pernah berubah pikiran dan Terserah kalau mau menggunakan cara anda karena saya juga punya cara sendiri untuk menghalau tamu yang tidak Diundang. "setiap orang itu punya Batas kesabaran jika diuji secara terus-menerus Percayalah yang biasanya sabar Pasti bakalan marah juga dan itulah yang terjadi kepada Dimas yang biasanya cuek dan juga tidak peduli sekarang .


"Astaga kamu itu selain tua kemudian Kuping kamu juga tidak berfungsi dengan benar, lalu ngototnya minta ampun! Padahal harus sadar diri, Sebab di sini itu kamu hanya sebagai suruh Papaku saja! Dan karena aku merupakan anaknya serta calon pewaris dari rumah ini, ya Otomatis aku juga harusnya kamu dengarkan dong biar adil tidak berat sebelah. Supaya memudahkan pekerjaan kamu besok lusa itu, lebih lancar tidak ada kendala sedikitpun." Andara itu sudah seperti seorang negosiasi yang ulung tidak peduli dengan Siapa dirinya berbicara yang penting intinya niat dan tujuannya itu bisa tercapai entah menggunakan cara yang baik ataupun kasar dirinya tidak peduli sama sekali.


Dimas tertawa karena tidak menyangka harga dirinya benar-benar dipermainkan oleh Bocah edan yang ada di hadapannya ini, kalau bocah itu merupakan hasil produksinya orang lain Oh Ferguson tentu saja engkau tidak akan pernah bisa berdiri dengan tenang lagi saat ini tetapi menyangkut itu merupakan hasil pabrik dari Bagas yang mau tidak mau ya harus menghargainya.


"Kurang ajar sekali kamu nih tidak pernah menganggap aku sama sekali ya? Ya sudah tidak perlu kamu menungguku di sini ataupun pergi melaporkan kepada Papa, Karena aku yang bakalan ngomong sendiri ke dia! Dan saat aku ngomong ke dia siap-siap saja kamu bakalan aku singkirkan dari sini soalnya orang-orang seperti kamu itu memang tidak berguna dan juga pengacau." sarkas Andara pasar yang kali ini dirinya bahkan sudah mau mendorong Dimas agar Jangan menghalangi jalannya sama sekali.


Bolehkah saat ini Dimas tertawa? Ya jelas bolehlah soalnya lelucon yang sedang diberikan oleh Andara itu merupakan pertunjukan yang paling keren sejagat, karena kalau memang Bagas mau menerimanya untuk apa pria itu mengutus Dimas agar bisa mengurus anaknya itu supaya segera menjauh tetapi sekarang malah dengan percaya diri melakukan semua dan juga lebih parahnya lagi menggunakan kata-kata ancaman.


"saya tuh bingung waktu dulu Nyonya Davina sebenarnya kasih makan kamu apa sih sampai-sampai Jadi orang kok Loadingnya lambat sekali, Harusnya kan sadar kalau Tuan Bagas memang menerima kamu di sini ya otomatis dia saat ini masih berada di tempat ini bukan malah pergi melipir berduaan dengan Nyonya Aulia dan juga Indira!"Ketus Dimas soalnya kesabarannya itu sepertinya benar-benar diuji tetapi Percayalah yang mengujinya kalau orang besar sih Ya sudah mengajaknya ada urat tetapi ini dengan anak yang belum gede seperti Andara itu.


ketika asistennya sedang berusaha membujuk anaknya agar bisa dihalau dari dalam rumah itu berbeda dengan sang majikan, yang saat ini tengah membujuk istrinya yang sepertinya sedang dalam mode merajuk karena dari tadi mau Bagas berbicara panjang kali lebar membentuk jajaran trapesium terlihat Aulia tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


"Aduh Istriku Sayang jangan marah dong karena aku benar-benar tidak tahu kalau Andara bakalan datang ke sini, karena kalau misalnya aku tahu dari awal ya lebih baik kita tidak usah pulang saja urusannya lebih gampang kita kalau menginap di hotel Bukankah semuanya jadi aman dan juga terkendali? "pertanyaan Bagas itu entar ditujukan kepada siapa sedangkan Aulia memilih untuk tidak peduli dan sibuk menggambar bersama dengan Indira.


