Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Canggung


__ADS_3

Dimas kini mengajak Nina jalan-jalan keliling kota tanpa mengeluarkan satu kata pun seolah-olah mereka berdua memang adalah orang yang tidak bisa berbicara sama sekali, dan Nina pun tidak masalah jika Dimas memang mau melakukan hal itu karena memang dirinya juga moodian kalau memang mau berbicara ya yang bakalan berbicara kalau tidak ya sesuka hatinya.


apapun yang ingin dikunjungi Dimas ya pasti bakalan di ya pergi ke tempat itu padahal menurut Nina tempat yang berkunjung itu tidak ada bagus-bagusnya sama sekali dipakai orang untuk berkencan, masa iya Dimas mengajaknya pergi ke perpustakaan kota kemudian ke museum seolah-olah pria itu Tengah menjadi guru Sejarah yang tengah memandu dirinya.


Nina sampai dibuat kebingungan sendiri dan berpikir apakah mungkin seorang Dimas yang sudah tua itu tetapi tidak pernah pergi berkencan, karena setahunya ya Meskipun ia selama ini juga tidak pernah melakukan hal itu tetapi tidak bodoh-bodoh amat sih sebab biasanya orang kalau mau pergi pasti ke bioskop kemudian makan terus ke sesuatu destinasi wisata yang harusnya pergi bersama dengan pasangan sebab akan terlihat begitu romantis


sudah begitu gaya Jalan mereka berdua tidak ada manisnya sama sekali sudah seperti orang yang lagi bertengkar, dan juga seperti patung hidup yang lagi berjalan ke sana kemari tanpa berbicara sedikitpun dan lebih parahnya lagi itu terasa begitu lebih baik daripada ngobrol dan juga tidak nyambung serta kecangungan di mana-mana.


dalam hati Nina ingin sekali berteriak dijemput pulang oleh Aulia sekarang juga, hanya saja kalau sampai dirinya melakukan hal itu jangan menyesal jika sahabatnya itu bakalan menertawainya habis-habisan.


"itu orang sebenarnya lagi mau mengajakku berkencan atau ingin menyelesaikan tugas Sejarah ya, tidak ada manis-manisnya sama sekali bahkan kalau aku ketinggalan di belakang pun rasanya Dia tidak bakalan peduli? "omel Nina dalam hati.


"Permisi Om maaf kalau memang tidak ada niatan untuk berkencan lebih baik kita pulang saja, soalnya rasanya tidak nyambung loh jalan seperti begini dan juga sangat tidak masuk akal seperti orang yang lagi berantem! "tolak Nina yang akhirnya melampiaskan emosinya toh dirinya juga yang menjalaninya jadi tidak ada salahnya kan kalau mengeluarkan unek-unek yang tengah ia rasakan.


Dimas menggantikan langkah kakinya Karena sekarang posisinya dirinya sedang berjalan di hadapannya Nina dan wanita itu tertinggal di belakang, Lalu sambil memasang wajah keheranan ia menatap ke arah wanita itu berusaha ingin mencari tahu sebenarnya letak kesalahannya di mana.


"perasaan orang kalau berkencan Ya seperti begini bakalan berkeliling ngalor ngidul kemana-mana, dan perginya harus berduaan tanpa tujuan yang penting Intinya bisa jalan ke manapun Kalau lapar ya tinggal makan? "tanya Dimas tanpa dosa sama sekali seolah-olah apa yang ia lakukan itu memang benar dan juga sesuai dengan yang ia lihat selama ini.


Nina membulatkan matanya sempurna mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Dimas tadi dan tidak suka jika pria itu menyiratkan seolah-olah di sini yang salah itu adalah dirinya, Padahal kalau bisa ditelaah baik-baik jika memang Dimas itu merupakan orang yang pengertian ya otomatis dia sadar jika dirinya sebenarnya melakukan kesalahan dengan mengabaikan pasangan kencannya saat ini.

__ADS_1


"situ sudah tua Apakah selama ini pernah melakukan kencan? Kalau iya masa iya tidak paham sama sekali bagaimana caranya melakukan sesuatu yang menyenangkan pasangan kencan anda, tidak nyambung loh dengan apa yang Anda lakukan saat ini karena memang Nanti orang di belakang pasti berpikiran kalau memang kita berdua itu dari awal jalannya masing-masing jadi mau kamu lebih dulu ke arah selatan atau terbang di langit sekalipun Aku tidak bakalan mempermasalahkannya?"tanya Nina gemas karena Dimas tetap bertahan pada pendiriannya bahwa apa yang ia lakukan itu tidak ada salahnya sama sekali.


Dimas Ya jelas aja Bakalan mengatakan sesuatu yang mungkin membuat Nina merasa lucu atau tidak intinya terserah wanita itu saja Mau Dibawa Ke Mana perkataannya nanti, dan juga kalau wanita itu merasa bahwa apa yang Dimas katakan merupakan sebuah hal yang paling baik dan berpikir bahwa dia masih merupakan pria yang sangat menghormati wanita Ya tentu saja Nina bakalan Tersanjung.


