Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Rumah


__ADS_3

Davina yang tentu saja tidak terima ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Bagas tadi dan juga karena dirinya sudah berusaha berbicara, maka dari itu kini ia memutuskan untuk pergi menyusul Bagas dirumah sebab dirinya yakin kalau orang rumah pasti tidak tahu apa yang terjadi tadi.


Aura Tentu saja tidak terima dong ketika melihat Davina yang sudah mengambil tasnya dan berlari keluar rumah, karena dirinya tahu ke mana tujuan wanita itu maka dari itu Ia pun segera mengejar Davina dan mencekal tangannya.


"kamu mau ke mana Jangan bilang kamu mau pergi ke rumah pria itu yang jelas-jelas sudah mempermalukan kamu tadi ?"tanya Aura penasaran.


"kalau Mama sudah tahu ya sudah jangan banyak tanya lagi, pokoknya intinya aku hari ini harus memperjuangkan sesuatu yang menjadi milikku dan aku juga tidak terima diceraikan seperti ini. "tegas Devina.


Aura tersenyum bangga karena menurutnya dengan apa yang dilakukan oleh anaknya itu maka otomatis posisi mereka akan tetap aman, sebab dirinya tahu kalau Bagas pasti masih mencintai Davina hanya saja terpengaruh oleh kehadiran Aulia makanya pria itu menduakan anaknya.


"Apa kamu mau Mama juga menemani kamu supaya kamu jangan ke sana sendirian saja takutnya mereka bakalan melawan kamu, karena kalau kita berdua kan otomatis bisa saling membantu kalau ada sesuatu hal yang tidak diinginkan? "tanya Aura memastikan kalau memang anaknya mau mereka berdua jalan ya itu malah lebih bagus.


Davina terlihat menghela nafasnya secara perlahan sambil menatap sendu ke arah Mamanya itu meskipun Percayalah bahwa hatinya sedang terluka, tetapi ia juga tidak mungkin menjadi anak durhaka karena sekarang otomatis statusnya itu sebenarnya sudah janda dan tempat untuk dirinya pulang ya rumah kedua orang tuanya kalau sampai dirinya yang membuat mereka marah tidak menutup kemungkinan ia bakalan menjadi salah satu penghuni jalanan seperti para penggelandangan yang lainnya karena orang tuanya itu merupakan orang yang pendendam dan juga tidak suka di permainkan.


"Mama Lebih baik tinggal di sini saja dan tolong pastikan Keadaan udara tetap baik-baik saja, soalnya tadi dia meminta untuk jalan-jalan tetapi aku tidak sempat melakukannya jadi tolong jangan sampai dia tahu dengan apa yang terjadi antara aku dan juga Papanya!"pinta Davina kepada Aura karena biar bagaimanapun Andara itu juga merupakan darah dagingnya ya Otomatis keselamatan putrinya juga merupakan hal yang penting sebab segala kelaknya seekor singa dia tidak akan pernah menyakiti anak yang sudah dilahirkannya sendiri yang ada di bakalan menjaga sepenuh hati dan tidak ingin ada sesuatu hal yang menyakiti anak tersebut.


"Iya memang Mama tahu kamu bisa mengatasi semuanya sendirian hanya saja mama itu khawatir Takutnya nanti mereka bakalan menyakiti kamu, Soalnya mama lihat ekspresi wanita kurang ajar itu kan sangat tidak menyenangkan pasti dia sekarang lagi berbangga diri ketika tahu bahwa Bagas sudah menjatuhkan talak kepada kamu! "ujar Aura membuat Davina hanya tersenyum.


"Mama jangan pernah melupakan aku yang tidak akan pernah mengalah Kalau sampai ada orang yang sudah berani mengusik ketenangan hidupku, Mama jangan lupakan pula statusku dari awal yang merupakan istri pertama di rumah itu yang pertama kali Bagas bawah sebagai seorang wanita berumah tangga adalah aku Bukannya dia ataupun siapapun itu. "tegas Devina penuh percaya diri entah mungkin percaya dirinya itu bisa bertahan saat bertemu dengan keluarganya Bagas dan juga Bagas sendiri atau tidak kita lihat saja nanti.

__ADS_1


"Ya sudah cepat kamu ke sana terus usahakan ngomong ya soal permintaan papa kamu tentang suntikan dana dari perusahaan Bagas kepada perusahaan yang akan dibangun oleh papa, karena Biar bagaimanapun kita harus bisa lebih kaya daripada dia supaya harga diri kita itu tidak diinjak-injak sembarangan!"Aura bukannya menyampaikan sesuatu hal yang membuat Devina bangkit Tetapi malah memikirkan hanya untuk kepentingan dirinya dan juga suaminya itu sendiri.


