Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Sidang Perdana


__ADS_3

Dimas yang sudah menyampaikan semua undang-undang yang ada di dalam hatinya dan juga sesuai dengan apa yang ia pikirkan, memilih untuk pergi meninggalkan Abizar dan kembali ke semuanya yang berkumpul di teras rumah milik Deni dan juga Santi itu.


sedangkan Abizar hanya menggelengkan kepalanya melihat punggung Dimas yang semakin menjauh, dirinya tidak masalah jika pria itu sekarang memperingatkannya hanya saja satu yang tidak ia sukai karena menurutnya Dimas sepertinya tidak menghargai persahabatan antara dirinya dan juga Aulia.


"Aku tidak pernah melakukan kekerasan kepada Aulia dan juga tidak pernah melecehkan wanita itu karena ku anggap seperti adikku sendiri, kenapa mereka semua selalu menyalah Artikan hal tersebut seolah-olah Aku ini adalah penjahat yang tidak pantas untuk berdekatan dengan Aulia? "heran Abizar dalam hati tetapi mau bagaimana lagi Bukankah pemikiran semua orang itu berbeda-beda tidak bisa disamakan maka dari itu lebih baik yang memilih untuk diam dan tidak ikut campur karena sama saja kalau ikut campur pun rasa-rasanya tidak ada yang bakalan mendengarkan.


"aku kembali saja deh nanti baru malam aku hubungi Aulia atau mungkin lewat chat saja, soalnya suaminya itu yang sudah tua posisinya minta ampun padahal istrinya bukan hanya satu dan juga bukan hanya Aulia saja di dunia ini!" omel Abizar Meskipun tidak ada yang mendengarkannya tetapi dirinya merasa puas Kalau sudah berhasil mengeluarkan unek-unek yang telah ia rasakan.


Aulia yang dari tadi sudah Jengah melihat sikap Bagas lalu memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, wanita itu tidak ingin mempedulikan keberadaan Bagas sama sekali karena menurutnya pria itu datang tanpa diundang ya Otomatis kalau mau pergi Terserah mau kapan saja yang penting intinya tidak mengganggu kenyamanan dan juga keamanan dirinya.


Santi yang melihat Sikap yang ditunjukkan oleh Aulia itu tidak bisa ikut campur terlalu banyak, karena menurutnya Aulia kalau belum merasa nyaman dengan seseorang Maka jangan harap ia bakalan memaksakan diri untuk nyaman terhadap orang tersebut.


"kamu kalau mau menyusul Aulia silakan saja Tetapi kalau mau kembali ke rumah Ya tidak masalah juga sih, hanya saja untuk saat ini Tolong Biarkan saja dia sendiri di sini karena sepertinya anak itu sedang butuh ketenangan! "ujar Santi karena Biar bagaimanapun Bagas itu masih berstatus sebagai menantunya ya Otomatis Apapun yang terjadi kepada pria itu dan juga anaknya Aulia sebagai orang tua tidak mungkin dong dirinya harus diam saja sebab dirinya dan juga sang suami harus berpihak sebagai penengah agar masalah Tidak berlarut-larut dan juga bisa mencapai titik terang yang paling diinginkan oleh semua orang.

__ADS_1


"Aku tidak akan pulang, Umi! Karena di mana ada istriku di situ ada aku, dan juga di mana dia pulang di situ aku juga bakalan pulang jadi Sudah Cukup selama ini aku meninggalkannya sendirian dan membiarkan masalah kami berlarut-larut! "tolak Bagas membuat Santi hanya tersenyum dan tidak mungkin memaksakan menantunya itu agar bisa pulang Soalnya biar bagaimanapun Bagas berhak terhadap Aulia dan dia juga berstatus sebagai anak mereka Jadi otomatis rumahnya adalah rumahnya Bagas juga.


"Ya sudah kalau begitu kamu susul saja istri kamu di dalam, kalau misalnya dia cuek dan juga malas tahu tolong kamu mengerti saja alasan kenapa dia melakukan hal itu! "ujar Santi dan Bagas pun langsung mengiyakan saja soalnya dirinya juga benar-benar merasa kelelahan dan ingin butuh istirahat saat ini.


Dimas hanya menganggukan kepalanya ketika Bagas menatap ke arahnya pertanda bahwa menyuruh asistennya itu segera pulang, karena pria itu tidak akan pernah kembali ke rumah jika Aulia masih memilih bertahan di rumah kedua orang tuanya dan tidak ada niatan untuk kembali.


Dimas sebelum pulang memilih untuk mendekati Bagas untuk menyampaikan pesan yang tadi sudah disampaikan oleh Pak Satria kepadanya, yaitu pengacara yang mengurus perceraian antara Bagas dan juga Safira yang sebagaimana mestinya sidang perdananya akan terjadi pada keesokan harinya.


