
Aulia mau tidak mau harus mengikuti keinginan Bagas suaminya karena biar bagaimanapun sebagai seorang istri ya harus melayani suami dengan sepenuh hati tanpa mengeluh, ketika Bagas meminta haknya maka di saat itulah ego Aulia ditekan begitu tinggi yaitu mementingkan urusan suaminya atau membiarkan hal itu begitu saja.
"Terima kasih sayang karena kamu sudah memberikan aku yang terbaik sejauh ini dan aku tidak pernah menyesal memiliki kamu, meskipun Dari awal kamu adalah yang ketiga tetapi Percayalah dari sekarang sampai nanti aku tetap akan menjadikan kamu yang pertama dan tidak akan pernah menyakiti kamu sampai kapanpun. Maafkan aku jika selama ini selalu saja menyakiti kamu dengan perkataanku ataupun perbuatan yang sudah aku lakukan, tetapi intinya yaitu tidak akan pernah ada niatan untuk menyakiti kamu apalagi membuat kamu merasa tidak nyaman dan juga akhirnya kamu memilih untuk pergi meninggalkan aku!"Bagas mengatakan semua itu sambil menitikan air mata setelah pergumulan panas mereka selesai dan sama-sama masih dalam keadaan polos serta kepala pria itu yang masih bersandar manis di perut Aulia yang sudah sedikit membuncit.
"aku baik-baik saja kok Mas kamu tenang saja karena aku bukan tipe orang yang akan melakukan sesuatu karena merasa tidak nyaman, dan kamu juga Tenang saja karena aku tetap ada pendirian yaitu pernikahan ini bakalan aku jalan loh sampai kamu yang menyuruhku pergi karena yang kamu inginkan dari awal aku harus melahirkan seorang anak laki-laki!"mendengar jawaban yang diberikan oleh Aulia membuat Bagas menggelengkan kepalanya karena jelas saja dirinya tidak terima Ketika istrinya mengatakan hal itu.
sebab selama ini dirinya Sudah dilupakan tentang memiliki seorang anak laki-laki sebab kalau ia menuntut tetapi kenyataannya tidak seperti begitu ya sama saja Bohong, toh kalau misalnya suatu saat Tuhan mempercayakan dirinya seorang anak laki-laki maka ia anggap itu merupakan bonus yang secara tak terduga.
karena kalau terlalu berharap nanti jika tidak sesuai dengan kenyataan rasa kecewa pasti bakalan begitu menyakitkan, Jadi sebelum hal itu terjadi lebih baik mewaspadai dari awal dan juga tidak terlalu memaksakan kehendak jika akhirnya nanti hanya rasa kecewa yang didapatkan.
"Aku tidak ingin lagi mengingat kebodohan yang pernah aku lakukan dulu dan juga mengulangi hal yang sama saat ini, memiliki kamu adalah anugerah bagiku maka mempertahankan kamu agar tetap di sisiku Itu adalah sebuah keharusan yang tidak bisa terbantahkan! "tegas Bagas membuat Aulia tersenyum karena suaminya itu ternyata memang sangat menghargai perasaannya dan juga tidak pernah ada niatan untuk menyakitinya ya mungkin awal pertemuan mereka dan selama beberapa bulan pertama terasa begitu menyebalkan.
"kalau kamu semakin pintar begini, apa tidak ada niatan untuk kembali kepada Davina atau Safira? soalnya kan Davina sudah memiliki dua orang anak bersama kamu yaitu Andara dan juga Indira, sedangkan Safira sampai sekarang belum hamil juga Tetapi kalau misalnya kalian mengulang kembali jangan sampai lebih jos? "Bukan karena ingin mencari perkara dengan membahas sesuatu yang tidak mungkin tetapi Biar bagaimanapun kedua wanita tadi merupakan orang terpenting dalam kehidupan Bagas sebelum kehadiran dirinya di situ.