"Indira ingat ya besar jadi orang itu yang sukses Jangan hanya mulutnya saja yang ngomong doang tapi kelakuannya 0%, percaya diri bos besar tapi menyelesaikan masalah keluarga di dalam rumahnya saja tidak becus Memangnya pantas disebut sebagai seorang kepala keluarga? "nah tuh kan kata orang itu benar jika Emak sedang marah kepada Bapaknya dia bakalan menyindir anak-anaknya padahal sebenarnya anak-anak itu tidak peduli sama sekali loh.


"Oh Tenang saja bunda pokoknya aku bakalan sekolah yang tinggi kemudian meraih cita-cita yang membuat Bunda bangga, dan Lalu setelah itu hari pertama bakalan mengajak jalan-jalan intinya ke mana saja sih yang penting bahagia! "penjelasan Indira itu membuat Aulia tersentuh karena anak sekecil itu lebih mementingkan dirinya yang jelas-jelas merupakan orang asing dan tidak punya hubungan apa-apa dengannya.


Untung saja Indira tidak ikutan membencinya seperti yang dilakukan oleh Andara kalau tidak pasti Aulia bakalan benar-benar merasa bersalah, padahal seharusnya yang disalahkan di sini itu adalah Bagas dan juga sikapnya Andara yang terlalu berlebihan menyamakan semua orang itu memiliki sifat yang sama tidak berbeda.


"Nah begitu baru benar jadi orang yang berguna tidak malah menyulitkan orang lain dan lebih parahnya lagi memaksakan diri seolah-olah pemikiran orang lain itu tidak ada bagusnya sama sekali, pokoknya nanti besok lusa kamu harus tetap ya menjadi anak yang membanggakan orang tua jangan seperti anak-anak lain yang susah sekali diatur ! "sebenarnya di situ kalau Andara pasti wanita itu bakalan tersinggung ya sekarang kita sebutnya wanita soalnya memang meskipun dirinya masih sekolah tetapi Entahlah masih terbungkus rapi atau sudah dibuka segelnya.


"Astaga Aulia aku tuh lagi ngomong sama kamu loh sebenarnya pamali istri kalau membangkang apa yang dikatakan oleh suami nya apalagi cuek bebek seperti yang kamu lakukan itu, kalau memang salah ya Ngomong dong soalnya kalau kamu diam saja Mana aku tahu salahnya aku itu ada di mana! Jangan jadi kebiasaan sesuatu yang tidak baik dibawa-bawa terus, karena biasanya yang tidak baik itu nanti bakalan menjadi bumerang yang tidak baik untuk hubungan kita . "Biarkanlah Bagas disebut anak kecil padahal usianya sudah kepala empat Tetapi kalau punya istri yang susah diatur seperti Aulia ya sedikit-sedikit menjadi orang yang keras kepala tidak masalah.


"Kamu nanya, kata kamu sedang bertanya-tanya?"Aulia mengatakan hal itu sambil memasang Tatapan yang sangat menyebalkan.


"Iya aku tuh sudah ngomong sama kamu Makanya didengerin dong kalau suami ngomong jangan malas tahu seperti itu, karena aku merasa bahwa kamu itu merupakan istriku jadi tidak ada salahnya dong kalau aku ngomong kemudian kamu memberikan solusi yang terbaik supaya keberadaan kamu di rumah ini juga ada gunanya tidak hanya sebagai Ibu Rumah tangga saja!" Jelas Bagas.


"Aku sebenarnya tidak mempermasalahkan Apa yang dilakukan oleh Andara di rumah ini karena memang kalau misalnya dia marah akibat perlakuan kamu yaitu sebenarnya masuk akal, anak mana yang tidak bakalan emosi ketika bapaknya tidak peduli sama sekali dengan masa depannya dan keadaannya bahkan seolah-olah lupa kalau sebenarnya dia itu punya anak! Hanya saja aku tidak suka dengan cara Andara ngomong selalu menyudutkan ku dan berpikir bahwa pernikahan ini merupakan akal-akalanku saja, aku itu memang miskin tetapi Percayalah biasanya orang miskin itu hatinya sangat kaya karena dia lebih peka dengan keadaan orang sekitar."jelas Aulia yang sedang tidak ingin menjadi seorang penceramah sejati hanya saja sedang mau mengeluarkan semua unek-unek yang ia rasa daripada dipendam sendirian menjadi beban pikiran.

__ADS_1


__ADS_2