"Mama masa depan keluargaku dan juga Rumah tanggaku sedang dipertaruhkan saat ini tetapi malah Mama memikirkan hal-hal yang tidak perlu, pakai saja keuntungan yang didapatkan dari showroom dan butik seperti yang dikatakan oleh Mas Bagas karena dengan begitu kalian tidak akan merasakan yang namanya utang Budi kan? "tanya Davina yang tidak paham dengan arah pemikiran kedua orang tuanya yang selalu saja ingin melakukan sesuatu tapi yang memberikan modal adalah Bagas dan sampai-sampai mereka tidak pernah memikirkan perasaannya yang merasa malu ketika selalu saja membebankan biaya hidup keluarganya kepada pria yang berstatus sebagai suaminya itu memang selama ini Bagas tidak pernah mengeluh tetapi rasa malunya pasti selalu ada.


"Ya ini kan buat investasi masa depannya kita semua kan, itu talak tiga sudah jatuh loh! Jadi otomatis kamu dengan dia sudah tidak disebut sebagai suami istri lagi, maka dari itu kamu harus bergerak cepat sebelum publik tahu status kalian."ujar Aura membuat Davina memilih untuk pergi karena menurutnya jika lama-lama berdebat dengan mamanya otomatis mereka berdua bakalan bertengkar karena dirinya sangat tidak menyukai keegoisannya Aura yang maunya agar segala sesuatu yang ia inginkan bisa terpenuhi dan tidak peduli dengan kemauan orang lain yang terlihat begitu sederhana yaitu Intinya bisa memakan dan juga bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak.


Davina kini sudah dalam perjalanan menuju ke diamannya Bagas Sanjaya meskipun dirinya yakin di sana tidak ada suaminya itu, sebab Sekarang sudah jam kantor ya Otomatis Bagas pasti masih di kantor Oleh sebab itu dirinya bisa bebas mengumpulkan semua barang-barang yang dirinya beli di kamarnya dan membawanya pergi ke rumah orang tuanya.


apalagi perhiasan yang dirinya beli selama menikah dengan Bagas itu tidak terhitung jumlahnya mulai dari emas dan juga berlian yang harganya bisa ditafsiran sampai miliaran rupiah, dan juga ia bakalan mengambil Indira pulang supaya dengan begitu Bagas bakalan memperhitungkan kembali alasan untuk rujuk dengannya meskipun itu sangat tidak mungkin.


Aulia belum pulang dari sekolahnya Indira karena tadi wanita itu berjanji kepada gadis kecil tersebut untuk menjemputnya Ketika pulang sekolah nanti, membuat sekarang Aulia Tengah berdiri di depan gerbang sambil tersenyum dan berbincang-bincang dengan para ibu-ibu yang lain yang juga Tengah melakukan aktivitas yang sama sepertinya.


Aulia hanya menghembuskan nafasnya secara perlahan karena menurutnya ada saja kelakuan emak-emak zaman sekarang, tidak ada masalah malah mengundang masalah itu biar cepetan datang terus setelah masalah itu datang eh auto nyinyir jadinya kan emosi toh.


Aulia memilih untuk sibuk dengan ponselnya daripada menggubris perkataan orang-orang yang menurutnya hanya memancing keributan, lebih baik bermain santai dan juga memilih untuk tidak peduli dengan sekitarnya karena pastinya orang kalau sudah capek nyinyir bakalan langsung diam soalnya merasa bahwa apa yang ia bicarakan nanti akan sia-sia saja.


merasa bahwa perkataannya itu tidak dihiraukan sama sekali oleh Aulia membuat wanita tersebut ia otomatis tidak terima dong, karena memang menurutnya faktanya Aulia itu merupakan pelakor di dalam rumah tangganya orang lain dan zaman sekarang emak-emak itu paling benci dengan yang namanya pelakor karena merasa bahwa wanita itu lebih disayang dibandingkan mereka yang merupakan istri sah.


"Ih kenapa diam saja seperti itu memangnya yang saya katakan tadi itu benar ya sampai-sampai situ tidak punya kekuatan buat menjawab apa yang saya katakan, kasihan sih cantik-cantik kok malah mau menjadi yang ketiga. Padahal di luaran sana ada loh yang mau menjadikan kamu sebagai yang pertama, tapi begitu sudah namanya uang selalu berkuasa jadinya orang-orang itu tidak punya harga dirinya sama sekali karena mau dibeli dengan uang digadaikan kebahagiaannya dengan sesuatu yang diimingi dengan harta duniawi!"wanita tersebut memang benar-benar sangat julid membuat Aulia sudah capek mendengarkan perkataannya yang dari tadi menurutnya terlalu berlebihan.

__ADS_1


"menurut ibu ada keuntungan berdiri tersenyum ngomongin saya seperti tadi? Memangnya suami Ibu sudah saya ambil jadinya Ibu, jadi hari ini nyolot sama saya? Coba pulang terus lihat itu barang suamimu itu masih utuh loh ndak pernah saya pegang, dan juga ndak pernah saya ganggu tetapi ibunya ini loh terlalu sensitif!"omel Aulia yang sudah mulai mengubah nada bicaranya seperti seorang emak-emak auto plus 62 yang hobinya selalu saja menimpali ketika orang-orang di sekitarnya yang sudah berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan kepada dirinya.