Bagas mengerutkan keningnya sambil memasang tatapan tidak sukanya kepada istrinya itu sebab ternyata sudah mau mencari perkara, seharusnya tidak ada lagi pembahasan tentang orang di masa lalu dalam rumah tangga mereka sebab yang harus mereka bahas adalah sesuatu di masa depan yang tidak akan pernah tergantikan.
"yang sekarang di dalam kehidupan rumah tangga kita dan juga yang sedang berjalan adalah kamu dan juga aku, Jadi kalau misalnya kamu membahas soal orang lain di antara kita aku rasa itu merupakan sesuatu hal yang hanya memancing keributan dan juga membuat kamu merasa tidak nyaman! jadi aku mohon Tolong jangan pernah membalas sesuatu yang tidak ada niatan untuk kita bahas kembali jika hanya ingin membuat hubungan yang ada menjadi hancur berantakan, apa yang sudah aku tinggalkan dan apa yang sudah aku lepaskan maka saat itu pula sampai kapanpun Bila perlu sampai aku mengumpan sekalipun tidak ada niatan untuk mengambilnya kembali karena satu sudah cukup tidak boleh ada yang namanya menjadi ketiga lagi! "pernyataan yang dilontarkan oleh Bagas itu membuat Aulia terenyuh karena nyatanya suaminya itu memang selalu menepati apa yang ia Katakan tidak pernah membuat dirinya merasa kecewa atau mungkin membuat dirinya merasa tidak nyaman dengan segala macam tingkah laku yang ia perbuat selama ini.
"aku kan hanya ngomong dan juga memberikan saran Ya siapa tahu memang ada di dalam pikiran kamu, tetapi kalau memang tidak ada ya itu juga merupakan haknya kamu tidak ada niat Sedikitpun aku untuk membantah ataupun mengatakan sesuatu yang hanya membuat pusing! "ujar Aulia lalu memilih untuk tidur soalnya Ia adalah seorang wanita hamil dan kebutuhan wanita hamil yaitu hanya makan dan juga istirahat serta asupan vitamin.
Bagas malam ini merasa begitu bahagia karena istrinya yang selama ini sangat kaku dan juga sulit untuk ditaklukan begitu menerima dirinya, bahkan apa yang mereka lakukan tadi itu tidak ada unsur paksaan apalagi yang namanya sangat tidak nyaman sebab wanita itu terlihat begitu menikmatinya.
__ADS_1
Bagas benar-benar menyesali perbuatannya dulu yang dengan Teganya menyakiti Aulia bahkan pernah IA menampar istrinya itu sebanyak dua kali, Ternyata sekarang baru ia sadar tidak ada wanita yang sebaik Aulia yang mau menerima keadaannya dan mau mengakui semuanya serta sepertinya Aulia tidak mempermasalahkan Jika ia menjadi ketiga dan Bagas masih tetap peduli pada kedua wanita di masa lalunya itu.
"Terima kasih sayang karena sudah hadir di rumah ini dan juga Terima kasih sudah membawa kebahagiaan tersendiri bagiku karena, aku janji tidak akan pernah menyakiti kamu apalagi membuat air mata jatuh di pipi kamu Sebab aku akan menghujami kamu dengan begitu banyak kebahagiaan sampai-sampai kamu lupa yang namanya kesedihan! "lirih Bagas sambil menitikkan air mata menyadari kebodohan awalnya ketika baru pertama menikah dengan Aulia dan selalu saja menginginkan agar wanita itu mendengarkan apa yang ia Katakan tidak boleh membantah sedikitpun.