"maaf tuan nanti besok usahakan jangan telat karena jam 10.00 pagi adalah sidang perdana gugatan perceraian Anda terhadap Nyonya Safira, kalau anda tidak hadir maka saya tinggal sampaikan kepada Pak Satria bahwa Tuan Bagas menginginkan perceraian ini segera terjadi! "jelas Dimas .


"Ingat jangan lupa besok datang ke pengadilan dan juga kalau tidak ada niatan bercerai dengan istri kosong duanya kamu ya sudah ajukan saja pembatalan gugatan, masa iya begitu saja harus dihajar sama orang yang lebih tua padahal yang rajin menikah itu kamu bukan saya!"Sindir Deni tetapi Bagas memilih untuk tidak peduli karena menurutnya mertuanya itu dari dulu sampai sekarang selalu tidak menyukai dirinya Jadi kalau ia tambah menjawab apa yang dikatakan oleh Deni bisa panjang urusan nantinya.


Dimas sudah pergi dari situ dalam rencananya bakalan pergi mengecek Hotel milik Bagas yang sudah lebih dari beberapa minggu ini mereka tidak pergi mengeceknya, sebab ada laporan dari Anggi yang mengatakan bahwa ada pelanggan yang komplain karena kinerja para pegawai hotel yang tidak memuaskan.

__ADS_1


Dimas ingin memastikan secara langsung kira-kira apa yang dikatakan oleh Anggi itu benar adanya atau tidak, soalnya selama ini hotel tersebut tidak pernah mendapat laporan negatif yang berasal dari pelanggan maka dari itu ia sangat penasaran.


Bagas sudah menyusul Aulia di dalam kamar terlihat Wanita itu sudah memakai pakaian santai yaitu baju kaos dan juga celana training, karena memang kebiasaan Aulia kalau di rumah ya seperti itu memakai pakaian yang longgar sebab menurutnya organ dalam tubuhnya juga sedang memerlukan angin segar.


"tadi kan aku sudah suruh kamu buat pulang saja tidak perlu menginap di sini kan, lalu Bagaimana ceritanya kamu bisa datang kemudian menginap di sini tanpa aku suruh? "tanya Aulia heran.


"kamu menginap di sini saja tidak pernah meminta izin kepadaku, bahkan menghargai aku sebagai suami kamu pun tidak pernah kamu lakukan! Jadi di manapun ada kamu saat ini ya aku bakalan ada di situ juga soalnya kan kamu istriku dan aku suamimu, tidak bisa terpisahkan dong meskipun masalah yang kita hadapi itu begitu pelik dan juga tidak ada jalan keluarnya sama sekali! "jelas Bagas membuat Aulia hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena pria seperti Bagas itu dari dulu sampai sekarang tidak ada niatan untuk mengalah kepada wanita.


"Ya sudah tidur di sini tapi Jangan coba-coba menggangguku ya Atau aku bakalan marah besar kepada kamu, soalnya manusia seperti kamu itu dibilang baik-baik sepertinya tidak pernah mempan sama sekali dan yang ada hanya bikin kepala sakit saja!" tegas Aulia.


"ya masa iya sebagai seorang suami tidak boleh mengganggu istrinya sendiri, Kamu ini kalau ngomong kok ada-ada saja sih. "sahut Bagas tidak mau kalah.


"Ngomong ngeyel satu kali lagi aku bakalan benar-benar usir kamu lho dari rumah ini, karena saat menginap di sini kan aku tidak ada niatan untuk mengajak kamu! jadi ingat ya apa yang aku katakan kalau kamu harus menjaga setiap perbuatan dan juga tutur kata yang kamu keluarkan nantinya, karena aku benar-benar tidak sedang bercanda loh sama kamu Aku Lagi Ingin bermain-main dengan kamu saat ini dan juga ingin melihat wajah kamu sampai beberapa jam lamanya! "tegas Aulia kesal mau buat Bagas ingin sekali tertawa karena wanita itu sepertinya Tengah menahan emosi terhadap dirinya yang jelas-jelas hanya memancing keributan agar suasana tidak terlalu Canggung.

__ADS_1


"Ya masa iya seorang suami menggoda istrinya sendiri tidak boleh, karena menurutku seorang suami dan istri itu harusnya kan bisa bekerja sama dalam membangun suasana yang baik sebab dengan begitu akan terlihat begitu romantis! "jelas Bagas yang begitu santai Padahal selama ini jangan coba-coba Davina ataupun Safira berkata kasar kepadanya sebuah pria itu bakalan langsung emosi dan juga tidak terima serta memarahi mereka habis-habisan.


Aulia sangat berbeda sebab Aura yang ditimbulkan oleh wanita itu membuat Bagas tidak bisa berkutik lagi, bahkan lebih parahnya pria itu tidak tahu lagi harus berkata Bagaimana Ketika istrinya sedang marah.


__ADS_2