"Sejak kapan aku berkencan dengan seorang wanita, mengobrol dengan mereka pun paling lama 1 menit dan lebih dan itu pun saat melakukan meeting bersama dengan Tuhan Bagas! Setelah itu ya tidak ada lagi hanya yang membuat saya mengobrol lama hanya kamu satu-satunya wanita yang ada di dunia ini selain mama saya, Jadi kalau ditanya bilang saya pernah pekerjaan sebelumnya jawabannya Tentu saja tidak karena memang seperti begitulah kenyataannya! "jelas Dimas santai tidak ada beban sama sekali di dalam ada bicaranya itu.


Nina membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya jika ada pria yang polos dan juga mau dikatakan jujur tetapi tidak mungkin Terus mau dikatakan tidak normal ya lebih tidak mungkin lagi, Terus mau dikatakan belum dewasa padahal sudah tua pun rasa-rasanya tidak mungkin entah mau menjabarkan seorang Dimas itu seperti apa rasa-rasanya Nina sudah kehabisan kata untuk mengungkapkannya.


"kamu Beneran tidak pernah melakukan bencana alam orang dewasa, yang ampun Astaga kamu di dalam hidup menganut sistem apa sih sampai-sampai bisa menyiksa diri seperti itu? Eh asal kamu tahu saja ya, aku meskipun akhirnya biarpun berkencan tetapi tidak pernah jadian tetap saja pernah merasakan hal itu masa iya kamu tidak? "tanya Nina yang tidak percaya sama sekali Dan menganggap bahwa Dimas saat ini tengah berbohong kepadanya.


"ya itu artinya kamu memang belum rezeki soalnya sama saja kan kita berdua tidak ada bedanya sama sekali, kamu capek-capek berkencan tetapi akhirnya pria yang kamu kencani tidak memilih kamu padahal kamu sudah rela membuang tenaga dan juga sudah meninggalkan waktu berharga kamu untuk sesuatu yang sebenarnya tidak boleh dilakukan dari awal! "nah tuh kan perkataan Dimas itu bukan ingin menyanggah apa yang dikatakan oleh Nina melainkan pria itu secara tidak langsung sudah mengejek dirinya membuat wanita itu jelas saja merasa tidak terima.


Dimas itu tipe orang yang sebenarnya masih sedikit egois sama seperti yang terjadi kepada Nina, sebab dirinya sangat tidak menyukai orang yang sudah berani menjatuhkan harga dirinya meskipun itu merupakan seorang wanita sekalipun.


maka dari itu ketika mendengar Nina mengeluarkan kata-kata seperti itu, Dimas Tentu saja tidak bakalan terima dengan lapang dada karena yang ada yang merasa harga dirinya sedang dipertaruhkan.


"Oh jadi ceritanya kamu mengejek saya dan jelas-jelas sudah tua begini tetapi tidak pernah melakukan seperti yang dilakukan oleh Tuan Bagas, dan menurut kamu selama ini tidak ada wanita yang menyukai saya dan kamu malah terbalik dari itu banyak yang mengantri di belakang sampai-sampai rasanya kamu ingin bersaing sehat dengan Nyonya Aulia? "tanya Dimas sambil tersenyum mengejek membuat Nina mengerutkan keningnya karena perkataan pria itu sudah terdengar seperti ibu-ibu yang lagi bergosip dan juga yang hobi menyatukan harga diri orang lain tanpa memikirkan Perasaan dari orang tersebut.


kalau sengaja Dimas tadi tidak merespon apa yang ia Katakan Ya mungkin wanita itu bakalan merasa bersalah karena sudah mengejek orang lain padahal dirinya juga tidak ada yang benar sedikitpun, tetapi melihat Respon yang ditunjukkan oleh Dimas membuat harga diri Nina meronta-ronta minta tolong dan juga ingin membalas apa yang dikatakan oleh pria tersebut.

__ADS_1


"Oh my God ternyata memilih berkencan denganmu Itu bukannya membuat hidupku jadi lebih tenang Tetapi malah lebih tidak menyenangkan sama sekali, dan mungkin lebih parahnya lagi aku sepertinya salah pilih orang untuk diajak jalan-jalan hari ini! kalau memang kamu merasa tidak nyaman ya sudah kita kembali saja soalnya aku juga merasa sepertinya terpaksa melakukan hal ini, daripada waktuku terbuang percuma dengan melakukan hal-hal yang sangat tidak masuk akal dan juga tidak menguntungkan ya lebih baik mewaspadai hal ini dari awal! "tawar Nina dengan begitu santainya seolah dirinya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Dimas saat ini dan juga pengorbanan yang dilakukan oleh pria tersebut yaitu rela mangkir dari pekerjaan yang selama ini tidak pernah dirinya lakukan karena Bagas merupakan orang yang gila kerja jadi tidak terima ketika para anak buahnya seperti bersenang-senang bisa hati yang tidak tepat.