Aulia berusaha menerima segalanya tidak ada niatan untuk menolak lagi seperti yang sudah-sudah, apalagi mendoakan yang buruk-buruk tentang pernikahan karena Biar bagaimanapun Tuhan itu membenci yang namanya perceraian.
awal pertemuan yang tidak menyenangkan terkadang membuat orang lebih ingin saling terbuka terhadap satu dan yang lain dan hal itulah yang membuat sesuatu yang tidak baik akan berubah menjadi yang lebih baik, dan jika awal pertemuan begitu terasa manis serta tidak pernah ada niatan untuk terpisahkan sedikitpun lama-lama pasti akan ada kebohongan di dalamnya karena hubungan yang monoton dan juga Toxic serta tidak saling menguntungkan dan juga mungkin karena terlalu lama akhirnya bisa merasa bosan dan ingin mencoba sesuatu hal yang baru di luaran sana.
Bagas akui jika pesona istrinya itu memang tidak akan pernah luntur oleh waktu sebab Biar bagaimanapun Aulia itu merupakan tipe wanita idaman bagi pria manapun, maka dari itu mulai sekarang sepertinya ia harus ekstra memberikan pengawasan terhadap Aulia agar tidak ada mata-mata nakal di luaran sana yang berani memandang istrinya lebih dari 2 detik.
Keesokan paginya semua sudah berkumpul di meja makan bersama dengan Dimas yang kebetulan harus pergi ke kantor Pagi sekali, tetapi sebelum itu dirinya harus menjemput Bagas karena Entah dengan sengaja atau tidak hanya saja Semalam sebelum pulang pria itu sudah memberikan perintah kepadanya seperti itu.
Nina yang biasanya cerewet terlihat lebih kalem hari itu entah apa yang terjadi kepada wanita tersebut yang intinya hanya satu, yaitu perubahan yang dilakukan oleh Nina membuat Aulia bertanya-tanya sebenarnya apa sih yang terjadi kepada sahabatnya itu semalam sampai-sampai bisa berubah drastis seperti itu.
Dimas pun merasakan hal yang sama tetapi intinya bukan canggung melainkan merasa bersalah kepada Nina, sebab semalam Ia yang mengajak wanita itu berkencan serta berkeliling ngalor ngidul kemana-mana yang penting intinya mereka berdua jalan bersama.
Akan tetapi kenyataan di jalan itu berbanding terbalik dengan harapan yang ada di dalam pikiran mereka sebelum keluar dari rumah, nyatanya Dimas merasa tidak betah ketika ada pria air yang dengan sengaja menggoda keberadaan Nina padahal jelas-jelas saat itu wanita itu sedang pergi berduaan dengannya dan itu artinya mereka ya Otomatis sedang melakukan PDKT tergantung dari Nina mau menyikapinya seperti apa tetapi kalau Dimas itu saja dalam pikirannya.
Bagas sebenarnya sudah tahu pokok permasalahan yang terjadi antara kedua orang itu hanya saja ia memilih untuk tidak terlalu ikut campur, karena dirinya tahu jika Aulia paling tidak suka Nina menjadi bahan ejekan dan juga bahan perdebatan di saat semua orang tengah berkumpul seperti itu.
__ADS_1
Indira yang masih kecil pun terlihat begitu peka dengan keadaan sekitarnya karena mungkin dirinya yang terlahir dari keluarga yang bisa dibilang menganut poligami, jadi setiap kali melihat Bagas bertengkar dengan Davina atau Safira itu merupakan hal yang biasa yang menjadi pemandangan anak kecil itu setiap hari maka dari itu ia merasa tidak asing lagi dengan suasana yang terjadi saat ini.
"Om Dimas sama Tante Nina lagi berantem ya? Bukannya kemarin malam itu kalian akrab dan juga akur, kenapa sekarang jadi seperti begini rasa-rasanya Indira itu lagi makan di tengah kuburan loh?"Nina membulatkan matanya sempurna ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Indira itu entah anak kecil itu mendapat ajaran dari siapa terbaik intinya membuat dirinya sempat-sempat tidak dapat berkata-kata lagi ataupun melayangkan protes dengan benar.
