Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Berusaha atas Feeling


__ADS_3

Oleh karena ada berbagai kendala membuat pukul 06.00 pagi barulah Bagas dan juga Dimas serta anda tiba di International Airport Husein Sastranegara, di belakang Bagas ada Dimas dan juga Andra yang Saling pandang karena mereka datang di tempat itu sebenarnya tidak punya sebuah kepastian sama sekali Apakah tujuan mereka Itu benar-benar membuahkan hasil atau hanya jalan-jalan tidak punya kerjaan. Pada


"Sebenarnya istri ketiganya Tuan dia ke mana sih sampai-sampai kita harus ke sini, terus orangnya seperti apa kok bisa-bisanya Tuan sampai pergi mencarinya padahal istrinya kedua yang lain itu juga cukup Bahenol loh?"bisik Andra yang memang benar-benar sangat penasaran kira-kira wanita model apa yang sedang dikejar-kejar oleh Bagas yang biasanya terkenal dingin dan juga cuek terhadap para istrinya dan juga wanita-wanita yang sengaja tebar pesona kepadanya.


Dimas menghela nafasnya kasar karena kalau mendefinisikan tentang sosok Aulia maka satu kata yang paling tepat yaitu sempurna, hanya saja kalau mau mendefinisikan isi pemikiran wanita itu maka satu yang bisa Dimas beritahukan yaitu sangat menyebalkan dan juga keras kepala.


__ADS_1


Aulia Permata


Dimas mengambil ponselnya lalu menunjukkan wajah istrinya Bagas saat ini, yang membuat pria itu sudah seperti kesetanan yang sedang mencari seseorang tanpa ada tujuan yang jelas.


"Untuk jelasnya kamu lihat saja foto ini menurut kamu kenapa sampai Tuan mau mempertahankan dia, kalau sudah dapatkan jawaban Lebih baik diam saja karena jangan ngomong kepadaku karena menggosipkan nyonya Aulia sama saja cari mati!"ujar Dimas sambil menyerahkan ponselnya kepada Andra dan membuat pria itu langsung berdiri tenang di tempat tidak bergerak sama sekali karena sungguh istri ketiganya Bagas itu di luar ekspektasinya sama sekali bahkan bisa dibilang itu seperti malaikat yang baru turun dari kayangan Eh salah maksudnya bidadari yang baru turun dari kayangan.


"Kalian kenapa? Ingat ya sesama pria dilarang saling bergosip soalnya itu membuat kita seperti pria yang bertulang lunak, dan kalau sampai hal itu benar-benar terjadi Kalian sudah membuat saya juga ikutan malu! "ujar Bagas dengan tatapan tajamnya ke arah kedua pegawainya itu karena menurutnya mereka itu dari tadi bertingkah sangat menyebalkan dan alhasil mereka terlambat sampai di sini.

__ADS_1


"Maaf tuan tadi kaki saya diinjak oleh Dimas makanya saya sempat teriak sedikit, tetapi anda tenang saja kami yang merupakan pria yang bertulang keras dan juga merupakan pekerja keras serta menyukai pintu depan!"ujar Andra membuat Dimas ingin sekali tertawa karena memang mulut sahabatnya itu sangat nyolot tetapi terkadang menyenangkan karena membuat suasana tidak terlalu canggung dan juga membosankan karena mengingat sikap Bagas dan juga Dimas yang sangat tidak beda jauh yaitu irit berbicara dan kalau ngomong langsung membuat orang lain merasa emosi.


"Setelah ini tujuan kita ke mana Tuan?"tanya Dimas memastikan.


"Kamu Sudah dapat kabar kepastian dari Zero soal keberadaan wanita yang tidak berguna itu, kalau kamu sudah tahu alamatnya di mana cepat katakan kepadaku karena tujuan kita adalah ke sana tidak peduli ini masih pagi ataupun lagi gempa bumi?"bagus bertanya balik kepada pegawainya itu karena biar bagaimanapun jika Zero berhasil memberikan alamat soal keberadaan Nina maka saat itu pula ia yakin di situ terdapat istri yang paling sangat membuat dirinya merasa gila belakangan ini.


"Sudah Tuan tetapi apakah tidak salah bertemu di rumah orang se pagi ini, Bukankah lebih baik kita menunggu saja di hotel kemudian nanti setelah jam 07.00 atau 08.00 pagi kita menyusul pergi ke rumah mereka mungkin lebih sopan?"tawar Dimas sedangkan Andra memilih untuk diam saja soalnya kalau bersinggungan dengan Bagas maka ia tidak akan berani melawan ataupun membantah serta memberikan pendapat karena nanti bakalan ada masalah selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2