Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Pertengkaran


__ADS_3

Davina otomatis tidak terima ketika melihat Aulia yang sudah pergi meninggalkannya begitu saja padahal Dirinya belum selesai berbicara, Hal itu membuat dirinya merasa tidak terima lalu menarik tangan Aulia dengan begitu kencang membuat wanita itu langsung terjungkal ke bawah dan tepat saat itu Bagas masuk ke dalam rumah.


Bughh


"Aulia...


"Bunda...


semua orang di dalam ruangan itu berteriak Memanggil nama Aulia yang sudah tidak sadarkan diri akibat terjatuh dan kepalanya membentur ujung tangga, karena kebetulan kamarnya Davina itu di lantai bawah dan ketika Aulia hendak naik ke tangga menuju ke kamarnya wanita itu malah menariknya membuat Aulia yang hilang keseimbangan langsung jatuh dan tidak sadarkan diri di tempat.


Bagas yang baru masuk merasakan kakinya seperti sudah tidak mampu lagi berjalan karena melihat wanita yang ia cintai sudah tidak sadarkan diri seperti itu, Percayalah pria itu sudah merasa kesabarannya benar-benar habis akibat Sikap yang ditunjukkan oleh Davina saat ini, namun yang paling penting saat ini adalah keselamatan Aulia maka dari itu pria itu memilih untuk segera mengangkat tubuh istrinya dan membawa ke dalam kamar mereka berdua lalu mengunjungi pintu dari dalam hanya tersisa Indira dan juga Nella yang terlihat begitu panik akibat Aulia yang tidak sadarkan diri sedangkan Dimas ingin membuat Davina merasa kapok karena sudah berani menyakiti Aulia.

__ADS_1


"Aulia bangun sayang, Aku janji bakalan menghabisi wanita itu tetapi Tolong kamu bangun dan biarkan Kamu sendiri yang melihat aku membalaskan dendammu! hanya untuk saat ini aku mohon tolong banget kalau kamu tidak bangun lebih baik aku saja yang ada di posisi kamu saat ini, Mama tolong telepon dokter sekarang dan Usahakan dalam waktu 15 menit sudah sampai karena aku tidak ingin istriku kenapa-napa dan juga terlambat Penanganan!" perintah Bagas yang terlihat begitu panik bahkan keringat sudah bercucuran membasahi seluruh wajahnya padahal AC di dalam ruangan tersebut menyala dengan begitu baik.


Indira dari tadi ketakutan ketika melihat wajah panik Papanya dan juga melihat Aulia yang tergeletak tidak sadarkan diri seperti itu, Padahal tadi kondisi Bundanya itu dalam keadaan baik-baik saja dan masih sempat-sempatnya melindungi dirinya tetapi karena apa baru dalam hitungan menit sudah seperti ini dan semuanya terjadi karena kelakuan Devina yang sepertinya terlalu dendam kepada Aulia


"Bunda kenapa Papa, Bunda baik-baik saja kan tidak akan kenapa-napa dan juga tidak akan terluka? "tanya Indira sambil menangis membuat Bagas merasa emosi karena menurutnya gara-gara Indira membuat Davina merasa cemburu karena gadis kecil itu lebih memilih Aulia dibandingkan Mamanya sendiri.


"Kamu kenapa tidak mau ikut mama kamu pulang ke rumah nenek, kenapa harus tinggal di sini bersama dengan Bunda dan kamu lihat Kan hasilnya Bunda kamu terluka gara-gara kelakuan Mama kamu? pokoknya kalau sampai Bunda kenapa-napa Papa tidak akan pernah tinggal diam dan akan membuat Mama Davina menyesal, Jadi sekarang lebih baik kemudian jangan pernah menangis nanti yang ada membuat Papa tambah emosi dengan kamu! "teriak Bagas dengan suaranya yang begitu nyaring membuat Indira benar-benar ketakutan.


Indira bukannya pergi malah kini dirinya pergi mendekati kaki Aulia dan memeluknya karena dirinya takut nanti dipisahkan dengan wanita tersebut,Bagas benar-benar merasa bersalah tetapi itu semua sudah kepalang tanggung sehingga siapapun yang ada di hadapannya pasti bakalan menjadi sasaran pelampiasan dirinya.