"Anda mengejek saya karena tidak bisa menjadi seorang pria yang sempurna di dunia ini, dan juga tidak terima kalau saya sudah mengajak jalan-jalan tetapi tidak mendapatkan apapun yang sesuai dengan keinginan? Padahal tadi kan sudah saya jelaskan kalau ini merupakan kencan pertama yang saya lakukan seumur hidup, Jadi kalau misalnya terlalu banyak kekurangannya Ya seharusnya dimaklumi karena saya bukan tipe pria yang mengumbar kesana kemari? "pertanyaan yang dilontarkan oleh Dimas itu membuat Nina memutar bola matanya malas karena merasa bahwa pria yang ada di hadapannya itu sangat sensitif padahal pertanyaannya itu tidak ada salahnya sama sekali.


"Oke kalau begitu saya juga minta maaf karena sudah menuduh Anda yang bukan bukan, hanya saja yang saya inginkan itu apa yang kita lakukan kalau memang sudah tidak merasa nyaman lebih baik jangan diteruskan sebelum nanti waktu terbuang percuma dengan sesuatu yang tidak jelas!"Baru kali ini Nina mau mengalah dan tidak mau berdebat dengan seseorang Padahal selama ini kalau ada orang yang melakukan sesuatu tidak sesuai dengan keinginannya Jangan menyesal jika wanita itu bakalan begitu cerewet.


Dimas yang mendengar kata-kata permintaan maaf yang dilontarkan oleh Nina tadi Ya jelas aja pria itu juga merasa bersalah, karena ia yakin dengan intonasi nada bicara yang begitu meninggi pastinya sudah merasa tidak nyaman makanya wanita itu memilih untuk mengakhiri semuanya sebelum memulainya.


"kalau begitu saya juga minta....


"Astaga Nina Apa yang kamu lakukan di sini, perasaan kamu kan masih ada di Bandung? "belum lagi Dimas melanjutkan perkataannya eh tahu-tahunya seorang pengganggu Abadi dalam kehidupan Aulia dan juga Nina muncul secara tiba-tiba membuat wanita itu kebingungan Bagaimana menjelaskan jika nanti Abizar bertanya soal apa yang ia lakukan bersama dengan asisten dari suaminya Aulia.


Dimas bmenghembuskan nafasnya kasar ketika merasa bahwa pengganggu antara dirinya dan juga Nina itu ternyata bukan hanya di dalam selimutnya saja, melainkan selimutnya Nina juga Karena orang-orang di sekitar mereka sudah seperti pengganggu yang tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan saat ini.


"Eh ember kamu bisa diam tidak dan jangan pakai teriak seperti begitu, kamu pakai bisik pun aku bisa mendengarkan dengan jelas! kamu mau bikin aku jadi viral sekarang atau mau mempermalukanku secara tidak langsung, Jadi orang kok mulutnya lemes banget sih sudah tahu lagi mumet malah bikin tambah pusing?"omel Nina kesal membuat Abizar menatap heran ke arahnya karena apa yang ia tanyakan sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali tetapi kenapa wanita itu malah sensitif itu ?


"salahnya aku di mana coba, kamu kan memang orang Bandung Jadi kalau misalnya kamu ada di sini Itu kan merupakan sebuah pertanyaan yang memang harus membutuhkan jawaban? Aku bertanya misalnya kenapa kamu malah berduaan dengan asisten dari suaminya Aulia, Memangnya kamu mau menjawabnya ataupun mau mendefinisikan pernapasan tidak bisa terjadi hal itu ? "tanya Abizar membuat Nina Mendes kesal karena menutupi kebodohannya dan juga kegigihan Aulia yang menyuruh dirinya agar pergi berkencan bersama dengan Dimas padahal akhirnya bukan ada kemanisan yang didapatkan melainkan kejanggungan dan juga entah nanti Bagaimana bisa bakalan mengejeknya sampai ke depannya mungkin kira-kira selama sebulan baru pria itu akan melupakannya.


"Astaga kamu ini memang dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, hobinya hanya mempermalukan orang lain dan juga tidak sadar diri kalau kamu itu merupakan seorang pria ya Otomatis tidak pantas dan terlalu bertanya dan juga ingin mencari tahu urusan orang lain ? "omel Nina kesel tetapi yang namanya Abizar Sejak kapan bakalan membiarkan hal yang sangat dramatis ini Terlewatkan begitu saja tanpa dirinya mengetahui cerita apapun yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Ya aku kan hanya bertanya saja kenapa malah kamu yang sewot Memangnya ada yang salah dengan pertanyaan yang aku lontarkan itu, atau aku lagi mengada-ngada dan membuat kamu merasa tidak nyaman? "nah tuh kan bukannya merasa bersalah Abizar malah membahas sesuatu yang menurutnya hanya membuat malu dirinya begitulah yang ada dalam pikiran Nina saat ini.


__ADS_2