"Astaga Aulia anak kamu kok sampai segininya kalau mau ngomong, aku saja dari tadi ingin memilih untuk dia menjadi tidak ingin berkomentar kenapa malah dia bertanya pertanyaan yang nyeleneh seperti itu? " Nina benar-benar merasa frustasi dengan keadaannya saat ini dan juga tidak tahu lagi harus terbang ke mana supaya tidak ada lagi yang mengganggu ketenangannya.
"itu Dia sendiri loh yang ngomong bukan aku yang suruh, dan itu juga dia sendiri yang bisa berpikiran sampai ke arah sana padahal banyak orang dewasa saja dari tadi hanya diam saja dan hanya melihat pergerakan kalian berdua! "ujar Aulia yang memang benar-benar kenyataannya seperti begitu kalau dirinya tidak pernah mengajarkan Indira harus peduli dengan urusan orang dewasa karena anak kecil belum saatnya untuk melakukan hal itu.
"Iya memang aku tahu dia ngomong sendiri tidak pernah kamu ajarkan karena isi dalam pemikiran kamu itu kan memang sudah terbaca dariku,hanya saja yang membuat aku tidak nyaman Kenapa sih harus bahasnya sekarang padahal aku tuh lagi mumet tidak bisa tidur semalaman loh?"Nina benar-benar dibuat Frustasi dengan keberadaannya di sini sampai-sampai menyesalinya Kenapa harus datang di saat seperti begini akhirnya ia sendiri yang bakalan kena batunya.
Aulia hanya tertawa ketika melihat wajah sengsara milik sahabatnya itu karena benar-benar merasa lucu soalnya Nina begitu tidak nyaman dengan semuanya, tetapi mau bagaimana lagi ketika semua sudah terjadi dan untuk apa menyesalinya jika akhirnya memang benar-benar harus mengakui saja tidak boleh mengeluh apalagi Berencana untuk kabur dari apa yang sudah ia jalani.
Aulia rasa dirinya memang harus bisa mengajarkan sesuatu kepada Indira agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti itu, sebab Biar bagaimanapun anak sekecil itu ya memang tidak pantas Kalau ikut campur dan urusan dewasa maka dari itu ia harus bisa membuat pikiran Indira lebih terbuka dan juga intinya hanya satu yaitu bisa diatur.
"Indira, Bunda memang tidak mempermasalahkan kamu untuk ikut campur atau ngomong di rumah ini.Hanya saja yang Bunda sedikit tidak suka yaitu kamu meledek Tante Nina sampai segitunya, Padahal dia itu temennya Bunda loh jadi otomatis umurnya kami berdua sama jadi tolong ya nak jangan diulangi lagi! kalau kamu mau melihat ke ganjalan sesuatu ya biarkan saja cukup hanya di dalam pikiran tetapi Jangan sampai kebawa-bawa, karena Bunda tidak ingin anak Bunda itu mulutnya tidak bisa dijaga dan hasil akhir bakalan membuat orang lain merasa tidak nyaman dan juga tidak suka sama sekali ketika berada di rumah ini! " Aulia mengatakan semua itu secara perlahan karena ia yakin Indira itu merupakan anak yang cerdas Yang pastinya bakalan bisa langsung memahami apa yang ia katakan.
Indira menganggukan kepalanya pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh Bundanya itu, maka dari itu ia memilih untuk tidak memprotes sama sekali soalnya memang tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan oleh Aulia tadi.
Bagas tidak menimpali ataupun menambahkan apa yang dikatakan oleh istrinya tadi sebab menurutnya untuk urusan mengurusi anak adalah urusannya Aulia, kalau anak pembangkang atau susah diatur nah dirinya sebagai seorang suami ya Otomatis membantu agar Aulia tidak terlalu mengalami kesulitan.
Nina tahu kalau Aulia tidak mungkin membiarkan dirinya terus-menerus merasa malu, maka dirinya tidak pernah mempermasalahkan ketika ada seseorang yang menyinggung perasaannya tetapi intinya Aulia tidak boleh disakiti oleh siapapun itu.
__ADS_1