Nella yang sudah selesai menghubungi dokter memilih untuk menunggu di ruang tamu yang ada Dimas dan juga Davina, terlihat wajah Davina begitu pias karena tidak percaya jika Apa yang dilakukannya itu benar-benar hampir membuat nyawa seseorang melayang.

__ADS_1


"sudah puas kamu melampiaskan emosinya kamu kepada orang yang tidak tahu apapun, maunya kamu itu apa sih sampai-sampai sudah seperti seorang Serigala yang mau menerkam mangsanya Padahal di sini jelas-jelas tidak ada musuh yang pantas untuk kamu Habisi? " tanya Nella heran dengan perubahan sikap menantunya yang sudah seperti seseorang yang baru saja keluar dari sel tahanan begitu brutal dan juga kasar serta sadis.


"Memangnya salah kalau aku mempertahankan apa yang menjadi milikku, Dan ini semua kan gara-gara dia makanya Mas Bagas terlihat membenciku bahkan sudah mentalak cerai diriku tadi pas di rumah Mama dan juga Papa?"penjelasan Davina itu membuat Nella membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya jika Bagas sampai-sampainya menceraikan Davina tetapi memang sih itu merupakan keputusan yang tepat mengingat perubahan sikap Devina yang semakin ke sini semakin kasar dan juga Arogan serta sepertinya tidak aman untuk posisi Aulia dan juga Indira.


"Tuan Bagas sudah menceraikan Nyonya Davina dengan talak 3 Nyonya, maka dari itu otomatis mereka memang tidak bisa ada yang namanya kata rujuk jadi seharusnya mereka hidup terpisah dan juga Nyonya Davina tidak bisa kembali ke rumah ini! "belum lagi rasa terkejut akibat Bagas yang mentalak cerai Davina kini malah terdengar sesuatu hal yang tidak pernah terpikirkan di dalam kehidupan Nella sama sekali.


"Maksud kamu bahkan sudah menceraikan dia dengan talak tiga langsung, Ya Tuhan kalau begini kita bisa apa dan juga sepertinya memang dia sudah tidak ingin ada niatan untuk kembali dengan kamu Nak! "Nella tahu bahwa Bagas kalau mengambil keputusan pasti akan memikirkannya secara baik-baik dulu tidak mungkin langsung gegabah dan tidak memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya.


"ya maka dari itu sebenarnya Nyonya Davina Sudah tidak pantas masuk ke dalam rumah ini lagi dan sekarang lebih parahnya lagi dia malah menyakiti Nyonya Aulia, yang jelas-jelas merupakan istri sah dari tuan Bagas dan juga istri satu-satunya setelah kemarin surat putusan pengadilan tentang perceraian Tuan Bagas dan juga Nyonya Safira sudah keluar! "Davina benar-benar tidak menyangka jika kini Aulia adalah satu-satunya wanita yang menjadi Nyonya dari Bagas Sanjaya dan dirinya dulu yang merupakan orang tersebut kini malah tersingkir akibat kesalahan yang sudah ia lakukan dan entah masih punya muka atau tidak dirinya di hadapan Bagas saat ini .


"jadi lebih baik kamu pergi sekarang sebelum Bagas keluar kemudian menyeret kamu ke kantor polisi, Ini semua karena kebodohan yang sudah kamu lakukan jadi otomatis resikonya pun bakalan harus kamu tanggung entah mau seperti apa nantinya! "ujar Nella yang sudah berdiri dan menyambut dokter keluarga yang terlihat Tengah memasang wajah kebingungan.

__ADS_1


"Maaf Nyonya Kalau boleh tahu siapa yang sakit ya, soalnya Nyonya Devina kan terlihat sehat walafiat seperti itu?"Tanya Dokter tersebut penasaran membuat Dimas mendengus kesel.


"Lain kali kalau mau bekerja lakukan saja tugasmu dengan benar jangan malah mempertanyakan sesuatu yang tidak pantas untuk kamu pertanyakan, dan sampai di depan Tuan Bagas Janganlah membahas sesuatu yang tidak perlu kamu bahas jika ingin pekerjaanmu masih bertahan sampai kamu tua nanti! "sarkas Dimas kasar membuat dokter keluarga tersebut tidak bisa berbuat banyak dan memilih hanya pasrah.


__ADS_2