Indira yang melihat Bundanya terhadap putri-putri di depan langsung berlari ke arahnya dan memasang tatapan ke arah wanita yang dari tadi terlihat menunjuk menunjukkan tangannya ke arah wajah Aulia, anak yang mana bakalan terima ketika orang tuanya diperlakukan seperti begitu meskipun anak tersebut bisa dibilang masih kecil dan juga belum memahami apapun tetapi percaya laporan pikir anak zaman sekarang itu berbeda dengan anak yang zaman dulu.


"Tante ngapain sih marah-marahin Bundanya Indira, awas loh Bundanya Indira Ini jago karate nanti Tantenya bakalan di libas habis loh dan pulangnya nggak bisa duduk seharian. " ujar Indira kasar membuat Aulia menatap tak percaya Karena gadis kecil itu yang menurutnya sangat berani.


"Ya tapi kan wanita ini yang sudah membuat orang tua kamu bercerai kan jadi seharusnya kamu marah dong sama dia, Memangnya dia sudah bujukin kamu pakai apa ya tinggal minta aja sama orang tua kamu pasti dia bakalan kasih dan tidak akan membiarkan kamu bergaul dengan orang seperti dia! "jelas wanita tersebut membuat Aulia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ternyata zaman sekarang penampilan seseorang itu tidak bisa dinilai bahwa pola pikirnya juga bakalan sebagus penampilannya karena yang ada mereka bahkan bisa menjadi seorang provokator handal Yang sepertinya tidak punya pekerjaan sama sekali.


"ih bundaku itu orang yang paling terbaik kok dibandingkan siapapun yang ada di dunia ini, jadi jangan ngomong seperti begitu Sebelum Indira bakalan ngaduin hal ini kepada Papa dan Kalau Papa bakalan bertindak maka Tante bakal langsung tidak akan pernah keluar rumah lagi ! "setelah mengatakan hal itu Indira pun menarik tangan Aulia akan ikut dengannya pergi dari situ dan terlihat Aulia hanya menggilingkan kepalanya karena tidak percaya jika Indira bisa separah itu.


"kamu lain kali jangan seperti itu lagi ya soalnya sangat tidak sopan sekali dan Bunda tidak suka nanti dibilang Bunda yang mengajarkan kamu hal-hal yang tidak sopan, Jadi anak itu Kalau mau marah harus sesuaikan dengan umur jangan sampai berlebihan karena nantinya dinilai sangat tidak layak oleh orang-orang lain di sekitar kita nantinya! "bujuk Aulia dengan kata-katanya yang perlahan berharap agar Indira paham kalau maksud dan tujuannya itu hanya untuk mengajarkan gadis kecil tersebut cara bertata krama kalau berada di luar rumah dan juga Bagaimana bersikap terhadap orang yang lebih tua darinya.


"Oke Bunda! Sebenarnya tadi juga Indira tidak ada niatan kok marah-marah tetapi tantenya itu saja yang duluan cari perkara, ya sudah soalnya kan Aku nggak suka kalau Bunda yang dimarah-marah seperti tadi."jelas Indira.


"Ya sudah nggak papa lebih baik sekarang kita pulang soalnya pasti nenek di rumah sudah nungguin, kan katanya tadi sebentar sore kita bakal jalan-jalan di mall bareng dengan Papa maka dari itu kita harus cepat pulang Loh supaya bisa istirahat siang agar sore nanti Saat jalan-jalan tenaga kita sudah full tidak lemas!"ajak Aulia membuat Indira begitu antusias karena selama ini mereka tidak pernah pergi kemanapun apalagi bareng sama Bagas yang selama ini selalu memilih untuk tetap di kantor dan tidak ada yang namanya family Time.


"Papa selama ini itu nggak pernah mau diajak pergi keluar bareng sama mama Davina atau sama mami Safira, soalnya katanya Papa itu capek di kantor jadi lebih enak kan pulang langsung tidur tidak usah pergi ke manapun!" jelas Indira.


"ya memang sih Papa itu capek sekali loh soalnya kerjanya dari pagi sampai sore bahkan lebih parahnya lagi sampai lembur, Itu semua hanya agar kita di rumah tidak kelaparan dan juga bisa beli baju aku bisa buat bayar uang sekolah kamu dan juga berbuat biaya jajan kamu selama ini!" Aulia Bukannya ingin mengajarkan anak kecil ini tentang sesuatu hal yang tidak bagus melainkan dirinya ingin membuat Indira lebih menghargai kerja keras orang lain dan juga tidak pernah yang namanya menghamburkan sesuatu hal yang sangat tidak perlu.

__ADS_1


"Iya benar sekali Bunda! pokoknya aku bakalan selalu mengingat apa yang dikatakan oleh bunda saat ini, yaitu aku tidak boleh boros dan harus sayang dengan uang dan juga harus terima kasih kepada Papa yang sudah mau bekerja keras." Aulia tersenyum ternyata acaranya memang benar-benar tidak salah sebab Indira bisa menerimanya dengan begitu baik bahkan bisa mengulang lagi apa yang ia ajarkan tadi.


__ADS_2